cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH PADA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST BROILER Irma Susanti S; St Nuraliah; Ahmadi Ahmadi; Suhartina Suhartina; N. Ali
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2373

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Income Over Feed Cost ayam broiler yang diberi suplementasi tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali, dengan jumlah ayam setiap satuan percobaan sebanyak 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian tepung bawang putih (komersial) yang ditambahkan pada pakan dengan beberapa taraf perbandingan yakni P0 (tanpa pemberian tepung bawang putih), P1 (dengan tepung bawang putih 0,5 persen), P2 (dengan tepung bawang putih 1,25 persen) dan P3 (dengan tepung bawang putih 2 persen). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih memberikan pengaruh yang siginfikan terhadap pertambahan bobot badan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Income Over Feed Cost tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar  Rp. 13.117 dan terendah pada perlakuan P0 dengan nilai Rp 8.323.
KETERKAITAN KE DEPAN DAN KETERKAITAN KE BELAKANG KOMODITAS KOPI TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Noor Viana, Candarisma Dhanes; Al Rosyid, Ali Hasyim; Nanda, Lintia Putri; Alfarisaputra, Jimmy; Abdillah, Irfan Yahya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2382

Abstract

keterkaitan ke depan (forward linkage) sektor produksi kopi dengan sektor lainnya dalam struktur ekonomi di Indonesia; dan mengetahui besaran dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh sektor produksi kopi, ditinjau berdasarkan multiplier effect terhadap output di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari Tabel Input Output Indonesia Tahun 2016 berdasarkan pada Transaksi Domestik Atas Harga Dasar yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik. Jumlah sektor yang tersedia di Table Input Output sebanyak 185 sektor, akan tetapi dalam penelitian ini, data tersebut diagregasi sesuai dengan kebutuhan menjadi 17 sektor ditambah dengan satu sektor kopi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 0,056475 dan nilai keterkaitan langsung ke belakang sebesar 0,151703. Nilai keterkaitan langsung ke depan maupun ke belakang kurang dari satu, sehingga dikategorikan keterkaitannya rendah, dan termasuk dalam kategori IV leading sektor. Sedangkan nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dari sektor kopi sebesar 1,068368 dan nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dari sektor kopi sebesar 1,222818. Nilai ini lebih rendah daripada nilai reratanya (1,621426) sehingga keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang dari sektor kopi tergolong rendah. Nilai koefisien penyebaran sektor kopi yaitu 0,754162, nilai ini kurang dari satu sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan sektor kopi untuk menarik pertumbuhan sektor hulu dikatakan rendah. Nilai kepekaan penyebaran sektor kopi sebesar 0,658906, nilainya kurang dari satu sehingga dikatakan bahwa daya dorong sektor kopi terhadap pertumbuhan sektor hilir tergolong rendah. Angka pengganda output sektor kopi sebesar 1,222818. Masih rendahnya permintaan output pada sektor kopi yang akan digunakan sebagai bahan proses pengolahan selanjutnya oleh sektor lain.
ANALISIS RETURN COST RATIO DAN BENEFIT COST RATIO PADA USAHA PETERNAKAN KAMBING DI DESA TANDASSURA KECAMATAN LIMBORO, KABUPATEN POLEWALI MANDAR DK, Taufik; Suhartina, Suhartina; S, Irma; Agustina, Agustina; A, Nita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2374

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan finansial usaha peternakan kambing, dengan batasan variabel pada aspek Return Cost Ratio (R/C) dan Benefit Cost Ratio (B/C). Penelitian ini dilaksanakan di JK Community, Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi. Penentuan responden menggunakan purposive sampling. Analisis data secara deskriptif dengan menghitung R/C rasio dan B/C rasio.Variabel dalam penelitian ini, yaitu biaya variabel, biaya tetap, penerimaan melalui penjualan kambing dan biourin, serta pendapatan. Hasil penelitian diperoleh nilai R/C rasio sebesar 1.66> 1 dan nilai B/C rasio sebesar 0.66 yang menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP ASAM LEMAK BEBAS CRUDE PALM OIL (CPO) YANG TERDAPAT PADA VACUUM DRYER DI PT SOCFINDO KEBUN SEUNAGAN Zakiyul Amra; Mirza Anggriawin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar air dengan kadar asam lemak bebas (ALB) yang terdapat pada VACUUM DRYER di PT SOCFINDO Kebun Seunagan. Parameter mutu dari unit vacuum dryer telah diuji untuk kadar air dan asam lemak bebas. Observasi lapangan dilakukan untuk mengamati proses pengolahan CPO di vacuum dryer Pabrik Kelapa Sawit PT SOCFINDO Kebun Seunagan. Analisa kadar asam lemak bebas dilakukan dengan metode titrasi asam basa dengan menggunakan larutan standar NaOH 0.2551 N, sedangkan analisa kadar air menggunakan metode oven. Hasil perhitungan untuk waktu 10 hari diperoleh rata-rata kadar asam lemak bebas (ALB) yaitu 2,24%, dan rata-rata kadar air yaitu 0,15%. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai korelasi antara kadar air  dengan kadar asam lemak bebas (ALB) sebesar 0,0788% dan nilai tersebut menunjukkan hubungan antara kedua variabel tersebut sangat rendah. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PETANI TERHADAP PENJUALAN HASIL PANEN LADA PUTIH (STUDI KASUS : PETANI LADA PUTIH DI DESA BUKIT LAYANG KECAMATAN BAKAM KABUPATEN BANGKA) Sabilla Utami Dewi; Rahmat Yanuar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2389

Abstract

Lada (Pipper nigrum L.) merupakan tanaman tahunan yang tumbuh memanjat. Sifat tanaman lada yang tahunan menyebabkan terjadinya over supply. Adanya over supply pada hasil panen lada sedangkan demand tetap mengakibatkan harga lada putih turun. Sehingga respon petani lada putih adalah dengan melakukan tunda jual terhadap hasil panennya, namun ada juga yang melakukan langsung jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penjualan petani lada putih berdasarkan karakteristik petani, usahatani dan penjualannya dan faktor yang memengaruhi keputusan petani terhadap penjualan hasil panen lada putih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani yang melakukan langsung jual adalah memiliki usia yang lebih muda dengan lama pengalaman cukup berpengalaman dan konsumsi pangan yang tinggi. Sedangkan berdasarkan karakteristik usahatani, petani yang memiliki produksi sedikit, memiliki penerimaan non lada putih kecil dan luas penguasaan lahan kecil cenderung melakukan langsung jual. Selain itu, petani yang memiliki karakteristik penjualan dekat dengan tempat penjualan cenderung melakukan langsung jual. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik, faktor yang signifikan memengaruhi keputusan petani terhadap penjualan hasil panen lada putih adalah harga, konsumsi dan jarak ke tempat penjualan.
ANALISIS DESKRIPTIF DAN KORELATIF USAHATANI JAMBU KRISTAL DI DESA BANTARSARI: KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI, FAKTOR PRODUKSI DAN PENERIMAAN USAHA TANI Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2395

Abstract

Petani di Desa Bantarsari, Jawa Barat mulai melakukan budidaya jambu kristal tahun 2010 karena harganya yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik individu petani, faktor produksi dan pendapatan usahatani jambu kristal serta menganalisis hubungan karakteristik individu petani dengan faktor produksi dan penerimaan usahatani. Sampel penelitian yaitu 25 petani jambu non anggota poktan. Data diolah dengan statistika desktiptif, metode crosstab dan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas petani jambu kristal non anggota poktan di Desa Bantarsari berusia 45-69 tahun, memiliki 168-275 pohon jambu kristal, penguasaan lahan sempit (< 0,43 hektar), memadukan penggunaan pupuk anorganik dan organik, upah tenaga kerja di bawah Rp2.180.000,00, jumlah panen sebesar 1,8-5,2 ton dan pendapatan usaha tani berkisar Rp12.600.000,00–Rp132.000.000,00 per tahun. Variabel yang berkorelasi signifikan yaitu usia petani dengan penggunaan pupuk organik dan jumlah hasil panen. Luas lahan petani berkorelasi nyata dengan penggunaan pupuk anorganik dan penerimaan usaha tani. Jumlah pohon petani berkorelasi nyata dengan jumlah hasil panen, penggunaan pupuk anorganik, upah tenaga kerja luar keluarga dan penerimaan usahatani. Dengan demikian luas lahan dan jumlah pohon harus ditingkatkan agar penerimaan usahatani jambu kristal di Desa Bantarsari akan lebih meningkat.
KONTRIBUSI PENDAPATAN TANAMAN KANGKUNG DAN BAYAM DALAM EKONOMI RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DESA ARONGAN KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA) Efrida, Meisi; Darmansyah, Dedy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan kangkung dan bayam dalam perekonomian rumah tangga di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk mengelola data yang telah diperoleh. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif. Pengolahan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis besarnya kontribusi pendapatan dari total pendapatan keluarga yang dihitung dengan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kontribusi pendapatan keluarga Petani Kangkung dan Bayam dalam perekonomian rumah tangga di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Hal ini terlihat melalui pengelolaan pendapatan rumah tangga melalui kegiatan usaha tani, pengolahan, penyediaan kebutuhan pangan, kegiatan di luar pertanian terutama sebagai pedagang dan buruh, baik yang dibayar maupun tidak dibayar. Kontribusi tenaga kerja dan pendapatan dari sangat penting dalam menunjang kesejahteraan dan kemajuan keluarga nantinya. Di Desa Arongan, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, tidak hanya laki-laki yang bekerja di sektor pertanian, namun sebagian besar perempuan memang bekerja baik di bidang pertanian maupun di luar pertanian sebagai pencari nafkah penuh bagi keluarganya. Motivasinya bukan sekedar untuk mengisi waktu luang atau melanjutkan karir, tapi benar-benar untuk menambah p
PROFIL MASYARAKAT DI SEKITAR AGROINDUSTRI GULA MADUKISMO DIKAITKAN DENGAN PENDAPATANNYA Elly Rasmikayati; Yayat Sukayat; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2396

Abstract

PG Madukismo, salah satu sentra agroindustri gula terbesar di Indonesia dan merupakan perusahaan agroindustri berbasis tebu yang memproduksi gula secara profesional. Tujuan penelitian yaitu mengkaji profil masyarakat yang bekerja dan tidak bekerja di PG Madukismo dan menganalisis hubungan karakteristik masyarakat terhadap pendapatan masyarakat di sekitar perusahaan, Desa Tirtonirmolo. Sample terbagi dalam 2 kategori, 12 responden masyarakat yang bekerja dan 57 responden masyarakat yang tidak bekerja di PG Madukismo. Penelitian menggunakan desain kuantitaif dan teknik survey. Analisis data sekunder dengan analisis deskriptif dan uji chi-square dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat yang bekerja di PG Madukismo didominasi oleh laki-laki berusia >21 tahun dengan tingkat pendidikan SMA, mayoritas jarak tempuh para karyawan >300m hingga >1500m, dengan lama tinggal >15 tahun sebanyak 7 orang dan <15 tahun sebanyak 5 orang. Masyarakat yang tidak bekerja di PT Madukismo didominasi  perempuan berusia >21 tahun dengan rerata tingkat pendidikan SMA. Mayoritas masyarakat yang tidak bekerja di PT Madukismo bekerja sebagai karyawan swasta. Pendapatan mayoritas sebesar Rp1.600.000,00–Rp3.500.000,00 dengan tanggungan 3-5 orang dengan jarak dan lama tinggal sama seperti karyawan PT Madukismo. Hasil penelitian juga menunjukkan keterkaitan antara karakteristik masyarakat di Desa Tirtonirmolo dan pendapatan. 
PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PEMBIBITAN TANAMAN JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum) Wahyu Mahendra; Guniart Guniart; Juli Santoso
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2391

Abstract

Tanaman jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) merupakan salah satu jenis jahe yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku obat dan bumbu masak. Langkah awal dalam pengembangan dan budidaya jahe emprit adalah menyediakan bibit yang bermutu dalam waktu yang singkat. Usaha untuk menunjang proses pembibitan tanaman ini yaitu dengan penggunaan zat pengatur tumbuh auksin dan komposisi media yang digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berbagai macam konsentrasi ZPT auksin (IAA) dan komposisi media pembibitan, serta mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT auksin (IAA) dan komposisi media dalam memacu proses percepatan kegiatan pembibitan jahe emprit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Oktober 2022 di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Rancangan acak lengkap (RAL) factorial dengan dua faktor perlakuan digunakan. Faktor pertama yaitu konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin (IAA), A0 = 0 ppm (Kontrol), A1 = 60 ppm, A2 = 75 ppm, A3 = 90 ppm, faktor kedua yaitu komposisi media yaitu M1 (Tanah + Sekam Bakar), M2 (Tanah + Pupuk Organik), M3 (Tanah + Sekam Bakar + Pupuk Organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi auksin dan komposisi media memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter waktu muncul tunas. Perlakuan konsentrasi auksin 90 ppm memberikan pengaruh yang terbaik pada parameter jumlah daun, sementara komposisi media belum meberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter penelitian.
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KOPI ARABIKA (Coffea arabica L) DI KBQ BABURRAYYAN ACEH TENGAH Evi Aslani; Lia Angraeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga berperan dalam devisa Negara. KBQ Baburrayyan adalah sebuah koperasi berskala nasional di Indonesia dibidang pengolahan Kopi Arabika Gayo yang terletak di Aceh Tengah. Penelitian ini terdiri atas 4  perlakuan yaitu tanpa fermentasi (P0), fermentasi 2 hari (P1), fermentasi 4 hari (P2), dan fermentasi 6 hari (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, keasaman (pH), dan karakteristik organoleptik kopi yang terdiri dari aspek warna, aroma, rasa, dan overall. Perlakuan terbaik kopi bubuk arabika terdapat pada perlakuan P3 dengan hasil kadar air 1,75%, kadar pH 4,74. Nilai organoleptik warna dan aroma perlakuan terbaik terdapat pada P3 dengan nilai tertinggi 5,88 (warna gelap) dan 5,72 (aroma kuat). Sedangkan nilai terhadap organoleptik rasa yang tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai tertinggi 5,48 (rasa tidak terlalu asam) dan overall 5,5 (yang paling disukai panelis).

Page 53 of 139 | Total Record : 1386