cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA DI DE KARANGANJAR KOFFIEPLANTAGE BLITAR Yuwono Susanto; Indra Tjahaja Amir; Teguh Soedarto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi, menghitung nilai tambah dan pendapatan dari pengolahan kopi yang dihasilkan oleh De Karanganjar Koffieplantage Blitar. Responden dalam penelitian ini adalah semua tenaga kerja di De Karanganjar Koffieplantage. Metode riset menggunakan Metode Hayami. Hasil riset menunjukkan bahwa alur pengolahan kopi biji robusta melalui proses sortasi, pulping, penjemuran, hulling dan roasting. Setelah melalui proses roasting lalu dilakukan penghalusan dan pengemasan menjadi kopi bubuk robusta. Nilai tambah yang diperoleh De Karanganjar Koffieplantage dalam mengolah kopi biji roastbean tergolong sedang (15-40%) yaitu sebesar Rp 2.469/kg dengan persentase 22,34%. Sedangkan nilai tambah dari pengolahan kopi bubuk robusta tergolong tinggi (>40%) yaitu Rp 491.523/kg dengan persentase 98,25%.
HARGA POKOK PRODUKSI BUDIDAYA IKAN LELE PADA SANGGAR PETANI MUDA DESA LANGKAK DENGAN METODE ABC Delima Fitria; Yoga Nugroho
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2360

Abstract

Lembaga Bengkel Petani Muda Desa Langkak merupakan satu-satunya lembaga usaha budidaya ikan lele di kolam terpal yang ada di Desa Langkak. Usaha ini dikelola oleh anak muda dan didampingi oleh mahasiswa UTU. Usaha ini hanya menghitung Harga Pokok Produksi berdasarkan perkiraan dan tidak menghitung biaya-biaya yang terjadi pada setiap kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada usaha budidaya ikan lele di Bengkel Petani Muda Desa Langkak Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Pemilihan lokasi penelitian ini bersifat purposive karena merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi program PPK ORMAWA BEM FP UTU dan terdapat budidaya lele yang mendukung proses penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2022. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer seperti biaya bahan baku, biaya overhead pabrik dan biaya tenaga kerja dari hasil wawancara dan data sekunder seperti luas wilayah, wilayah sektor perikanan dari BPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui Harga Pokok Produksi yang akurat. Metode analisis data yang digunakan adalah Activity Based Costing. Unit produksi yang dihasilkan adalah 300 kg ikan lele. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Full Costing adalah sebesar Rp. 25.314,37/kg sedangkan dengan menggunakan metode Activity Based Costing diperoleh nilai Rp. 26.814,37/kg. Maka dari itu Bengkel Petani Muda di Desa Langkak mengalami undercost sebesar Rp. 1.500/kg.
PUPUK BERBAHAN AKTIF Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG DI DESA KAPONAN KECAMATAN PAKIS, MAGELANG Harum Sitepu Sitepu; Susiana Purwantisari; Ryantoko Ryantoko
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichoderma spp.  adalah  jamur  antagonis yang  secara  alami  merupakan parasit dan  mampu menyerang banyak jenis jamur penyebab penyakit tanaman sehingga berpotensi digunakan sebagai pupuk yang mampu dimanfaatkan dalam upaya pengendalian hayati sekaligus alternatif pengganti pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui   dosis dan cara  pemberian   pupuk   Trichoderma spp.     yang   efektif digunakan untuk memacu pertumbuhan kentang, dan yang menunda serangan penyakit pada tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 5 (lima) perlakuan yang terdiri dari atas 5 perlakuan dan kontrol yaitu P0 :tanpa perlakuan  Trichoderma; P1 :aplikasi semprot Trichoderma 80 gram/10 liter air. P2 :aplikasi semprot Trichoderma 100 gram/10 liter air, P3 :aplikasi Kocor Trichoderma 80 gram/10 liter air,;P4 : aplikasi Kocor Trichoderma 100 gram/10 liter air,; P5: aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma 80 gr/10 liter air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Magelang dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran tinggi tanaman perlakuan P5 secara signifikan berbeda secara dengan P0 (kontrol) sedangkan perlakuan lainnya (P1,P2,P3,dan P4) tidak terlau berbeda signifikan. Pengukuran jumlah daun, perlakuan P1 dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Pengukuran banyaknya pertumbuhan tunas setiap tanaman, perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Untuk pengukuran skore serangan penyakit P1,P4, dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2, dan P3) tidak terlalu berbeda signifikan.Pengukuran produksi umbi kentang per-tanaman perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Kesimpulan dari penelitian adalah aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma dan dosis pupuk Trichoderma spp. 80gram/10 liter air yang paling baik meningkatkan pertumbuhan dan menunda serangan penyakit pada tanaman kentang.
TINGKAT DINAMISASI KELIMPAHAN BAKTERI VIBRIO DAN BEBAN LIMBAH ORGANIK PADA BUDIDAYA UDANG POLA INTENSIF Ariadi, Heri; Fahrurrozi, Ashari; Sihombing, Juita L.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2361

Abstract

Vibrio sp merupakan bakteri patogen yang terdapat pada tambak udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara quorum sensing rate dengan kelimpahan bakteri Vibrio sp di tambak udang vaname (L. vannamei). Metode penelitian yang digunakan adalah desain kausal ex-pose facto dengan purposive sampling. Kelimpahan bakteri Vibrio sp sebenarnya berfluktuasi dengan peningkatan tertinggi pada akhir siklus budidaya udang. Kelimpahan fluktuasi bakteri Vibrio sp juga terdeteksi pada hasil analisis pemodelan dinamis. Dari hasil analisis pemodelan dinamik terlihat bahwa fluktuasi kelimpahan bakteri Vibrio sp berkorelasi dengan kemampuan quorum sensing bakteri dan kelimpahan biomassa bakteri di perairan tambak. Selain itu, kelimpahan bakteri Vibrio sp juga berkorelasi dengan kelimpahan bahan organik di perairan tambak yang digambarkan dengan grafik berosilasi. Dalam analisis pemodelan dinamik juga digambarkan bahwa tingkat beban limbah di perairan tambak akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur budidaya udang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelimpahan bakteri Vibrio sp di tambak memiliki model yang sama dengan kondisi eksisting, dan kelimpahan bakteri Vibrio sp juga mempengaruhi quorum sensing rate dengan menggambarkan model fluktuasi dari grafik pemodelan yang sama.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK KOMPOS ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea) Haikal al farisil; Jasmi Jasmi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2367

Abstract

 Kailan merupakan komoditas hortikultura yang digunakan sebagai sayuran dan obat. Pertumbuhan dan hasil tanaman kailan di Indonesia masih rendah. Penggunaan biochar dan pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis biochar dan pupuk organik serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 Faktor yaitu faktor pertama biochar dengan 3 taraf yaitu : B0= Kontrol (tanpa biochar), B1= 10 g/polybag biochar,  B2= 20 g/ polybag biochar dan Faktor kedua yaitu pupuk kompos terdiri dari 3 taraf :  K1=  Kontrol (tanpa pupuk kompos), K1=  10 g/polybag pupuk kompos , K2=  20 g/ polybag pupuk kompos, secara keseluruhan terdapat 9 kombinasi perlakuan masing-masing perlakuan memiliki 3 ulangan sehingga penelitian ini mempunyai 27 satuan unit. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan biochar terbaik di jumpai pada B1= 10 g/polybag biochar dan  B2= 20 g/ polybag biochar sedangkan pada perlakuan Kompos organik terbaik di jumpai pada K2= 20 g/ polybag pupuk kompos. Tidak terdapat interaksi antara dosis biochar dan pupuk organik terhadap semua perlakuan.
ANALISIS PANGAN TERBUANG (FOOD WASTE) DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK (Studi Kasus : Hypermart Ayani Megamall Pontianak) Syarif Muhammad Faqih Levi; Maswadi Maswadi; Anita Suharyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2362

Abstract

Penelitian ini diharapkan agar sedikit banyak peneliti dapat menganalisis bagaimana cara meminimalisasi jumlah pangan terbuang (food waste) agar tidak terlalu melimpah setiap hari khususnya yang terdapat di pasar modern (Hypermart). Penelitian ini bertujuan untuk mengitung berat dan nilai ekonomis dari pangan yang terbuang (food waste) pada pasar modern (Hypermart) di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan jenis alat analisis penelitian deskriptif kualitatif. Metode penentuan responden yang digunakan dalam penelitian ini nonprobability sampling dengan teknik sampel yang digunakan yaitu sampling purposive. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa proses terjadinya pangan terbuang melewati beberapa tahapan seperti penerimaan, pembersihan, sarana penyimpanan, dan penjualan, pada keempat tahap itu hanya tahapan penjualan yang terdapat pangan terbuangnya yaitu sebesar 0,91% atau 38,21 Kg setiap harinya dan 1.560,09 Kg dari 17.232,72 Kg produk yang diterima setiap bulanya. Berat rata-rata pangan terbuang pada Hypermart disetiap komoditas buah impor, lokal, maupun sayur impor dan lokal berbeda beda begitu juga dengan nilai ekonomisnya, total kerugian nilai ekonomis setiap harinya menjapai kisaran 1,6 juta.
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG (GAWANGAN) DENGAN TANAMAN BIJI-BIJIAN PADA BERBAGAI TINGKAT UMUR KELAPA SAWIT Abdul Muin; Christ Seto; Pauliz Budi Hastuti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2325

Abstract

Pemanfaatan gawangan di perkebunan kelapa sawit khususnya pada saat tanaman belum menghasilkan (TBM) berpotensi untuk memberikan tambahan produksi non sawit. Tanaman biji2an (jagung dan kacang tanah) merupakan salah satu alternatif yang dapat ditanam diantara tanaman kelapa sawit muda. Tujuan penelitian adalah untuk memanfaatkan lahan diantara baris tanaman kelapa sawit pada saat TBM dengan tanaman jagung dan tanaman kacang tanah. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial disusun dengan rancangan acak kelompok (Randomized Complete Block Design) terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah tingkat umur kelapa sawit yang terdiri dari 3 aras yaitu : 2 tahun (TBM 2), 3 tahun (TBM 3), dan 4 tahun (TM 1), sedangkan faktor kedua yaitu jenis tanaman yang terdiri dari 2 aras yaitu jagung dan kacang tanah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan jenjang nyata 5%. Bila ada beda nyata diteruskan dengan uji DMRT dengan jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan diantara baris tanaman kelapa sawit sampai dengan tanaman umur 4 tahun masih layak untuk dimanfaatkan dengan jagung dan kacang tanah. Berat biji jagung per tanaman semakin tinggi apabila ditanam diantara tanaman sawit yang masih muda, sedangkan tanaman kacang tanah menghasilkan berat biji per tanaman yang sama baiknya sampai umur tanaman kelapa sawit 4 tahun. Semakin bertambahnya umur tanaman sawit menyebabkan penurunan kandungan karbohidrat, protein, lemak dan serat pada jagung, sedangkan pada kacang tanah penurunan kandungan protein dan lemak. Perkebunan kelapa sawit berpotensi untuk menghasilkan hasil pertanian non sawit pada saat tanaman masih muda (TBM).
KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI SAYUR ORGANIK SAAT PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA KELOMPOK TANI TRANGGULASI) Hannaria, Adella
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2368

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pendapatan petani kelompok tani Tranggulasi. Hal ini disebabkan berkurangnya permintaan sehingga hasil produksi tidak maksimal terserap dan menjatuhkan harga pasar, yang mengakibatkan pendapatan petani mengalami penurunan. Adanya  pembatasan akses masuk wilayah (lockdown) akibat ada warga sekitaran petani yang positif Covid-19. Akibatnya distribusi panen juga terhambat karena pedagang tidak dapat mengambil ke lokasi pertanian dan begitu sebaliknya petani tidak dapat menghantarkan barang dagangan ke pasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah Covid-19, kelayakan usaha pada masa Covid-19, kendala yang dihadapi selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini mengunakan metode survei dengan mengambil populasi dan pengolahan data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan setelah Covid-19 cenderung lebih tinggi dibandingkan sebelum Covid-19, nilai R/C yang dihasilkan selama masa pandemi yaitu 1,37 yang berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH SINTESIS IAA DAN IBA PADA PERTUMBUHAN SEMAI PRONOJIWO (Sterculia javanica R.Br.) Yuslinawari Yuslinawari; Habib Muhammad Jibril; Surodjo Taat Andayani; Shodiq Nur Hidayat; Pradana Ardi Nugraha
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bibit pronojiwo (Sterculia javanica R.Br.) sebagai tanaman obat ditingkatkan melalui perkembangbiakan secara vegetatif stek. Upaya meningkatkan keberhasilan stek dengan indikator pertumbuhan banyak dilakukan di persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT berupa IAA dan IBA dengan perlakuan pemotongan akar terhadap pertumbuhan stek S. javanica R.Br. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Februari 2022 di persemaian PT. Permada Nusantara Hijau, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Di Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu perendaman hormon auksin IAA (A), IBA (B) dan IAAIBA (C), faktor kedua yaitu konsentrasi hormon 75ppm (7), 100ppm (1) dan 200ppm (2) dan faktor ketiga yaitu perlakuan pada akar tanaman yaitu kontrol (K), pangkal (P) dan ujung akar (UA). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kedua hormon, konsentrasi hormon dan perlakuan akar yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, daya hidup tanaman dan kekompakan akar pronojiwo. Namun dari keseluruhan pemberian perlakuan hormon, konsentrasi hormon dan akar yang berbeda, IBA 100ppm kontrol memberikan pengaruh terbaik pada kecepatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, daya hidup tanaman dan kekompakan akar pronojiwo.
ANALISIS PEMASARAN BERAS DI DESA KAMBUHAPANG KECAMATAN LEWA KABUPATEN SUMBA TIMUR Paramba, Febriana; Katongu Retang, Elfis Umbu; Saragih, Elsa Christin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, tingkat margin, dan efisiensi pemasaran beras di Desa Kambuhapang Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling yang ditentukan secara sengaja di Desa Kambuhapang Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur dengan pertimbangan Desa tersebut merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani padi. dan menjadi salah satu sentra padi sawah di Kabupaten Lewa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Snowball Sampling, dengan jumlah sampel 82 petani. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif untuk menggambarkan saluran pemasaran, tingkat margin, dan efisiensi pemasaran beras di Desa Kambuhapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk saluran pemasaran beras di Desa Kambuhapang, yaitu: (1) petani menjual beras langsung ke konsumen akhir; (2) petani menjual ke pengepul, kemudian pengepul menjual ke konsumen akhir; (3) petani menjual ke pengepul, pengepul menjual ke pengecer, kemudian pengecer menjual ke konsumen akhir; (4) petani menjual ke pengecer, kemudian pengecer menjual ke konsumen akhir. Saluran pemasaran 1, tidak ada margin pemasaran karena petani langsung menjual beras ke konsumen tanpa melalui perantara, nilai bagi hasil petani 100% dan efisiensi pemasaran 6%. Saluran pemasaran 2, tingkat margin Rp 3.000/kg dengan nilai pangsa petani 72,73%, dan nilai efisiensi pemasaran 7,96%. Saluran pemasaran 3, tingkat margin Rp 4.000/kg dengan nilai petani 66,67%, dan nilai efisiensi pemasaran 14,10%. Saluran pemasaran 4, tingkat margin Rp 3.000/kg dengan nilai farming share 75%, dan nilai efisiensi pemasaran 9,07%. Berdasarkan nilai Farmer's Share, keempat saluran pemasaran tersebut efisien bagi petani, dengan saluran pemasaran 1 merupakan saluran yang paling efisien bagi petani dengan nilai Farmers's Share tertinggi. Berdasarkan nilai efisiensi pemasaran, keempat saluran pemasaran tersebut sudah berada pada kategori efisien, dengan saluran pemasaran 4 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien dengan nilai efisiensi pemasaran terkecil.

Page 51 of 139 | Total Record : 1386