cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERTANIAN BAWANG MERAH DI SULAWESI SELATAN Fatmawati Nur; Devi Armita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3168

Abstract

Soil fertility is the ability of the soil to provide complete nutrients in optimum conditions for plants. Evaluation of soil fertility status is very important in crop cultivation activities, including shallot cultivation. This study aims to evaluate the status of soil fertility based on the physico-chemical properties of various shallot agricultural land in South Sulawesi, to be precise in three districts which are the centers of shallot production, namely Enrekang, Jeneponto, and Bantaeng Regencies. This research was conducted in March-May 2022 with research stages including taking soil samples at 5 locations and continued with an analysis of the physico-chemical properties of the soil at the Soil, Plant, Fertilizer, Water Laboratory of BPTP South Sulawesi with parameters including soil texture (physical properties) and parameters of soil chemical properties include pH, organic matter content, total phosphorus (P) and potassium (K), CEC, and base saturation (BS). The results obtained show that based on soil physical properties, agricultural land in Bantaeng Regency is the most appropriate land for shallot cultivation compared to the other four locations because it has a sandy loam soil texture. The same thing applies to the chemical properties of the soil, namely agricultural land in Bantaeng Regency has very high soil fertility status based on the parameters of C-organic, P and K-total content and CEC in the very high category and BS value in the high category, while 2 locations in Enrekang Regency is in the low category and agricultural locations in Jeneponto Regency are in the medium and high categoriesINTISARIKesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara yang lengkap dalam kondisi optimum bagi tanaman. Evaluasi status kesuburan tanah sangat penting dilakukan dalam kegiatan budidaya tanaman, termasuk budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah berdasarkan sifat fisika-kimia tanah berbagai lahan pertanian bawang merah di Sulawesi Selatan tepatnya di tiga kabupaten yang menjadi sentra penghasil bawang merah yaitu Kabupaten Enrekang, Jeneponto, dan Bantaeng. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022 dengan tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah pada 5 lokasi dan dilanjutkan dengan analisis sifat fisika-kimia tanah di Laboratorium Tanah, Tanaman, Pupuk, Air BPTP Sulawesi Selatan dengan parameter meliputi tekstur tanah (sifat fisika) dan parameter sifat kimia tanah meliputi pH, kandungan bahan organik, fosfor (P) dan kalium (K) total, KTK, dan kejenuhan basa (KB). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa berdasarkan sifat fisika tanah, lahan pertanian di Kabupaten Bantaeng merupakan lahan yang paling tepat untuk budidaya bawang merah dibandingkan keempat lokasi lainnya karena memiliki tekstur tanah lempung berpasir. Hal yang sama berlaku untuk sifat kimia tanah, yaitu lahan pertanian di Kabupaten Bantaeng memiliki status kesuburan tanah kategori sangat tinggi berdasarkan parameter kandungan C-organik, P dan K-total serta KTK dengan kategori sangat tinggi dan nilai KB dengan kategori tinggi sedangkan 2 lokasi di Kabupaten Enrekang pada kategori rendah dan pada lokasi pertanian di Kabupaten Jeneponto berada pada kategori sedang dan tinggi. 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI MANGGA DENGAN LUAS LAHAN DAN PENDAPATANNYA Elly Rasmikayati; Lucyana Trimo; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3190

Abstract

Majalengka has a large area of mango plantations, but farmers' income is still low. The purpose of this study is to describe the area and identify the relationship between land area and the income of mango farmers in Majalengka Regency. This study uses a quantitative research design with primary data analysis, namely the population of mango farmers in Majalengka Regency is 130 people. The data were analyzed using a descriptive statistical approach using a cross tabulation tool and using the chi-squared test through tables. The results showed that there was a relationship between the level of education and the area of land and income of mango farmers.Kewords: mango farmers; land area; farmer’s incomeINTISARI Majalengka memiliki lahan perkebunan mangga yang cukup luas, tetapi pendapatan petani masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan luas dan mengidentifikasikan hubungan luas lahan terhadap pendapatan petani mangga Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan analisis data primer yaitu populasi petani mangga Kabupaten Majalengka sebanyak 130 orang. Data dianalisis menggunakan pendekatan statistika deskriptif dengan alat cross tabulation serta penggunaan chi-squared test melalui tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang antara tingkat pendidikan dengan luas lahan dan pendapatan petani mangga.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN MEDIA CYBER EXTENTION OLEH PENYULUH PERTANIAN DI KOTA SUNGAI PENUH Dermawan Putra; Sri Wahyuni; Zul Irfan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3155

Abstract

Agricultural extension is an important and strategic activity that cannot be separated from development in the agricultural sector. Therefore, extension workers must be able to keep up with the development of information through the use of information and communication technology media, namely cyber extension media. Based on observations, it is known that in supporting extension activities in Sungai Penuh City, extension workers have utilized cyber extension media as a means of adding information and increasing their knowledge but their utilization is not optimal. The purpose of this research is to describe how the utilization of cyber extension media by agricultural extension workers and analyze what factors affect the utilization of cyber extension media by agricultural extension workers in Sungai Penuh City. This research method is descriptive quantitative. The sample was taken by census, which amounted to 63 respondents. The results showed that the utilization of cyber extension media by agricultural extension workers in Sungai Penuh City was still low as seen from the frequency of access to cyber extension media, namely 52 extension workers (82.5%) (3-14 times / month) and the duration of access to cyber extension media as many as 51 extension workers (81%) (1-6.8 hours / month). Then the factors that influence the utilization of cyber extension media by agricultural extension workers in Sungai Penuh City are age, motivation of extension workers in increasing knowledge and insight and training. INTISARIPenyuluhan pertanian merupakan kegiatan penting dan strategis yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan di sektor pertanian. Oleh karena itu, penyuluh harus mampu mengikuti perkembangan informasi melalui pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi yaitu media cyber extension. Berdasarkan observasi diketahui bahwa dalam menunjang kegiatan penyuluhan di Kota Sungai Penuh, penyuluh sudah memanfaatkan media cyber extension sebagai sarana menambah informasi dan meningkatkan pengetahuannya namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan peneilitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfataan media cyber extention  oleh  penyuluh pertanian serta menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaaatan media cyber extension oleh penyuluh pertanian di Kota Sungai Penuh. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil secara sensus yaitu berjumlah 63 orang responden. Hasil penelitian didapat bahwa pemanfaatan media cyber extension oleh penyuluh pertanian di Kota Sungai Penuh masih rendah terlihat dari frekuensi akses media cyber extension yaitu sebanyak 52 penyuluh (82,5%) (3-14 kali/3bulan) dan durasi akses media cyber extension sebanyak 51 penyuluh (81%) (1-6,8 Jam/3bulan). Kemudian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan media cyber extension oleh penyuluh pertanian di Kota Sungai Penuh adalah umur, motivasi penyuluh dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pelatihan.
PENINGKATAN KESUBURAN TANAH DENGAN PERLAKUAN PUPUK CAIR MULTIFUNGSI PADA BIBIT DURIAN (Durio zibethinus) HASIL SAMBUNG PUCUK Doni Setiawan Tarigan; M. Wasito; Ruth Riah Ate Br Tarigan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3183

Abstract

Durian (Durio zibethinus) is an annual plant that requires nutrients for its growth. This research was conducted from August 2022 to November 2022 on Jl. Madura, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City, North Sumatra Province with an altitude of 28 meters above sea level. This study used a non-factorial randomized block design (RBD) with 4 treatment levels. The level of treatment of multi-function liquid fertilizer (D) consists of 4 treatment levels, namely: D0 = 0 ml/liter of water, D1 = 2 ml/liter of water, D2 = 4 ml/liter of water, D3 = 6 ml/liter of water. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area, number of branches, branch length, stem diameter. The results of the research on giving multifunctional liquid fertilizer to durian plants had a very significant effect on the plant height parameter at the level of D3 = 6 ml/liter of water. INTISARI            Durian (Durio zibethinus) merupakan salah satu tanaman tahunan yang membutuhkan unsur hara dalam pertumbuhannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai November 2022 di Jl. Madura, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 28 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 taraf perlakuan. Taraf perlakuan pemberian pupuk cair multi fungsi (D) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: D0 = 0 ml/liter air, D1 = 2 ml/liter air, D2 = 4 ml/liter air, D3 = 6 ml/liter air. Adapun parameter yang diamati yaitu Tinggi Tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, panjang cabang, diameter batang. Hasil penelitian pemberian pupuk cair multifungsi pada tanaman durian berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada taraf D3 = 6 ml/liter air.
KOMPARASI DAYA SAING CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA DAN MALAYSIA DI NEGARA TUJUAN EKSPOR UTAMA Nurul Elfira; Indra Tjahaya Amir; Sri Widayanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.3026

Abstract

Palm oil is one of the main commodities of the plantation sector which is superior in Indonesia. Palm oil which is processed into Crude Palm Oil has an important role as the largest contributor to foreign exchange in the national economy, namely as a mainstay commodity for non-oil and gas exports. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of Indonesian CPO in the main destination countries and to analyze Indonesia's ability to seize the CPO export market. The method used in this study is Revealed Comparative Advantage (RCA) and AR (Acceleration Ratio), using time series data from 1992 to 2021. The results of the study show that Indonesian CPO is highly competitive in India, the Netherlands, China. Indonesia's Crude Palm Oil has a large share of the export market and has a strong position in seizing the export market as indicated by the average value of 1.00
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BENIH HORTIKULTURA DI PERUSAHAAN LOKAL (Studi Kasus di CV Nusa Heulang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat) Salsabilla Tiara Rahmani; Rahmat Yanuar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3076

Abstract

The seed industry currently and in the future has a great opportunity in Indonesia, as indicated by the increased productivity of horticultural crops production which goes hand in hand with the increasing public demand for horticultural products. This condition is not supported by the development of local seed producers in Indonesia. Multinational companies with foreign direct investment (FDI) are the main players in this industry. CV Nusa Heulang as a local company with a domestic investment that focuses on the seed research business requires a strategic business development plan to contribute more in fulfilling this demand. the purpose of this research is to analyze the company's internal and external factors so the researcher can formulate several strategic alternatives and set strategic priorities. the methods that the researcher used are the IFE matrix, EFE, IE, SWOT, and QSPM. CV Nusa Heulang is shown by the IFE and EFE matrices as having a strong position to respond to internal and external environmental conditions. The company's position is shown growing and developing by the IE Matrix. The SWOT analysis produces six alternative strategies. The priority strategy generated from the QSP matrix is to penetrate the market so that it can reach the end consumer. INTISARI  Industri benih saat ini dan pada masa yang akan mendatang memiliki peluang yang besar di Indonesia, ditunjukkan dengan meningkatnya produktivitas produksi tanaman hortikultura yang berjalan seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk hortikultura. Kondisi tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan produsen benih lokal di Indonesia. Perusahaan multinasional dengan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi pemain inti dalam industri ini. CV Nusa Heulang sebagai perusahaan lokal dengan Penanaman Modal Dalam Negeri yang fokus dalam bisnis riset benih memerlukan rancangan strategi pengembangan usaha agar mampu berkontribusi lebih banyak dalam memenuhi permintaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan sehingga dapat merumuskan beberapa alternatif strategi dan menetapkan prioritas strategi. Metode yang digunakan yaitu matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Matriks IFE dan EFE menunjukan bahwa CV Nusa Heulang memiliki posisi yang kuat untuk merespon kondisi lingkungan internal dan eksternal. Matriks IE menunjukan posisi perusahaan yaitu tumbuh dan membangun. Analisis SWOT menghasilkan enam alternatif strategi. Strategi prioritas yang dihasilkan dari matriks QSP adalah melakukan penetrasi pasar lalu mengembangkan model bisnis menjadi business to consumer.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI JAGUNG POLA AGRISILVIKULTUR PADA SISTEM AGROFORESTRI DI DUSUN GIWANG DESA RAYUNG KECAMATAN SENORI KABUPATEN TUBAN Isna Agustina Safira; Pawana Nur Indah; Nisa Hafi Idhoh Fitriana
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3113

Abstract

This study aimed to identify the pattern of corn farming partnerships between Perhutani and farmers, analyze the average cost, income, and income of corn farming with agrisilvicultural patterns in agroforestry systems, and analyze the economic feasibility of corn farming with agrisilvicultural patterns in agroforestry systems. in Giwang Hamlet, Senori District, Tuban Regency. This research took place in Giwang Hamlet, Rayung Village, Senori District, Tuban Regency, especially in the BKPH Malo forest area, KPH Parengan. The method of determining the sample using probability sampling technique with the Propotionate Stratified Random Sampling method obtained as many as 62 respondents. Methods of data analysis in this study using descriptive analysis, cost analysis, and feasibility analysis. The results of this study indicate that the partnership pattern carried out by farmers and Perhutani was a profit-sharing system on land that has been utilized by farmers, namely on forest land owned by Perhutani in accordance with Perhutani 307/042.3/OPS/DIR/2020 concerning the 2020 Agroforestry Policy. The total cost of farming Corn is IDR 9,308,408. The income from agrisilvicultural corn farming in Giwang Hamlet is IDR 6,853,377. Income IDR 16,229,387. The feasibility level of R/C agrisilvicula maize farming is 1.74, meaning that farming was  feasible and profitable and the BEP Production, Revenue BEP, and Price BEP values have exceeded the breakeven point so that corn farming with an agroforestry system can be said to be profitable. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi pola kemitraan usahatani jagung antara Perhutani dan petani,(2) Menganalisis rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung pola agrisilvikultur pada sistem agroforestri, dan (3) Menganalisis kelayakan ekonomi usahatani jagung pola agrisilvikultur pada sistem agroforestri di Dusun Giwang Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertempat di Dusun Giwang, Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban khususnya di wilayah hutan BKPH Malo, KPH Parengan. Metode penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode Propotionate Stratified Random Sampling didapatkan responden 62 orang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya, dan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dilakukan petani dan Perhutani adalah sistem bagi hasil atas lahan yang telah digunakan oleh petani yaitu pada lahan hutan milik Perhutani sesuai dengan Perhutani 307/042.3/OPS/DIR/2020 perihal Kebijakan Agroforestry tahun 2020. Total biaya usahatani jagung Rp 9.308.408, Pendapatan usahatani jagung pola agrisilvikultur di Dusun Giwang Rp 6.853.377, Penerimaan Rp 16.229.387. Tingkat kelayakan R/C usahatani jagung pola agrisilvikulur sebesar 1,74 maka usahatani layak dan menguntungkan dan nilai BEP Produksi, BEP Penerimaan, dan BEP Harga telah melampaui titik impas sehingga usahatani jagung dengan sistem agroforestri dapat dikatakan untung.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN PROGRAM KAMPUNG HIJAU DI KELURAHAN REJOWINANGUN KEMANTREN KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA Indah Putri Hidhayah; Wulandari Dwi Etika Rini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3154

Abstract

This study aims to examine the form of participation of the Pilahan Village community in the Green Village Program activities in the Agro Cluster. The research method used is a qualitative approach to the type of case study research. The informant selection technique used a purposive sampling technique using key informants, main informants and supporting informants. The data used are primary and secondary data by testing the validity of the data using source triangulation. The results of this study indicate that there is a management function in carrying out Kampung Hijau activities consisting of planning, organizing, implementing and controlling. In addition, the form of community participation which consists of ideas, labor, property and skills has been implemented in the community in Pilahan Village or the Agro Cluster. The existence of a good management function and forms of community involvement can help in the welfare of the community. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk partisipasi masayarakat Kampung Pilahan dalam kegiatan Program Kampung Hijau di Cluster Agro. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder dengan menguji keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat fungsi pengelolaan dalam melaksanakan kegiatan Kampung Hijau yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Selain itu dalam kegiatannya terdapat keterlibatan masyarakat dalam berbagai bentuk terdiri dari buah pikiran, tenaga, harta benda dan keterampilan sudah terlaksana pada masyarakat di Kampung Pilahan atau Cluster Agro. Adanya fungsi pengelolaan yang baik dan bentuk keterlibatan masyarakat dapat membantu dalam mensejahterakan masyarakat.
ANALISIS KELAYAKAN DAN SALURAN PEMASARAN TOMAT DI KELURAHAN KAISABU BARU KECAMATAN SORAWOLIO KOTA BAUBAU Wa Ode Al Zarliani; Muhammad Fajar; Azelia Monica Azizu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3176

Abstract

Kelurahan Kaisabu Baru is an area that has rice fields in the village that are different from land elsewhere because farmers have converted the function of the land where previously farmers were cultivating paddy rice and switching to tomato cultivation. Marketing of tomato production in the Kaisabu Baru subdistrict has a selling price of tomatoes which often tends to be low. This causes very low income received by farmers. So that it takes effective and efficient improvement efforts to increase the profits of tomato farmers. The purpose of this study was to determine the financial feasibility of tomato farming and marketing channels in Kaisabu Baru Village, Sorawolio District, Baubau City. The results showed that the production cost of farming was 2,097,591/Rp, while revenue was 4,893,939/Rp and income was 2,827,344/Rp. Based on the calculation of the R/C ratio with a value of 2.3, it can be interpreted that tomato farming in Kaisabu Baru Village is in a profitable position, because the R/C ratio obtained is greater than 1.0. The marketing channel in Kaisabu Baru Village, Sorawolio District, Baubau City has two patterns of marketing channels: 1. First marketing channels: Farmers - Collectors - Wholesalers - Wholesalers - Retailers - Consumers. 2. The second marketing channel: Farmers - Wholesalers - Consumers.INTISARIKelurahan Kaisabu Baru merupakan daerah yang memiliki areal persawahan di dalam kampung yang berbeda dengan lahan-lahan di tempat lain karena petani melakukan alih fungsi lahan yang sebelumnya petani berusahatani padi sawah dan beralih kebudidaya tomat. Pemasaran hasil produksi tomat di kelurahan Kaisabu Baru, memiliki harga jual tomat yang sering cenderung rendah. Hal ini menyebabkan pendapatan sangat rendah yang diterima petani. Sehingga dibutuhkan upaya perbaikan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan keuntungan petani tomat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan finansial usahatani dan saluran pemasaran tomat di Kelurahan Kaisabu Baru Kecamatan Sorawolio Kota Baubau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani adalah 2.097.591/Rp, sedangkan penerimaan sebesar 4.893.939/Rp dan untuk pendapatan adalah 2.827.344/Rp. Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dengan nilai 2,3 dapat disimpulkan bahwa usahatani tomat di Kelurahan Kaisabu Baru berada pada posisi menguntungkan, karena R/C Ratio yang diperoleh lebih besar dari 1,0. Saluran pemasaran di Kelurahan Kaisabu Baru Kecamatan Sorawolio Kota Baubau memiliki dua pola saluran pemasaran : 1. Saluran pemasaran pertamana : Petani – Pedagang pengempul – Pedagang Besar – Pedagang Pengencer – Konsumen. 2. Saluran pemasaran kedua :  Petani – Pedagang Pengencer – Konsumen.
PENGEMBANGAN KINERJA KELEMBAGAAN GAPOKTAN KERTO RAHARJO DESA NGEMPLAK KECAMATAN KALIKOTES KABUPATEN KLATEN Kukuh Santoso; Dwi Aulia Puspitaningrum; Eko Murdiyanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3157

Abstract

Gapoktan  Kerto Raharjo started its agribussiness activity in 2007 and now It mananges some business units. Gapoktan Kerto Raharjo has problem that the level of profit from its business activities is still low so its development is slow.  This study aimed to measure the institutional performance of the Gapoktan Kerto Raharjo and to analyze strategies to develop Gapoktan Kerto Raharjo.  This study used the Organizational Capacity Assessment Tool (OCAT) method to measure the institutional performance of Gapoktan Kerto Raharjo and used SWOT analysis to determine the development strategy of Kerto Raharjo Gapoktan. The measurement of the institutional performance with OCAT obtained a performance value of 3.85 and included in the Expanding category.  The analysis of External and Internal Factors resulted the Evaluation of External Factors (EFE) value of 3.08 and the Evaluation of Internal Factors (EFI) value of 2.65. The strategy chosen from SWOT analysis was the SO strategy. This strategy was carried out by: (1) creating a work program for the development of the Rojolele Srinuk rice agribusiness, (2) inviting young farmers to join Gapoktan, (3) utilizing goverment aids (4) establishing partnerships with other institutions and (5) ) utilizing information technology like Facebook, Instagram, Webblog dan Youtube to introduce Gapoktan and its activity to community. INTISARIGapoktan Kerto Raharjo melakukan usaha agribisnisnya mulai tahun 2007 dan mengelola beberapa unit usaha.  Permasalahan yang dihadapai oleh Gapoktan Kerto Raharjo adalah rendahnya tingkat keuntungan usaha yang dilakukan sehingga perkembangan usahanya lambat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja kelembagaan dan menganalisis strategi pengembangan Gapoktan Kerto Raharjo.  Penelitian ini menggunakan metode Organizational Capacity Assessment Tool (OCAT) untuk mengukur kinerja kelembagaan dan analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan Gapoktan.  Hasil dari pengukuruan OCAT didapatkan nilai kinerja sebesar 3.85 dan masuk dalam kategori Ekspanding.  Hasil analisis Faktor Eketernal dan Internal didapatkan nilai Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) sebesar 3.08 dan Evaluasi Faktor Internal (EFI) sebesar 2.65.  Strategi  yang dipilih dari hasil analisis SWOT adalah strategi SO.  Strategi ini dilakukan dengan: (1) membuat program kerja untuk pengembangan usaha agribisnis padi Rojolele Srinuk, (2) mengajak petani muda bergabung ke dalam Gapoktan, (3) menjalin kerjasama dan kemitraan dengan lembaga lain (4) memanfaatkan bantuan modal dan hibah dari pemerintah dan (5) memanfaatkan Teknologi Informasi seperti Facebook, Instagram, Webblog dan Youtube untuk memperkenalkan Gapoktan dan kegiatannya ke masyarakat luas.

Page 75 of 139 | Total Record : 1386