cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
MODEL POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI USIA 36 – 59 BULAN DI KOTA BANDUNG Miraturrofi’ah, Mira; Pratiwi, Silvia; Ikha Putri, Nidya
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.715

Abstract

Pendahuluan Pada tahun 2022, terdapat peningkatan gangguan perkembangan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Balaikota yaitu 17,5% (2020) menjadi 19,4% (2021) dan 23,7% pada 2022. Salah satu faktor krusial yang memengaruhi perkembangan balita adalah pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan perkembangan balita usia 36-59 bulan di Kelurahan Babakan Ciamis, Kota Bandung, pada tahun 2024. Metodologi Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 112 balita berusia 36-59 bulan di Kelurahan Babakan Ciamis, dengan teknik cluster sampling menghasilkan sampel sebanyak 88 balita. Pengukuran perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembanagn (KPSP) Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan Fisher exact. Diskusi: Sebagian kecil (2,3%) balita menunjukkan adanya gangguan perkembangan, dan sebagian kecil (4,5%) orang tua menerapkan pola asuh permisif. Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua (nilai p = 0,000) dan perkembangan balita usia 36-59 bulan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan perkembangan balita usia 36-59 bulan di Kelurahan Babakan Ciamis, Kota Bandung, pada tahun 2024 Kata Kunci: Pola Asuh, Perkembangan Balita
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN Yanti, Dwi; Wulandari, Emi
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.833

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai risiko tinggi kehamilan dapat memperberat kondisi kehamilan itu sendiri. Risiko tinggi tersebut meliputi empat "terlalu" (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kelahiran) serta delapan tanda bahaya dalam kehamilan. Pengetahuan yang memadai sangat penting agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan dengan kesiapan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Pembantu Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 30 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan menghadapi persalinan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah disusun sesuai indikator penelitian.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden, yaitu 13 orang (43,3%), memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang risiko tinggi kehamilan. Selain itu, hampir seluruh responden (76,7%) menunjukkan kesiapan dalam menghadapi persalinan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 dengan α = 0,05, sehingga p < α. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan dengan kesiapan menghadapi persalinan di Puskesmas Pembantu Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk tahun 2025.Diskusi: Sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan yang cukup menunjukkan kesiapan dalam menghadapi persalinan, yaitu sebesar 43,3%. Pengetahuan ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan dalam menjalani proses persalinan. Ibu yang memiliki pengetahuan baik cenderung dapat mempersiapkan persalinan secara lebih optimal, mulai dari persiapan fisik, mental, hingga logistik. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan ketidaksiapan yang berisiko terhadap keselamatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, edukasi mengenai risiko kehamilan perlu ditingkatkan melalui layanan kesehatan primer seperti Posyandu dan Puskesmas Pembantu Kata kunci : pengetahuan, resiko tinggi kehamilan, dan persiapan persalinan
HUBUNGAN LAMA MENSTRUASI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 GROGOL KABUPATEN KEDIRI Antono, Sumy Dwi; Octavianny, Sinta Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.836

Abstract

Pendahuluan: Rentang waktu lamanya menstruasi dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya anemia. Tingkat kejadian anemia di kalangan remaja putri di Provinsi Jawa Timur mencapai 57,1%. Mengacu pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dalam periode 2022-2023, sekitar 37,88% remaja putri teridentifikasi memiliki risiko mengalami anemia. Lama menstruasi yang lebih panjang meningkatkan kemungkinan kehilangan darah dalam jumlah besar, yang pada akhirnya dapat terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya berdampak pada remaja putri yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia akibat defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara lamanya periode menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metodologi: Penelitian ini menerapkan desain analitik dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis keterkaitan antara berbagai variabel. Subjek penelitian melibatkan 124 siswi remaja putri yang sedang menempuh pendidikan di kelas 7, teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling sehingga diperoleh 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan pengukuran tingkat hemoglobin dengan perangkat digital. Hasil yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman Rank. Hasil: Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank (rho) menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,006, yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara lamanya periode menstruasi dengan kadar hemoglobin pada siswi di SMPN 1 Grogol, Kabupaten Kediri. Diskusi: Lama menstruasi yang memiliki rentang waktu yang lebih dari normal bisa menjadi Salah satu faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh adalah kurangnya asupan yang memadai. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kadar hemoglobin, terutama pada remaja putri. Oleh karena itu, remaja putri disarankan untuk untuk mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya akan zat besi, serta mengonsumsi suplemen zat besi jika diperlukan. Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri, Lama Menstruasi, Kadar Hemoglobin.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT MODEL PACE (PACING, ACCEPTING, CONNECTING, EMPHATY) MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN LANSIA Marlina, Ina; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.823

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) adalah individu yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok rentan yang sering mengalami masalah kesehatan fisik maupun mental, termasuk kecemasan. Kecemasan pada lansia yang dirawat di rumah sakit dapat disebabkan oleh stres, pengalaman traumatis, dan perubahan suasana hati yang berlebihan. Berdasarkan data, terdapat 32 pasien lansia yang mengalami kecemasan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Kurangnya komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut, sehingga pasien merasa kesepian dan kurang memperoleh informasi. Komunikasi yang dilakukan perawat kepada pasien lansia sering bersifat satu arah, kurang memperhatikan kondisi emosional pasien, serta tidak menggunakan pendekatan yang sesuai. Selain itu, keterbatasan waktu, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya pelatihan komunikasi terapeutik khusus untuk lansia juga menjadi kendala dalam membangun hubungan yang efektif. Akibatnya, pasien lansia merasa tidak nyaman, kurang dipahami, dan mengalami peningkatan kecemasan selama dirawat. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam komunikasi perawat, salah satunya melalui model komunikasi PACE (Pacing, Accepting, Connecting, Empathy) yang dapat membantu membangun hubungan efektif antara perawat dan pasien, sehingga mampu menurunkan kecemasan lansia selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE terhadap tingkat kecemasan pasien lansia. Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Rawalumbu pada tahun 2024 dengan menggunakan metode survei analitik kuantitatif dan pendekatan cross-sectional, di mana variabel independen dan dependen diamati secara bersamaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 72 pasien lansia yang dirawat di ruang rawat inap. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Analisis uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang lebih kecil dari nilai α (0,05), sehingga H₀ ditolak. Artinya, terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE dan tingkat kecemasan pasien lansia. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE dan tingkat kecemasan pasien lansia. Komunikasi yang dibangun melalui model PACE mampu menciptakan rasa nyaman dan membuat pasien lansia merasa lebih dipahami selama menjalani perawatan. Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, Model PACE, Kecemasan, Pasien lansia
ANALISIS PENGARUH POLA MAKAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS MARGOREJO KOTA METRO Puspitaningrum, Elisa Murti; Martini, Martini; Triwijayanti, Yoga
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.771

Abstract

Pendahuluan: Gizi pada ibu hamil sangat penting, karena gizi kurang maupun gizi berlebih dapat menimbulkan berbagai komplikasi selama kehamilan dan berdampak pada kesehatan janin, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Di Kota Metro, pada tahun 2018 tercatat 1.514 kasus KEK (7,68%) dan pada tahun 2019 sebanyak 1.351 kasus (11,37%). Di Puskesmas Margorejo tahun 2023, terdapat 289 ibu hamil dan 22 di antaranya (7,6%) mengalami KEK. Pola makan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kecukupan nutrisi bagi ibu dan janin. Ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola makan dan pengetahuan terhadap status gizi ibu hamil di Puskesmas Margorejo, Kota Metro Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain case control. Populasi berjumlah 289 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 66 responden. Data yang digunakan adalah data primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pola makan terhadap status gizi ibu hamil (p=0,02), serta terdapat pengaruh pengetahuan terhadap status gizi ibu hamil (p=0,03).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pola makan dan pengetahuan terhadap status gizi ibu hamil. Upaya penanggulangan KEK dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, konsumsi makanan tinggi protein, peningkatan kunjungan kehamilan, serta edukasi kesehatan tentang persiapan kehamilan pada wanita pra-nikah Kata Kunci: Pola Makan, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI MELALUI POSBINDU PTM TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF Santoso, Puguh; Pujianto, Tutut; Nurita, Nurita
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.857

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering tidak terdeteksi sejak dini. Promosi kesehatan melalui Posbindu PTM menjadi strategi penting dalam meningkatkan perilaku deteksi dini, seperti pemeriksaan tekanan darah dan pola makan sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan tentang hipertensi melalui Posbindu PTM terhadap perilaku deteksi dini pada masyarakat usia produktif. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 47 orang berusia 15–59 tahun, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur dan checklist pemeriksaan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dan Diskusi: Terdapat peningkatan yang signifikan pada perilaku deteksi dini setelah intervensi promosi kesehatan (p < 0,05), baik dalam hal pemeriksaan tekanan darah rutin maupun penerapan pola makan sehat.Kesimpulan: Promosi kesehatan melalui Posbindu PTM berpengaruh terhadap peningkatan perilaku deteksi dini hipertensi. Disarankan agar program Posbindu dioptimalkan pelaksanaannya secara rutin. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Perilaku Pencegahan, Masyarakat, Pencegahan Penyakit
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN SELF AWARENESS DALAM DETEKSI DINI KELAINAN PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI Asmarani, Wisma Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Titisari, Ira; Wijayanti, Lumastari Ajeng
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.697

Abstract

Remaja putri yang memiliki pengetahuan dan kesadaran yang baik cenderung mampu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara benar dan teratur, sehingga dapat mengevaluasi kemungkinan adanya kelainan pada payudara. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran tersebut adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi mengenai cara deteksi dini kelainan payudara. Media sosial memiliki peran penting di era digital saat ini karena mampu menyampaikan informasi secara cepat, luas, dan menarik, sehingga dapat memperjelas pemahaman remaja terhadap isu-isu kesehatan. Menghubungkan penggunaan media sosial dengan self-awareness menjadi penting, mengingat remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan media sosial, dan pendekatan ini berpotensi menjadi sarana edukasi yang efektif dalam membentuk perilaku sadar kesehatan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan self-awareness dalam deteksi dini kelainan payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kota Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswi remaja putri di SMA Negeri 1 Kota Kediri sebanyak 759 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 89 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah divalidasi. Penggunaan media sosial diukur melalui indikator frekuensi, durasi, dan jenis konten kesehatan yang diakses, sedangkan self-awareness diukur melalui dimensi kognitif (pengetahuan), afektif (kepedulian), dan konatif (tindakan, seperti melakukan SADARI), dengan masing-masing item menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,603, yang termasuk dalam kategori korelasi sedang dan positif. Artinya, semakin tinggi tingkat penggunaan media sosial, maka semakin tinggi pula tingkat self-awareness remaja putri dalam melakukan deteksi dini kelainan payudara. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar remaja putri memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana untuk mengakses informasi kesehatan, khususnya dalam membentuk kesadaran diri terhadap pentingnya deteksi dini kelainan payudara sejak usia remaja. Kata Kunci: Penggunaan Media Sosial, Self Awareness, SADARI
KONSEP DIRI DAN REGULASI EMOSI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN NGRONGGO KOTA KEDIRI Priyanto, Kurniawan Edi; Saifullah, Dedi; Kodi, Dedimus
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.864

Abstract

Kualitas hidup merupakan konsep komprehensif yang tidak hanya melibatkan kesehatan fisik namun juga melibatkan keadaan psikologis, hubungan social, tingkat kemandirian, kepercayaan pribadi dan karakteristik lain yang terlibat dalam lingkungan individu, termasuk sistem nilai yang melibatkan tujuan, harapan, standar dan kekhawatiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Konsep Diri dan Regulasi Emosi dengan Kualitas Hidup Lansia di RW 02 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di RW 02 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri sebanyak 85 orang dan besar sample sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan pengumpulan data menggunakan kuisioner di analisa menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri dan regulasi emosi lansia dengan Kualitas Hidup Lansia terdapat hubungan dengan nilai signifikansi P-Value 0.023 kurang dari tingkat signifikansi < 0.05 dengan nilai R-Square = 57,2%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut perlu di upayakan dukungan sosial serta memberikan kesempatan bagi lansia untuk berperan dalam setiap kegiatan yang di adakan di lingkungan masyarakat di RW 02 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Konsep Diri, Regulasi Emosi
HUBUNGAN SELF-RATED HEALTH (SHR) DENGAN TERJADINYA DEPRESI PADA LANSIA DI INDONESIA: STUDI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY WAVE 5 (IFLS-5) Hari, Batara Widya; Asri, Yuni; Laksono, Bayu Budi; Zakaria, Amin
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.777

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dialami oleh lansia adalah depresi. Kondisi fisik yang tidak sehat, seperti memiliki penyakit kronis, dapat menjadi salah satu faktor risiko depresi dan dapat memperburuk kondisi fisik lansia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara stratifikasi (stratified sampling) dan melibatkan 2.360 responden. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner, dan data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,16), wilayah tempat tinggal (p = 0,05), dan self-rated health (p = 0,01) dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia berdasarkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS), dengan nilai p-value < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, wilayah tempat tinggal, dan self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa self-rated health merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap depresi pada lansia.Saran: Diperlukan upaya yang komprehensif untuk menanggulangi depresi pada lansia, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, promosi gaya hidup sehat, dan penguatan dukungan sosial bagi lansia. Kata Kunci: Lansia, Self rate health (SRH) ,Depresi, Indonesia, IFLS
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BANGKOK KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI Darmayanti, Rofik; Luqmanasari, Endah; Widiyanto, Endra
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.859

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi tinggi badan anak yang berada di bawah standar deviasi menurut WHO. Stunting pada anak seringkali menunjukkan rendahnya status sosial ekonomi keluarga. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi perkembangan kognitif anak, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan dan pembangunan suatu negara karena menurunnya kualitas sumber daya manusia. Periode kritis pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu sebelum hamil, selama kehamilan, dan saat menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel dependen adalah upaya pencegahan stunting, sedangkan variabel independennya adalah pengetahuan ibu. Subjek penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 2–3 tahun di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, sebanyak 72 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menjadi instrumen penelitian. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 55 orang (76,4%) dan upaya pencegahan stunting yang cukup sebanyak 56 orang (77,8%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,541, yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting. Nilai p-value = 0,000 (< 0,05) menunjukkan hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita usia 2–3 tahun. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan dan edukasi mengenai upaya pencegahan stunting guna mencegah bayi lahir dengan kondisi stunting. Kata Kunci : Pengetahuan, Pencegahan Stunting