cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
ISSN : 23030992     EISSN : 26213176     DOI : -
Jurnal Matematika dan Pembelajaran is an academic journal, publishing two issues per year (June and December). It is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Indonesia. This journal seeks to provide a venue for sharing new empirical research and theoretical analysis of intersections between mathematics and education. Matematika dan Pembelajaran publishes original works that contribute to scientific discussion of the relationship between mathematics instruction, mathematics, statistics, and mathematics applied
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Mengajarkan Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar Suhartono Suhartono
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 2 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i2.671

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang mengajarkan pemecahan masalah matematika di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah analisa literatur. Beberapa literatur yang berhubungan dengan pemecahan masalah dan pemecahan masalah matematika dianalisa untuk mendapatkan informasi tentang cara mengajarkan pemecahan masalah matematika di sekolah dasar. Pemecahan masalah merupakan sebuah kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran matematika. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi, sangat tergantung kepada pengalaman belajar peserta didik ketika di jenjang sekolah dasar. Oleh karena itu, mengajarkan pemecahan masalah matematika sejak jenjang sekolah dasar merupakan sesuatu yang penting. Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) setidaknya membutuhkan dua kemampuan, yaitu (1) kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, dan (2) kemampuan untuk merencanakan strategi untuk memecahkan masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu bentuk keterampilan kognitif. Dengan demikian, kemampuan pemecahan masalah ini akan tergantung setidaknya pada dua hal. Pertama, pengetahuan awal yang dimiliki oleh peserta didik (previous knowledge). Kedua, kemampuan peserta didik untuk memanggil pengetahuan yang tersimpan dalam memori jangka panjangnya (long-term memory). Mengajarkan pemecahan masalah matematika di jenjang sekolah dasar membutuhkan sejumlah kemampuan. Pertama, kemampuan mengajarkan cara untuk mengidentifikasi masalah matematika yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Kedua, kemampuan untuk mengajarkan strategi untuk memecahkan masalah matematika Kata kunci: Pemecahan Masalah, Pemecahan Masalah Matematika, Sekolah Dasar Abstract This article discusses about how to teach mathemathical problem solving on elementary school. The method that is used to write this article is literature analysis. Some literatures which are related to problem solving and mathematical problem solving are analysed in order to find information about how to teach mathematical problem solving on elementary school. Problem solving is a competency that is has to be mastered by students in mathemathics education. It is stated in Indonesian curriculum document. The ability of students to solve mathematical problem on higher education is rely on their ability to solve mathematical problem on elementary school. For this reason, it is important to teach mathematical problem solving since elementary school. Problem solving need minimally two abilities, that are (1) the ability to identify the problem, and (2) the ability to plan a strategy to solve the problem. Problem solving is one kind of cognitive skills. For this reason, this skill is depended on two factors. Firstly, previous knowledge that is own by the student. Secondly, the ability of student to retrieve the information from long-term memory.
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Trigonometri Ditinjau dari Tipe Kepribadian dan Tingkat Kecemasan Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Makassar Kasriana Kasriana; Rasid Ode
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 2 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i2.667

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan siswa SMA dalam memecahkan masalah berdasarkan tipe kepribadian dan tingkat kecemasan belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Makassar dengan cara stratified sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa:(1) dalam memahami masalah, siswa tipe idealist tingkat kecemasan tinggi tidak menuliskan syarat cukup dan syarat perlu; (2) dalam membuat rencana pemecahan masalah, siswa mampu dalam menentukan informasi yang relevan untuk menyelesaikan soal; (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa mengerjakan soal sesuai dengan langkah pemecahan masalah. (1) dalam memahami masalah, Subjek idealist dengan tingkat kecemasan rendah mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan; (2) dalam membuat rencana pemecahan masalah, siswa mampu mengaitkan antara hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan; (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa menggunakan langkah-langkah yang telah disusun. (1) dalam memahami masalah, siswa tipe rational dengan tingkat kecemasan tinggi tidak menuliskan syarat cukup dan syarat perlu; (2) dalam membuat rencana pemecahan masalah, siswa mampu menerima informasi yang digunakan untuk menentukan rumus. (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa mampu menyelesaikan soal sesuai strategi yang telah dirancang. (1) dalam memahami masalah, siswa tipe rational dengan tingkat kecemasan rendah tidak menuliskan syarat cukup dan syarat perlu; (2) dalam membuat rencana pemecahan masalah, siswa mampu mengaitkan informasi yang ada pada soal; (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa mampu menggunakan langkah-langkah secara benar. Kata kunci: Pemecahan masalah, tipe kepribadian, kecemasan belajar Abstract This study aimed to describe the high school students in solving problems based on personality types and levels of anxiety learn. The subjects were students of class X SMA 6 Makassar with stratified sampling.The results showed that: (1) in understanding the problem, studentstype of idealist high anxiety levels did not write sufficient conditions and a necessary condition; (2) in planning problem solving, students are able to determine the relevant information to solve problems; (3) in carrying out the plan of solving the problem, the students do the problems in accordance with the troubleshooting steps. (1) in understanding the problem, subject idealist with low anxiety level is able to write what is known and what is being asked; (2) in planning problem solving, students are able to find connections between things that are known and things that were asked; (3) in carrying out the plan of solving the problem, the students use the steps that have been prepared. (1) in understanding the problem, students rational types with high anxiety levels did not write sufficient conditions and a necessary condition; (2) in planning problem solving, students are able to receive the information used to determine the formula. (3) in carrying out the plan of solving the problem, students are able to solve problems that have been designed in accordance strategy. (1) in understanding the problem, students rational types with low anxiety levels did not write sufficient conditions and a necessary condition; (2) in planning problem solving, students are able to associate the information on the matter; (3) in carrying out the plan of solving the problem, students are able to use the steps correctly
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA STANDAR PISA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Fahruh Juhaevah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v5i2.770

Abstract

This research aimed to describes profile of students’ reflective thinking ability in junior high school within solved mathematical in standardized PISA form problem based on gender different. Reflective thinking has theree components, such as reacting, comparing, and contemplating for each Polya’s problem solving steps. Subject consists of two students, one male and one female in SMPN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan. Subjects are choosen based on mathematical ability test. Data of research is obtained by the result of problem solving test and interviewed that do twice. The second test is data triangulation that make sure validation of research data. The result of test and interview is used to describe profile of students’ reflective thinking within solved problem. The result of research shows generally male student does reacting, comparing, and contemplating at the understanding and looking back step, but male student does not compare at the planning and carrying out step. Female student does all components of reflective thinking at the understanding and looking back step, but female student does not compare at the planning and carrying out step. Male student does compare at the planning but male student does not compare at the carrying out step in quantity problem. Male student does not compare at planning step but male student do compare at the carrying out step in change and relationship problem. Female student do all components of reflective thinking in PISA problem that related to change and relationship problem.
SCHEMATIC REPRESENTATION: HOW STUDENTS CREATING IT? Anwar, Rahmad Bustanul; Rahmawati, Dwi; Widjajanti, Kristina
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya representasi skematis murni dan representasi skematis campuran yang diciptakan oleh siswa selama menyelesaikan word problem. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriprif. Dalam penelitian ini melibatkan 45 siswa kelas 8. Sedangkan untuk memilih subjek tidak dipilih secara acak, namun dipilih berdasarkan kemampuan siswa dalam menciptkan representasi skematik. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta siswa untuk menyelesaikan Tugas Pemecahan Masalah secara think aload, yaitu siswa diminta untuk menyuarakan apa yang dipikirkannya. Selain itu siswa juga menuangkan pikirannya mengunakan kertas dan pensil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses representasi skematis murni diciptakan siswa dengan membuat gambar skema berupa garis besar dari masalah dan dilengkapi dengan beberapa keterangan pokok yang ada dalam masalah. Sedangkan proses representasi skematis campuran diciptakan siswa dengan membuat gambar skema yang dilengkapi dengan keterangan-keterangan dan gambar nyata yang sesuai dengan situasi dalam masalah. Kedua jenis representasi skematis ini sangat efektif dalam membantu siswa dalam menyelesaikan word problem. Kata kunci: representasi skematis, representasi skematis murni, representasi skematis campuran. This study aims to describe the process of formation of pure schematic representation and mixed schematic representation created by students during solving word problem. The type of research used is descriptive qualitative. In this study involving 45 students 8th grade. While to select the subject not selected at random, but selected based on the ability of students in creating schematic representation. The data collection is done by asking the students to solve the Problem-solving Tasks of think a load, ie the students are asked to voice what they think. In addition students also pour their minds using paper and pencil. The results of this study indicate that the process of pure schematic representation is created by creating schematic drawings in the form of an outline of the problem and supplemented with some basic information that exists in the problem. While the process of mixed schematic representation was created by the students by drawing schematic drawings with explanations and real images that fit the situation in the problem. Both types of schematic representation is very effective in assisting students in solving word problem. Keywords: representation, schematic representation, pure schematic, mixed schematic.
TRANSLATION BETWEEN MATHEMATICAL REPRESENTATION: HOW STUDENTS UNPACK SOURCE REPRESENTATION? Rahmawati, Dwi
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa aktrivitas mahasiswa pada tahap unpack the source ketika melakukan translasi representasi verbal ke grafik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 20 mahasiswa pendidikan matematika. Data dikumpulkan melalui tes disertai think aloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa dalam membongkar sumber (unpack the source) adalah membaca masalah dengan teliti, menggambar skema dari situasi verbal, mengidentifikasi hal yang diketahui, mengidentifikasi hal yang ditanyakan, meninterpretasi informasi dan mengidentifikasi informasi baru. Kata kunci: Tranlasi, Representasi, Unpack This study aimed to examine the activity of students in unpacking the source during the translation process of verbal to the graph representations. This research was a qualitative descriptive study. Subject of this study are twenty students of mathematics education program. The data were collected through the think-aloud test. The results showed that the activities of students in unpacking the source are reading the questions carefully, drawing the scheme of the verbal situation, identifying the things that are known, identifying the things that are asked, interpreting information and identifying new information. Schemes facilitate students in unpacking the source. The results of this research can be used as consideration to minimize the difficulties of students in unpacking the source when performing translation of verbal to the graph representation. This research is also limited to the representation translation from verbal to graph representation, has not examined the other representation such as verbal to symbolic or otherwise. So, those problem can be examined in the next research. Keywords: Translation, Representation, Unpack
THE EFFECTIVENESS OF THE GUIDED DISCOVERY LEARNING (GDL) METHOD USING A CONTEXTUAL APPROACH REVIEWED FROM MATHEMATICAL CRITICAL THINKING ABILITY OF SENIOR HIGH SCHOOL IN MUNA DISTRICT Agus, Imaluddin; Fitriani, Fitriani
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode pembelajaran penemuan terbimbing menggunakan pendekatan kontekstual dalam hal keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara pada tahun 2016/2017. Pengumpulan data diperoleh melalui penyediaan empat item pertanyaan instrumen tes keterampilan berpikir kritis, di mana setiap pertanyaan mewakili indikator kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t satu sampel. Temuan menunjukkan bahwa nilai uji t 2,719> (t_0,05,27) = 2,0518, yang dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran penemuan terbimbing efektif dalam hal kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Hasil ini didukung oleh peningkatan rata-rata pretest 27,66 ke posttest 76,00 yang lebih tinggi dari kriteria penguasaan mengajar minimum (KKM) dari 70. Kata kunci: belajar penemuan, kontekstual, berpikir kritis, matematika This study aimed to test the effectiveness of guided discovery learning method using a contextual approach in terms of students' critical thinking skills of SMP. Type of research used was quasi experiment. Population in this research was all VIII grader students of Senior High School in sub-district Kontukowuna, Muna districts, Southeast Sulawesi in 2016/2017. Data collection was obtained through the provision of four items of question of critical thinking skills test instrumen, where each question represents an indicator of critical thinking ability and observation sheet of learning implementation. Research result was analyzed using one sample t test. The findings showed that t test value 2,719> (t_0.05,27) = 2.0518, which can be concluded that the guided discovery learning method was effective in terms of the critical thinking ability of junior high school students. This result was supported by the increase of average of pretest 27.66 to posttest 76.00 which was higher than the minimum teaching mastery criteria (KKM) of 70. Keywords: discovery learning, contextual, critical thinking, math
DEFINITION CONSTRUCTED PROCESS IN MATHEMATICS LEARNING Netti, Syukma; Juhaevah, Fahruh
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.831

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mendukung kemampuan profesional guru adalah penguasaan guru tentang ilmu psikologi kognitif. Salah satu kajian dari ilmu kognitif adalah tentang bagaimana siswa belajar. Tulisan ini membahas tentang bagaimana pemahaman terhadap definisi berkembang dalam pikiran siswa. Seorang guru tidak hanya memfasilitasi siswa untuk memiliki konsep definisi sebaiknya sampai memiliki konsep image. Kata kunci: konsep image, konsep definisi, mental image One factor that can support the teacher's professional abilities is the mastery of the teacher about cognitive psychology. One study of cognitive science is about how students learn. This paper discusses how understanding of definitions develops in the minds of students. A teacher does not only facilitate students to have a definition concept, it is better to have an image concept.
EXPLORATION OF PROBLEM-POSING ABILITY OF THE STUDENTS OF CLASS VII-D OF STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 4 KINTAMANI THROUGH MATHEMATICAL PROBLEM-BASED ETHNOMATHEMATICS Darmayasa, Jero Budi
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.834

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan kemampuan Problem Posing siswa kelas VII SMPN 4 Kintamani terutama pada dimensi kreatif. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa siswa Kelas VII secara umum sudah mulai menunjukkan kreativitasnya dalam mengajukkan soal/pertanyaan berkaitan dengan matematika. Disamping itu, pemberian soal-soal matematika berbasis Ethnomathematics atau Mathematical Problem based Ethnomathematics (MPbE) memberikan warna tersendiri dalam diskusi kelas, karena bagi siswa merupakan hal baru. Mereka baru menyadari bahwa berbagai aktivitas agama dan budaya yang selama ini dilakukan berkaitan dan bahkan kaya dengan konsep-konsep matematika seperti yang mereka pelajari di sekolah. Kata kunci: Ethnomathematics, PBL, Problem Posing This is descriptive research. The research aims to explore and describe the ability of Problem-Posing of class VII students of State Junior High School 4 Kintamani notably in the creative dimension. Based on the data obtained, it is found out that generally, Class VII students started to demonstrate their creativity in asking questions/problem related to mathematics. Moreover, by giving mathematical Problem-based Ethnomathematics (MPbE) provides its own coloring in the class discussions, for it is new to the students. They have just realized that the various religious and cultural activities that had been carried out were related to and even rich in mathematical concepts just likewhat they had learned in school. Keywords: Ethnomathematics, Problem Based Learning, Problem Posing
EVALUATION OF THE LEARNING PROGRAM OF MATHEMATICS STUDY PROGRAM AT ISLAMIC INSTITUTE OF MUHAMMADIYAH SINJAI Danial, Danial; Nurjannah, Nurjannah; Mirna, Mirna
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran matematika di Lembaga Agama Islam Muhammadiyah Sinjai, di samping penelitian ini untuk mendeskripsikan masalah yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di Lembaga Agama Islam Muhammadiyah Sinjai yang meliputi perencanaan pembelajaran , implementasi pembelajaran, dan penilaian pembelajaran semester. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, lembar observasi dan, dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah dosen matematika yang mengajar di Program Studi Matematika sebanyak 3 dosen yang memiliki latar belakang pendidikan magister berbeda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Evaluasi Konteks, dalam aspek ini menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara kesiapan sekolah, staf pengajar, dengan tujuan program pembelajaran matematika di Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai, dikategorikan sangat baik, (2) Input Evaluasi, pada aspek input pembelajaran Matematika untuk mata pelajaran SY, IM dan FT berada dalam kategori baik (B), (3) Evaluasi Proses, dalam aspek proses pelaksanaan pembelajaran matematika untuk mata pelajaran SY dan IM dalam kategori baik dan untuk mata pelajaran FT dalam kategori cukup, (4) Evaluasi Produk, Penilaian pembelajaran matematika oleh guru berdasarkan kurikulum Program Studi dalam mata pelajaran SY, IM dan FT berada dalam kategori cukup. Kata kunci: Evaluasi konteks, input evaluasi, evaluasi proses, evaluasi produk This study aims to describe the results of evaluating the implementation of mathematics learning at the Islamic Institute of Muhammadiyah Sinjai, in addition to this study to describe the problems that arise in the implementation of mathematics learning at the Islamic Institute of Muhammadiyah Sinjai which includes learning planning, learning implementation, and semester learning assessment. The instruments used in this study were questionnaires, observation sheets and, documentation. The subjects of this study were mathematics lecturers who taught in the Mathematics Study Program as many as 3 lecturers who had different master's educational backgrounds. The data analysis technique used in this study is qualitative data analysis. The results showed that (1) Context Evaluation, in this aspect showed that there was a match between school readiness, teaching staff, with the aim of the mathematics learning program at the Islamic Institut of Muhammadiyah Sinjai, categorized very well, (2) Input Evaluation, on the input aspect Mathematics learning for SY, IM and FT subjects is in a good category (B), (3) Process Evaluation, in the aspects of the process of implementing mathematics learning for SY and IM subjects in the good category and for FT subjects in the sufficient category, (4) Product Evaluation, Assessment of mathematics learning by teachers based on the Study Program curriculum in SY, IM and FT subjects is in the sufficient category. Keywords: Context Evaluation, Input Evaluation, Process Evaluation, Product Evaluation
COVER DEPAN, DEWAN REDAKSI, COVER BELAKANG Cover Belakang, Cover Depan Dewan Redaksi
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v7i1.833

Abstract

MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN VOLUME 7, NOMOR 1 TAHUN 2019

Page 7 of 19 | Total Record : 185