cover
Contact Name
Yoga Achmad Ramadhan
Contact Email
mubarrakplp@yahoo.co.id
Phone
+6281239553012
Journal Mail Official
motivajurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80, Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Motiva: Jurnal Psikologi
ISSN : 26156687     EISSN : 26213893     DOI : -
Jurnal ini memuat tulisan-tulisan berupa hasil penelitian Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Konsumen, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Resiliensi Akademik sebagai Mediator Welas Diri dan Stres Akademik pada Mahasiswa Praktik Kerja Profesi Psikologi
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.7219

Abstract

Mahasiswa Pendidikan Magister Psikologi Profesi (Mappro) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) rentan mengalami stres akademik. Stres dipengaruhi oleh dua hal penting, yaitu resiliensi akademik berperan sebagai mediator antara welas diri dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi resiliensi sebagai mediator welas diri dan stres akademik pada mahasiswa Mappro yang sedang melaksanakan PKPP di Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa Mappro yang aktif melaksanakan PKPP. Instrumen penelitian ini terdiri dari skala Welas Diri, Skala Stres Akademik,  dan Skala Resiliensi Akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan resiliensi akademik menjadi variabel mediator parsial pengaruh Welas Diri terhadap stres akademik. Kata kunci: resiliensi akademik; welas diri; stres akademik
DUKUNGAN SOSIAL DAN PET ATTACHMENT SEBAGAI PREDIKTOR KESEPIAN PADA DEWASA AWAL BERSTATUS LAJANG Zulita Regita Cahyani; Sarah Afifah
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6822

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara pet attachment terhadap kesepian yang dialami dewasa awal lajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi ganda. Terdapat 122 partisipan yang berusia 18-40 tahun yang memiliki hewan peliharaan dan berstatus lajang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala likert dengan menggunakan skala dukungan sosial (Sulistiani dkk., 2022), skala pet attachment (Fitriyana, 2014) dan skala kesepian (Rinaldi, 2021). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, kemudian data ditabulasi dan di analisis menggunakan program IBM SPSS Versi 26. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara dukungan sosial, pet attachment terhadap tingkat kesepian dengan nilai 14.803 atau > 3.07  dan p=0.000 (p<0.05). Secara simultan, dukungan sosial dan pet attachment berpengaruh negatif terhadap kesepian sebesar 55.1% dan sisanya 44.9% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata Kunci : dukungan sosial, pet attachment, kesepian, dewasa awal. Abstract : The purpose of this study was to determine whether there is a significant influence between pet attachment and loneliness experienced by young single adults. This study uses quantitative methods with multiple regression analysis techniques. There were 122 participants aged 18-40 years who had pets and were single. Data collection used a questionnaire with a Likert scale measuring instrument using a social support scale (Sulistiani et al., 2022), a pet attachment scale (Fitriyana, 2014), and a loneliness scale (Rinaldi, 2021). The sampling technique used in this study was purposive sampling, then the data were tabulated and analyzed using the IBM SPSS Version 26 program. The results of the study showed that there was a significant negative effect between social support, pet attachment on the level of loneliness with a value of 14,803 or > 3.07 and p=0.000 (p < 0.05). Simultaneously, social support and pet attachment have a negative effect on loneliness by 55.1% and the remaining 44.9% are influenced by other variables.Keywords: social support, pet attachment, loneliness, early adulthood.
Makna Etos Kerja Pada Perempuan Madura Mita Lutfianah; Netty Herawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6477

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna etos kerja pada perempuan Madura. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan pada penelitian kali ini adalah perempuan sudah menikah (istri) yang bekerja membantu perekonomian keluarga di Madura sebanyak 7 orang, pekerjaan yang diteliti antara lain petani, nelayan pencari kerang, pedagang, guru madrasah, dan karyawan. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan para perempuan bekerja dengan tujuan membantu suami untuk mencari nafkah untuk perekonomian keluarga yang meliputi biaya hidup dan biaya pendidikan anak, para perempuan tersebut melakukan pekerjaannya secara bertanggung jawab. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pada setiap informan memiliki makan etos kerja menurutnya masing-masing, dan dari semua makna etos kerja terdapat tanggung jawab terhadap pekerjaanya, sehingga dapat disimpulan bahwa bahwa etos kerja pada perempuan Madura adalah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaanya secara bertanggung jawab. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga ciri-ciri etos kerja pada perempuan Madura yang dominan yaitu (a) disiplin waktu, (b) pekerja keras, (c) menjaga semangat kerja/ giat bekerja. Dan ciri-ciri pendukung yaitu (a) patang menyerah/ tidak mudah putus asa, (b) jujur/ setulus hati dalam bekerja, (c) siap akan resiko, (d) patuh pada peraturan, (e) tekun/ulet.Kata Kunci: Etos Kerja, Perempuan Bekerja, MaduraAbstract: This study aims to determine how the description of the work ethic of Madurese women. This researcher uses a quatitative approach with the phenomenological method. The informants in this study were married women (wives) who worked to help the family economy in Madura as Many as 7 people, the occupations studied included farmers, fishermen, traders madrasa teachers and employees. The instrument in this study was an interview. The analysis used in this study is data reduction, data presentation, data verification and data validity. The results of this study indicate that women work with the aim of helping their husbands to earn a living for the family economy which includes living expenses and children’s education costs, these women do their work responsibly. The results also show that each informant has a work ethic according to him, and from all meanings of work ethic there is responsibility for his work, so it can be concluded that the work ethic of Madurese women is a person’s ability to carry out his work responsibly. The results of this study indicate that the characteristics of the Madurese women's work ethic are different for each informant, the difference is caused by the informant's work factor. So from the differences in these characteristics, three dominant characteristics of the work ethic of Madurese women can be found, namely (a) time discipline, (b) hard worker, (c) maintaining work spirit/hard work. And the supporting characteristics are (a) never give up/don't give up easily, (b) honest/sincere in work, (c) ready to take risks, (d) obey the rules, (e) diligent/ tenacious. Keywords: Work Ethic, Working Women, Madura.
HUBUNGAN EXTRAVERSION PERSONALITY DAN SELF-ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA EMERGING ADULT PENGGUNA TWITTER Hamidah Amalia; Maulana Galileo; Siti Nur Asiyah
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6823

Abstract

Abstrak: Kemajuan teknologi smartphone telah menciptakan banyak aplikasi dan fitur yang membuat semua orang mendapat kemudahan dan kenyamanan dalam mengaksesnya, sehingga dapat memberikan dampak terhadap penggunaan smartphone yang berlebihan yaitu nomophobia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian extraversi dan self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada emerging adult pengguna twitter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah remaja akhir berusia 18 – 22 tahun yang menggunakan aplikasi twitter. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan jumlah sampel 151 responden. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara parsial antara extraversion personality dan nomophobia (Sig 0.723 > 0.05) dengan nilai r square 0,001, tidak terdapat hubungan yang signifikan secara parsial antara self-esteem dan nomophobia (Sig 0.764 > 0.05) dengan nilai r square 0,001, serta tidak ada hubungan yang signfikan secara simultan antara extraversion personality dan self-steem terhadap kecenderungan nomophobia pada emerging adult pengguna twitter (Sig 0.893 > 0.05) dengan nilai r square sebesar 0,002 dan koefisien f sebesar 0.114. Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan tidak hanya terbatas pada tipe kepribadian extraversion personality, serta diperlukan pertimbangan variabel selain extraversion personality dan self-esteem seperti faktor eksternal seperti lingkungan, situasional, dan sosial ekonomi.Kata Kunci: kepribadian extraversi, self-esteem, nomophobia, emerging adult.  Abstract: Advances in smartphone technology have created many applications and features that make it easy and convenient for everyone to access them, so that they can have an impact on the excessive use of smartphones, namely nomophobia. This study aims to determine the relationship between personality extraversion and self-esteem with nomophobia tendencies among emerging adult Twitter users. The method used in this research is quantitative research method. The subjects of this study were late adolescents aged 18-22 years who used the Twitter application. Sampling using non-probability sampling method with a total sample of 151 respondents. Data analysis used multiple linear regression analysis techniques with SPSS. The results showed that there was no partially significant relationship between extraversion personality and nomophobia (Sig 0.723 > 0.05) with an r squared value of 0.001, there was no partially significant relationship between self-esteem and nomophobia (Sig 0.764 > 0.05) with an r value square 0.001, and there is no simultaneous significant relationship between extraversion personality and self-steem towards nomophobia tendencies in emerging adult Twitter users (Sig 0.893 > 0.05) with an r squared value of 0.002 and an f coefficient of 0.114. It is suggested to future researchers to be able to carry out further research that is not only limited to extraversion personality types, and also requires consideration of variables other than extraversion personality and self-esteem such as external factors such as environmental, situational, and socioeconomic. Keywords: extraversion personality, self-esteem, nomophobia, emerging adult.
PERAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP AKTIVISME DAN RADIKALISME PADA MAHASISWA Agus Abdul Rahman; Neina Qonita Istiqomah; Nur&#039;aini Azizah; Zulmi Ramdani; Faiz Sahrul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6921

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang harus senantiasa diikuti dengan perubahan sikap yang matang dan bijaksana dalam menerima arus dan informasi global. Ketidakmatangan sikap dan bias personal yang kuat seringkali mengakibatkan seseorang terjerumus pada perilaku yang merugikan. Perilaku radikal salah satunya merupakan fenomena yang terjadi karena adanya kebimbangan kematangan personal dengan pengaruh lingkungan serta percepatan global yang tidak bisa diterima dan dianalisis baik oleh seseorang. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh berpikir kritis terhadap perilaku aktivisme dan radikalisme pada sekelompok mahasiswa baru pada dua perguruan tinggi negeri di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan jumlah subjek yang terlibat adalah sebanyak 361 responden mengisi dan melengkapi kuesioner yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya aspek berpikir kritis inquisitiveness yang berpengaruh terhadap aktivisme. Selain itu, tidak terdapat pengaruh langsung yang signifikan dari berpikir kritis terhadap radikalisme.
PENERIMAAN DIRI DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN SALATIGA Melani Wasti Tanesib; Arthur Huwae
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6814

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan masih memandang bahwa hidup mereka kurang beruntung yang mengakibatkan ketidakbahagiaan, perasaan tidak berharga dan berbagai persoalan psikologis ketika tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari penerimaan diri terhadap kebermaknaan hidup pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi Pearson. Sebanyak 61 remaja berusia 15-18 tahun yang tinggal di panti asuhan Salatiga lebih dari 3 tahun dijadikan partisipan penelitian dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Skala Penerimaan diri (α = 0.894) dan Meaning in Life Questionnaire (α = 0.801). Hasil penelitian membuktikan bahwa penerimaan diri berhubungan positif signifikan dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga (r = 0,423 dengan sig. = 0,000), yang berarti bahwa semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi kebermaknaan hidup, dan sebaliknya, semakin rendah penerimaan diri maka semakin rendah kebermaknaan hidup. penerimaan diri berkontribusi sebesar 17,9% terhadap kebermaknaan hidup. penerapan penerimaan diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan dapat membantu meningkatkan kebermaknaan hidup pada hidup yang mereka jalani.Kata kunci : Penerimaan Diri, Kebermaknaan Hidup, Remaja, Panti Asuhan
PENGARUH RELIGIOSITAS DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP OPTIMISME PENYANDANG TUNADAKSA Hanny Rufaidah Damra; Renny Rahmalia; Lailatul Izzah
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6722

Abstract

Kondisi cacat fisik (tunadaksa) menyebabkan gangguan dan hambatan dalam kemampuan motorik sehingga akan membatasi setiap kegiatan dan ruang gerak yang mereka miliki. Hal tersebut juga akan memberikan pilihan yang lebih berat dalam menjalani kehidupan sehingga seringkali memunculkan perasaan rendah diri dan putus asa. Optimisme terhadap masa depan yang ingin diraih akan memberikan harapan positif untuk meningkatkan usaha serta kerja keras dalam menjalani kehidupan meski dalam keterbatasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji religiositas dan dukungan sosial yang dimiliki oleh penyandang tunadaksa serta mengevaluasi dampak atau pengaruhnya terhadap optimisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel non probability sampling. Populasi dan sampel yaitu para penyandang tunadaksa yang berjumlah 106 orang di empat panti sosial tunadaksa yang terdiri dari penyandang cacat fisik sejak lahir ataupun penyandang cacat yang diakibatkan karena sakit atau kecelakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/skala yang terdiri dari dua jenis, yaitu forced choice dan model skala Likert. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga yaitu Attributional Style Questionaire (ASQ), Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan MOS social support survei. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara religiusitas dan dukungan sosial terhadap optimisme, dengan R square sebesar 0.265 atau 26.5%. Artinya proporsi varians dari optimisme yang dijelaskan oleh semua independent variable (IV) adalah sebesar 26.5%Kata Kunci: Optimisme, Religiusitas, Dukungan Sosial, Tunadaksa
REGULASI EMOSI DAN PEMAAFAN PADA WANITA BERCERAI DI ACEH TENGAH Nursan Junita; Retna Aisyah Simanhate; Hafnidar Hafnidar; Zurratul Muna
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v5i2.6473

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk merespon dan mengontrol kondisi emosi yang dialami secara tenang. Kemampuan ini penting dimiliki oleh individu yang mengalami perceraian, karena perceraian akan berdampak secara emosional bagi individu yang mengalaminya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dan pemaafan pada wanita yang mengalami perceraian di Aceh Tengah dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidential dalam pengambilan sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 275 wanita yang sudah bercerai yang berasal dari Aceh Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang digunakan untuk mengukur variabel regulasi emosi dan Transregression-Related Interpersonal Motivation (TRIM 18) untuk mengukur variabel pemaafan yang kembangkan oleh McCullough, dkk. (2006) dan sudah di validasi dalam bahasa Indonesia oleh Agung (2015). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson. Hipotesis dalam penelitian ini adalah melihat apakah ada korelasi positif antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan angka koefisien korelasi sebesar 0.625 dan p = 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukan ada hubungan positif antara 2 variable tersebut, artinya semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula pemaafan, begitu pula sebaliknya semakin rendah regulasi emosi semakin semakin rendah pula pemaafan. Bagaimanapun hasil penelitian menunujukaan bahwa regulasi emosi dan pemaafan berkaitan dengan usia, jumlah anak, Pendidikan dan pekerjaan
MENGELOLA KUALITAS HIDUP PEREMPUAN DEWASA AWAL KORBAN KDRT DENGAN PELATIHAN KOGNITIF PERILAKU BERBASIS KEKUATAN DI YOGYAKARTA Jayanti, Arini Mifti; Mumpuni, Niken Wahyuni Retno
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.6806

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan perilaku kognitif berbasis kekuatan sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pelatihan perilaku kognitif berbasis kekuatan mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan korban KDRT. Subjek penelitian ini adalah perempuan dewasa awal yaitu usia 18-40 tahun, yang menjadi korban kekerasan dengan skala kualitas hidup rata-rata atau rendah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Whoqol-Bref (Division of Mental Health and Prevention of Substance Abus WHO, 2012). Data dianalisis dengan one group pretest-postest design, diperoleh nilai signifikan paired sample T-tes P = 0,004 dan T = 6,163. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Hasil tersebut dapat dipahami bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada subjek setelah mengikuti pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatanKata Kunci: Pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatan, Kualitas hidup, perempuan korban kekerasan, dewasa awal. Abstract: This study aims to find out the effectiveness of strength-based cognitive-behavioural training as a therapy to improve the quality of life of women victims of domestic violence. The subjects in the study were women aged 18 to 40 who were victims of violence on a scale of average or low quality of life. The scale used in this study is the Whoqol-Bref scale. (Division of Mental Health and Prevention of Substances, WHO, 2012). Data analysed with a one-group pretest-postest design obtained significant values for paired samples (T-test, P = 0,004 and T = 6,163). The results of the hypothesis suggest that there is a significant difference in quality of life before and after training. The results show that there is an improvement in the quality of life of the subjects after following strength-based cognitive-behavioural training.Keywords: Strength-based cognitive behavioral training, quality of life, female victims of violence, early adulthood.
IDENTIFIKASI DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI MODERATOR ANTARA INTRUSI DAN STRES IDENTIFICATION OF FAMILY SUPPORT AS A MODERATOR BETWEEN INTRUSION AND STRESS Natanael, Yonathan; -, Fridayanti; Ansori, Mohamad Rizal; Salsabilla, Rahmaditya; Haq, Rangga Rijllul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6760

Abstract

ABSTRAK: Pandemi covid-19 memberikan dampak pada kesehatan mental hampir seluruh kalangan di dunia. Tidak hanya terpaku dari kalangan klinis saja, akan tetapi terjadi pula dampaknya pada kalangan mahasiswa di era adaptasi kebiasaan baru. Fokus penelitian ini adalah menguji peran dukungan sosial dari keluarga sebagai variabel moderator atas pengaruh intrusi terhadap stress kehidupan pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausalitas dan menggunakan teknik sampling insidental untuk mendapatkan partisipan penelitian. Total partisipan yang terlibat menjadi partisipan penelitian ini adalah sebanyak 455 mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia. Hasil penelitian dengan menggunakan moderation regression analysis menunjukkan dukungan sosial dari keluarga yang berperan sebagai moderator yang menurunkan pengaruh intrusi terhadap stress kehidupan pada kalangan mahasiswa di era adaptasi kebiasaan baru.  Penelitian ini menekankan pentingnya faktor protektif berupa dukungan sosial dari orangtua bagi kesehatan mental mahasiswa di era adaptasi kebiasaan baru. Kata Kunci: dukungan sosial dari keluarga, intrusi, stres, moderation regression analysis, mahasiswa. ABSTRACT: The covid-19 pandemic has had an impact on the mental health of almost all people in the world. Not only stuck in clinical circles but also impact students in the era of adaptation to new habits. This study aimed to examine the role of family support as a moderator variable for the effect of intrusion on life stress among college students. This study uses a causality approach and incidental sampling techniques to get research participants. The total number of participants involved in this study was 455 students from various universities in Indonesia. The moderation regression analysis results show that family support is a moderator variable that reduces intrusion's effect on life stress among students in the era of adaptation to new habits. This study emphasizes the importance of protective factors like family support for students' mental health in adapting to new habits. Keywords: family support, intrusion, stress, moderation regression analysis, college student.

Page 9 of 17 | Total Record : 165