Articles
165 Documents
HUBUNGAN KEADILAN ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PT INDONESIA POWER GRATI
Ellen Adinda Maretta;
Yudi Tri Harsono
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6448
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keadilan organisasi dengan komitmen organisasi di PT Indonesia Power Grati POMU. Hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan antara keadilan organisasi dengan komitmen organisasi di PT Indonesia Power Grati POMU. Subjek penelitian ini yaitu 70 pegawai di PT Indonesia Power Grati POMU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua skala, yaitu skala keadilan organisasi dan komitmen organisasi. Skala keadilan organisasi yang terdiri dari 24 butir aitem yang telah diadaptasi oleh Purba berdasarkan teori Colquitt dan skala komitmen organisasi yang terdiri dari 40 aitem yang telah disusun oleh Ingarianti berdasarkan teori Mowday, Steers, Porter. Seleksi aitem skala keadilan organisasi berkisar antara -0,664 – 0,792 dan memiliki reliabilitas sebesar 0,933, sedangkan seleksi aitem skala komitmen organisasi berkisar antara -0,633 - 0,847, dengan reliabilitas sebesar 0,965. Analisis data penelitian untuk menguji hipotesis menggunakan Pearson’s product moment correlation, menghasilkan koefisien korelasi antara keadilan organisasi dengan komitmen organisasi di PT Indonesia Power Grati POMU adalah 0,762 dengan signifikansi atau nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) yang masuk dalam kategori tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan keadilan organisasi dengan komitmen organisasi di PT Indonesia Power Grati POMU.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KEBAHAGIAAN ANGGOTA PMII KOMISARIAT SULTAN AGUNG SEMARANG
Hanna Amalia;
Rohmatun Rohmatun
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6458
Perasaan bahagia adalah kondisi emosional yang memberikan rasa nyaman pada dirinya yang hadir dari berbagai sumber atau pencetus. begitupula dengan perasaan tidak bahagia. kebahagiaan juga hadir pada setiap manusia termasuk anggota PMII Komisariat Sultan Agung Semarang, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial teman sebaya dengan kebahagiaan pada mahasiswa organisasi PMII Komisariat Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sample yang digunakan pada penelitian ini sejumlah 218 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur. Skala kebahagiaan terdiri dari 11 aitem, dengan koefisien reabilitas sebesar 0,747. Skala religiusitas terdapat 28 aitem, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,864. Skala dukungan sosial teman sebaya yang terdiri dari 40 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,936. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dan uji korelasi parsial. Hasil uji hipotesis pertama memperoleh skor R = 0,361 dengan signifikan 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dan dukungan sosial teman sebaya dengan kebahagiaan. Hipotesis kedua memperoleh skor rx1y 0,509 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara religiusitas dan kebahagiaan. Hipotesis ketiga memperoleh skor rx2y 0,526 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan kebahagiaan. Terdapat hubungan positif antara religiusitas dan dukungan sosial teman sebaya teman sebaya dengan kebahagiaan pada mahasiswa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Sultan Agung Semarang
REGULASI EMOSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENDAKI GUNUNG
Dewi Nurrahmah Sifa I;
Jayaning SIla Astuti
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6483
Thereby, public interest in climbing the mountain increase. This study aims to determine the relationship between emotion regulation and decision-making to climb mountains in East Java. The approach that is used in this study is a quantitative approach with purposive sampling technique. The criteria for the subjects in this study are climbers who had climbed mountains in East Java, aged between 13-65 years and wished to reach the top with a total of 349 subjects. The hypothesis in this study are the relationship between emotional regulation and decision-making to climb mountains in East Java. The results of this study obtained a correlation coefficient of 0.657 with a significance of 0.00 (<0.05). So that the hypothesis has been accepted and can be interpreted that emotion regulation and decision making have a positive or unidirectional relationship. So that if the emotional regulation of climbers increases, the accuracy of decision making by climbers will also increase. Conversely, if the emotional regulation of climbers decreases, the accuracy of decision making by climbers will also decrease. The relationship between emotion regulation and decision making is in the strong category, so that further researchers need to link other variables that have a very strong relationship with decision making to see what factors make the biggest contribution when someone makes a decision.Keywords: emotion regulation, decision making, climber
PERAN HOPE (AL-RAJA’) TERHADAP GRIT PADA MAHASISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN
Ahmad Nur Fuadi;
Denisa Apriliawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6679
Mahasiswa penghafal Al-Qur’an setiap harinya dituntut untuk disiplin menyelesaikan target setoran hafalan ditambah harus menyelesaikan tugas kuliah. Grit sendiri merupakan salah satu trait yang penting bagi individu yang menggambarkan kegigihan dalam mencapai sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan Grit pada mahasiswa penghafal Al Qur’an. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Subjek yang diteliti berjumlah 88 dengan kriteria; 1) mahasiswa aktif S1 UIN Sunan Kalijaga, 2) berusia 18-25 tahun, dan 2) mempunyai hafalan minimal 3 Juz. Alat ukur yang digunakan adalah skala harapan dan skala Grit yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori yang sudah ada. Analisis regresi sederhana dilakukan melalui JAMOVI versi 2.2.5 dengan hasil yang menunjukkan ditolaknya hipotesis null (F(1;86) = 80,7; p < 0,001; R2 = 0,48). Pengaruh harapan terhadap Grit diketahui positif dengan sumbangan efektif sebesar 48%. Harapan dapat digunakan sebagai prediktor Grit mahasiswa penghafal Al Qur’an dengan rumus prediksi Y = 19,31 + 0,86 X; artinya ketika skor harapan naik 1 maka Grit akan mengalami kenaikan skor sebesar 0,86
REGULASI EMOSI DAN PEMAAFAN PADA WANITA BERCERAI DI ACEH TENGAH
Nursan Junita;
Retna Aisyah Simanhate;
Hafnidar Hafnidar;
Zurratul Muna
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6473
Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk merespon dan mengontrol kondisi emosi yang dialami secara tenang. Kemampuan ini penting dimiliki oleh individu yang mengalami perceraian, karena perceraian akan berdampak secara emosional bagi individu yang mengalaminya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dan pemaafan pada wanita yang mengalami perceraian di Aceh Tengah dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidential dalam pengambilan sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 275 wanita yang sudah bercerai yang berasal dari Aceh Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang digunakan untuk mengukur variabel regulasi emosi dan Transregression-Related Interpersonal Motivation (TRIM 18) untuk mengukur variabel pemaafan yang kembangkan oleh McCullough, dkk. (2006) dan sudah di validasi dalam bahasa Indonesia oleh Agung (2015). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson. Hipotesis dalam penelitian ini adalah melihat apakah ada korelasi positif antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan angka koefisien korelasi sebesar 0.625 dan p = 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukan ada hubungan positif antara 2 variable tersebut, artinya semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula pemaafan, begitu pula sebaliknya semakin rendah regulasi emosi semakin semakin rendah pula pemaafan. Bagaimanapun hasil penelitian menunujukaan bahwa regulasi emosi dan pemaafan berkaitan dengan usia, jumlah anak, Pendidikan dan pekerjaan
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION KARYAWAN DI PT. X
Lorenza Lua;
Sri Aryanti Kristianingsih
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6484
Permasalahan tingginya turnover intention merupakan masalah yang serius bagi perusahaan. Perputaran yang tinggi mengancam daya saing strategis perusahaan karena tingginya turnover intention terjadi pada karyawan yang terlatih dan memiliki peran penting dalam perusahaan. Permasalahan turnover intention akan sangat berdampak pada stabilitas perusahaan dan menimbulkan masalah bagi perusahaan. Permasalahan turnover intention juga dialami oleh PT. X yang kegiatannya mencakup internet marketing dan business online. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan stres kerja dengan turnover intention karyawan di PT. X. Tipe penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasi yang menekankan pada data numerik dan diolah dengan metode statistik. Subjek penelitian adalah semua karyawan yang bekerja di PT. X yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan kuesioner dengan menggunakan skala likert 4 pilihan jawaban. Metode analisis data adalah metode analisis statistik regeresi linier dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara stres kerja dan turnover intention, artinya semakin tinggi stres kerja maka akan semakin tinggi juga turnover intention karyawan yang bekerja di PT. X begitupun sebaliknya, semakin rendah Stres Kerja maka semakin rendah juga turnover intention. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara stres kerja dan turnover intention di PT. X
EMPLOYEE VOICE DITINJAU DARI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
Didik Widiantoro;
Yanwar Arief;
Irfani Rizal;
Nur Fitriyana
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v5i2.6677
Suara sebagai bentuk ekspresi konstruktif dalam meningkatkan fungsi dan efektivitas organisasi telah diterima perhatian besar, terutama dalam studi yang menjelaskan anteseden dan konsekuensi dari suara karyawan. Salah satu kemampuan sumber daya manusia yang harus dikuasai dengan baik adalah bagaimana menjadikan tempat kerja sebagai milik sendiri, dan memiliki rasa keikutsertaan dalam segala kegaitan untuk mencapai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap employee voice. Penelitian ini dijalankan menggunakan metode pendekatan kuantitatif regresiona. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bergerak dalam bidang jasa dan pengiriman, dengan jumlah sampel penelitian 102 karyawan. Teknik pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini yaitu random sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai rxy: 0,645, sig = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap employee voice karyawan ekspedisi. Semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi pula employee voice.
PENYESUAIAN PERNIKAHAN ISTRI USIA MUDA YANG DIBESARKAN DENGAN PENGASUHAN IBU TUNGGAL
Tyara Anggraeni Putri;
Farah Farida Tantiani
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v6i1.6493
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penyesuaian pernikahan istri usia muda yang ayah dan ibunya bercerai hidup lalu dibesarkan oleh ibu tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur kepada tiga orang partisipan dengan karakteristik utama yaitu istri yang menikah di usia muda, yang sebelumnya hanya dibesarkan oleh pengasuhan ibu tunggal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua partisipan cenderung memiliki penyesuaian pernikahan yang baik, sedangkan satu partisipan mengalami penyesuaian pernikahan yang buruk. Ketiga partisipan dalam melakukan penyesuaian pernikahannya harus mengatasi perbedaan yang dihadapi dengan suaminya terkait masalah sehari-hari. Ketiga partisipan memiliki pandangan kekhawatiran akan mengulangi pengalaman yang sama dengan ibu mereka saat bercerai dari sang ayah. Sehingga, dalam mengatasi konflik yang terjadi dalam pernikahannya, mereka cenderung bersikap lebih hati-hati saat mengambil keputusan. Selama menjalani pernikahan, dua partisipan merasa sudah cukup bahagia dengan pernikahannya dan hanya satu partisipan yang menyesal dengan pernikahannya karena ia merasa tidak memiliki kedekatan dengan suaminya. Hasil temuan lain dalam penelitian ini yaitu ditemukan bahwa pada partisipan yang memiliki penyesuaian pernikahan baik ternyata memiliki dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya seperti dari nenek, mertua serta saudara iparnya, sedangkan pada partisipan yang memiliki penyesuaian pernikahan buruk tidak memiliki dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya
BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING PRODUK FASHION MAHASISWA PSIKOLOGI UKSW
Ahat Nur Rohmah;
Maria Nugraheni Mardi Rahayu
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v6i1.6507
Mahasiswa merupakan individu yang berada pada masa transisi dari remaja menuju dewasa akan berupaya untuk mengeksplorasi diri salah satunya dengan mencoba berbagai produk fashion. Dalam upaya mengeksplorasi gaya hidup, mahasiswa akan mencoba beberapa hal, salah satunya eksplorasi tentang fashion. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW sebanyak 260 partisipan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan skala impulsive buying dikembangkan oleh Verplanken dan Herabadi (2001) dan skala Big Five Inventory dikembangkan oleh Oliver P. John dkk (1991). Hasil yang didapat dari uji regresi linear sederhana yang dilakukan diperoleh bahwa nilai sig trait extraversion (0,00), nilai sig trait agreeableness (0,126), nilai sig trait conscientiousness (0,003), nilai sig trait neuroticism (0,000), nilai sig trait openness to experience (0,028). Kesimpulan yang diperoleh adalah trait extraversion, trait conscientiousness, trait neuroticism, dan trait openness to experience memiliki pengaruh terhadap perilaku impulsive buying produk fashion, sedangkan trait agreeableness tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku impulsive buying produk fashion. Mahasiswa hendaknya membuat perencanaan dan mempertimbangkan terlebih dahulu seperti urgensi mengenai barang yang akan dibeli. Hal ini untuk menghindari terjadinya pembelian tanpa perencanaan (impulsive buying).
EMOTIONAL INDICATORS PENYANDANG AUTIS DI SURABAYA
Puri Aquarisnawati;
Wiwik Sulistiani
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31293/mv.v6i1.6496
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis emotional indicators penyandang autis di Surabaya. Autis merupakan salah satu kelompok gangguan perkembangan neurobiologis pada anak-anak dan tergolong gangguan perkembangan yang berat, pervasif, dan berjangka panjang, yang dapat mempengaruhi beberapa aspek perkembangan. Gangguan emosi yang muncul sebagai gangguan penyerta pada penyandang autis, dapat membuat terhambatnya aspek perkembangan yang lain, yaitu kemampuan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku penyandang autis. Jenis gangguan emosi dapat diketahui melalui identifikasi emotional indicators melalui instrumen tes Bender Gestalt. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan teknik jenuh, dimana peneliti menggunakan seluruh populasi yang ada di salah satu lembaga autism di Surabaya, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan data menggunakan tes Bender Gestalt yang diadministrasikan secara individual. Metode analisa data menggunakan pedoman Bender skoring system dengan fokus analisis adalah pada skoring emotional indicators. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional indicators yang teridentifikasi dominan ditemukan pada penyandang autis antara lain dashes subtitute for circle, wavy lines, careless overwork, confused order, small size, dan large size.