cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DALAM MENGENDALIKAN HAMA KUTU DAUN (Myzus persicae) PADA TANAMAN CABAI MERAH DI LAHAN PERTANIAN DESA AFDELING II KECAMATAN BILAH BARAT KABUPATEN LABUHANBATU Simatupang, Ari Buana; Seprian, Yusmaidar; Harahap, Fitra Syawal; Rizal, Khairul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1895

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian asap cair dari tempurung kelapa sebagai pestisida alami dalam mengendalikan hama kutu daun (Myzus persicae) pada cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pasca perumahan wilayah perkebunan Afdeling II Kecamanat Bilah Barat Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian dilakasanakan Oktober 2021 sampai Maret 2022. Metode Penelitian menggunakan metode Eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 kali ulangan. Di sini A1 = 0 hari sekali (tanpa menggunakan perlakuan), A2 = perlakuan asap cair 2 hari sekali, A3 = perlakuan asap cair 4 hari sekali, A4 = perlakuan asap cair 6 hari sekali, dan A5 = perlakuan asap cair 8 hari sekali.. pengaplikasian asap cair tempurung kelapa dilakukan dengan menggunakan keep semprot merek solo dengan konsentrasi 3%. Hasil penelitian menunjukkan Populasi hama kutu daun pada tanaman cabai tertinggi pada perlakuan 0 hari sekali / tanpa aplikasi asap cair (A1) yaitu 8,4 ekor dan populasi terendah pada perlakuam aplikasi asap cair setiap 2 hari sekali (A2) yaitu 4,0 ekor. Dan juga Persentase serangan hama kutu daun pada tanaman cabai merah dengan menyemprotkan asap cair masuk dalam kategori serangan rendah, karena pada perlakuan aplikasi asap cair 2 hari sekali (A2) menunjukan tingkat serangan sebesar 22,4%, dimana nilai tersebut masuk dalam dalam kategori serangan rendah.
ANALISIS PEMASARAN GULA KELAPA (Studi Kasus di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang) Andi Indrawan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1972

Abstract

Penelitian bertujuan:(1) mengetahui pola saluran pemasaran gula kelapa; (2) menganalisis biaya, keuntungan, marjin pemasaran, farmer’s share; dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran gula kelapa di Desa Karangduren, Tengaran, Semarang. Metode dasar yang digunakan: deskriptif. Teknik penelitian: survey. Metode penentuan sample purposive. Penentuan sampel lembaga pemasaran menggunakan snow ball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan pencatatan. Hasil: terdapat 4 pola saluran pemasaran, yaitu: 1: Produsen–Konsumen; 2: Produsen–Pedagang Pengumpul–Konsumen; 3: Produsen–Pedagang Besar–Pedagang Pengecer–Konsumen; 4: Produsen–Pedagang Pengumpul–Pedagang Besar–Pedagang Pengecer–Konsumen.  Farmer’s share Saluran 1: 100,00%, Saluran 2: 95,24%, Saluran 3: 92,42% dan Saluran 4:  90,91%, farmer’s share masing-masing saluran berbeda, dipengaruhi besarnya biaya, keuntungan dan marjin pemasaran masing-masing saluran. Empat saluran pemasaran di Desa Karangduren efisien dengan saluran pemasaran 1 paling efisien yang merupakan saluran pemasaran paling pendek dengan marjin pemasaran paling rendah dan farmer’s share paling tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang terdapat empat pola saluran pemasaran gula kelapa. Biaya pemasaran, keuntungan pemasaran dan marjin pemasaran pemasaran gula kelapa mempengaruhi farmer’s share. Semakin pendek saluran pemasaran gula kelapa semakin efisien saluran pemasaran
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) TERHADAP ZPT EKSTRAK TAUGE DI PEMBIBITAN AWAL (PRE NURSERY) Prabowo, Saftana Kanda; Mustamu, Novilda Elizabeth; Rizal, Khairul; Sitanggang, Kamsia Dorliana
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1989

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh ekstrak tauge sebagai ZPT alami pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan pembibitan tanaman kelapa sawit. Sehingga dapat mengetahui berapa konsentrasi yang paling baik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (Analysis of Variance) pada jenjang nyata 5 %. Apabila ada beda nyata dalam perlakuan diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pertumbuhan bibit kelapa sawit dengan pemberian ekstrak tauge. Dosis 200ml ektrak tauge lebih efektif mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter tanaman. Dan dosis yang lebih tinggi dari 200ml dapat menghambat pertumbuhan bibit kelapa sawit.
HASIL SELEKSI IN VITRO CEKAMAN GARAM (NaCl) TERHADAP RESISTENSI PLANLET ANGGREK Cattleya sp. SECARA IN VITRO Indriani, Syavira; Nurcahyani, Endang; Chrisnawati, Lili; Ernawiati, Eti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2092

Abstract

Anggrek Anggrek Cattleya sp. merupakan anggrek epifit yang dijuluki the queen of orchid karena keindahan bunga dan kecantikan bunganya. Uji resistensi ketahanan tanaman pada cekaman garam dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi secara in vitro. Salah satu cara alternatif yang efesien dan efektif untuk mengatasi cekaman pada tanaman yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dan menggunakan agen seleksi seperti NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya secara in vitro dan menetukan tingkatan resistensi planlet  anggrek  Cattleya  terhadap  cekaman  garam  (NaCl) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%,0,75%, dan 1%. Analisis data kuantitaf pada setiap parameter dianalisis menggunakan uji Levene dan oneway ANOVA dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya adalah konsentrasi 0,25%dan 0,50% yang dikategorikan cekaman garam sedang, sedangkan konsentrasi 0,75% dan 1% dikategorikan cekaman garam berat. Tingkatan resistensi planlet anggrek Cattleya terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro pada seluruh konsentrasi adalah ketahan moderat.
ANALISIS PROFITABILITAS PADA KOPERASI PENGOLAHAN SUSU SAPI DI KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Meita Puspa Dewi; Marosimy Millaty; Dewi Masitoh
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas koperasi susu sapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2022 di Koperasi Peternakan Sarono Makmur, Kecamatan Cangkringan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu dimana pengambilan sampel didasarkan wilayah produksi susu terbanyak di Kabupaten Sleman. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengurus dan karyawan Koperasi Peternakan Sarono Makmur di Cangkringan. Sumber data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya tetap susu murni perbulan Rp 76.760.980,00 dan susu pasteurisasi Rp 11.210.100,00. Biaya variabel unit usaha susu murni Koperasi Peternakan Sarono Makmur per bulan yaitu Rp 981.041.439,00 dan biaya variable susu murni Rp 3.161.225,00. Biaya total susu murni yaitu Rp. 1.057.802.419,00 dan susu pasteurisasi Rp 14.371.321,00. Penerimaan susu murni dan susu pasteurisasi di Koperasi Peternakan Sarono Makmur 241.025 liter dengan penerimaan Rp. 1.185.619.041,00. Analisis profitabilitas susu murni sebesar 9,6% lebih besar dibandingkan susu pasteurisasi sebesar 7,24%. Hal ini menunjukkan bahwa analisis profitabilitas susu murni lebih tinggi dibandingkan dengan susu pasteurisasi.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BUNGA KRISAN POTONG (Chrysanthemum,Sp) STUDI KASUS: DI “COCA FLOWER”, DESA NGADIKERSO, KECAMATAN SUMOWONO, KABUPATEN SEMARANG Deny Kartini; Harum Sitepu; Saparto Saparto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2214

Abstract

Bunga krisan termasuk tanaman hias bunga potong. Produksi bunga krisan meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Hal ini memberi prospek yang baik bagi petani dan pedagang bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) kondisi lingkungan internal dan eksternal; 2) strategi pemasaran yang tepat; dan 3) persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran usaha bunga krisan potong di “Coca Flower” Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan studi kasus, menggunakan metode deskriptif secara kualitatif maupun kuantitatif. Pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling, dan pengumpulan data dengan interview, kuesioner, dan observasi. Data dianalisis dengan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) dan analisis persepsi konsumen. Hasil : 1) Kondisi lingkungan internal di “Coca Flower” memiliki beberapa segmentasi, target, posisi, dan juga bauran pemasaran, sedangkan kondisi eksternal yaitu lingkungan jauh, dan lingkungan industri; 2) Strategi pemasaran yang tepat pada usaha bunga krisan potong di “Coca Flower” adalah strategi SO yang mendukung strategi agresif  pada kuadran kesatu dengan nilai (1,155 dan 0,350), dengan memanfaatkan peluang pasar yang sangat besar dan meminimalisir kelemahannya; 3) Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran yang telah dijalankan di “Coca Flower” yaitu :  menganggap promosi yang dijalankan kurang memberikan umpan balik kepada toko, tetapi pada nilai rata-skor rata persepsi konsumen yaitu 69,98% dan masuk ke dalam kategori nilai yang baik.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI ECO ENZYME DAN DOSIS NPK Hastuti, Pauliz Budi; Titiaryanti, Ni Made
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1953

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery sebagai respon berbagai konsentrasi eco enzyme dan dosis pupuk NPK. Penelitian ini memakai metode percobaan faktorial, disusun dengan rancangan acak lengkap. Faktor pertama, konsentrasi eco enzyme yang terdiri dari 4 aras yaitu: 0%, 5%, 10%, dan15 %.  Faktor kedua, dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 aras yaitu : 0 mL, 50 mL, 75 mL, dan 100 mL. Ulangan sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5 %. Apabila ada perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5 %. Hasil penelitian, tidak ada interaksi yang nyata antara pemberian berbagai konsentrasi eco enzyme dan dosis pupuk NPK pada pertumbuhan bibit sawit di pre nursery. Konsentrasi eco enzyme 15 % menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery yang terbaik. Dosis NPK 100 mL/bibit menghasilkan tinggi bibit tertinggi dan berat kering akar terbesar.    Kata kunci :eco enzyme, NPK, bibit kelapa sawit
RESPON PEMBERIAN BAWANG MERAH DAN LIDAH BUAYA TERHADAP STEK BATANG KEMBANG SEPATU (Hibicus rosasinensis L.) Afifuddin, Ahmad Fauzi; Sitanggang, Kamsia Dorliana; Adam, Dini Hariayati; Yusida Saragih, Siti Hartati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1984

Abstract

Salah satu zat pengatur tumbuh alami yang dapat digunakan dalam pembibitan dengan menggunakan stek batang adalah bawang merah dan lidah buaya, karena bawang merah dan lidah buaya  mengandung zat pengatur tumbuh yang mempunyai Auksin, giberelin dan sitokinin. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Thoyib Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bawang merah dan lidah buaya terhadap pertumbuhan akar stek batang dan mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah dan lidah buaya yang dapat menghasilkan pertumbuhan akar stek batang kembang sepatu  paling baik. Parameter yang diamati adalah panjang akar, jumlah akar, berat basah akar, dan berat kering akar. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok 6 perlakuan dan 4 kelompok. Setiap unit percobaan menggunakan 3 stek. Perlakuan tersebut adalah ekstrak bawang merah konsentrasi 0%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Hasil: pemberian bawang merah dan lidah buaya pada konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap panjang akar, jumlah akar, berat basah akar, dan berat kering akar.  Bawang merah dan lidah buaya dengan konsentrasi 70% menunjukkan hasil yang optimal.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELOR KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA (Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Melatih) Rofinus Lake; Mardit Nikodemus Nalle
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2084

Abstract

Kelompok Wanita Tani merupakan salah satu Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Timor Tengah Utara yang menghasilkan tanaman kelor dan memiliki kontribusi terbesar dalam pengembangan agribisnis kelor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis dan menentukan strategi alternatif tanaman kelor pada Kelompok Wanita Tani Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, dokumentasi, angket, dan survei. Sedangkan data sekunder, peneliti peroleh dari berbagai referensi seperti jurnal, skripsi, tesis, buku, dan Badan Pusat Statistik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 22 orang. Analisis data dengan matriks SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agribisnis kelor terdiri dari 5 subsistem yaitu: pengadaan sarana produksi, produksi, pengolahan, pemasaran, dan penunjang. Diperoleh 8 strategi pengembangan tanaman kelor dan berada pada kuadran II. Sedangkan melalui matriks QSPM didapat 4 strategi prioritas pengembangan, yaitu: 1) Memanfaatkan teknologi pengolahan yang ada untuk memenuhi permintaan produk; 2) Meningkatkan produksi dengan memanfaatkan benih unggul yang dimiliki untuk meminimalisasi tingkat persaingan harga; 3) Meningkatkan modal petani dan teknologi modern untuk meminimalkan persaingan harga. 4) Memanfaatkan kandungan nutrisi tanaman kelor untuk meningkatkan kualitas produk dan mencapai target pasar.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) DAN KARAKTERISTIK MEDIA TUMBUH TERHADAP BERBAGAI DOSIS BIOCHAR DAN PUPUK KANDANG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Fibryadi, Dony; Sasli, Iwan; Wasi’an, Wasi’an
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2129

Abstract

 Bawang merah merupakan satu di antara tanaman yang digunakan sehari hari sebagai bumbu masak. Produksi bawang merah Kalimantan Barat mengalami penurunan. Upaya dalam meningkatkan produktivitas bawang merah pada tanah podsolik merah kuning adalah melalui pengelolaan lahan yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi biochar dan pupuk kandang pada tanah podsolik merah kuning untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) .Penelitian ini merupakan percobaan dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial (RALF). Faktor pertama adalah biochar (B) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa biochar (B0), biochar 10 ton/ha (B1), 20 ton/ha (B2) dan 30 ton/ha (B3). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (PO), pupuk kandang sapi 10 ton/ha (P1), 20 ton/ha (P2) dan 30 ton/ha (P3). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biochar dan pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Pemberian perlakuan biochar dosis 30 ton/ha dan pupuk kandang sapi dosis 30 ton/ha tertinggi dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering tanaman bawang merah. Perlakuan biochar dan pupuk kandang sapi mempunyai korelasi jumlah umbi terhadap berat umbi dan diameter umbi mempunyai hubungan yang kuat.

Page 39 of 139 | Total Record : 1386