cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Klinik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Sensitivitas dan Spesifisitas Rapid Diagnostic Test Malaria sebagai Diagostik Laboratorium Malaria di RSUD Noongan Wowor, Mayer Ferdinand; Waworuntu, Olivia Amelia; Polii, Hedison; Bernadus, Janno Berty Bradly
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMalaria merupakan masalah kesehatan di daerah tropis dan subtropik seperti Brazil, seluruh sub sahara Afrika dan Asia Tenggara karena mempengaruhi angka kesakitan bayi, balita, dan ibu melahirkan serta menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) merupakan suatu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit malaria berdasarkan atas deteksi antigen parasit malaria di dalam darah dengan menggunakan prinsip immunochromatographic. RDT membantu dalam deteksi malaria yang lebih handal dan cepat untuk mendeteksi infeksi malaria bahkan di daerah  terpencil dengan akses terbatas ke layanan mikroskop berkualitas baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Rapid Diagnostic Test  (RDT) dalam deteksi  malaria di RSUD Noongan dann diharapkan mampu memberikan manfaat bagi instansi kesehatan dalam pengembangan penanggulangan malaria di Indonesia.  Penelitian yang dilakukan adalah survei deskriptif dengan menggunakan Cross sectional , serta Uji laboratorium untuk Uji diagnostik RDT malaria.  Efekivitas dari alat uji yang  ada  adalah  memiliki sensitifitas  90 %, spesifisitas 97%, nilai duga positifKata kunci :  malaria, RDT, sensitivitas ,spesifisitas ABSTRAK               Malaria is a health problem in tropical and subtropical regions such as Brazil, all sub-Saharan Africa and Southeast Asia because it affects the morbidity of infants, toddlers, and mothers giving birth and causes Extraordinary Events (KLB). Rapid Diagnostic Test (RDT) is a laboratory examination that is used to diagnose malaria based on the detection of malaria parasite antigens in the blood by using the immunochromatographic principle. RDT helps in more reliable and faster malaria detection to detect malaria infections even in remote areas with limited access to good quality microscopy services. This study aims to determine the effectiveness of the Rapid Diagnostic Test (RDT) in malaria detection at Noongan District Hospital and is expected to be able to provide benefits for health agencies in developing malaria prevention in Indonesia. The research conducted was a descriptive survey using cross sectional, as well as laboratory tests for malaria RDT diagnostic test. The effectiveness of the existing test equipment is 90% sensitivity, 97% specificity, positive predictive valueKeyword   :     Malaria, RDT, sensitivitas,  spesifisitas                  
Luaran Pada Anak-Anak Dengan Sindroma Nefrotik Sensitif Steroid Di RSUP PROF. Dr. R. D. Kandou Manado Umboh, Valentine; Tandiawan, Ledy; Umboh, Adrian
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground : Nephrotic Syndrolme (NS) is the most common kidney disorder in children. Based on therapy, NS consist of steroid sensitive nephotic syndrome (SSNS) ans steroid resistant nephrotic syndrome (SRNS). Nearly 50% of children with SSNS have a frequently relapsing (FR) or steroid dependent (SD) course, experiencing steroid toxicities. Objective :To examine the outcome in childrens with SSNS at Prof. DR. R.D.Kandou Manado Hospital  Methods : A retrospective study of patients from January 2013 to December 2017. 123 of patients diagnosed SSNS, from 6 month to 18 years of age admitted in the Pediatric Nephrology clinic of Prof. DR. R.D.Kandou Manado Hospital. We record the clinical and laboratory presentation of these patients from medical records. Result : Sample (n=123) children with SSNS. 62 children  include inclusi criteria. There are 36(58%) children experience FRNS, and 26(42%) children experience SDNS. The median age of onset was 36 months. The median time to the first relapse was 3 months in FRgroup, and 14 day in SD group. There are 9(25%) children with FR and 6(23%) with SD,  experiences SRNS. Conclusion : Treatment in the first periode and shorter median time in SSNS is a predictor of FRNS or SDNS.Keywords : Nephrotic syndrome, sensitive steroid, steroid resistant, steroid dependent, frequent relap.ABSTRAKLatar Belakang : Sindroma Nefrotik (SN) merupakan kelainan ginjal tersering pada anak. Berdasarkan respon terhadap terapi, SN dibagi menjadi Sindrom Nefrotik Sensitif Steroid (SNSS) dan Sindrom Nefrotik Resisten Steroid (SNSR). Sebagian besar anak dengan SNSS memiliki kemungkinan terjadi sindrom nefrotik relaps sering (SNSR) atau sindrom nefrotik tergantung steroid (SNDS), dikarenakan mengalami toksisitas steroid Tujuan : Untuk melihat luaran dari anak-anak dengan SNSS di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode : Penelitian retrospektif, yang dilakukan pada anak-anak dengan diagnosa SNSS dari Januari 2013 sampai dengan Desember 2017, yang dirawat di unit rawat jalan Nefrologi anak bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Data pemeriksaan dan hasil laboratorium diambil dari rekam medis  Hasil : Sample (n=123) anak dengan SNSS. 62 anak yang termasuk kriteria inklusi. Didapatkan 36 (58%) anak menfalami SN relap sering, dan 26 (42%) anak mengalami SN dependen steroid. Dengan rata-rata umur onset yaitu 36 bulan.  Dan rata-rata waktu kambuh pertama kali adalah 3 bulan pada relaps sering dan 14 hari pada kelompok dependen steroid. Dan didapatkan 9 (25%) anak dengan relaps sering dan 6 (23%) anak dengan dependen steroid mengalami sindrome nefrotik resisten steroid. Kesimpulan : Pengobatan adekuat pada episode pertama dan waktu paruh yang singkat pada pengobatan SNSS merupakan prediktor terjadinya SN relaps sering atau SN dependen steriod.Kata kunci     : Sindroma nefrotik, steroid sensitif, resisten steroid, dependen steroid, relaps sering.        
Hubungan Antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anak Usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Daramu, Gorby Santinus Janis; Kawengian, Shirley Everdina Susanna; Mayulu, Nelly
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUnited Nations (badan dunia PBB) setiap tahun menyatakan bahwa sekitar 10 juta anak menderita malnutrisi akut (wasting), yang membutuhkan pemulihan termasuk penanganan gizi, penyakit infeksi, pelayanan sanitasi, dan akses terhadap air bersih, makanan yang penting bagi pertumbuhan anak yang sehat serta pemberian suplemen makanan bagi dua juta ibu hamil untuk meningkatkan nutrisinya. Namun pada satu dekade kemudian sejumlah penduduk dengan kelaparan di seluruh dunia masih tetap meningkat hingga saat ini. Sehingga 149 juta anak menderita stunting oleh akibat dari pertumbuhan dan perkembangan tinggi badan akibat malnutrisi yang lebih dikenal sebagai bentuk stunting, wasting dan overweight. Penelitian ini bertujuan untuk antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anaka Usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional di 13 wilayah puskesmas di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Hasil penelitian terhadap 192 sampel didapatkan berdasarkan Indeks BB/U ada hubungan antara Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi dan ada hubungan antara Pekerjaaan Ibu dengan Status Gizi. Berdasarkan Indeks ada hubungan antara Pendidikan Ibu dengan Status Gizi. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anak usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Kata Kunci : Faktor Sosial Ekonomi, Status GiziABSTRACThe United Nations states every year that around 10 million children suffer from acute malnutrition (wasting), which requires recovery including handling nutrition, infectious diseases, sanitation services, and access to clean water, food that is important for children's growth healthy and providing food supplements for two million pregnant women to improve nutrition. But a decade later, the number of people with hunger throughout the world is still increasing today. So that 149 million children suffer from stunting due to the growth and development of height due to malnutrition which is better known as a form of stunting, wasting and overweight. This study aims to determine the socioeconomic factors of families with nutritional status in children aged 0-23 months in Siau Tagulandang Biaro Regency. This study is an analytic study with a cross-sectional approach in 13 puskesmas areas in the Siau Tagulandang Biaro Regency. The results of a study of 192 samples obtained based on BB / U Index there is a relationship between Family Income and Nutrition Status and there is a relationship between Maternal Employment and Nutrition Status. Based on the Index there is a relationship between Mother's Education and Nutrition Status. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between Family Socio-Economic Factors and Nutritional Status in Children aged 0-23 Months in Siau Islands Regency, Tagulandang Biaro Keyword : Socio-Economic Factors, Nutritional Status
Perbandingan Kadar Besi dalam Darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT Wowor, Ribka; Wantania, Frans; Warouw, Finny
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground : A growing number of young adult having a slight higher blood pressure were recently found, especially with obesity. Individual with prehypertension is profound to develop hypertension and in increased risk of having cardiovascular event compared to individual with normotension. Past studies showed that inflammation process was played a major role in individual with obesity. Pathogenesis of the inflammation in obesity was not clearly understood, but new studies shows indication of oxidative stress, which one of the source was iron.  Method: This was a cross sectional study that include 38 medical faculty of samratulangi university student. Which 19 subjects had central obesity with normotension and 19 subjects had prehypertension (19 subject). Exclusion criteria were Anemia, Hypotension,Hypertension stage II, and acute infection. T test was done in measuring the ferittin levels between normotension and prehypertension in central obesity subject. Result:From 38 central obesity medical student that is included in this study. 19 were prehypertension and the rest was normotension. With mean iron levels in central obesity normotension subject was 141,15+ 66,994; and the mean iron level in prehypertension  was 345,74+ 172.82 with P <0,001 Conclusion:There is a significance difference in mean iron level between obesity prehypertension subject and normotension obesity subject in medical faculty of samratulangi student.Keyword: Iron level, Obesity, PrehypertensionAbstrakLatarBelakang: Peningkatan ringan tekanan  darah semakin sering ditemukan pada usia muda, terutama mereka dengan obesitas.  Individu dengan Prehipertensi beresiko menjadi hipertensi  dan lebih beresiko mengalami kejadian kardiovaskular dibandingkan dengan individu dengan normotensi.  Penelitian terdahulu membuktikan bahwa terjadi proses inflamasi pada individu dengan obesitas.  Patogenesis dari inflamasi yang terjadi pada  obesitas belum sepenuhnya dimengerti, tetapi studi terbaru mengindikasikan adanya stres oksidatif, dimana salah satu sumbernya adalah zat besi. Metodologi : Penelitan ini merupakanpenelitianpotonglintangpada 38 mahasiswa FK UNSRAT yang mengalami obesitas sentral dengan normotensi (19 subyek) dan prehipertensi (19 subyek).  Kriteria Eksklusi meliputi Anemia, Hipotensi, Hipertensi Stage II, dan infeksi akut. Dilakukan uji Beda Rerata antara kadar Feritin antara Normotensi dengan PreHipertensi pada Subyek Obesitas Sentral. Hasil: Dari 38 mahasiswa obesitas sentral yang ikut serta dalam penelitian ini, 19 diantaranya prehipertensi, dan sisanya normotensi.  Rerata kadar zat besi pada kelompok obesitas sentral normotensi adalah 141,15 + 66,994; sedangkan rerata kadar zat 345,74 + 172,82 dengannilai p<0,001  Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata kadar zat besi dalam darah antara Subyek Obesitas Prehipertensi dengan Subyek Obesitas Normotensi pada Mahasiswa FK UNSRAT.Kata Kunci: ZatBesi, Obesitas, Prehipertensi