cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26155273     EISSN : 26146673     DOI : -
Core Subject : Education,
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal ABDIMAS yang dikelola dengan proses peer review, dipublikasikan oleh STKIP Andi Matappa memiliki e-ISSN: 2614-6673 dan p-ISSN: 2615-5273. menerbitkan artikel pengabdian pada masyarakat dengan bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan manusia dan daya saing bangsa, usaha kecil menengah dan Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan maret dan September. Artikel yang telah publish dapat didownload secara gratis, dibaca dan disebrluaskan sebagai rujukan artikel selanjutnya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024" : 6 Documents clear
Psychological First Aid untuk Meningkatkan Resiliensi Pelopor Pelapor Problem Anak di Forum Anak Hasanuddin Tamalla'jua Annisa Nurul; Erin Putri Sosang; Raodatul Adawiyah; Fasya Nabila Saman; Akhmad Harum
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3643

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bertahan, beradaptasi terhadap sesuatu yang menekan, mampu mengatasi dan melalui, serta pulih kembali dari keterpurukan. Psychological first aid (PFA) merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan resiliensi dengan metode self compassion, self care, self diagnose, dan mindfulness. Psychological first aid (PFA) digunakan sebagai upaya membantu pelopor pelapor problem anak forum anak Hasanuddin Tamalla’jua untuk meningkatkan resiliensi dilakukan dengan menggunakan metode self compassion, self care, self diagnose, dan mindfulness sehingga para pelopor pelapor dapat mencegah memburuknya kondisi psikologis, membantu individu merasa lebih baik, mendapatkan dukungan sosial, fisik emosional, serta mengembalikan rasa kontrol diri. Kegiatan dalam program yang telah dilaksanakan ini menggunakan pendekatan joyfull learning dan experiental learning. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yakni: 1) Tahap persiapan 2) Tahap pendekatan dan identifikasi masalah 3) Tahap pelaksanaan psychological first aid (dalam bentuk Focus Group Discussion serta aktivitas menyenangkan dan menarik) 4) Evaluasi dan Laporan Akhir. Setelah program Psychological first aid (PFA) ini dilaksanakan, hasil yang dicapai dapat dilihat dari perubahan perilaku dan sikap mitra, yang menunjukkan bahwa resiliensi mitra sebanyak 20 orang telah meningkat. Secara umum pada aspek resiliensi mitra menunjukkan perubahan yang positif, dimana hasil pengukuran awal menunjukkan tingkat resiliensi mitra sebanyak 2 orang (10%) pada tingkat rendah dan 18 orang (90%) pada tingkat sedang. Dibandingkah dengan hasil pengukuran akhir tingkat resiliensi mitra mengalami peningkatan sebanyak 10 orang (50%) pada tingkat sedang dan 10 orang (50%) pada tingkat tinggi
Program Experiential Learning untuk Eksplorasi Karier Mendukung Secretary’s Commission on Achieving Necessary Skill Nurul Asikin; Adelia Nur Falah; Avelia Gracia Uneputty; Risnawati; Akhmad Harum
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3644

Abstract

Kemampuan eksplorasi karier adalah keterampilan yang memungkinkan individu menilai dan memahami berbagai opsi karier yang tersedia serta refleksi tentang minat pribadi nilai dan keterampilan. Dengan eksplorasi karier akan membantu individu membuat keputusan dan perencanaan karier yang sesuai dan lebih memadai. Experiential learning adalah pendekatan yang menekankan pada proses belajar melalui pengalaman, yang menekankan pentingnya belajar dari pengalaman. Dalam metode ini siswa terlibat ssecara aktif dalam suatu kegiatan kemudian merefleksikan pengalaman tersebut, membentuk konsep atau teori dari refleksi mereka dan akhirnya menerapkan konsep tersebut dalam situasi baru. Model pembelajaran experiential learning dapat membantu ekplorasi karier siswa tunarunugu yang diusulkan tim PKM pengabdian melalui program experiential learning dengan empat tahapan yakni Concrete Experience (CE), Reflective Observation (RO), Abstract Conceptualization (AC), dan Active Experimentation (AE) dengan memadukan keterampilan yang diperlukan berdasarkan Secretary’s Commission on Achieving Necessary Skills (SCANS). Pengetahuan yang diidentifikasi oleh SCANS terdiri dari lima kompetensi dan tiga fondasi keterampilan serta kualitas pribadi yang diperlukan untuk kinerja perkerjaan yang utuh. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yakni: 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Identifikasi Masalah dan Potensi Mitra; 3) Tahap Pelaksanaan Program Experiential Learning Mendukung Secretary’s Commission on Achieving Necessary Skills (dalam bentuk pelaksanaan tes minat bakat dan layanan informasi karier serta pelatihan meningkatkan kompetensi berdasarkan SCANS); 4) Tahapan Bimbingan dan Konseling Karier; 5) Tahapan Evaluasi. Hasil yang telah dicapai setelah pelaksanaan program experiential learning dapat dilihat dari peningkatan pemahaman dan perubahan sikap dan perilaku yang dilakukan dengan penggunaan instrument perencanaan karier (Jhon Holland) dan observasi pada proses dan setelah kegiatan yang ditunjukkan oleh 12 anak tunarungu yang menjadi sasaran pengabdian.
Konseling Logoterapi dan Client Centered untuk Mengembangkan Karakter Kemandirian, Resiliensi Tunagrahita Akbar Gibran Yusri; Fiqrul Khazanah Balong; Haerunnisa; Zulfadhilah Tiar Arifin; A. Fajrul Islam; Akhmad Harum
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3648

Abstract

Anak dengan ketunaan grahita memiliki karakteristik fisik yang sama dengan anak pada umumnya hanya saja mereka mengalami hambatan dalam kemampuan sensomotorik, intelektual, sosial, dan emosionalnya. Mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial sehingga memiliki ketergantungan tinggi pada orang lain. Kemandirian dan juga resiliensi memiliki hubungan positif dan signifikan dan merupakan karakter penting yang dapat membantu individu untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dalam mencapai masa depan yang sukses. Logoterapi merupakan pendekatan konseling dengan memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berusaha untuk merubah kehidupannya sesuai dengan keinginan untuk mewujudkan makna yang dimilikinya menjadi sebuah kenyataan. Konseling client centered merupakan konseling yang berfokus pada diri konseli dimana konselor hanya memberikan terapi dengan pengawasan terhadap konseli agar konseli dapat berkembang dan menghadapi masalah yang dihadapinya. Untuk mengembangkan karakter kemandirian dan resiliensi anak tunagrahita, pengabdi menerapkan pendekatan logoterapi dan client centered sebab kedua pendekatan tersebut menaruh kepercayaan kepada anak tunagrahita bahwa mereka mampu menghadapi kesukaran atau masalahnya sendiri guna menuju pertumbuhan dan menemukan makna hidupnya. Pengabdi mengadaptasi dan memodifikasi teknik persuasif menjadi teknik persuasif playing sebagai bentuk penyesuaian dengan karakteristik sasaran mitra. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan diantaranya : 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Pendekatan dan Identifikasi Masalah; 3) Tahap Pelaksanaan Konseling Logoterapi dan Client Centered dengan Teknik Persuasif Playing; 4) Tahap Evaluasi. Hasil yang telah dicapai setelah pelaksanaan konseling logoterapi dan client centered dapat dilihat dengan adanya perkembangan karakter kemandirian dan resiliensi pada 5 anak tunagrahita ringan yang dilakukan dengan instrumen kemandirian menurut Havighurst dan resiliensi menurut Reivich and Shatte serta observasi yang dilakukan pada saat proses dan setelah kegiatan.
Pemanfaatan Biopestisida Nabati dan Peningkatan Keberdayaan Petani untuk Pengembangan Bawang Merah Muhibuddin, Andi; Zulkifli Maulana; Fatmawati; Andi Gunawan Ratu Chakti; Haris Mahmud
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3649

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) ini bermitra dengan Kelompok Tani Anugerah dan Kelompok Tani Passamaturukang yang aktif dalam sektor ekonomi produktif, khususnya dalam pembibitan dan budidaya bawang merah. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah hasil bawang merah ramah lingkungan, serta meningkatkan keberdayaan kelompok tani. Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) sosialisasi program dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD), (2) pelatihan yang mencakup pembuatan biopestisida nabati, pengelolaan keuangan, dan seleksi bibit bawang merah, serta (3) penerapan Demonstrasi Plot bawang merah ramah lingkungan. Hasil program PDB menunjukkan bahwa: (a) produktivitas bawang merah meningkat menjadi ±14,5 ton/ha dari sebelumnya 6,5 ton/ha; (b) kemampuan manajemen kelompok tani bawang merah meningkat 75% dari sebelumnya 50%; (c) omzet bawang merah kelompok tani meningkat 50% dari sebelumnya 25%; (d) (e) pengetahuan kelompok tani tentang pembibitan dan budidaya bawang merah meningkat 75% dari sebelumnya 50%; dan (f) pengetahuan kelompok tani terkait pengelolaan keuangan meningkat 75% dari sebelumnya 25%.
Pemberdayaan Kelompok Pusat Pengembangan Anak (PPA) Gereja Sion Sasi, Kabupaten Timor Tengah Utara Dalam Mencegah Stunting Melalui Budidaya Jamur Tiram Putih Pardosi, Lukas; Fransiskus Yulius Dhewa Kadju; Adelya Irawan Manalu; Charles Venirius Lisnahan; Wilda Lumban Tobing; Boanerges Putra Sipayung; Desta Gloria Siahaan
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3364

Abstract

Universitas Timor melalui program Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan kegiatan  pendampingan budidaya jamur tiram sebagai alternatif pencegahan stunting. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberdayakan kelompok Pusat Pengembangan Anak (PPA) Gereja sion sasi dalam melakukan budidaya jamur tiram sebagai alternatif pangan dalam mencegah stunting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan edukasi tentang pencegahan stunting dan pemenuhan gizi; pelaksanaan dalam hal ini diberikan pelatihan pembuatan rumah jamur, baglog, penanganan pra panen dan pasca panen; Pengolahan jamur tiram dilakukan dengan melibatkan PPA dalam melakukan pengolahan jamur tiram hasil panen menjadi jamur crispi; Hasil evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa budidaya jamur tiram dan olahannya memberikan dampak yang positif terhadap kelopok PPA. Anak anak yang tergolong stunting sangat menyukai jamur crispi hasil olahan dari jamur tiram. Selain itu budidaya jamur tiram ini juga mempunyai peluang usaha yang dapat dikembangkan dan punya prospek pasar yang baik. Luaran dari kegiatan ini adalah kelompok PPA dapat melakukan budidaya jamur tiram dan pengolahnnya sebagai alternatif pangan bernilai gizi.
Pengabdian Bagi Lansia Penderita Afasia untuk Peningkatan Kognitif dan Kualitas Hidup Umrah; Muhammad Yusril Basir; Hardianti Lestari Hamid; Tri Marsha Hasibuan; A. St. Latifah Humairah A; Asri Ismail
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i3.3641

Abstract

PKM Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan lansia melalui Language Therapy Model (LTM) untuk meningkatkan fungsi kognitif dan kualitas hidup lansia. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) persiapan, (2) pelaksanaan pelatihan menggunakan metode Language Therapy Model (LTM), dan (3) evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa metode Language Therapy Model (LTM) dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia secara signifikan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Program ini direkomendasikan untuk dijadikan sebagai bentuk pemberdayaan lansia di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6