cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU Ardinata, Syanofa Cardia; Titisari, Ira; Rahayu, Dwi Estuning; Sendra, Eny
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.700

Abstract

Pemerintah telah berupaya meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pembentukan Posyandu lansia sebagai wadah pelayanan kesehatan. Pemanfaatan Posyandu ini diharapkan dapat dilakukan secara optimal, karena sikap positif lansia dalam mengikutinya sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan menjadi faktor penting yang membentuk sikap dan partisipasi lansia terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan lansia tentang Posyandu dengan sikap mereka dalam mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 107 lansia, dengan sampel sebanyak 84 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Spearman’s Rho pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap lansia terhadap kegiatan Posyandu (p-value = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengetahuan lansia dapat mendorong terbentuknya sikap yang lebih positif dalam berpartisipasi pada kegiatan Posyandu. Kata Kunci: pengetahun, sikap, posyandu lansia
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG Anisa, Sabrina Rizky; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.763

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang bersifat kronis dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata. Gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 146 responden yang merupakan penderita hipertensi di Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman rank. Hasil: Sebanyak 82 responden (56,2%) memiliki aktivitas sedang, 44 responden (30,1%) aktivitas ringan, dan 20 responden (13,7%) aktivitas berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,0013 (p < 0,05), dan uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik, tekanan darah cenderung lebih baik. Diskusi: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah, dengan kecenderungan bahwa peningkatan aktivitas fisik berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah. Intervensi berbasis komunitas seperti senam pagi, jalan sehat, atau olahraga kelompok dapat menjadi strategi efektif dan terjangkau untuk pengendalian hipertensi di tingkat layanan primer. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor risiko lain yang memengaruhi hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Aktivitas fisik
PSIKOEDUKASI KESEHATAN JIWA TERHADAP DUKUNGAN SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS KARANG ASAM Setiowati, Wiwik; Harianto, Joanggi Wiriatarina; Safrudin, M.Bachtiar
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.847

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku. Pasien pasca perawatan sering mengalami kesulitan dalam memperoleh dukungan sosial, seperti yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam, Samarinda. Tingginya angka kekambuhan dan rendahnya keterlibatan pasien dalam perawatan di puskesmas menunjukkan perlunya intervensi yang cepat dan tepat. Psikoedukasi kepada keluarga memiliki potensi untuk mencegah kekambuhan, meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga, serta mengurangi stigma sosial terhadap individu dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan dukungan sosial bagi pasien skizofrenia pasca perawatan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pretest–posttest one-group design. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di sekitar pasien skizofrenia pasca perawatan di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam, Samarinda, sebanyak 39 orang. Sampel diambil secara purposive sampling, sebanyak 13 responden. Intervensi psikoedukasi dilakukan dalam empat sesi, masing-masing berdurasi 30 hingga 60 menit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 46–55 tahun (40%), dan jumlah terkecil berada pada usia 18 tahun (6,7%). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05 menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Diskusi: Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan dukungan sosial bagi pasien skizofrenia pasca perawatan. Intervensi ini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam rehabilitasi berbasis masyarakat. Kata Kunci: Psikoedukasi, dukungan sosial dan skozofrenia
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RS X, ATAMBUA Berek, Pius A. L.; Made, Yovita; Fouk, Maria Fatimah W. A.; Anugrahini, Christina; Saputra, Charles; Alimansur, Moh.
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.865

Abstract

Latar Belakang: Gagal jantung kongestif (GJK) merupakan salah satu penyakit kronis progresif yang berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan pasien, termasuk fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Pemantauan kualitas hidup pasien menjadi penting dalam perencanaan intervensi keperawatan yang holistik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan kualitas hidup pasien gagal jantung kongestif di RS X Atambua. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 120 pasien GJK berpartisipasi dalam pengisian kuesioner Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ) yang terdiri dari 20 item pertanyaan mencakup empat domain kualitas hidup: fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup yang tergolong rendah. Persentase responden dengan kualitas hidup baik dalam masing-masing domain adalah: fisik (25,8%), psikologis (53,3%), sosial (34,2%), dan lingkungan (37,5%). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien gagal jantung kongestif di RS X Atambua cenderung rendah, terutama pada domain fisik. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan multidisipliner dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, dengan fokus pada perawatan fisik dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Kata Kunci: gagal jantung kongestif, kualitas hidup, MLHF, pasien kronik, RSUD Atambua
HUBUNGAN KEPUASAN HIDUP (LIFE SATISFACTION) DENGAN TERJADINYA DEPRESI PADA LANSA DI INDONESIA: STUDI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY WAVE-5 (IFLS-5) Pratiwi, Lovenia Linggar Eka; Asri, Yuni; Patria, Dion Kunto Adi; Nurmayunita, Heny
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.783

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Salah satu masalah utama yang sering dialami adalah depresi, yang dapat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kepuasan hidup. Penurunan fungsi fisik dan sosial seiring bertambahnya usia sering kali berdampak pada kepuasan hidup, yang merupakan faktor penting dalam mencegah gangguan mental seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan hidup (life satisfaction) dengan depresi pada lansia di Indonesia.Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified sampling, dan diperoleh sebanyak 2.360 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur, wilayah, dan kepuasan hidup dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia (p-value < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, suku, dan tingkat kepuasan hidup dengan kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini menunjukkan bahwa depresi dapat memperburuk persepsi lansia terhadap kepuasan hidup mereka, serta sering disertai dengan penurunan hubungan sosial dan aktivitas yang memengaruhi kondisi emosional. Dukungan emosional terbukti dapat meningkatkan kepuasan hidup dan berperan dalam menurunkan risiko depresi pada lansia. Kata Kunci: Kepuasan Hidup, Lansia, Depresi, IFLS
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PROLANIS TERHADAP DETEKSI DINI PENCEGAHAN STROKE Atmojo, Didik Susetiyanto; Khosasih, Mohammad Ikhwan; Wiseno, Bambang
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.852

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan penanganan yang cepat. Peserta dalam Program Manajemen Penyakit Kronis (Prolanis) memiliki risiko tinggi mengalami stroke akibat kondisi medis yang menyertainya, sehingga peningkatan pengetahuan mengenai deteksi awal menjadi sangat penting melalui intervensi edukatif yang terarah. Tujuan: Mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta Prolanis mengenai deteksi dini stroke sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 50 peserta Prolanis di Klinik dr. Cherslina Subagyo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan menggunakan metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara langsung. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner standar mengenai pengetahuan deteksi dini stroke. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,001). Sebelum edukasi, sebanyak 92% peserta berada dalam kategori pengetahuan rendah, sementara setelah edukasi, 72% peserta masuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi berhasil menyampaikan informasi penting mengenai gejala awal stroke dan pentingnya deteksi dini secara efektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dirancang secara sistematis terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis terkait deteksi dini stroke. Intervensi serupa disarankan untuk diterapkan secara rutin dalam program edukasi kesehatan Prolanis guna meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap gejala stroke. Kata Kunci: Prolanis, Pengetahuan, Deteksi Dini Stroke, Edukasi Kesehatan
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) TERHADAP MOTIVASI IBU DALAM MENGOLAH MENU SEHAT DAN SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PUNGGING KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO Widiyawati, Rina; Fibriana, Linda Presti
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.658

Abstract

Latar Belakang : Dalam mewujudkan IndonesiaMaju 2045 maka setiap permasalahan yang terjadi di Negara Indonesia harus dihadapi bersama dari semua pihak. Salah satu masalah yang harus segera diselesaikan saat ini adalah masalah stunting. Stunting yang terjadi pada anak berisiko menyebabkan kematian, rendahnya perkembangan motorik, ketidakseimbangan fungsional dan rendahnya kemampuan berbahasa. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan salah satu pemangku kepentingan dan kebijakan yang ikut berperan serta dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia. Salah satu program yang diluncurkan BKKBN dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting adalah DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi ibu dalam mengolah menu sehat dan seimbang sebelum dan sesudah implementasi DASHAT dan melihat apakah ada pengaruh implementasi DASHAT terhadap motivasi ibu dalam mengolah menu sehat dan seimbang di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Metode : Penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan design penelitian One- Goup Pre test – Post test jumlah populasi sebanyak 258 ibu hamil dan ibu balita dan sampel sebanyak 58 responden. Teknik Analisa data menggunakan uji Paired Samples T-Test.Hasil : Terdapat peningkatan nilai mean skor motivasi ibu sebelum dan sesudah implementasi DASHAT sebesar 5.60 poin dengan p = 0.0001; thitung-37, 400, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh implementasi DASHAT terhadap motivasi ibu dalam mengolah menu sehat dan seimbang Kesimpulan dan Saran : Implementasi DASHAT memberikan pengaruh terhadap motivasi ibu dalam mengolah menu sehat dan seimbang. Disarankan kegiatan penyuluhan dapat diberikan kepada seluruh masyarakat serta implementasi DASHAT secara berkala. Kata kunci : DASHAT, motivasi, menu sehat dan seimbang
EFEKTIVITAS MEDIA INTEGRATING CARD TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA STUNTING USIA 24–59 BULAN Ayu Safitri, Dwi; Antono, Sumy Dwi; Rahmaningtyas, Indah; Rahayu, Dwi Estuning
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.889

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi anak merupakan salah satu penyebab utama tingginya kasus stunting di Indonesia. Ketidaktahuan terhadap pentingnya zat gizi seperti protein hewani, zat besi, dan vitamin sering kali menyebabkan pemberian makanan yang kurang sesuai, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi pengetahuan gizi ibu sebelum dan setelah menerima pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui media Kartu Integrasi. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan strategi pra-tes dan pasca-tes pada satu kelompok. Sampel terdiri dari 79 ibu dengan balita, dan 45 peserta dipilih melalui sampling acak sederhana menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Validitas kuesioner pengetahuan dievaluasi menggunakan uji korelasi Pearson, dengan nilai r berkisar antara 0,370 dan 0,870 (> Nilai rrtabel: 0,361), sehingga disimpulkan bahwa kuesioner tersebut valid. Hasil uji reliabilitas: uji cronchbach alpha lebihhbesar dari 0,60 yaitu 0,872-0,891, artinya reliabel. Kriteria Inklusi: Ibu yang tidak memiliki gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan, dapat berkomunikasi dengan baik serta memiliki handphone. Analisis dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil:Uji statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaannsignifikan antara pengetahuan ibu sebelum dannsesudah mendapat edukasi menggunakan media Kartu Integrasi. Peningkatan paling terlihat terjadi pada pemahaman tentang makronutrien, mikronutrien, dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Diskusi: Media Kartu Integrasi terbukti efektif sebagai sarana edukasi untukmmeningkatkan pengetahuannibu mengenai gizi balita. Media ini dapat dimanfaatkan dalam program promosi kesehatan, khususnya dalam mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran gizi di kalangan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Gizi Balita, Kartu Integrasi
SELF EFFICACY KELUARGA PANDHALUNGAN BERBASIS PSYCOLOGICAL WELL BEING TERHADAP KESIAPSIAGAAN LANSIA MENGHADAPI BENCANA BANJIR Elmaghfuroh, Dian Ratna; Asih, Susi Wahyuning; Putri, Nanda Ika; Prameswari, Lady
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.917

Abstract

Latar Belakang: Keluarga merupakan tempat yang sangat penting untuk kehidupan lansia. Kesiapan keluarga sebagai faktor kunci kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia. Keluarga yang memiliki kesiapsiagaan tinggi bisa membantu lansia mengurangi risiko dan merespon bencana dengan cepat. Namun, tingkat kesiapsiagaan ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemahaman keluarga akan kemampuan mereka menghadapi situasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Self Efficacy Keluarga Pandhalungan Berbasis Psycological Well Being Terhadap Kesiapsiagaan Lansia Menghadapi Bencana Banjir. Self-Efficacy keluarga sebagai pendorong tindakan kesiapsiagaan. Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, keluarga dengan self-efficacy nya yang tinggi lebih mampu dalam merencanakan evakuasi, komunikasi saat bencana, menyediakan perlengkapan darurat, dan melindungi lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen design dengan one group pre test post test. Analisis menggunakan uji spearman’s rho. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari keluarga berjumlah 58 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self efficacy keluarga dan kuesioner kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia menghadapi bencana.Hasil Penelitian: Hasil uji Spearman's rho menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self efficacy keluarga terutama berbasis Psycological Well Being terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana dengan nilai (r= 0,623).Kesimpulan: self efficacy keluarga berpengaruh terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana banjir. Dengan penguatan ini, diharapkan keluarga dapat menguatkan kembali self efficacy nya sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan lansia terhadap bencana terutama kesejahteraan psikologis lansia di desa Klungkung. Kata Kunci: self efficacy Keluarga, lansia, physycological well being , kesiapsiagaan.
ANALISIS PERAN SERTA KADER KESEHATAN DALAM ELIMINASI TUBERKULOSIS DI KOTA KEDIRI TAHUN 2025 Putri, Nurita Nilasari Bunga Kharisma Arifiana; Yunarsih, Yunarsih; Kristanto, Heny
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.910

Abstract

Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Program Penanggulangan TBC menambah upaya pada strategi penemuan pasien TBC, tidak hanya secara pasif dengan promosi aktif di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), tetapi juga melalui penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan pelayanan yang bermutu sesuai standar. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian case study dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner kepada kader kesehatan, penelitian dilakukan secara cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian Kader Kesehatan sejumlah 46 orang Kader Kesehatan di setiap kelurahan di Kota Kediri pada tahun 2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi dari penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling Jenis Simple Random Sampling, sedangkan untuk analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa univariat, bivariat dengan menggunakan Uji t – berpasangan (paired t-test). Hasil: Dengan menggunakan statistik t ≈ 12.91 dan derajat kebebasan 45, nilai p-value yang dihasilkan oleh perangkat lunak statistik akan sangat kecil, p-value < 0.05, sehingga H0 ditolak, yaitu terdapat perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Peningkatan rata-rata skor sebesar 3.304 poin pada post-test dibandingkan dengan pre-test menunjukkan bahwa ada efek yang berarti. Diskusi: Diharapkan adanya penelitian dan tindakan berkelanjutan dari penelitian yang telah dilakukan ini, sebagai bentuk peneliti ikut serta dalam eliminasi tuberkulosis di Kota Kediri Kata Kunci: Kader Kesehatan, Eliminasi Tuberkulosis