cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH PUPUK CAIR MULTI FUNGSI TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA TANAMAN SIRSAK (Annona muricata L.) HASIL SAMBUNG PUCUK Agnes Debora Buulolo; M. Wasito; Ruth Riah Ate Tarigan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3112

Abstract

Soursop plants is a plant that grows wild, then developed into a yard plant. Soursop plants (Annona muricata L.) grow in tropical climates and can adapt well to lowlands up to 800 m above sea level. This study aims to determine the effect of multi-functional liquid fertilizer on soil fertility in soursop plants (Annona muricata L.)  from shoot joints. This research was conducted on Jl Madura, Kelurahan Pahlawan, North Binjai District, Binjai City, Noorth Sumatra Province, from January 2023 to March 2023. This study used the Non-Factorial Group Randomized Design (GRD) experimental method with 4 leves of treatment (without liquid fertilizer treatment, 2 ml/ liter of water, 4 ml/ liter of water, and 6 ml/ liter of water) so that there were 16 experimental units. Each experimental unit consists of 3 sample plants, so that the total plant size is 48 experimental units. Observation variables in this study include plant height, number of leaves, leaf area, number of branches, trunk diameter, and branch length. The result showed that the effect of applying multi-functional liquid fertilizer at a dose of 6 ml/ liter of water had a significantly different influence on the age of soursop plants three months after transplanting on plant height, number of leaves, leaf area, number of branches, trunk diameter, and branch length. This is significantly different from the dose of liquid fertilizer 0, 2 ,and 4 ml/ liter of water.INTISARI            Tananam sirsak merupakan tanaman yang tumbuh liar, kemudian dikembangkan menjadi tanaman pekarangan. Tanaman sirsak (Annona muricata L.) tumbuh pada daerah beriklim tropis dan dapat beradaptasi baik dataran rendah sampai 800 m dpl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair multi fungsi terhadap kesuburan tanah pada tanaman sirsak (Annona muricata L.) hasil sambung pucuk. Penelitian ini dilakukan di Jl Madura, kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, pada bulan Januari 2023 sampai dengan Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 taraf perlakuan (tanpa perlakuan pemberian pupuk cair, 2 ml/ liter air, 4 ml/ liter air, dan 6ml/ liter air) sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga total keselurah tanaman 48 unit percobaan. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, diameter batang, dan Panjang cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk cair multi fungsi pada dosis 6 ml/liter air memberikan pengaruh berbeda nyata pada saat umur tanaman sirsak tiga bulan setelah pindah tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, diameter batang, dan panjang cabang. Hal ini berbeda nyata dengan dosis pemberian pupuk cair 0, 2, dan 4 ml/ liter air.
UJI KUALITAS BIOBRIKET AMPAS KOPI DAN SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Fenny Aprilliani; Hernowo Wilu Hernowo; Risqi Nur Akmala
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3123

Abstract

Coffee grounds and rice husk are one of the biomass wastes derived from daily consumption waste. Optimal utilization of biomass waste will affect the value added of the waste produced such as in the making process of bio briquettes. The objectives of this research are: (1) to determine the effect of the ratio of coffee grounds and rice husk charcoal on the quality of briquettes produced; (2) to determine whether the briquettes produced meet the quality standards of briquettes in accordance with SNI (Indonesian National Standard) standards. The research is a factorial experiment with a Randomized Group Design (RAK) experimental design. The factor tried in this study is the treatment of coffee grounds and rice husk concentration ratio, consisting of 5 levels of treatments; 1:0, 0:1, 1:3, 3:1, and 1:1 also the ratio of the adhesive material and main ingredients and that contain 4 levels of treatments; 5:10; 8:10; 10:10; and 15:10. The results shows that the K2L0 (adhesive:main ingredienst 0:1 also coffe ground:rice husk 10:10) has the best quality with the density value 1,04 g/cm3, moisture content 2,85%, ash content 1,25%, volatile matter 41,46%, carbon content 21,64%, firmness 0,73% and combustion rate 0,0022 g/s.INTISARIAmpas kopi dan sekam padi merupakan salah satu limbah biomassa yang berasal dari limbah konsumsi sehari-hari. Pemanfaatan limbah biomassa yang optimal akan berpengaruh pada nilai tambah dari limbah yang dihasilkan seperti dalam pembuatan biobriket. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh perbandingan ampas kopi dan arang sekam padi terhadap mutu briket yang dihasilkan. Penelitian merupakan eksperimental factorial dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba dalam penelitian ini yaitu perlakuan perbandingan konsentrasi ampas kopi dan sekam padi, terdiri dari 5 taraf; 1:0, 0:1, 1:3, 3:1, dan 1:1 serta perbandingan perekat dengan bahan utama yang terdiri dari 4 taraf; 5:10; 8:10; 10:10 dan 15:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K2L0 (perekat:bahan 0:1 serta ampas kopi:sekam 10:10) merupakan briket dengan kualitas yang baik dari briket lainnya dengan nilai kerapatan 1,04 g/cm3, nilai kadar air 2,85%, nilai kadar abu 1,25%, nilai kadar zat menguap 41,46%, nilai kadar karbon terikat 21,64%, nilai keteguhan tekan dengan rata-rata partikel hilang 0,73%, dan laju pembakaran 0,0022 g/s.
PENGARUH BERBAGAI SISTEM TANAM DAN WAKTU PEMUPUKAN NPK MAJEMUK PADA PENANGKARAN PADI (Oryza sativa L.) INPARI 33 Rima Margareta; Evi Setiawati; Djoko Heru Pamungkas
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan Lapangan disusun dalam Rancangan Split Plot Acak Kelompok tiga ulangan dilaksanakan di Dusun Semampir, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul  dari April hingga November 2019. Sebagai petak utama adalah sistem tanam, terdiri tiga aras, yaitu: tegel 1:1; tajarwo 2:1, dan tajarwo 4:1. Sub Plot: waktu pemupukan NPK majemuk terdiri:  Umur 0 dan 5 mst; 0 dan 7 mst,  dan  0, 5, dan 7 mst. Variabel pertumbuhan: tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, berat segar, berat kering per rumpun;   komponen hasil: umur berbunga 9 (mst), jumlah gabah per malai, berat gabah per tanaman (g), persentase gabah isi (%), berat 1000 gabah (g), hasil per hektar (t);  Kemurnian dan   Daya tumbuh: Kecepatan dan persentase tumbuh (%). Hasil menunjukkan tidak tejadi interaksi pengaruh perlakuan pada variabel pertumbuhan, hasil, dan daya tumbuh penangkaran padi. Sistem tanam tegel 1:1 dan tajarwo 2:1 memberikan pertumbuhan dan daya tumbuh  tidak berbeda namun keduanya memberikan hasil lebih tinggi  dibandingkan tajarwo 4:1. Waktu pemberian pupuk NPK 2 dan 5 mst; 2 dan 7 mst maupun  2, 5 dan 7 mst memberikan pertumbuhan dan hasil tidak berbeda. Daya tumbuh pada semua perlakuan pengaruhnya tidak berbeda.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Melly Triana Eryesma Anwar; Tugiyono Tugiyono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3070

Abstract

This research is to isolate, identify and know the pathogenicity of Aeromonas sp . originating from African catfish in Ngawi Regency. Fish that had symptoms of illness and were 20 - 25 cm in size obtained from rearing ponds in 3 sub-districts were used as research samples. Fish kidneys were used for bacterial isolation and inoculated using GSP medium. Furthermore, the characterization and identification of bacteria was carried out by observing the colony morphology, cells, and biochemical properties. Furthermore, Koch's Postulate test was carried out which aims to prove the nature of the pathogen. Furthermore, catfish seeds measuring 7 - 9 cm were measured with a Lethal Dosage of 50 to determine their level of pathogenicity. The results showed that fish were infected with bacteria, where symptoms appeared, namely the skin had ulcers, damage to the kidneys and swelling of the stomach. A total of 15 bacterial isolates obtained consisted of six from Geneng District, five from Karang Jati District and four isolates from Paron District. The identification results showed that Aeromonas hydrophila was identified from 12 isolates, A. salmonicida was identified from three isolates. Isolates A. hydrophila GKJ1, GKJ4, GGN2, GGN5, GPR2 and GPR4 were virulent against these fish.INTISARI Penelitian ini untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui patogenitias bakteri Aeromonas sp . yang berasal dari lele dumbo di Kabupaten Ngawi. Ikan yang memiliki gejala sakit dan berukuran 20 - 25 cm yang diperoleh dari kolam pembesaran di 3 kecamatan digunakan untuk sampel penelitian. Ginjal ikan digunakan untuk isolasi bakteri dan diinokulasikan menggunakan medium GSP. Selanjutnya dilakukan karakterisasi dan identifikasi bakteri dengan mengamati morfologi koloni, sel, dan sifat biokimia. Selanjutnya dilakukan uji Postulat Koch yang bertujuan untu membuktikan sifat patogen. Selanjutnya benih lele yang berukuran 7 - 9 cm diukur nilai Lethal Dosage 50 untuk mengetahui tingkat patogenitasnya. Hasil menunjukkan ikan terinfeksi bakteri, dimana munculnya gejala yaitu bagian kulit terdapat luka borok, kerusakan pada ginjal dan perut mengalami pembekakan. Total isolasi bakteri yang didapat sebanyak 15 yang terdiri dari enam berasal dari Kecamatan Geneng, lima berasal dari Kecamatan Karang Jati dan empat isolate berasal dari Kecamatan Paron. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri Aeromonas hydrophila teridentifikasi dari 12 isolat, bakteri A. salmonicida teridentifikasi dari tiga isolate. Isolat A. hydrophila GKJ1, GKJ4, GGN2, GGN5, GPR2 dan GPR4 bersifat virulen terhadap ikan tersebut.pathogenicity 
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN KELAPA DI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI Stanislaus Jalu Yudhanto; Tria Rosana Dewi; Irma Wardani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3164

Abstract

This study aims to analyze alternative marketing strategies that can be implemented in Pracimantoro District, as well as to determine the priority of marketing development strategies. Analysis of internal and external factors was determined using the IFE and EFE Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, and QSPM Matrix with data collection in the form of primary data and secondary data obtained from interviews, observation, and documentation. The results showed that (1) the main strength factor is the number of regular customers while the main weakness is the absence of young farmers; (2) the main opportunity factor is demand greater than supply and the main threat in marketing is weather changes; (3) an effective strategy that can be prioritized in coconut marketing is market penetration by increasing the quantity of coconut productivity; (4) marketing strategy with product development. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan    di Kecamatan Pracimantoro, serta menentukan prioritas strategi pengembangan pemasaran. Analisis faktor internal dan eksternal ditentukan menggunakan Matriks IFE dan EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, dan Matriks QSPM dengan pengumpulan data berupa data primer dan data  sekunder yang didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor kekuatan utama adalah banyaknya pelanggan tetap sedangkan kelemahan utama adalah tidak adanya petani muda; (2) faktor peluang utama adalah permintaan lebih besar dari penawaran dan ancaman utama dalam pemasaran adalah perubahan cuaca; (3) strategi efektif yang dapat diprioritaskan dalam pemasaran kelapa adalah penetrasi pasar dengan menambah kuantitas produktivitas kelapa; (4) strategi pemasaran   dengan pengembangan produk
PERCEPATAN INOVASI TEKNOLOGI PEMANFAATAN JERAMI PADI FERMENTASI SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG PADA MUSIM KEMARAU Batseba M.W. Tiro; Petrus A. Beding
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3133

Abstract

One of the effective dissemination methods for disseminating the technology produced is using direct communication techniques, namely through field meetings and technology degrees. A field meeting and technology degree on the use of fermented rice straw as cattle feed was held in Telaga Sari village, Kurik district, Merauke Regency, which aims to accelerate the delivery of rice straw fermentation technology and its use as beef cattle feed. Based on this study it can be concluded: 1). There was an increase in the nutritional value of fermented rice straw compared to no fermentation, 2). There was an increase in calf birth weight and weaning weight in the introduction pattern using fermented rice straw compared to the farmer pattern, namely 25.5 ± 1.06 kg and 63.4 ± 1.78 kg. Likewise, the average daily gain (ADG) of calves up to 3 months of age in the introduction pattern was higher than the farmer pattern, namely 0.42 ± 0.02 kg/head/day vs 0.35 ± 0.02 kg/head/day; sow weight change up to 3 months after calving in the introduction pattern was higher than the farmer pattern, namely 0.04 ± 0.05 kg/head/day vs -0.08 ± 0.05 kg/head/day, 3). The technology studied and deployed is technically easy to implement and develop; socially culturally acceptable and applicable, as well as attracting the interest of farmers because it can provide an alternative supply and reserve of feed during the dry season, 4). Dissemination of information on the technology of making fermented rice straw to around 55 stakeholders, namely the Regional Government, agricultural extension, farmers and Agricultural Vocational Schools as well as being covered by TVRI Papua. INTISARISalah satu metode diseminasi yang efektif untuk mendesiminasikan teknologi yang dihasilkan adalah menggunakan teknik komunikasi langsung yaitu melalui temu lapang dan gelar teknologi. Temu lapang dan gelar teknologi pemanfaatan jerami padi fermentasi sebagai pakan sapi dilaksanakan di kampung Telaga Sari, distrik Kurik, Kabupaten Merauke, yang bertujuan untuk mempercepat penyampaian teknologi fermentasi jerami padi dan pemanfaatannya sebagai pakan sapi potong. Berdasarkan kajian ini dapat disimpulkan : 1). Terjadi peningkatan nilai nutrisi jerami padi fermentasi dibandingkan tanpa fermentasi, 2). Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan berat lahir pedet dan berat sapi pada pola introduksi dengan memanfaatkan jerami padi fermentasi dibandingkan pola petani yakni 25,5 ± 1,06 kg dan 63,4 ± 1,78 kg. Rataan PBB pedet sampai umur 3 bulan pada pola introduksi lebih tinggi dibanding pola petani yakni 0,42 ± 0,02 kg/ekor/hari vs 0,35 ± 0,02 kg/ekor/hari; perubahan berat badan induk sampai 3 bulan setelah beranak pada pola introduksi lebih tinggi dibanding pola petani yakni 0,04 ± 0,05 kg/ekor/hari vs -0,08 ± 0,05 kg/ekor/hari. 3). Teknologi yang dikaji dan digelar, secara teknis mudah diterapkan dan dikembangkan; secara sosial budaya dapat diterima dan diterapkan, serta menarik minat petani karena dapat memberikan suatu alternatif penyediaan dan cadangan pakan pada musim kemarau, 4). Didesiminasikannya informasi teknologi pembuatan jerami padi fermentasi kepada sekitar 55 stakeholder orang yakni Pemerintah Daerah, penyuluh, petani dan SMK Pertanian serta diliput oleh TVRI Papua
ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS CABAI MERAH KERITING DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH Khafida Farida Nurjanah; Nurlina Harli
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3236

Abstract

This study aims to determine product flow, financial flow, information flow, marketing channels and marketing margins for curly red chilies in Gunungsari Village, Windusari District, Magelang Regency, Central Java. Respondents in this study were curly red chili farmers, wholesalers, wholesalers and retailers in Gunungsari Village. The research method used in this research is descriptive qualitative analysis to analyze product flow, financial flow, marketing channel information flow and quantitative descriptive analysis to analyze marketing margins. The results of the study show that there are four channels of information related to product flow, financial flow, information flow, as well as marketing channels that occur, the longest channel occurs on the first channel and the shortest channel on the fourth channel. The highest marketing margin on harvest II on channel 1 is IDR 10,000/kg, in harvest I and harvest III the highest margin was in channel 1 which was IDR 8,000/kg, and the lowest marketing margins is in channel 4, either harvest I, II, or III, which is IDR 2,000/kg.INTSARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran produk,aliran keuangan, aliran informasi, saluran pemasaran dan margin pemasaran komoditas cabai merah keriting di Desa Gunungsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Jawa tengah. Responden dalam penelitian ini adalah petani cabai merah keriting, pedagang pengepul, pedagang besar dan pengecer yang ada di Desa Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis aliran produk,aliran keuangan, aliran informasi saluran pemasaran dan analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkkan informasi terkait aliran produk, aliran keuangan, aliran informasi yang terjadi, juga saluran pemasaran yang terjadi ada empat saluran, saluran terpanjang terjadi pada saluran pertama dan saluran terpendek pada saluran ke empat. Margin pemasaran tertinggi pada hasil panen II pada saluran 1 yakni sebesar Rp 10.000/kg, pada panen I dan panen III margin tertinggi pada saluran 1 yakni sebesar Rp 8.000/kg, dan margin pemasaran terendah ada di saluran 4 baik panen I,II ataupun III yakni sebesar Rp 2.000/kg. 
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SUSU SAPI PERAH PADA KELOMPOK TERNAK SENGKUT MAKARYO DI KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN Asminatun Asminatun; Meita Puspa Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3229

Abstract

The purpose of this study was to formulate a strategy for the development of a dairy cattle business in the Makaryo group of Sengkut cattle. The research was conducted at the Sengkut Makaryo Livestock Group, Umbulhajo Village, Cangkringan, Sleman. The data were obtained from interviews with dairy farmers in the Makaryo group. Secondary data from various sources of literature and publications. SWOT analysis was used to identify the internal and external factors of the Sengkut Makaryo livestock group. The results showed that the Sengkut Makaryo livestock group was founded on December 20 2018 and had 21 members as breeders. The Sengkut Makaryo livestock group distributes cow's milk through the samesta cooperative. The average age of breeders is over 40 years with an educational background of SD – SLTA/equivalent. Milk production in the Sengkut Makaryo livestock group reaches a maximum capacity of 200 liters in the morning and 120 liters in the afternoon. Strategic issues that arise are improving economic conditions, technological advances, customer loyalty to companies, market share opportunities, and the growing public demand for milk. Development strategy; is to improve and maintain good relations between members of the herd.INTISARI               Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi pengembangan usaha susu sapi perah pada kelompok ternak sengkut makaryo. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Ternak Sengkut Makaryo Desa Umbulhajo, Cangkringan, Sleman. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap peternak sapi perah pada kelompok ternak sengkut makaryo. Data sekunder dari berbagai sumber pustaka dan publikasi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal  kelompok ternak sengkut makaryo. Hasil penelitian menunjukkan kelompok ternak sengkut makaryo berdiri pada tanggal 20 Desember 2018 memiliki anggota 21 peternak. Kelompok ternak sengkut makaryo mendistribusikan susu sapi melalui Koperasi Samesta. Rata – rata usia peternak diatas 40 tahun dengan latar belakang pendidikan SD – SLTA/Sederajat. Penghasilan susu pada kelompok ternak sengkut makaryo dalam sehari mencapai kapasitas maksimum 200 liter di pagi hari dan 120 liter di sore hari. Isu strategis  yang muncul adalah kondisi perekonomian yang semakin membaik, kemajuan teknologi, loyalitas pelanggan terhadap perusahaan, peluang pangsa pasar, dan kebutuhan masyarakat terhadap susu yang semakin berkembang. Strategi pengembangan; adalah dengan meningkatkan dan mempertahankan hubungan yang baik antara anggota kelompok ternak.
KARAKTERISTIK BIOLOGI TANAH PADA DUA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Sri Dewi Murni; Rossie Wiedya Nusantara; Rinto Manurung; Ismahan Umran
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3130

Abstract

This study aims to determine the biological characteristics of the soil on two types of land use in Pal IX, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, Pontianak. Soil sampling was carried out in mixed gardens and paddy fields. The research took place from April–November 2019. This research was conducted with two land uses and 10 replicates per sample. The variables observed in this study were chemical properties including pH, C-organic, N-total, and C/N. as well as soil biological properties, abundance of worms, and total bacterial and fungal populations. Observational data is done by looking at the correlation. The results showed that the total population of bacteria and the abundance of worms were found in paddy fields and the total population of fungi was found in mixed gardens. The parameters that most influenced the number of microorganisms in the two land uses analyzed were soil pH and total N.INTISARITujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik biologi tanah pada dua tipe penggunaan lahan di Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Pontianak. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada lahan kebun campuran dan lahan sawah. Penelitian berlangsung dari bulan April – November 2019. Penelitian ini dilakukan dengan dua penggunaan lahan dan 10 ulangan per sampel. Variabel yang dianalisis untuk penelitian ini adalah, sifat kimia meliputi: C-organik, pH, N-total dan C/N. Serta sifat biologi tanah, kelimpahan cacing, total populasi bakteri dan jamur. Data hasil pengamatan dilakukan dengan melihat korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jumlah populasi bakteri dan kelimpahan cacing banyak ditemukan pada lahan sawah dan total populasi jamur banyak ditemukan pada lahan kebun campuran. Parameter yang paling mempengaruhi banyaknya mikroorganisme pada kedua penggunaan lahan yang dianalisis adalah pH dan N total tanah. 
KONTRIBUSI USAHATANI PADI SAWAH TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA UJONG PADANG KECAMATAN LABUHAN HAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN Liston Siringo Ringo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3170

Abstract

This study aims to analyze the contribution of wetland paddy farming to farm household income. The research was conducted in November 2022 in Ujong Padang Village, Labuhan Haji Barat Subdistrict, South Aceh District. The research method used was a survey by taking a sample of 37 wetland paddy farmers from 2 farmer groups. The results showed that the average income of wetland paddy farming was IDR 11,260,355.99/Ha/planting season. The contribution of wetland paddy farming is 32.31% and includes a low contribution (<50%).INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usahatani padi sawah terhadap pendapatan rumah tangga tani. Penelitian dilasanakan pada bulan November 2022 di Desa Ujong Padang Kecamatan Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan mengambil sampel 37 petani padi sawah yang berasal dari 2 kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi sawah sebesar Rp 11.260.355,99/Ha/ musim tanam. Kontribusi usahatani padi sawah 32,31 % dan termasuk kontribusi rendah (<50%).

Page 74 of 139 | Total Record : 1386