cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 44, no 2 (2023)" : 10 Documents clear
Peningkatan Identifikasi Kanker Kulit Actinic Keratosis Menggunakan Kombinasi Sistem Ekstraksi dengan Klasifikasi Support Vector Machine Leonardus Sandy Ade Putra; Vincentius Abdi Gunawan; Agus Sehatman Saragih
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.44895

Abstract

Nowadays, humans tend to carry out activities during the day, both indoors and outdoors. Activities carried out outdoors cause human skin to often receive direct exposure to sunlight, which contains ultraviolet (UV) rays. Direct exposure to UV rays on the skin will harm the skin's health, which is the covering of the human body. Harmful effects on the skin usually include the skin becoming dark and dull, burns, and even causes cancer. One of the skin cancers that may appear on human skin is Actinic Keratosis (AK) cancer. AK cancer is a type of cancer that is classified as benign and can be cured with medical help. However, if this cancer is not caught early, it can become Squamous Cell Carcinoma (SCC), a type of malignant cancer. This research aims to design a system for identifying AK cancer types using color and texture feature extraction. RGB color feature extraction is obtained from image color segmentation and RGB values. The Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) method is used to determine the texture of the skin cancer. Identification is carried out by a classification process using a Support Vector Machine (SVM), which can recognize the type of AK cancer. This research uses three classification methods: classification with color extraction, classification with texture extraction, and classification with color and texture extraction. Research shows that the highest level of accuracy in cancer recognition reaches 96% by combining color and texture extraction results as classification determinants. So, the system designed has succeeded in recognizing the type of AK cancer early on..
Mg-0.5Ca-4Zn-xCaCO3 (x=8, 10) Alloy Foams with Closed-Pore Structure Synthesized by Powder Metallurgy Process for Implant Applications Aprilia Erryani; Franciska Pramuji Lestari; Joko Triwardono; Bunga Rani Elvira; Bintoro Siswayanti; Albertus Deny Hadi Setiawan
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.49587

Abstract

This work aims to synthesize Mg-0.5Ca-4Zn alloy foams using a CaCO3 foaming agent and a powder metallurgy (PM) process. Mg-0.5Ca-4Zn-xCaCO3 (x=8, 10 wt.%) alloy precursors were prepared by mixing Mg, Ca, and Zn metal powders with CaCO3 granules, compacting, and then sintering at various temperatures (i.e., 650, 675, and 700 °C) for 5 hours in an argon atmosphere. The pore morphology was observed by scanning electron microscopy (SEM), and the phase formation was analyzed using X-ray diffractometry (XRD). The density and porosity were evaluated using an Archimedes test (ASTM B311-93). The compressive strength was examined using a universal testing machine (UTM) with a constant crosshead speed of 1.3 mm/min (ASTM D695-02). SEM observation reveals the formation of pores with a closed-cell type structure in all alloy compositions. Increasing either the CaCO3 content or sintering temperature results in an increase in porosity and pore sizes but a decrease in compressive strength. The maximum porosity of 43.208% was obtained in the alloy foam with 10 wt.% CaCO3 sintered at 700 °C; the foam exhibits a compressive strength of 52.9 MPa, close to cancellous bone.
Analisis Kestabilan Lereng untuk Evaluasi Geometri Lereng Menggunakan Metode RMR, SMR, dan Morgenstern-Price pada Pit C2 dan C4 Tambang Timah Terbuka Blok Mayang PT Menara Cipta Mulia, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung Zulfa Nindya Salsabila; Thomas Triadi Putranto; Najib Najib
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.57004

Abstract

Aktivitas penambangan timah yang dilakukan dengan sistem tambang terbuka dapat membentuk dan mengubah dimensi lereng, sehingga mempengaruhi kestabilan lereng dan meningkatkan adanya risiko terjadinya suatu longsoran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi teknik, kondisi massa batuan, mencari nilai faktor keamanan lereng dan memberikan rekomendasi geometri lereng menurut kriteria minimum nilai Faktor Keamanan (FK) ≥1,25. Analisis stabilitas lereng perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya longsor. Daerah penelitian merupakan wilayah dengan material kompleks, sehingga pada penelitian ini analisis kestabilan lereng dilakukan dengan menggabungkan metode klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) serta perhitungan nilai Faktor Keamanan (FK) menggunakan metode Morgenstern-Price dengan pendekatan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown dan Mohr-Coulomb. Hasil analisis didapatkan tiga zona geologi teknik, yaitu meta batupasir-meta batulempung, batupasir lanauan, dan batulempung pasiran. Kondisi massa batuan menurut nilai RMR termasuk kedalam kelas sedang hingga baik dan memiliki nilai SMR dengan stabilitas stabil sebagian. Daerah yang berpotensi longsor, yaitu STA 2 pada lereng B-B’ tipe longsor jungkiran, serta STA 3 pada lereng C-C’ dan STA 4 pada lereng  D-D’ tipe baji. Menurut nilai FK terdapat 2 lereng tidak stabil saat kondisi jenuh sebagian, yaitu lereng A-A’ dan lereng B-B’. Geometri lereng yang direkomendasikan, yaitu dengan lebar minimal 2/3 tinggi, dimana pada kondisi jenuh sebagian lereng tunggal sudut 35 - 400, tinggi 5 m, dengan lereng keseluruhan sudut 320 dan tinggi 16 m. Pada kondisi kering, sudut lereng tunggal 550, tinggi 6 m dengan lereng keseluruhan sudut 370 dan tinggi 15 m.
Produksi dan Karakterisasi Material Komposit Peredam Suara Berbahan Serat Alam dengan Metode Sintetik Hand Lay-Up Rifnaldi Sadik; Rizka Amalia
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.52931

Abstract

Polusi suara merupakan suara yang dikeluarkan oleh alat dengan sangat keras sehingga dapat mengganggu lingkungan dan makhluk hidup. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dalam pembuatan peredam suara yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan kenyamanan, tetapi juga mempertahankan kemampuan dalam menyerap suara yang baik, dengan menggunakan bahan komposit serat alam. Komposit merupakan material yang dapat dikembangkan secara universal. Komposit terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material sehingga dihasilkan material baru yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material penyusunnya Penelitian ini bertujuan untuk membuat komposit peredam suara dari berbagai serat alam (serat daun nanas madu, serat daun pandan berduri dan serat limbah goni) dan variasi matriks (epoksi dan polyester) dengan rasio serat = resin 40% : 60% dan 60% : 40%. Perlakuan pertama dilakukan alkalisasi dengan NaOH 5% untuk pengambilan serat, kemudian pencampuran serat alam dan variasi matriks dengan metode Hand Lay-Up. Uji redam suara dilakukan dengan metode Transmission Loss (kehilangan transmisi), uji densitas dan SEM. Hasil penelitian menunjukan komposit peredam suara terbaik yaitu pada serat daun pandan berduri dengan resin polyester rasio serat = resin 60% : 40% dimana hasil transmission loss mencapai 28 dB. Hal ini dikarenakan serat yang mendominasi resin sehingga membentuk rongga atau porositas, meningkatnya porositas mempengaruhi kemampuan penyerapan suara pada suatu material.
Analisis Infrastruktur Pendukung Angkutan Umum Regional Berbasis Karakteristik Daerah terhadap Efektifitas dan Efisiensi Angkutan Umum (Studi Kasus: Trans Jateng Koridor 1 Semarang-Bawen) Ismiyati Ismiyati; Nuriyana Wahida Azka; Bambang Riyanto; Kami Hari Basuki
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.55801

Abstract

Kemacetan merupakan permasalahan yang melanda banyak kota besar di Indonesia, termasuk Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Kemacetan merupakan akibat dari meningkatnya populasi penduduk Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Kemacetan meningkat sejalan dengan berkembangnya aktivitas bisnis, perumahan, perkantoran, serta pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor. Beragam cara diupayanan untuk mengatasi ini, termasuk diantaranya adalah transportasi massal berkelanjutan. Transportasi massal berkelanjutan memiliki potensi besar dalam mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Contoh penerapannya adalah Trans Jateng. Ia menjadi transportasi massal di Provinsi Jawa Tengah, termasuk untuk rute Semarang – Bawen. Di rute ini sendiri seringkali terjadi kemacetan, karena tingginya tingkat penggunaan kendaraan pribadi. Dengan melakukan perbaikan pelayanan dan fasilitas infrastruktur transportasi massal diharapkan akan menarik minat masyarakat untuk berpindah menggunakan transportasi massal. Studi ini bertujuan mengidentifikasi infrastruktur pendukung Trans Jateng Koridor 1 serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektifitas dan efisiensi angkutan umum regional. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah simulasi computer apabila infrastruktur dikembangkan menjadi ramah lingkungan berbasis karakteristik daerah dan pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum regional Trans Jateng Koridor 1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan perpindahan pengguna kendaraan pribadi sebesar 50%, 60%, dan 70% akan berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi pelayanan angkutan umum regional Trans Jateng sebesar 44% dan menurunnya tingkat kemacetan dengan indikasi rata-rata Derajat Kejenuhan (DS) sebesar 0,37. Kesimpulan yang ditarik adalah bahwa dengan infrastruktur terintegrasi berbasis karakteristik daerah akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan angkutan umum regional Trans Jateng. Rekomendasi dari studi ini adalah perlu dilakukan peningkatan efektifitas dan efisiensi pelayanan angkutan umum regional dengan pengembangan infrastruktur terintegrasi berbasis karakteristik daerah.
Analisis Cacat Pengecoran, Kekuatan Tarik, dan Kekerasan Logam Paduan AlSi Hasil Pengecoran Metode Sand Casting dengan Variasi Pengikat Lempung Lokal Bangkalan Imam Muhtarom; Dwi Rahdiyanta
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.42147

Abstract

This study aims to determine the casting defects, tensile strength, and hardness of the AlSi alloy obtained in the Sand Casting method with Bangkalan local clay as a binder. This experimental research uses the one-shot case study method in which a group of samples is given treatment. Furthermore, the research results were analyzed and described descriptively. This study uses three independent variables and three dependent variables. The independent variable is the local Bangkalan clay binder with varying percentages of 6%, 9%, and 12%, while the dependent variable is casting defects, tensile strength, and metal hardness. The research results show that the lowest casting defects are obtained on the AlSi metal surface, with a variation in the percentage of the binder of 12% with a total of 76 hole defects and 80-grain structure defects. At the same time, the highest tensile strength value is obtained in AlSi metal with a binder variation of 12% with a value of 11.188 kgf/mm². The highest hardness value is also obtained in AlSi metal, with a binder variation of 12% with a value of 131.9 HV. This study concludes that using local Bangkalan clay binder in 12% is the best sand mold binder variation compared to 6% and 9% binder variations.
Analisis Pengaruh Posisi Side hull terhadap Karakteristik Rolling Motion dengan Metode Trochoidal Curve pada Kapal Trimaran Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.55135

Abstract

Modifying a fishing boat into a trimaran will expand the ship's deck. In this modification process, the position of the side hull will influence the rolling motion characteristics of the ship. The objective of this study is to see the probability of synchronism. Synchronism is a situation that can cause a large forced oscillation. Two ship models are analyzed, the ship model 1 (12 x 10) and the ship model 2 (10 x 12). The analysis was carried out based on hydrostatic calculations using Delftship and energy changes with the Trochoidal Curve theory approach. The analysis results show that all models have a high probability of synchronization conditions. The position of the side hull does not significantly affect the model for fixed displacement. Ship model 1 has a period (T) of 2.4 s, and ship model 2 has a  period (T) of 2 s. This value is relatively low compared to the value of the rolling period of the monohull, where the period (T) is  6 s and the minimum limit for fishing vessels (T) is 5.5 s. This change produces a significant rolling motion transverse.
Peningkatan Akurasi Konsentrasi Pemberian Pupuk Pada Sistem Hidroponik Menggunakan Programmable Logic Controller Ali Sadiyoko; Kevin Adi Perdana; Christian Fredy Naa
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.53301

Abstract

Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai media untuk menyimpan nutrisi (pupuk/ zat hara) yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh sebab itu, konsentrasi pupuk terlarut di dalam air sangat menentukan bagi pertumbuhan tanaman. Metode pengukuran pupuk terlarut di sistem hidroponik biasa dilakukan dengan mengukur nilai Electrical Conductivity (EC) dan Total Dissolved Solids (TDS) larutan. Namun, karena proses pengukuran EC dan TDS yang tidak dilakukan terus menerus, maka hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem kontrol konsentrasi pupuk otomatis berdasar atas nilai EC yang dapat dimonitor terus menerus. Proses kontrol konsentrasi pupuk akan dilakukan secara otomatis dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC), yang dilengkapi dengan sensor TDS  dan beberapa pompa. Pengukuran nilai EC dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan sebuah sensor TDS. Pengujian sistem rancangan dilakukan selama 8 hari, dimana selama masa tersebut, rancangan sistem kontrol konsentrasi pupuk otomatis ini berhasil menjaga nilai EC di antara 0,844 mS/cm hingga 1,051 mS/cm. Nilai EC standar yang diperlukan oleh tanaman selada adalah 0,8 mS/cm ~ 1,2 mS/cm.  Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini lebih akurat dari sistem yang menjadi referensi, yang mampu menjaga nilai EC di nilai antara 0,8 mS/cm hingga 1,2 mS/cm.
Reka Bentuk Alat Angkut Ergonomis Tanaman Hortikultura untuk Menurunkan Sindrom Musculoskeletal Resalfa Amelza Wibowo; Hartomo Soewardi
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.50281

Abstract

Hortikultura merupakan aktivitas budidaya tanaman kebun berupa buah, sayur, bunga, dan tanaman hias. Aktivitas ini melibatkan beragam kegiatan mulai dari pembibitan hingga pendistribusian masal. Alat angkut merupakan perlengkapan pengangkutan tanaman dalam rangka mendukung kelancaran proses tersebut. Berdasarkan studi awal, pemindahan tanaman masih dilakukan secara manual dengan pengangkatan kotak seberat 9-10 kg satu per satu. Kondisi ini mengakibatkan potensi ketidakefektifan dan ketidaknyamanan dalam proses kerja yaitu adanya keluhan pada bagian bahu kanan (29%), lengan bagian kiri atas (57%) dan kanan atas (71%), lengan kiri dan kanan bagian bawah (100%), pergelangan tangan kanan (57%), dan tangan kanan (43%). Dengan demikian, modifikasi alat angkut agar lebih ergonomis penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat angkut menggunakan prinsip ergonomi. Metode Quality Function Deployment (QFD) diterapkan untuk menentukan spesifikasi desain alat angkut agar sesuai dengan kebutuhan. Survey dilakukan untuk mengindentifikasi atribut kebutuhan pengguna. Uji statistik dilakukan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian membuktikan desain rancangan adalah valid memenuhi apa yang diperlukan oleh pengguna pada tingkat signifikansi 5% yaitu nyaman, mudah digunakan, kuat, serta efektif. Desain yang dirancang mampu menurunkan risiko terjadinya sindrom musculoskeletal sebesar 60% dari berisiko tinggi menjadi rendah. Dengan demikian, desain yang dikembangkan menjadi lebih nyaman dan efektif untuk dioperasikan.
Studi Eksperimental Penggunaan Bahan Tambah Limbah Ban Karet dengan Metode Pencampuran Bertahap terhadap Kinerja Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course Iqbal Iqbal; Miftahul Fauziah
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkerasan di Indonesia sering kali tidak mencapai umur rencana selama masa pelayanan.  Hal ini dapat menyebabkan kerusakan. Perlu adanya campuran perkerasan yang memiliki daya dukung dan keawetan yang baik, tidak peka terhadap cuaca serta aman bagi lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan penambahan limbah ban karet dan pengaruh metode pencampuran. Studi ini dilakukan beberapa tahapan pengukuran di laboratorium. Diantaranya pengujian sifat fisik agregat, penentuan nilai kadar aspal optimum dan melakukan pengujian untuk mengukur beberapa karakteristik yaitu Marshall, Index Retained Strenght (IRS), Indirect Tensile Strenght (ITS), Tensile Strenght Ratio Test (TSR), Cantabro Loss (CL), dan Asphalt Flow Down (AFD) dengan kadar penambahan serbuk ban karet 0%, 2%, 4% dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran HRS-WC dengan penambahan serbuk ban karet mampu memperbaiki karakteristik Marshall pada sifat volumetriknya. Sedangkan pada sifat mekanisnya dengan penambahan serbuk ban karet 2% mampu memperbaiki kinerja stabilitas. Karakteristik ITS dengan penambahan serbuk ban karet 2% dan 4% mampu memperbaiki kinerja campuran, sedangkan pada karakteristik TSR hanya pada kadar penambahan 2%. Karakteristik IRS, CL, dan AFD dengan penambahan serbuk ban karet mampu memperbaiki kinerja campuran. Penggunaan metode pencampuran bertahap menghasilkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan metode pencampuran konvensional.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 47, No 1 (2026) Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 46, No 3 (2025) Vol 46, No 2 (2025) Vol 46, No 1 (2025) Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol 45, No 3 (2024) Vol 45, No 2 (2024) Vol 45, No 1 (2024) Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol 44, No 3 (2023) Vol 44, No 2 (2023) Vol 44, No 1 (2023) Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 43, No 3 (2022) Vol 43, No 2 (2022) Vol 43, No 1 (2022) Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 42, No 3 (2021) Vol 42, No 2 (2021) Vol 42, No 1 (2021) Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 41, No 3 (2020) Vol 41, No 2 (2020) Vol 41, No 1 (2020) Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 40, No 3 (2019) Vol 40, No 2 (2019) Vol 40, No 1 (2019) Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 39, No 2 (2018) Vol 39, No 1 (2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 38, No 2 (2017) Vol 38, No 1 (2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 37, No 2 (2016) Vol 37, No 1 (2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 36, No 2 (2015) Vol 36, No 1 (2015) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Vol 35, No 2 (2014) Vol 35, No 1 (2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Vol 34, No 3 (2013) Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Vol 34, No 2 (2013) Vol 34, No 1 (2013) Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Vol 33, No 2 (2012) Vol 33, No 1 (2012) Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Vol 32, No 3 (2011) Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Vol 32, No 2 (2011) Vol 32, No 1 (2011) Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Vol 31, No 2 (2010) Vol 31, No 1 (2010) Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Vol 30, No 3 (2009) Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Vol 30, No 2 (2009) Vol 30, No 1 (2009) Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Vol 29, No 3 (2008) Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Vol 29, No 2 (2008) Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Vol 29, No 1 (2008) Vol 28, No 3 (2007) Vol 28, No 2 (2007) Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Vol 28, No 1 (2007) In Press More Issue