cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum L.) DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Turnera subulata Ety Rosa Setyawati; Neny Andayani; Supriyadi Supriyadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak auksin bawang merah dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan stek Turnera subulata. Penelitian dilakukan di Desa Talohen Hulu, kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah yang telah dilaksanakan tanggal 10 November 2021-02 februari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri dari 4 aras yaitu: 0 g/ℓ, 500 g/ℓ, 1000 g/ℓ, dan 1500 g/ℓ. Faktor kedua komposisi media tanam terdiri dari 3 macam yaitu: perbandingan tanah:pupuk kandang 1:1, 2:1, dan 3:1. Kombinasi ada 12 perlakuan di ulang 4 kali. Hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dengan jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan ada interaksi nyata antara konsentrasi ekstrak bawang merah dan komposisi media tanam terhadap jumlah daun. Perlakuan terefisien pada kombinasi ekstrak bawang merah 0 g/ℓ dan komposisi media tanam 3:1. Media tanam berpengaruh nyata pada jumlah daun, panjang akar, berat segar akar, dan berat kering akar, terbaik pada komposisi tanah:pupuk kandang 3:1.
KEGIATAN PENYULUHAN ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO Umi Nur Solikah; Sutanto Sutanto; Abdul Bashir
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1940

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan penyuluhan AUTP oleh BPP di Kecamatan Polokarto dan mengetahui permasalahan yang menjadi kendala dari kegiatan penyuluhan AUTP. Penelitian menggunakan metode deskriptif bertujuan memusatkan perhatian pada pemecahan masalah yang ada sekarang yaitu pada masalah-masalah yang aktual dan titik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu pengambilan daerah penelitian dengan mempertimbangkan alasan yang diketahui dari daerah penelitian. Metode analisis penelitian adalah kualitatif yakni proses pengumpulan data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kesimpulan: (1) Kegiatan AUTP diawali dengan kegiatan penyuluhan antara penyuluh dan kelompok tani, antara lain menyosialisasikan program kegiatan AUTP. Kegiatan dilaksanakan setiap 35 hari sekali (selapan dino pisan). (2) Metode dan teknik penyuluhan AUTP adalah menggunakan metode ceramah dan diskusi. (3) Permasalahan yang menjadi kendala dalam kegiatan penyuluhan AUTP adalah ketika dilaksanakan kegiatan penyuluhan petani sangat antusias untuk mengikuti program AUTP, tetapi ketika selesai tanam petani enggan mengikuti kegiatan AUTP. (4) Manfaat kegiatan AUTP bagi penyuluh pertanian adalah rasa puas apabila bisa memberikan penyuluhan tentang AUTP dan petani mau mengikuti anjuran penyuluh.
INVENTARISASI SERANGGA POLINATOR PADA TANAMAN SORGUM RATUN (Sorghum bicolor (L.) Moench) DI KECAMATAN RAMBUTAN KOTA TEBING TINGGI Aulia Nisa, Sistanshia Chaumi; Siregar, Amelia Zuliyanti; Oemry, Syahrial
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1894

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menginventarisasi serangga polinator pada pertanaman sorgum ratun di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Link. IV Kel. Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, dan kemudian dilanjutkan dengan identifikasi di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan menggunakan metode purposive sampling dan dilaksanakan pada Mei 2021 hingga Oktober 2021. Tipe perangkap yang digunakan adalah perangkap jaring dan perangkap kuning dengan masingmasing perangkap memiliki 4 ulangan. Dari hasil penelitian ini, teridentifikasi serangga polinator terdapat 3 ordo (Hymenoptera, Lepidoptera, dan Diptera) yang terdiri dari 8 famili dan 13 Genus, dengan jumlah total serangga yang tertangkap adalah sebanyak 198 individu. Nilai INP tertinggi polinator yang teridentifikasi adalah 38,3%. Indeks keanekaragaman Shanon-Weiner (H’) 2,11 (kategori sedang). Nilai Indeks Kemerataan Jenis, yaitu 0,829 (kategori tinggi). Nilai Indeks Kekayaan Jenis, yaitu 2,269 (kategori rendah). Serangga polinator yang berhasil diinventarisasi adalah genus Xylocopa, Apis, Chalybion, Phimenes, Vespa, Austroscolia, Megascolia, Papilio, Junonia, Appias, Euthalia, Hypolimnas and Culex. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai bahan pangan maupun pakan ternak alternatif.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI TANDAN BUAH SEGAR (TBS) PADA PT. AGRO SINERGI NUSANTARA UNIT KEBUN JAYA SEJAHTERA Hendri Akbar; Sri Handayani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1923

Abstract

Kelapa sawit telah menjadi produk agro industri nasional yang terus berkembang dan menjadikan Indonesia negara penghasil minyak kelapa sawit yang menopang industri oleopangan, oleokimia dan biodisel baik di kawasan maupun pasar global. Penelitian ini dilakukan pada unit perkebunan PT. ASN di desa Jaya Sejahtera, Oktober-Desember 2021 bertujuan untuk melihat faktor yang memengaruhi tingkat produksi TBS. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh yakni semua afdeling yang ada pada unit kebun Jaya Sejahtera dijadikan sampel. Data penelitian merupakan dan sekunder dalam bentuk runtun waktu yang bersumber dari manajerial perusahaan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan studi pustaka. Model analisis data menggunakan pendekatan regresi linear berganda. Hasil: luas lahan dan jumlah pokok tanam berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat produksi TBS. Secara parsial variabel umur tanaman berpengaruh negatif dan tidak nyata terhadap tingkat produksi TBS. Secara simultan diketahui nilai F-hitung 12,340 > F-tabel 2,775 dengan tingkat probabilitas 0,000 < 0,05 yang bermakna bahwa secara bersama variabel bebas berpengaruh nyata terhadap produksi TBS. Korelasi antara variabel penelitian bernilai positif sebesar R=0,638, yang bermakna bahwa hubungan variabel bebas tanaman berbading lurus dengan tingkat produksi TBS pada tingkat kategori yang kuat. Kemampuan ketiga varabel bebas menjelaskan variasi produksi TBS sebesar R2 = 0,374 atau 34,7 persen dan sisasanya 65, 3 persen dijelaskan oleh variabel di luar model
PENGARUH PEMBERIAN RASA TERHADAP KANDUNGAN AIR, PROTEIN DAN LEMAK PADA TELUR ASIN Hidayati, Nurul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1935

Abstract

Telur merupakan bahan pangan yang bergizi tinggi, enak dan murah, namun mempunyai sifat mudah rusak, sehingga diperlukan pengawetan atau pengolahan. Salah satu bentuk pengolahan telur yang banyak dilakukan, yaitu menjadi telur asin. Prinsip dari pembuatan telur asin adalah terjadinya proses ionisasi garam NaCl yang kemudian berdifusi ke dalam telur melalui pori-pori kerabang. Cara pembuatan telur asin dapat dengan melumuri telur menggunakan media yang berupa campuran garam dan batu bata halus atau abu gosok atau dengan merendamnya ke dalam larutan garam. Untuk memberikan rasa yang lain dari telur asin agar masyarakat tidak jenuh dengan rasanya, maka diperlukan pemberian rasa pada telur asin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rasa terhadap kandungan air, protein dan lemak pada telur asin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: T0 (tanpa pemberian rasa), T1 (pemberian rasa pedas), T2 (pemberian rasa bawang), T3 (pemberian rasa bawang putih dan pedas), dan T4 (pemberian rasa soto). Masing- masing perlakuan diulangi tiga kali. Parameter yang diamati adalah kandungan air, protein dan lemak pada telur asin yang dihasilkan. Data kemudian diolah dengan Anova, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan lima persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rasa pada perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan air, protein dan lemak pada telur asin yang dihasilkan.
ANALISIS PEMBIAYAAN MODAL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L) DI LAHAN AFD II KECAMATAN BILAH BARAT KABUPATEN LABUHAN BATU Pristikawati, Devi; Rizal, Khairul; Sepriani, Yusmaidar; Walida, Hilwa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1905

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman sayur-sayuran yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Permintaan kebutuhan cabai merah setiap tahunnya selalu melonjak naik terus-menerus hal itu terjadi dikarenakan peningkatan jumlah penduduk yang ada di Indonesia tiap tahunnya. Karena cabai merah ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam rumah tangga terutama bagi ibu-ibu,warung,restoran,dan lain sebagainya. Cabai merah ini merupakan kebutuhan pelengkap dalam setiap masakan yang dihidangkan dimanapun berada, cabai merah ini juga bisa menjadi pewarna alami untuk makanan. Penelitian ini dilakukan di lahan pasca perumahan yang terletak di PTPN III AFD II Kec. Bila Barat Kab. Labuhan Batu yang bertujuan untuk mengidentifikasi pembiayaan modal produksi dalam penanaman cabai merah dengan menganalisis beberapa faktornya yang termasuk biaya modal tetap dan modal tidak tetap atau bisa disebut dengan biaya variabel.
POTENSI BAKTERI ENDOFIT ASAL LAHAN BASAH KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI AGENSIA HAYATI NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne sp. ) PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA IN VITRO Althaf, Marcellino; Widayati, Wilujeng; Purnawati, Arika
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1929

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman rempah penting yang dibudidayakan di dataran tinggi. Salah satu penyakit yang dapat menurunkan produksi tanaman seledri adalah puru akar yang disebabkan oleh nematode parasit Meloidogyne sp. Pengendalian nematoda sampai dengan saat ini menggunakan pestisida yang toksik, sulit terdegradasi, dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Upaya pengendalian biologis saat ini banyak dikembangkan, salah satunya penggunaan mikroorganisme bakteri endofit. Tujuan penelitian: mengetahui potensi bakteri endofit asal lahan basah Kalimantan Selatan sebagai agensia hayati nematode puru akar Meloidogyne sp pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu : eksplorasi bakteri endofit di lahan basah Kalimantan Selatan Bulan November 2021 dan uji vitro dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Bulan Desember 2021 menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Uji dilakukan dengan cara 1 ml suspensi nematoda berisi ± 50 ekor juvenile 2 nematoda hasil ekstraksi dituang dalam 5 ml suspensi bakteri endofit berumur 48 jam yang dipanen menggunakan media NB dan diuji keamanan hayatinya dengan kode isolate BLR 1.2, BLR 1.3, BLR 2.1, BLR 2.2, BLR 2.3, BLR 3.2, AKL 2.1, AKL 2.2, AKL 3.1. Isolate kode BLR 2.2, BLR 1.3 ,BLR 3.2, BLR 2.1 merupakan isolate dengan jumlah mortalitas tertinggi dengan jumlah 50.67%, 45.33%, 49.33% dan 45.33% pada 12 jam setelah perlakuan
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA AREAL TANAMAN KARET YANG SUDAH TIDAK PRODUKTIF DI PTPN III AFDELING V AEK NABARA KAB. LABUHANBATU Abdi, Mhd Fahmi; Sitanggang, Kamsia Dorliana; Harahap, Fitra Syawal; Rizal, Khairul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1900

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji tingkat kesuburan tanah perkebunan karet PTPN III Afdeling V Aek Nabara Kabupaten Labuhanbatu dan memberi pengetahuan petani karet bahwa kesuburan tanah wajib ditingkatkan tetapi tetap menjaga kualitas tanah. Penelitian dilaksanakan di perkebunan karet PTPN III Afdeling V Aek Nabara, Labuhanbatu dan analisis sifat kimia tanah di laboratorium analitik Socfin Indonesia kebun Bangun Bandar dengan parameter pH H2O, N total, C-Organik, PBrayII, K, Ma, Ca, Na, KTK. Bahan & alat: 5 sampel tanah tanaman karet tidak produktif, bor tanah, alat tulis, lebel, plastik, kamera. Hasil: tanah perkebunan karet tidak produktif memiliki nilai parameter tanah yang nilai kandungannya berbeda, vegetasi sekitar tanah tanaman karet tidak produktif i juga menjadi faktor mengapa tanaman sekitar tanah tersebut tidak produktif lagi. Semua parameter yang dianalisis uji lab. Analitik bahwa pH tanah tergolong masam di kelima sampel, N total, C-Organik, P-BrayII, K, Ma, Ca, Na, KTK juga tergolong rendah di tiap parameternya. Dengan penanganan seperti pemupukan atau permberian bahan organik dapat memberikan solusi agar tanah areal tanaman yang tidak produktif dapat lebih baik lagi, analisis kelima sempel ini dapat memberikan solusi pada pihak perkebunan agar dapat menangani dengan tepat pada lahan tanaman karet yang sudah tidak produktif menjadi lebih memberikan keuntungan, baik di bidang perusahaan maupun di bidang pertanian.
UJI ORGANOLEPTIK LUMP KARET (Hevea brasiliensis muell) MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS Yasir Mahendra Nasution; Badrul Ainy Dalimunthe; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani karet di Indonesia masih banyak yang menggunakan koagulan yang tidak direkomendasikan berupa pupuk tawas, TSP dan sebagainya sehingga menyebabkan penurunan kualitas karet di Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas pengolahan karet, petani karet diharuskan menggunakan bahan koagulan seperti asam format. Namun, bahan yang sulit didapat dan bahkan harga jual yang relatif tinggi menjadi alasan petani menggunakan bahan yang tidak direkomendasikan. Salah satu alternatif dan solusi adalah pemanfaatan limbah yang ditemukan sebagai pengganti asam format yaitu asap cair. Asap cair yang dihasilkan dari pirolisis berbagai bagian tanaman yang mengandung fenol dan asam yang dapat digunakan sebagai koagulan lateks. Penggunaan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku asap cair mempengaruhi biaya produksi sebesar 30%. Proses pemangkasan batang pelepah sawit yang dibiarkan membusuk yang tidak digunakan. Batang pelepah sawit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan asap cair yang murah. Dalam 10 kg pelepah sawit dapat dihasilkan 1 liter asap cair murni yang dapat digunakan sebagai koagulan lateks karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gumpalan lateks yang menggunakan asap cair dari pelepah sawit sebagai koagulan memiliki warna yang cukup baik. Selain itu, asap cair juga terbukti memberikan reaksi yang baik sebagai koagulan lateks karet baik dari segi tekstur, warna maupun tingkat keamanannya bagi kulit.
RESPON PERTUMBUHAN, HASIL DAN KANDUNGAN VITAMIN E KACANG HIJAU (Vigna Radiata L.) TERHADAP PUPUK KANDANG DAN PENYIRAMAN DILAHAN PASIR PANTAI Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan penyiraman terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan vitamin E tanaman kacang hijau di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta dengan ketinggian ± 10 m diatas permukaan laut. Rata-rata curah hujan per-tahun 1400 – 1900 mm/th, pH tanah 5,6 – 6,0, kelembaban udara 65 – 85 % dan suhu rata-rata 24 – 32º C. Jenis lahan yang digunakan adalah lahan pasir pantai Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap meliputi dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kadang 4 level meliputi tanpa pupuk, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah penyiraman, 2 level meliputi. 1 hari 1 kali dan 3 hari 1 kali. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perlakuan pupuk kandang kandang sapi, kambing dan kandang ayam memberikan hasil kacang hijau per hektar lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Perlakuan penyiraman satu hari satu kali memberikan pertumbuhandan hasil per hektar kacang hijau lebih tinggi daripada penyiraman tiga hari satu kali. Kombinasi perlakuan ayam dengan penyiraman satu hari satu kali memberikan kandungan vitamin E lebih tinggi dibandingkan kombinasi perlakuan lain.

Page 38 of 139 | Total Record : 1386