cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
ISSN : 23030992     EISSN : 26213176     DOI : -
Jurnal Matematika dan Pembelajaran is an academic journal, publishing two issues per year (June and December). It is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Indonesia. This journal seeks to provide a venue for sharing new empirical research and theoretical analysis of intersections between mathematics and education. Matematika dan Pembelajaran publishes original works that contribute to scientific discussion of the relationship between mathematics instruction, mathematics, statistics, and mathematics applied
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PENGARUH SOSIOEMOSI DAN PERKEMBANGAN MORAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KOTA PALU Indah Suciati
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 2 (2016): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v4i2.287

Abstract

This research was made based on the internal and external factors which influenced the students’ learning outcomes. The study aimed at examining the profile and the influence of socio-emotion and moral development toward Mathematics learning outcomes of grade XI students of public senior high schools (SMAN) in Palu. This study was an ex-post facto causality study. The subject of the research was XI grade students of SMAN in Palu of academic year 2012/2013, selected by employing proportional stratified rendom sampling. The instruments of the study were scale method and test of Mathematics learning outcomes. Data were then analyzed through descriptive statistics and path analysis. The result revealed that (1) from 360 of grade XI students of SMAN in Palu have: self-concept with fair category, self-esteem with high category, moral development with high category, cognitive learning outcomes with low category, and affective learning outcomes (attitude towards Mathematics) with high category; (2) there was positive and significant correlation between self-concept and self-esteem; (3) there was positive and significant correlation between cognitive learning outcomes and affective learning outcomes; (4) self-concept gave influence directly to cognitive learning outcomes and gave indirect effect to moral development and affective learning outcomes; (5) self-esteem gave no direct effect to cognitive learning outcomes, but gave indirect effect to selfconcept, moral development, and affective learning outcomes; (6) self-concept gave influence directly to affective learning outcomes and gave indirect effect to moral development and cognitive learning outcomes; (7) self-esteem gave no direct effect to affective learning outcomes, but gave indirect effect to selfconcept, moral development, and cognitive learning outcomes. Key words: Self concept, self esteem, moral development, mathematics learning outcomes.
DESKRIPSI PENYELESAIAN MASALAH ALJABAR BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 AMBON Syafruddin Kaliky
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 1 (2016): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v4i1.311

Abstract

The study aimed at describing problem solving on algebra based on SOLO taxonomy viewed from initial ability and learning style of grade VIII students of SMP (junior high school). The study was descriptive with qualitative approach which used the researcher as the main instrument; whereas the supporting instruments were test of initial ability, questionnaire of learning style, test of problem solving on Algebra, and guided interview. Test of initial ability used was limited to high initial ability and low initial ability. Whereas, learning style consists of visual learning style, auditory and kinesthetic. The results of the study revealed that students solving Algebra problem based on the fulfillment of SOLO taxonomy indicators, namely the first subject with high initial ability and visual learning style tended to achieve extended abstract level; whereas, the second subject tended to achieve relational level. Subject with high initial ability and auditoria learning style tended to achieve relational level. Subject with high initial ability and kinesthetic learning style tended to achieve extended abstract level. Subject with low initial ability and visual learning style tended to achieve multistruktural level. Subject with low initial ability and auditoria learning style tended to achieve transition period at multistruktural level. Subjek with low initial ability and kinesthetic learning style tended to achieve multistructural level. Key Words: Problem Solving Based on SOLO Taxonomy, Initial Ability and Learning Style
PENERAPAN PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SUB MATERI POKOK SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING DI KELAS VIII-A SMPN 9 MOJOKERTO Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 1 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i1.293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pendapat yang menyatakan bahwa melalui pengalaman belajar siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang diinginkan oleh guru. Pengalaman yang baik dalam proses pembelajaran adalah pengalaman langsung yang diperoleh melalui benda sebenarnya atau dengan contoh-contoh. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimanakah aktivitas siswa selama pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (2) Bagaimanakah kinerja siswa dalam pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (3) Bagaimanakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (4) Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (5) Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 9 Mojokerto yang berjumlah 51 siswa yang dipilih dari 5 kelas dengan sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh meliputi data pengamatan aktivitas siswa, data kinerja siswa, data pengamatan pengelolaan pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling, data hasil tes belajar siswa, dan data tentang amgket respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan guru (30,3%), berhubungan dengan alat peraga (19,7%), dan mengerjakan LKS (18,8%) (2) Jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kinerja 1 dengan benar adalah sebanyak 49 siswa (96,08%), jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kerja 2 dengan benar adalah sebanyak 46 siswa (90,20%). (3) Hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan baik. (4) Tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 27 siswa dari 51 siswa atau 52,94% dinyatakan tuntas belajar. (5) Hasil angket respon siswa adalah positif. Kata kunci: pembelajaran induktif, alat peraga
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM YANG BERORIENTASI PADA TEORI VAN HIELE PESERTA DIDIK KELAS VII SMP AL HIJRAH AMBON Asni Kaimudin; Patma Sopamena; Janaba Renngiwur
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 2 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i2.302

Abstract

Perbedaan karakteristik peserta didik yang sering di abaikan oleh guru dalam proses pembelajaran dengan kondisi belajar yang demikian, patut dijadikan pijakan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembelajaran. Salah satu cara yang cukup relevan untuk memecahkan masalah tersebut adalah penerapan pembelajaran individual, yang memberi kepercayaan pada kemampuan individu untuk belajar mandiri. Salah satu model pembelajaran individu yang kini semakin berkembang penggunaanya adalah sistem pembelajaran dengan menggunakan modul. selain itu, untuk mata pelajaran matematika berdasarkan pada penelitian hasil pembelajaran yang diperoleh peserta didik untuk materi geometri masih rendah. Peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep geometri, salah satunya konsep jajargenjang dan trapesium. Untuk memenuhi maksud ini penulis mengembangkan modul yang berorientasi pada teori Van Hiele untuk peserta didik SMP, dengan kegiatan pembelajaran yang melibatkan lima fase (langkah) yakni : (1) fase informasi (2) fase orientasi langsung (3) fase penjelasan (4) fase orientasi bebas dan (5) fase integrasi. Modul yang dihasilkan telah melalui tahapan validasi sebelum diuji cobakan ke peserta didik, meliputi dua dosen IAIN Ambon yang menilai materi dan desain dari modul dan satu guru matematika SMP yang menilai kesesuaian modul dengan kurikulum. Setelah mendapat masukkan dari para validator, maka modul diperbaiki dan di anggap layak untuk diuji cobakan ke peserta didik dengan dua kali uji coba. Uji coba pertama dilakukan untuk kelompok peserta didik terbatas sebanyak lima orang, dengan tujuan untuk mengetahui manfaat dan efektifitas penggunaan modul dalam pembelajaran. Dan uji coba kedua dilakukan untuk peserta didik dalam satu kelas dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan peserta dan efisiensi waktu belajar pada saat menggunakan modul. Kata Kunci : Modul, Teori Van Hiele, Jajargenjang, Trapesium.
Permainan Matematika suatu Daya Tarik bagi Peserta Didik Prayitno Prayitno
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 1 (2017): Matematika dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i1.406

Abstract

Fenomena phobia matematika merupakan realitas yang banyak dihadapi dunia pendidikan. Bermula dari anggapan bahwa matematika sebagai pelajaran yang sulit, tidak menarik/enggan belajar, rasa takut hingga menderita phobia matematika. Mencintai matematika merupakan keputusan yang bijaksana, karena matematika merupakan pondasi sains dan teknologi yang cukup beralasan untuk dipelajari. Untuk itu penyajian pelajaran matematika perlu dikemas dengan bentuk dan cara yang menarik agar kesan menakutkan dapat sirna dari anggapan peserta didik. Salah satu diantara metode penyajian yang dapat menarik minat peserta didik adalah dengan permainan matematika. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan penulis di sekolah tempat penulis mengajar. Referensi teori tentang permainan matematika suatu daya tarik bagi peserta didik yang diperoleh dijadikan sebagai fondasi dasar dan alat utama penelitian. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik yang diajar penulis. Sedangkan penulisan karya ilmiah dilakukan di SMA Negeri 3 Jombang dan di rumah penulis. Penelitian ini dilakukan mulai semester gasal 2015 sampai dengan semester gasal 2017. Berdasarkan hasil studi literatur penulis menemukan bahwa permainan matematika merupakan salah satu alternatif dalam upaya membuat matematika menjadi “menarik” minat peserta didik sehingga lebih gemar mempelajari matematika. Oleh karena itu, pengajar matematika yang lainnya diharapkan berusaha mengemas materinya sedemikian rupa, memperhatikan karakteristik dan taraf kemampuan peserta didik dalam menyajikannya, serta rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dengan bersikap simpati, telaten dan ulet dalam membelajarkan peserta didik. Hal ini sangat perlu diupayakan oleh seorang pendidik, sebab daya tarik yang telah dimiliki peserta didik tersebut membutuhkan pupuk penyubur agar tidak hilang begitu saja. Kata Kunci: Permainan Matematika, Daya Tarik
SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN HARGA OPSI BARRIER Djaffar Lessy
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 2 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i2.292

Abstract

Opsi yang terdapat pada pasar keuangan ada bermacam-macam, antara lain : opsi Amerika, opsi Eropa, dan juga opsi eksotik seperti opsi barrier, opsi Asia, dan lain-lain. Banyak model telah ditemukan untuk menentukan harga opsi-opsi tersebut. Untuk opsi barrier, dapat ditentukan salah satunya dengan simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menaksir interval harga opsi barrier, yang mana harga opsi barrier diprediksi berada pada interval tersebut. Kata kunci : simulasi Monte Carlo, Opsi Barrier.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mandiri Berbasis Soal Terbuka dalam Pembelajaran Kalkulus pada Prodi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar Arianti Arianti; Hardiyanto Hardiyanto
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.441

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran mandiri berbasis soal terbuka berupa Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Modul. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mandiri Berbasis Soal Terbuka ini mengikuti model pengembangan Plomp, yaitu: (1) Fase Investigasi Awal (Preliminary Investigation Phase), mencakup kajian teori pendukung, analisis masalah pembelajaran, analisis kurikulum, analisis karakteristik mahasiswa, dan analisis konsep, (2) Fase Perancangan (Design Phase), pada fase ini dirancang perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang dibutuhkan, (3) Fase Realisasi/Konstruksi (Realization/Construction Phase), pada fase ini dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian berdasarkan rancangan pada fase perancangan, dan (4) Fase Tes, Evaluasi, dan Revisi (Test, Evaluation and Revision Phase), pada fase ini dilakukan dua kegiatan utama, yaitu: (a) Validasi perangkat pembelajaran dan (b) Uji Coba. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran yang diperoleh yaitu (1) perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria kevalidan (valid: 2,5 M < 3,5) berdasarkan nilai rata-rata total validasi oleh dua orang validator terhadap SAP sebesar 3,48 dan Modul sebesar 3,42, (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria kepraktisan (terlaksana seluruhnya: 1,5 ≤ M ≤ 2,0) berdasarkan nilai rata-rata total aspek keterlaksanaan pembelajaran dari dua orang pengamat sebesar 1,54, (3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif karena ketuntasan belajar mahasiswa secara klasikal sebesar 87% telah memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu minimal 85% mahasiswa, sebanyak 24 atau 61% mahasiswa memiliki nilai kreativitas di atas nilai minimal 65, aktivitas mahasiswa dapat dikatakan ideal karena setiap kegiatan berada pada interval toleransi waktu yang diberikan, serta sebanyak 75% mahasiswa memberikan respons positif terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran Mandiri, Soal Terbuka, Kalkulus   Abstract The research aims was conducted to develop independent learning devices with open-questfon basis in fomrs of Satuan Acara Perkuliahan (SAP) or Course Unit and Module. The development process of independent learning devices with open-questions basis refered to Plomp's development model, namely: (1) Preliminary Investigation Phase, consisted of theoretical literature study, learning problem analysis, curriculum analysis, students’ characteristics analysis, and conceptual analysis; (2) Design phase, where the researcher designed the necessary learning devices and research instruments; (3) Realization/ Construction phase, where the researcher produced the learning devices amd research instruments based on the design form of the design phase; (4) Test, evaluation and revision phase, conducted in two main activities: (a) Learning devices validation, and (b) Trial process. The results of development of learning devices reveal that: (1) the learning devices have met validation criteria (valid: 2.5 ≤ M ≤ 3.5) based on validation average score of two assessors on SAP is 3.48, and the module is 3.42, (2) the development of learning devices have met the practical criteria (implemented entirely: 1.5 ≤ M ≤ 2.0) based on the average score of learning implementation aspect from two observer, 1.54; (3) the development of leaming devices is stated as effective because the students' classical learning completeness is 87% which have met the completeness criteria, where minimal 85% of the sfudents, 24 students or 61% of them obtain creative score above minimal standard of 65, students' activity can be stated as ideal because each activity is in the tolerant given time, and 75% of the students give positive response to learning instruments and learning process. Keyword: Independent Learning Devices, Open-Questions, Calculus
Penerapan Laboratorium Mini dengan Pendekatan Realistic Mathematic pada Pokok Bahasan Bilangan Pecahan Peserta Didik Kelas VII MTs. Negeri Batu Merah Ambon Ahmad Salatalohy; Ajeng Gelora Mastuti
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 1 (2017): Matematika dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i1.400

Abstract

Laboratorium mini dengan pendekatan Realistic Mathematic merupakan serangkaian kegiatan praktikum yang memerlukan alat peraga sederhana, dapat dilaksanakan di dalam kelas, dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir dan dapat membuat peserta didik untuk membangun pengetahuannya sendiri. Oleh karenanya, penerapan laboratorium mini dianggap efektif dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan laboratorium mini dengan pendekatan Realistic Mathematic pada pokok bahasan bilangan pecahan peserta didik kelas VII MTs. Negeri Batu Merah Ambon. Populasi penelitian ini sebanyak 311 orang peserta didik kelas VII MTs. Negeri Batu Merah Ambon. Sedangkan, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 orang yang terdiri dari dua kelas yang berbeda, yakni kelas VII2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel 38 orang peserta didik, dan kelas VII3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah sampel 33 orang peserta didik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan laboratorium mini sangat efektif, karena 3 dari 4 aspek indikator keefektifan dapat tercapai. Secara klasikal hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan laboratorium mini lebih baik dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, respons peserta didik terhadap proses pembelajaran menggunakan penerapan laboratorium mini dengan pendekatan Realistic Mathematic juga mendapatkan respons yang sangat positif dari, hal ini ditunjukkan dengan jumlah persentase yang mencapai rata-rata 81,81%. Sehingga sangat efektif dan berhasil penerapan laboratorium mini dengan pendekatan Realistic Mathematic pada pokok bahasan bilangan pecahan peserta didik kelas VII MTs. Negeri Batu Merah Ambon. Kata Kunci: Laboratorium Mini, Realistic Mathematics, dan Bilangan Pecahan.
PENERAPAN FUNGSI GAMMA DALAM PEMBUKTIAN 0! = 1 Amran Hapsan
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 1 (2016): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v4i1.307

Abstract

Pembuktian 0 ! = 1 dapat dilakukan dari definisi faktorial itu sendiri yaitu n! nn 1! , jika masing-masing ruas kiri dan kanan persamaan tersebut dibagi dengan n maka kita peroleh n!/n=(n(n-1)!)/n→n!/n=((n-1)!)/n . Dari persamaan ini kita bisa dapatkan 0! = 1 jika nilai n diganti dengan 1. Dalam jurnal ini akan dibahas bagaimana membuktikan 0! = 1 melalui penerapan fungsi gamma yang melibatkan sifat-sifat operasi pada integral tak wajar. Kata Kunci : Integral tertentu, integral tak wajar, fungsi gamma.
Persepsi Keterampilan Berpikir Kreatif Calon Guru Matematika di Universitas Muhammadiyah Makassar dalam Memecahkan Masalah Matematika Geometri Sri Rahayu
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 1 (2017): Matematika dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i1.401

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui pemahamn guru terhadap keterampilan berpikir kreatif. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa matematika di Universitas Muhammadiyah Makassar. Data tentang persepsi mahasiswa terhadap keterampilan berpikir kreatif dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada semua mahasiswa. Data tentang keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah geometri dikumpulkan dengan menggunakan tes pemecahan masalah open ended yang disebarkan ke semua mahasiswa. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan penyimpulannya di dasarkan atas persentase. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) 90,47% calon guru belum memahami dan mengenal konsep keterampilan berpikir kreatif dan 99,04% calon guru belum pernah mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa dan 1,9% calon guru berada pada kategori tingkatan keterampilan berpikir pada tingkatan sangat kreatif, 2,86% calon guru berada pada tingkatan keterampilan berpikir kreatif pada kategori kreatif dan 95,23% calon guru berada pada kategori tidak kreatif. Kata Kunci: Berpikir Kreatif, Calon Guru, dan Pemecahan Masalah

Page 2 of 19 | Total Record : 185