cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
ISSN : 23030992     EISSN : 26213176     DOI : -
Jurnal Matematika dan Pembelajaran is an academic journal, publishing two issues per year (June and December). It is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Indonesia. This journal seeks to provide a venue for sharing new empirical research and theoretical analysis of intersections between mathematics and education. Matematika dan Pembelajaran publishes original works that contribute to scientific discussion of the relationship between mathematics instruction, mathematics, statistics, and mathematics applied
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Asria Ratau
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 1 (2016): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v4i1.308

Abstract

The study is a quasi–eksperimental research which aims at examining (1) students’ activities and responses on the learning process by using open-ended problem approach, (2) students’ activities and responses on the learning process by using problem-solving approach, (3) the infleunce of open-ended problem approach and problem-solving approach on mathematical reasoning and communicating skills of students at SMP Negeri in Leihitu subdistrict of Central Maluku district. The population of the study was class VIII students in 6 public junior high schools (SMPN) with acreditation B in Leihitu subdistrict of Central Maluku district. Samples were selected by employing simple random sampling with schools serial number; then, from the choses school, it was determined the experimental class 1 and experimental class 2 taught by using open-ended problem approach and problem-solving approach. The collecting data consisted of students’ study result, students’ learning activities data, and students responses’ data on the learning instruments. The results of the study show that the students’ activities using open-ended problem approach is in good category and students responses’ is in fairly positiv category. Then, the students’ activities using problem-solving approach is in good category and students’ responses is in fairly positive category. The result of the inferensial analysis using multivariate analysis of variance test (MANOVA) shows that the learning approach (open ended problem and problem solving) gives significant impact on mathematical reasoning and commucating skills of class VIII students at SMP Negeri in Leihitu subdistrict of Central Maluku District. Key Words : Learning Approach, Skills Reasoning, Communication Skills
PREDIKSI NILAI MATA KULIAH MAHASISWA BERDASARKAN NILAI RAPORT, PRETEST, DAN MOTIVASI BELAJAR Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i2.230

Abstract

Penelitian ini diawali dengan permasalahan tentang bagaimana prediksi nilai mata kuliah yang akan dicapai mahasiswa jika didasarkan pada nilai raport, nilai pretest, dan motivasi belajar dalam mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Proses ini tentu tidak dapat terjawab secara langsung melalui penalaran yang biasa dilakukan oleh manusia. Namun banyak kendala yang perlu dipertimbangkan, terutama jika melibatkan suatu perhitungan rumit dan selalu berubah-ubah. Pemecahan masalah ini dapat dilakukan dengan bantuan komputer dan sistem inferensi fuzzy. Sistem inferensi fuzzy yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Mamdani. Metode Mamdani tersebut digunakan untuk memprediksi nilai mata kuliah mahasiswa. Metode ini menggunakan aturan kaidah IF-THEN dalam representasi kasusnya yang kemudian direpresentasikan ke dalam himpunan fuzzy. Sistem komputer dalam hal ini adalah Program Microsoft Office Excel 2013 yang difungsikan sebagai alat hitung untuk memprediksi nilai mata kuliah mahasiswa berdasarkan perolehan nilai raport, nilai pretest, dan motivasi belajarnya. Hasilnya diperoleh suatu pemodelan matematika dengan menggunakan aplikasi logika fuzzy, tiga variabel fuzzy, pada system inferensi fuzzy metode Mamdani yang terintegrasi dengan Program Microsof Office Excel 2013. Dengan melakukan substitusi nilai pada Program Microsof Office Excel 2013 tersebut maka nilai mata kuliah mahasiswa berdasarkan nilai raport, nilai pretest, dan tingkat motivasi belajar mahasiswa dapat diprediksi. Kata Kunci: prediksi nilai mata kuliah, nilai raport, pretest, dan motivasi belajar, fuzzy metode Mamdani, Ms. Excel 2013.
PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENGKONSTRUKSI MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI KELAS IX SMP NEGERI 2 LEIHITU Wiwin Henaulu; Patma Sopamena; Irvan Lasaiba
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 1 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i1.299

Abstract

Pandangan konstruktivisme menyatakan keberhasilan belajar bukan hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi belajar melainkan juga pada pengetahuan awal siswa. Pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa, namun secara aktif dibangun oleh siswa sendiri melalui proses berpikir siswa secara nyata. Karena proses berpikir dalam belajar merupakan proses adaptasi terhadap lingkungan yang melibatkan asimilasi, yaitu proses bergabungnya stimulus kedalam struktur kognitif. Bila stimulus baru tersebut masuk kedalam struktur kognitif diasimilasikan, maka akan terjadi proses adaptasi yang disebut kesinambungan dan struktur kognitif menjadi bertambah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2011 sampai dengan tanggal 4 Januari 2012. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam mengkonstruksi materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX SMP Negeri 2 Leihitu. Subjek penelitian sebanyak 3 orang dengan 3 kategori, yaitu; kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan proses berpikir siswa kelas IX SMP Negeri 2 Leihitu dalam mengkonstruksi materi bangun ruang sisi lengkung yaitu; pada siswa berkemampuan tinggi (EL) dalam memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan mengecek kembali penyelesaian masalah adalah abstraksi reflektif sekaligus asimilasi. Pada siswa berkemampuan sedang (BA) dalam memahami masalah adalah abstraksi reflektif dan asimilasi. Menyusun rencana penyelesaian adalah abstraksi reflektif, akomodasi dan asimilasi. Melaksanakan rencana penyelesaian masalah adalah abstraksi reflektif, abstraksi empirik-semu dan asimilasi. Mengecek kembali penyelesaian abstraksi reflektif. Sedangkan proses berpikir siswa berkemampuan rendah (AL) cukup pada memahami masalah adalah abstraksi reflektif sekaligus asimilasi. Kata Kunci : Proses Berpikir Siswa, Mengkonstruksi, Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung
Analisis Pemecahan Masalah Berbasis Polya pada Materi Perkalian Vektor Ditinjau dari Gaya Belajar Dian Fitri Argarini
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.448

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kesalahanpemecahan masalah berbasis Polya pada materi perkalian vektor yang ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan matematika IKIP Budi Utomo Malang yang telah dikelompokkan berdasarkan gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat dideskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian vektor adalah sebagai berikut: (1) Subjek dengan gaya belajar visual mampu memahami masalah dengan baik dan merencanakan penyelesaian masalah tersebut, pada tahap pelaksanaan penyelesaian subjek visual kurang teliti dalam mengerjakan sehingga terjadi kesahan operasi, sedangkan pada tahap terakhir subjek tidak melakukan pemeriksaan kembali, (2) Subjek auditorial memiliki kemampuan pemahaman masalah yang baik, selanjutnya dalam tahap perencanaan subjek mampu menentukan rencana penyelesaian masalah dengan benar dan menyelesaiakan masalah dengan tepat, selain itu subjek auditorial juga memeriksa kembali jawaban yang telah diberikan. Kata kunci: analisis pemecahan masalah, Polya, perkalian vektor, gaya belajar Abstract The purpose of this research is to describe the result of analysis of problem solving of Polya based problem on vector multiplication material which viewed from learning style. This research includes the type of descriptive qualitative research. Subjects taken in this study are students of mathematics education program IKIP Budi Utomo Malang which has been grouped based on visual learning style and auditorial learning style. Based on the results of the analysis that has been done can be described the problem-solving abilities in the material vector multiplication is as follows: (1) Subjects with visual learning styles are able to understand the problem well and plan the settlement of the problem, at the implementation stage of the completion of visual subjects less careful in doing so (2) The auditorial subject has the ability to understand a good problem, then in the planning stage of the subject is able to determine the plan of problem resolution correctly and solve the problem correctly, in addition the auditorial subject also check again the answer has been given. Keywords: analysis of problem solving, Polya, vector product, learning style
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SMA NEGERI 1 CAMPALAGIAN Agus Salim Mardin
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 2 (2016): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v4i2.289

Abstract

This study aims to determine whether there is a difference in students' mathematics learning outcomes that follow the model of cooperative learning with concept mapping approach with students who take cooperative learning model (without using concept maps). In addition, this study has the purpose to determine the effectiveness of cooperative learning model with the concept map approach to the material dimension of three classes X SMA Negeri 1 Campalagian. The results showed that: (1) There are differences in average mathematics learning outcomes (post-test) between students taught with cooperative learning model to approach the concept maps and students taught with cooperative learning model, it is shown by the results of the calculation of the t-test be the Sig = 0.001 at 5% significance level. (2) There are differences in average mathematics learning outcome (gain) between students taught with cooperative learning model to approach the concept maps and students taught with cooperative learning model, it is shown by the results of the t-test calculation of a value Sig = 0,000 at the 5% significance level. (3) The average score for math learning outcomes (post-test) Eksperimen1 class of 80.5588 with a standard deviation of 7.37 gain increased by 0.73 with a standard deviation of 0.079, while the average score of mathematics learning outcomes (post-test ) Eksperimen2 class of 74.1515 with a standard deviation of 7.35 increased gain of 0.65 with a standard deviation of 0.074. (4) The average score of student activity and class Eksperimen2 Eksperimen1 grade of 3.56 with the category of "Highly Active". (5) The average score balanced response Eksperimen1 grader at 3.97 and at 3.92 Eksperimen2 class with category "Extremely Positive". (6) Application of Cooperative Learning Models with Concept Maps more effective approach than the Application of Cooperative Learning Model in Three Dimensions material Class X SMA Negeri 1 Campalagian. Key Words: Cooperative learning model, and concept mapping approach.
Profil Berpikir Kritis Mahasiswa PGMI dalam Memecahkan Masalah Matematika Dasar Sintha Sih Dewanti
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.451

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis mahasiswa PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam memecahkan masalah matematika dasar. Pemecahan masalah merupakan proses mental tingkat tinggi dan memerlukan proses berpikir yang lebih kompleks termasuk berpikir kritis. Pemecahan masalah juga mempunyai hubungan timbal balik dengan berpikir kritis. Berpikir kritis pada penelitian ini mengacu pada berpikir kritis dengan kriteria FRISCO. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini diambil 9 subjek penelitian, yaitu 3 subjek pada kemampuan matematika dasar tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal pemecahan masalah dan wawancara. Ada 5 tipe masalah yang digunakan dalam soal pemecahan masalah yaitu: simple translation problem, complex translation problem, process problem, applied problem, dan puzzle problem. Profil berpikir kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika dasar menurut kriteria FRISCO pada setiap langkah pemecahan Polya sebagai berikut: a) Mahasiswa dengan KPM tinggi mengetahui fokus, alasan, situasi dan kejelasan dalam setiap tahap pemecahan masalah juga menjelaskan inferensinya pada setiap tahap pemecahan masalah Polya pada simple translation problem, complex translation problem, dan applied problem, tetapi belum dapat untuk 2 masalah lainnya; b) Mahasiswa dengan KPM sedang, mengetahui fokus, alasan, situasi dan kejelasan dalam setiap tahap pemecahan masalah juga menjelaskan inferensinya pada setiap tahap pemecahan masalah Polya pada simple translation problem dan applied problem tetapi belum dapat untuk 3 masalah lainnya; dan c) Mahasiswa dengan KPM rendah, mengetahui fokus, alasan, inferensi, situasi, klarifikasi dan memeriksa kembali pada setiap langkah pemecahan masalah Polya pada masalah simple translation problem, dan belum dapat pada puzzle problem, sedangkan untuk 3 masalah lainnya mengetahui fokus dan alasan hanya sampai pada langkah melaksanakan strategi, tetapi belum dapat mengetahui inferensinya. Kata kunci: berpikir kritis, pemecahan masalah, kemampuan matematika dasar Abstract The purpose of this research is to describe the critical thinking profile of PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta students in solving basic mathematics problems. Problem solving is a high level mental process and requires a more complex thinking process including critical thinking. Problem solving also has a reciprocal relationship with critical thinking. Critical thinking in this study refers to critical thinking with the FRISCO criteria. The type of this research is descriptive research with qualitative approach. In this study, 9 subjects taken, that is 3 subject to the ability of high-basic mathematic, medium, and low. Data was collected by way of tests and interviews. There are 5 types of problems used in problem solving tests: simple translation problem, complex translation problem, problem process, applied problem, and puzzle problem. The profile of critical thinking of students in solving basic mathematics problems according to FRISCO criteria at each polya solving step as follows: a) Students with high problem solving abilitys know the focus, reason, situation and clarity in every problem solving step also explain the inferences at each stage of solving Polya problem on simple translation problem, complex translation problem, and applied problem, but not yet for 2 other problems; b) Students with medium problem solving abilitys know the focus, reason, situation and clarity in each stage of problem solving also explain the inferences at each stage of polya problem solving on simple translation problem and applied problem but not yet for the other 3 problems; and c) Students with low problem solving abilitys know the focus, reason, inference, situation, clarification and re-examine each step Polya problem solving on the problem of simple translation problem, and not yet in the puzzle problem, while for 3 other problems know the focus and reason only to the step of implementing the strategy, but not yet know the inferences. Keywords: critical thinking, problem solving, basic math ability
Adversity Quotient Mahasiswa Pemrogram Skripsi (Adversity Quotient of Student Programming Thesis) Suhartono Suhartono
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i2.235

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskribsikan adversity quotient mahasiswa pemrogram skripsi. Adversity Quotient merupakan intelejensi khusus yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kesulitan yang dihadapi. Kesulitan mahasiswa yang berhubungan dengan kuliah dapat berupa menyelesaikan tugas yang diberikan dosen, mengerjakan ujian, termasuk menyelesaikan skripsi. Skripsi adalah termasuk salah satu mata kuliah wajib, sehingga setiap mahasiswa harus memprogram dan menyelesaikannya. Sehingga dibutuhkan keuletan untuk dapat menyelesaikan skripsi. Ketahanan ini diperlukan mahasiswa utuk menghadapi kesulitan dan tantangan dalam pelaksaanaan penulisan skripsi. Mahasiswa diberi anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa berupa tingkat ketahanan yang berbeda. Tingkat ketahanan dalam menghadapi kesulitan dapat diukur dengan Adversity Response Profile (ARP). Skor AQ dapat digunakan sebagai acuan bagaimana seorang mahasiswa merespon kesulitan yang dihadapi. Mahasiswa dapat dikelompokkan ke dalam kategori quitter, camper, dan climber. Berdasarkan hasil ARP diperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa menempati kategori peralihan camper. Kata Kunci: adversity quotient, skripsi The research aimed to describe adversity quotient of student programing thesis Adversity Quotient is a special inteligency that is related to student's ability in order to face problem. The problem could be an assigment that is given by lecturer, an examination, and also a thesis. Thesis is one of main subject that has to be programmed by the student. In order to finish the thesis, the student need to be endure. Each student has been given by God with different endurance. The level of endurance in facing the problem can be measured using Adversity Response Profile (ARP). AQ's score can be used as a reference in how student respons the problem. Based on this AQ's score, the student can be classified into three groups i.e. quitter, camper, and climber. The result of ARP shows that the majority of students are in the transition to camper. Keyword: adversity quotient, thesis.
ANALISIS KOMPONEN UTAMA Mariana Mariana
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 2 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i2.304

Abstract

Mengatasi masalah multikolinieritas pada analisis regresi linier berganda dapat menggunakan analisis komponen utama (principal component analysis). Penggunaan analisis komponen utama bertujuan untuk mereduksi dimensi data yang saling berkorelasi menjadi dimensi data yang tidak saling berkorelasi yaitu variabel-variabel baru yang saling bebas atau tidak berkorelasi. Regresi komponen utama cukup efektif dalam mengatasi masalah multikolinearitas. Ini terlihat dimana nilai VIF pada regresi komponen utama bernilai satu hal ini menunjukkan tidak terdapat korelasi antar variabel komponen utama. Kata Kunci : Komponen Utama
Meningkatkan Hasil Belajar Trigonometri melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (Tps) Siswa Kelas X1 SMA Muhammadiyah Ambon Syafruddin Kaliky
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 1 (2017): Matematika dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i1.404

Abstract

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran dengan setting kelas yang dibuat secara berkelompok, yang bermaksud untuk dapat membantu siswa dalam proses konstruksi pengetahuannya, karena selain siswa belajar bersama guru, siswa juga belajar bersama–sama teman di kelompok kecil. Sementara model pembelajaran kooperatif tipe Think–Pair–Share (TPS) merupakan pembelajaran dengan pendekatan struktural (PS) dimana siswa ditempatkan dalam kelompok belajar yang heterogen dengan beranggota 2 orang atau berpasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar trigonometri siswa kelas X1 SMA Muhammadiyah Ambon dengan pembelajaran kooperatif tipe Think- Pair -Share. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian tindakan kelas (classroom actions research). Subjek penelitian yaitu siswa kelas X1 SMA Muhammadiyah Ambon tahun ajaran 2010/2011 berjumlah 21 orang siswa. Namun data lengkap yang digunakan untuk dianalisis dalam penelitian ini berjumlah 16 orang siswa Instrument yang digunakan berupa soal tes dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Muhammadiyah Ambon pada materi trigonometri. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada hasil tes yang dimulai dari tes akhir siklus I hingga tes akhir siklus III. Pada tes akhir siklus I diperoleh nilai 60 sebanyak 5 siswa (31,25%) dan rata-rata kelas 49,47. Pada siklus II juga terjadi peningkatan dimana siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 8 siswa (50%) dengan rata-rata kelas pada tes akhir siklus II yaitu 57,75. Selanjutnya pada siklus III terjadi peningkatan yaitu siswa yang memperoleh nilai 60 sebanyak 12 siswa (75%) dengan rata-rata kelas pada tes akhir siklus III meningkat menjadi 68,75. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TPS, Hasil Belajar, Trigonometri
PENENTUAN HARGA OPSI EROPA DENGAN MODEL BINOMIAL Djaffar Lessy
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 1 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i1.295

Abstract

Banyak model telah ditemukan untuk menentukan harga opsi. Model binomial dianggap sebagai model yang paling sederhana. Model ini digunakan dengan asumsi bahwa pergerakan bahwa harga aset hanya memiliki dua kemungkinan kejadian, yaitu harga aset naik atau harga aset turun. Untuk menentukan harga opsi Eropa dengan model binomial terbagi atas dua model, yaitu: model binomial dan model binomial kombinatorik. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa harga opsi Eropa dengan model binomial konvergen ke harga opsi menurut rumus Black-scholes. Kata kunci : opsi Eropa, model binomial

Page 4 of 19 | Total Record : 185