cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI REMAJA PUTRI DALAM MENGKONSUMSI TABLET Fe Ahmadhani, Nova Adelia; Wardhani, Ratih Kusuma; Dumilah, Retno; Rosmala, Ni Wayan Dwi
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.926

Abstract

Pendahuluan: Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri akibat menstruasi rutin dan masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Pemerintah telah mengupayakan pencegahan melalui pemberian tablet Fe di sekolah, namun tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet tersebut masih rendah. Lingkungan dan dukungan keluarga diduga berperan dalam membentuk motivasi remaja untuk mengonsumsi tablet Fe secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan dan dukungan keluarga dengan motivasi remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe. Metodologi: Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross- sectional. Populasi penelitian adalah 540 siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Tumpang, dengan sampel sebanyak 85 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,1 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,1) dan koefisien korelasi (r) = 0,349; nilai p-value 0,000 (<0,1) dan koefisien korelasi (r) = 0,416 termasuk dalam kategori sedang dan positif. Artinya, semakin baik lingkungan remaja dan dukungan orang tua, maka semakin termotivasi remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe. Diskusi: lingkungan dan dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi remaja putri untuk mengonsumsi tablet Fe. Berdasarkan hasil tersebut, disaranakan remaja putri untuk menjalin komunikasi yang baik dan terbuka dengan orang tua sehingga akan tercipta lingkungan sehat. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Lingkungan, Motivasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN STATUS KESEHATAN ANAK: KAJIAN PADA IMUNISASI DASAR Syahadatina, Syahadatina; Simanjuntak, Donal Anjar
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.911

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Namun, di Indonesia masih terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, sikap, serta faktor sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap ibu, dan status kesehatan anak terkait imunisasi dasar. Desain penelitian menggunakan kuesioner berisi 21 item dengan skala Likert yang dibagikan kepada ibu dengan anak usia PAUD. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,894, menandakan konsistensi internal yang sangat baik. Analisis deskriptif menunjukkan rerata skor pengetahuan 21,00, sikap 20,57, dan kesehatan anak 20,80. Hasil korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif sangat kuat antara pengetahuan, sikap, dan kesehatan (r=0,813–0,905; p<0,001). Temuan ini mendukung teori Health Belief Model (HBM), di mana pengetahuan membentuk sikap positif yang berpengaruh pada perilaku kesehatan, termasuk kepatuhan imunisasi. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu berperan penting dalam mendukung sikap positif dan kelengkapan imunisasi anak. Intervensi berupa edukasi kesehatan berbasis pengetahuan direkomendasikan untuk meningkatkan cakupan imunisasi nasional. Kata kunci: imunisasi dasar, pengetahuan, sikap ibu, kesehatan anak, Health Belief Model
DUKUNGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN SELF-CARE TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Murniati, Anis; Munawaroh, Intan; Hermawati, Andyanita Hanif
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.912

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan self-care yang baik untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan perawatan mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 33 responden keluarga penderita DM di Desa Bangoan, Tulungagung, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Diabetes Quality of Life (DQOL) yang telah dimodifikasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Diskusi: sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (72,7%) dan kualitas hidup tinggi (57,6%). Dukungan emosional dan penghargaan tinggi ditemukan pada semua responden. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup, di mana dukungan tinggi berasosiasi dengan kualitas hidup tinggi. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang optimal berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan self-care dan kualitas hidup penderita DM. Intervensi keluarga dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memaksimalkan hasil perawatan. Kata Kunci: Diabetes mellitus, dukungan keluarga, kualitas hidup, self-care
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PENGETAHUAN MATERNAL TENTANG PERAWATAN IBU KANGGURU PADA BAYI DENGAN BERAT LAHIR RENDAH: SEBUAH STUDI PRA-EKSPERIMENTAL Agustin, Lia; Rahmawati, Dian; Tias, Indra Widyaning
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.913

Abstract

Bayi dengan berat lahir rendah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena bayi ini memiliki risiko tinggi kematian. Karena lemak subkutan pada BBLR masih terbatas, insulasi termal kurang. Mereka cenderung menjadi hypothermic dan memerlukan perawatan inkubator . Besarnya biaya menciptakan beban yang tinggi bagi keluarga yang dipaparkan dengan pengalaman segar dimulainya perawatan ibu kangguru. Perawatan ibu kangguru adalah salah satu alternatif yang sederhana dan murah untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan terhadap pelaksanaan KMC dan pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan KMC pada ibu yang mempunyai BBLR. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Populasinya terdiri dari 30 ibu dengan bayi BBLR di Ruang Perinatologi, yang diperoleh menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji tanda Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pendidikan, 43,3% ibu memiliki pengetahuan yang buruk. Setelah pendidikan, 46,7% memiliki pengetahuan yang baik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (< 0,05), menunjukkan pengaruh signifikan pendidikan terhadap pengetahuan ibu mengenai KMC. Pendidikan tentang KMC disarankan untuk diintegrasikan ke dalam perawatan rutin dan dilanjutkan di rumah untuk mengoptimalkan kesehatan bayi berat lahir rendah. Kata Kunci : BBLR, Perawatan Ibu Kanguru, Pengetahuan ibu
PENGALAMAN DAN PERSEPSI TENAGA KESEHATAN DALAM PENERAPAN QUADRANT OF DIFFICULTY–USEFULNESS (QODU) PADA PERENCANAAN PROGRAM TUBERKULOSIS: STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN JOMBANG Sukartini, Binti; Mawarti, Herin; Zakaria, Achmad
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.921

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan beban kasus yang tinggi. Upaya perencanaan program yang lebih efektif diperlukan untuk mendukung pencapaian target eliminasi TBC. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan adalah Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), yang memetakan prioritas program berdasarkan tingkat kesulitan dan kebermanfaatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan mengenai penerapan metode QoDU dalam perencanaan program TBC di Puskesmas wilayah Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Informan adalah enam penanggung jawab program TBC yang dipilih secara purposif dari Puskesmas dengan capaian program berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan semi-terstruktur. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik melalui proses transkripsi, pengkodean, identifikasi tema, dan penyusunan subtema. Validitas temuan diperkuat dengan triangulasi data menggunakan dokumen perencanaan dan hasil kuantitatif sebelumnya. Hasil: Informan menyatakan QoDU membantu memvisualisasikan prioritas program secara sederhana dan praktis. Metode ini mempermudah diskusi lintas program, mengurangi subjektivitas, serta mempercepat pengambilan keputusan. Keterlibatan multipihak juga meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil perencanaan. Kesimpulan: QoDU dinilai bermanfaat sebagai alat inovatif dalam perencanaan program TBC di Puskesmas dan berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan kesehatan di layanan primer. Kata kunci: Tuberkulosis, Perencanaan Program, Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), Persepsi Tenaga Kesehatan, Studi Kualitatif
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF Santoso, Puguh; Pujianto, Tutut; Yuni A, Dinar
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.920

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia produktif. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak seimbang, seperti tingginya asupan natrium dan lemak jenuh serta rendahnya makan buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel sebanyak 36 responden berusia 15–64 tahun dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan melalui food frequency questionnaire (FFQ) terstandar, sedangkan status hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer aneroid. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan responden dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat lebih banyak mengalami hipertensi (36%), sedangkan responden dengan pola makan seimbang sebagian besar tidak hipertensi (64%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p = 0,001; OR = 3,4; CI 95%: 1,7–6,9). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kata kunci: hipertensi, pola makan, usia produktif Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia produktif. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak seimbang, seperti tingginya asupan natrium dan lemak jenuh serta rendahnya makan buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel sebanyak 36 responden berusia 15–64 tahun dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan melalui food frequency questionnaire (FFQ) terstandar, sedangkan status hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer aneroid. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan responden dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat lebih banyak mengalami hipertensi (36%), sedangkan responden dengan pola makan seimbang sebagian besar tidak hipertensi (64%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p = 0,001; OR = 3,4; CI 95%: 1,7–6,9). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kata kunci: hipertensi, pola makan, usia produktif
INTERVENSI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER MELALUI TERAPI SUJOK UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA Tn. L DENGAN HIPERTENSI: STUDI KASUS Fitriani, Fitriani; Wahyuni, Wahyuni; Rahman, Irfandi; Fadhilah, Adinda; Mariang, Miriam Selviana
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.924

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan komprehensif, termasuk melalui terapi non-farmakologi. Terapi Sujok, yaitu stimulasi titik refleksi pada tangan dan kaki, digunakan sebagai intervensi komplementer untuk membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi Sujok pada Tn. L dengan hipertensi. Studi kasus dilakukan melalui proses asuhan keperawatan, termasuk pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi diberikan dalam tiga sesi terapi Sujok yang disertai edukasi kesehatan kepada klien dan keluarga. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 180/100 mmHg menjadi 140/80 mmHg serta berkurangnya keluhan pusing dan sakit kepala. Keterlibatan keluarga dalam pemantauan tekanan darah, pengaturan diet, dan perubahan gaya hidup turut mendukung keberhasilan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi Sujok dapat menjadi intervensi komplementer yang aman, mudah diterapkan, dan membantu mengontrol hipertensi pada tingkat keluarga dan komunitas. Kata Kunci: hipertensi, terapi Sujok, tekanan darah, intervensi komplementer
PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA Nur Azizah, Karlina Zhelda; Aksohini, Tut Rayani; Keswara, Nila Widya
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.873

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan berbagai perubahan anatomi dan fisiologis yang terjadi pada tubuh ibu, kehamilan sering menyebabkan masalah karena merupakan kondisi alamiah. Perubahan hemodinamik, atau aliran darah, adalah salah satu perubahan fisiologis. Penikatan volume plasma lebih besar daripada peningkatan eritrosit, yang menyebabkan anemia. Metodologi: metode penelitian yang digunakan adalah Quasi-Eksperimental Design. Bentuk desain ini yaitu Nonequivalent control group desain. Hasil:. Berdasarkan Hasil uji menunjukkan nilai Z = -3,298 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001. Karena nilai signifikansi < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah intervensi. Artinya, pemberian tablet Fe yang disertai konsumsi Pisang Ambon secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Kesimpulan: kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam distribusi nilai minimum dan maksimum Hb, meskipun kedua kelompok menunjukkan peningkatan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ibu hamil anemia di trimester II mendapatkan kadar hemoglobin yang lebih tinggi ketika mereka diberi Pisang Ambon dan tablet besi. Kata Kunci: Anemia, Kehamilan, Pisang Ambon.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI SI-CBT TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Zulvana, Zulvana; Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahmawati, Iva Milia Hani
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.925

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap masalah psikologis, termasuk kecemasan sosial yang dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan prestasi akademik. Penerimaan diri berperan sebagai faktor protektif penting dalam mengurangi kecemasan sosial. Spiritual Integrated Cognitive Behavioral Therapy (SI-CBT) dikembangkan dengan memadukan prinsip CBT dan nilai spiritual yang sesuai dengan budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas psikoedukasi berbasis SI-CBT dalam meningkatkan penerimaan diri dan menurunkan kecemasan sosial pada remaja. Metodologi: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest–posttest control group. Sebanyak 60 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Plemahan dipilih melalui purposive sampling dan dibagi dalam kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan adalah Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) dan Berger’s Self-Acceptance Scale. Psikoedukasi SI-CBT diberikan dalam enam sesi selama tiga minggu. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test/ANCOVA. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan penerimaan diri dan penurunan kecemasan sosial yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Diskusi: Psikoedukasi berbasis SI-CBT terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan diri dan menurunkan kecemasan sosial pada remaja, sehingga berpotensi diterapkan sebagai intervensi psikososial keperawatan jiwa di lingkungan sekolah untuk mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan mental. Kata Kunci: Psikoedukasi, SI-CBT, penerimaan diri, kecemasan sosial, remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN HEPATITIS B Jundiyaturrohman, Salsabila; Wijayanti, Lumastari Ajeng; Titisari, Ira; Rahayu, Dwi Estuning
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.872

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan dari ibu ke bayi akibat infeksi virus HBV. Di Kabupaten Kediri, sebanyak 117 ibu hamil terdeteksi positif Hepatitis B, salah satunya disebabkan rendahnya cakupan skrining, terutama di Puskesmas Kunjang. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan menjadi salah satu faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan Hepatitis B. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 35 ibu hamil trimester II dan III dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup skala Guttman yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup 15 item pernyataan untuk variabel pengetahuan dan 15 item pernyataan untuk variabel sikap. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pelaksanaan pemeriksaan Hepatitis B (p-value = 0,000). Sebanyak 51,4% responden memiliki pengetahuan baik dan sikap positif terhadap pemeriksaan Hepatitis B. Pengetahuan ibu hamil berpengaruh terhadap pembentukan sikap positif dalam menjalani skrining Hepatitis B. Diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini guna mencegah penularan vertikal virus Hepatitis B. Kata Kunci: Ibu Hamil, Hepatitis B, Pengetahuan, Pemeriksaan, Sikap