cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 497 Documents
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS IKAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Onasiska, Dita Marta Dewi; Hidayatno, Achmad; Triwiyanto, Aris
Transmisi Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.714 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.1.7-13

Abstract

Abstrak Selama ini, pemenuhan kebutuhan ilmu yang mempelajari suara-suara di bawah air menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pengenalan sinyal suara dengan jaringan syaraf tiruan dapat dimengerti melalui beberapa metode ekstraksi ciri. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem untuk mengidentifikasi jenis ikan. Sinyal suara mula-mula kita dapatkan dari proses perekaman menggunakan sebuah hydrophone. Kemudian sinyal suara dicuplik dengan kecepatan cuplik 44100 Hz. Untuk proses ekstraksi parameter suara digunakan metode Linear Predictive Coding (LPC) untuk mendapatkan koefisien cepstral. Koefisien cepstral LPC ini ditransformasikan ke dalam domain frekuensi dengan Fast Fourier Transform (FFT). Untuk proses pengenalan dan pengambilan keputusan digunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) propagasi balik. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan MATLAB 2010.Pengujian aplikasi ini dilakukan dengan membandingkan hasil pengenalan dari data latih, data uji, dan pengujian langsung. Sedangkan pada jaringan dilakukan variasi menggunakan 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hidden layer. Berdasarkan hasil pengujian data latihtingkat pengenalan untuk masing-masing variasi jaringan dari setiap jenis ikan tidak menunjukkan perbedaan hasil pengujian, yaitu persentase benar 100%. Berdasarkan hasil pengujian data uji, persentasi tingkat pengenalan sangat bervariasi, dan tingat pengenalan tertinggimencapai 86,6%. Hasil pengujian langsung juga memiliki persentasi tingkat pengenalan yang bervariasi, dan tingkat pengenalan tertinggi mencapai 50%. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem ini sudah cukup baik untuk mengidentifikasi jenis ikan.   Kata kunci : linear predictive coding, fast fourier transform, jaringan saraf tiruan propagasi balik. Abstract   Nowadays,the under water sound processing research gradually shows good improvement. The implementation of artificial neural network as sound recognition can be developed with some particular characteristic extraction methods. This research was designed to recognise and identify  fish sound. The sound signal recorded by hydrophone. The sound was sampled in frequency 44100 HZ. Sound parameter extraction  used Linear Predictive Coding (LPC) method. Recognition and decision-making process used Artificial Neural Networks (ANN) backpropagation. This application wasbuilt  by using MATLAB 2010.The program was examined by comparing recognition results of  training data, test data, and direct testing. The network variations were 3,4,5,6,7, and 8 hidden layers. Based on the test results of training data, the recognition rate for each various networks of fish types did not show differences in the test results, the true result percentage was 100%. Based on the test results of the test data, the recognition rate was variative and the highest result of test  data was 86.6%. The results of direct testing had variative result too, and the highest result was 50%. So, it could be concluded that this system well enough to identify fish sound.   Keywords: linear predictive coding, fast fourier transform, artificial neural networks backpropagation
PENGONTROLAN TEKANAN AIR DAN PENGATURAN SISTEM BACKWASH PADA PLANT PENGOLAHAN AIR LIMBAH TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO Widagdo, Arif; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.245 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.3.121-127

Abstract

Abstrak   Kendali PID (Proporsional Integral Derivatif) merupakan metode kontrol klasik yang sudah lama diaplikasikan di bidang industri. Dalam penerapannya, tiap P, I atau D masing-masing bisa diterapkan terpisah atau digabung P, PI, PD maupun PID secara keseluruhan. Ada banyak plant yang bisa diterapkan, misalnya adalah plant pengolahan air limbah, dimana banyak pengaturan katup yang terdapat pada plant tersebut. Dalam tugas akhir pengontrolan tekanan air dan pengaturan sistem backwash pada plant pengolahan air limbah ini, dilakukan beberapa pengujian yang bertujuan untuk mengetahui respon sistem. Pengujian tersebut dilakukan dengan memvariasikan nilai Kp dengan nilai set poin yang sama dan juga menaikkan set poin dengan nilai Kp terbaik. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan untuk set poin 10kPa, didapatkan nilai Kp terbaik yaitu 50 dengan waktu naik sebesar 4 detik dan waktu tetapan sebesar 37 detik. Sementara ketika set poin di naikkan menjadi 11 kPa, maka didapatkan waktu naik 14 detik dan waktu tetapan sebesar 44 detik.   Kata kunci : sistem kontrol tekanan, sensor tekanan MPX5100DP, ATmega8535, metode proporsional, motor servo.     Abstract PID control (Proportional Integral Derivative) is a classical control methods that have long been applied in industry. In its application, each P, I or D can be applied separately or combined P, PI, PD or PID. There are many plant which can be applied, for example is the waste water treatment plant, where many of the valves in the plant. In this final project of controlling water pressure and backwash system settings on a waste water treatment plant, do some tests in order to determine the response of the system. The testing is done by varying the value of Kp with the same set of points and also raise the set point with a value of Kp. Based on the testing that has been done to set points 10kPa, Kp best value obtained is 50 with a rise time of 4 seconds and a time constant of 37 sec. Meanwhile, when a set of points in raised it to 11 kPa, then get up time and time constant of 14 seconds and 44 seconds.   Key words: system pressure control, pressure sensor MPX5100DP, ATmega8535, proportional method, servo motors.
PENAKAR CURAH HUJAN AUTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Sumardi, Sumardi
Transmisi Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.163 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.2.84-90

Abstract

Indonesia is one kind of country which has wet tropical climate (humid tropic). The character has always high volume of rains. The average for each year in Indonesia isn’t in the same portion. But there still much more, an average 2000–3000 mm/year. And also between one and the other places have different rain rates. Areas which have rain rate less than 1000 mm, coverage of 0,6% from Indonesian territory, There are South east of Nusa, and 2 areas in Sulawesi (Palu valley and Luwuk). And some areas which have rain rates between 1000 – 2000 mm in a year there are some part of South east of Nusa, a little part of Merauke, Aru Archipelago and Tanibar. The areas which have rain rates between 2000 – 3000 mm per year, coverage East Sumatra, South Kalimantan, East part of West Java and Central Java, and some part of Irian Jaya, maluku Archipelago and some of Sulawesi. The area which has the most portion of rain 3000 mm per year is high land of West Sumatra, Central Kalimantan, and central plateau of Papua, more areas in Java, Bali, Lombok, and Sumba. Since this conditions, needed to improve a tools to detect total of rain rate prototype, so rain rate data in one place could be known quickly. This is so meanly to give advantage, for example to anticipate or warn from flood disaster or even landslide. In this research designed hardware to detect rain rate automatically using tipping bucket rain rate sensor. This sensor employed based on signal pulse caused of tipping moving from the rain which called click. Once click produce one pulse feed up to microcontroller to be recorded. Once click shows the number of flow rains 5,5 mm. Total flow rains recorded and accumulated from 06.00 until 17.00 and from 17.00 until 06.00. This result saved in its memory to an exact time suitable with memory capacity which still available in microcontroller. Keywords: rain rate detector, tipping bucket
PENGGUNAAN ATP DRAW 3.8 UNTUK MENENTUKAN JUMLAH GANGGUAN PADA SALURAN TRANSMISI 150 kV AKIBAT BACKFLASHOVER Nugroho, Muhammad Yudi; Facta, Mochammad; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.236 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.1.15-21

Abstract

Sambaran petir pada saluran transmisi dapat menyebabkan gangguan penyaluran tenaga listrik. Sambaran petir langsung pada kawat tanah maupun menara dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan tegangan pada menara, jika tegangan yang timbul pada isolator sama atau melebihi garis Critical Flashover Voltage (CFO) maka terjadilah fenomena denyar balik atau biasa disebut backflashover. Pada tugas akhir ini akan dilakukan simulasi untuk mengetahui kondisi yang kemungkinan terjadi pada suatu model menara transmisi 150 kV ketika dikenai sambaran petir secara langsung di puncak menara dengan menggunakan perangkat lunak ATP Draw 3.8. Setelah disimulasikan dan diperoleh profil tegangan petir maka dilakukan metode untuk mengetahui kemungkinan besarnya tegangan pada isolator yang dapat melampaui CFO. Selanjutnya besar arus yang mungkin terjadi ketika tegangan melampaui CFO diolah untuk mendapatkan kemungkinan jumlah gangguan pada saluran transmisi akibat backflashover. Berdasarkan simulasi dan perhitungan didapatkan jumlah gangguan petir pada fasa A adalah 5,68 gangguan per 100 km/tahun, untuk fasa B adalah 4,22 gangguan per 100 km/tahun, dan untuk fasa C adalah 5,51 gangguan per 100 km/tahun.
Identifikasi Keberadaan Tumor Pada Citra Mammografi Menggunakan Metode Run Length Imam Santoso; Achmad Hidayatno; Andrio Ghara Pratama
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.049 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.1.43-48

Abstract

Breast cancer is one of the most cancer disease among women until now. This cancer was formed by abnormal cells in breast tissue. For early breast cancer detection the mammography is used by the radiologyst. In mammography the breast tissue is scanned by Xrays then a resulting  image called mammogram produce. The radiologyst manually examine the mammogram identifying which area of scanned breast tissue that could have cancer suspect. In medical term the cancer appear as a mass or microcalcification. Because of the quality of mammograms and small of cancer area in early stadium the radiologist sometime have the problem to decide if there is a cancer perform as a mass or microcalcification. According to mammograms that can be viewed as texture image, the image processing especially   texture analysis computerizely helped the radiologist to classify the texturize cancer area. In this research one of  the texture analysis methods named run length method use to get the features. With this features, k-NN (k-Nearest Neighbour) classifier then decide whether the suspect area is cancer according to the mass or microcalcification appeareance or just normal tissue. As the result there is 72% correct identification among the mammograms data that have been analyzed texturizely with run length method.
ANALISA PENGGUNAAN LAMPU LED PADA PENERANGAN DALAM RUMAH Saputro, Jimy Harto; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.799 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.1.19-27

Abstract

Abstrak   Dalam perkembangannya di bidang penerangan, LED kini mulai digunakan sebagai lampu penerangan baik untuk penerangan rumah maupun jalan. Di Indonesia sendiri penggunaan LED dalam penerangan masih jarang digunakan,ini karena harga dari lampu LED yang cukup mahal jika dibandingkan dengan lampu yang biasa digunakan. Pembuatan LED dilakukan berdasarkan kebutuhan tegangan yang umumnya digunakan oleh konsumen, yaitu pada tegangan 220 V. Maka susunan LED yang paling tepat adalah rangkaian seri, yaitu dengan 36 buah LED, LED ini sendiri disuplai oleh tegangan 220V yang sudah disearahkan sehingga sesuai dengan kebutuhan dari total LED yang dipasang. Sehingga tegangan keluaran dari suplai adalah tegangan searah, bukan lagi tegangan bolak – balik.            Pada percobaan dilakukan pengujian menggunakan PQA dan lux meter untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai lumen/watt dari lampu LED adalah nilai binning dari LED tersebut, bahwa semakin besar nilai binning suatu bahan atau produk maka semakin jelek kualitasnya. Cos φ yang dihasilkan dari rangkaian ini sangat rendah, sehingga mempengaruhi konsumsi daya LED.   Kata kunci : LED, binning, lumen/watt, pencahayaan.     Abstract   LEDs are now beginning to be used as lighting for home and road lighting. In Indonesia alone, the use of LEDs in lighting is rarely used, because the price of LED bulbs are quite expensive when compared to commonly used lamps. LEDs have very low power when compared with the usual light. Making LED is based on the voltage requirements that are generally used by consumers, at a voltage of 220 V. So the most appropriate LED array is a series circuit, with 36 pieces LED, Supply circuit is made of a diode rectifier and capacitor voltage divider and current limiting.In experiments conducted using the PQA and lux meter to obtain the required data. One of the factors that affect the value of lumens/watt of LED lights is the value of the LED binning. that the greater the value of binning a material or product, then the bad quality. Cos φ generated from this circuit is so low that affects the power consumption of the LED   Keyword :LED, binning, lumen/watt, lighting.
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY DALAM KONTROL POSISI KEDALAMAN PADA REMOTELY OPERATED UNDERWATER VEHICLE (ROV) Wicaksono, Andrey; Sudjadi, Sudjadi; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.059 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.72-79

Abstract

Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) merupakan robot bawah air yang memiliki bentuk seperti kapal selam dan dioperasikan menggunakan remote control. Permasalahan yang dihadapi terkait pemanfaatan ROV adalah kontrol gerakan vertikal maupun horizontal. ROV memiliki persamaan kinematika dan dinamis yang multivariabel dan tidak linier karena dipengaruhi beberapa faktor lain seperti gangguan yang dihasilkan dari gaya hidrodstatis dan hidrodinamis, sehingga sulit untuk dimodelkan. Sehubungan hal tersebut, dalam penelitian ini dipilih Fuzzy Logic Control (FLC) dengan metode Sugeno untuk mengontrol gerakan ROV mencapai kedalaman yang diinginkan. Variabel masukkan FLC berupa error dan ∆ error sedangkan variabel keluarannya adalah sinyal PWM. Sinyal PWM digunakan untuk mengontrol kecepatan motor BLDC vertikal. Pengujian dianalisis berdasarkan parameter tanggapan sistem terhadap set point kedalaman dan gangguan. Kinerja dan hasil pengujian FLC dibandingkan kontrol on-off. FLC menggunakan 49 rule base, 7 buah keluaran PWM dengan pengaturan 1628,1870,1970,2070,2170 dan 2220 dengan kontrol on-off menggunakan keluaran PWM 1620 dan 1800. Didapatkan hasil perbandingan  FLC masing-masing lebih cepat 0,4 detik, 0,175 detik, 1,78 detik dan 0,31 detik dari kontrol on-off.  FLC lebih kecil 26,56% dari kontrol on-off. Hal tersebut menunjukkan bahwa FLC mampu mencapai, dan mempertahankan kestabilan pada kedalaman yang diinginkan dengan cepat, presisi dan tanpa osilasi.
Perancangan Sistem Kelistrikan Pengelolaan Air Terproduksi Studi Kasus W.T.I.P Kawengan PT. Pertamina EP Region Jawa Isworo, Mahmud Fauzi; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.113 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.2.63-75

Abstract

Fasilitas Pengolahan Air terpadu (WTIP) merupakan fasilitas penting dalam industri minyak bagian hulu. Dalam fasilitas ini digunakan beberapa motor induksi yang berfungsi untuk menggerakkan pompa, mengaduk isi tangki dan fungsi penting lainya. Sumber kelistrikan diperoleh dari Generator-set berbahan bakar diesel dan lepas dari sumber PLN, hal ini dikarenakan letak plant yang tidak memungkinkan untuk memasang jaringan ke PLN. Dalam perancangan sistem kelistrikan harus dibuat suatu skenario terburuk yang mungkin terjadi. Skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah starting motor terbesar saat kondisi sistem dalam keadaan bekerja. Perhitungan kapasitas daya pembangkit yang harus disediakan harus memperhatikan skenario terburuk tersebut. Setelah dilakukan perhitungan secara manual maka system yang sudah dibuat disimulasikan menggunakan software ETAP versi 6.0 untuk memastikan system tersebut dapat bekerja secara optimal atau tidak. Dengan adanya hasil simulasi tersebut diharapkan sistem kelistrikan fasilitas pengolahan air terpadu dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu juga diharapkan dapat membuat perancangan sistem menjadi lebih efektif dan efisien. Keyword :   Water Treatment and Injection Plant (WTIP), ETAP, Worst scenario.
PEMBUATAN CATU DAYA ARUS DC MENGGUNAKAN TOPOLOGI INVERTER JEMBATAN PENUH DAN PENYEARAH Ilmanda, Hermawan; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.063 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.1.26-33

Abstract

Abstrak   Sumber arus DC umumnya dibuat dengan penyearahan dari jala-jala AC melalui regulator linier. Regulator Linier mempunyai keluaran dengan tegangan riak yang kecil namun mempunyai efisiensi yang rendah. Pada umumnya nilai arus yang besar, membutuhkan transformator dan komponen penyearahan yang mampu pada daya besar. Pada aplikasi tertentu, seperti pada sistem eksitasi generator, arus dibutuhkan pada nilai yang tetap. Maka perlu dirancang catu daya arus DC yang memiliki keluaran arus DC tetap Penelitian ini, membuat catu daya arus DC menggunakan topologi jembatan penuh dengan penyearah dioda. Menggunakan sistem pengontrolan arus konstan, untuk menjaga arus pada nilai yang diinginkan sebagai pengendalian lebar pulsa oleh IC CMOS TL494. Sensor arus berupa toroida inti ferrit. Perbandingan transformator penurun tegangan digunakan sebagai penaik arus  pada sisi sekunder. Pengujian dilakukan pada beban resistif lampu halogen untuk mendapatkan pengaruh lebar duty cycle terhadap keluaran dan efisiensi alat. Berdasarkan hasil pengujian efisiensi dan keluaran arus DC, duty cycle minimal menyebabkan efisiensi sebesar 53,32 %, sedangkan pada duty cycle maksimal, efisiensi meningkat yaitu sebesar 88,66 %. Pada sisi keluaran, arus minimal yang terukur  sebesar 4 Ampere dan arus maksimal terukur sebesar 17,20 Ampere pada tegangan 30 Volt. Arus DC yang terukur bersifat stabil pada nilai tertentu sesuai yang diinginkan.   Kata Kunci: kontrol arus, ICTL494, umpan balik, duty cycle     Abstract DC current sources are generally made ​​with the rectification of the AC grid through a linear regulator . Linear regulators have the small output voltage ripple but has a low efficiency . In general, the high value of the current flowing required transformers and components of rectification are capable of in large power. In certain applications , such as generator excitation systems , required current at a fixed rate. So that the power supply needs to be made ​​while have constant current output. This research, create a DC current power supply used  full bridge topology with a diode rectifier. Used a constant current control system, to keep the current at the desired value Control of the pulse width modulations by TL494 CMOS IC. A toroidal ferrite cored as current sensing.  The comparison of the step-down transformer is used as a current enhancer on the secondary side. Performed tests on a resistive load of halogen lamps to get the effect of the duty cycle width at the output and efficiency of appliance. Based on the results of testing the efficiency and output DC current, the minimal duty cycle causes efficiency of 53.32 %, whereas the maximum duty cycle  efficiency be increased in the amount of 88.66%. On the output site the minimum current measured  is 4 Ampere and maximum current measured is 17,20 Ampere  on the output voltage amount 30 Volt. Measured of DC current is stable at a certain value as desired.   Keywords : flow control , ICTL494 , feedback , duty cycle
APLIKASI CASE BASED REASONING UNTUK IDENTIFIKASI SERANGAN HAMA PADA TANAMAN JERUK Silmina, Esi Putri; Wardoyo, Retantyo
Transmisi Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.889 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.3.96-104

Abstract

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari ASIA. Pembudidayaan tanaman jeruk dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, teknik budidaya, kondisi lingkungan serta serangan hama dan penyakit. Dari ketiga faktor tersebut yang sampai sekarang menjadi masalah adalah gangguan hama dan penyakit. Rendahnya produktivitas tanaman jeruk disebabkan oleh serangan hama. Penelitian ini akan mengidentifikasi serangan hama pada tanaman jeruk dengan cara menerapkan Sistem Case Based Reasoning. Perhitungan similaritas yang digunakan dalam sistem Case Base Reasoning adalah metode Euclidean Distance. Hasil penelitian ini menunjukkan Sistem Case Based Reasoning ini dapat digunakan untutk membantu user mengidentifikasi hama yang menyerang tanaman jeruk. Problem baru dikatakan similar (mirip) 100% dengan kasus yang lama apabila nilai similaritas dari d(p,q) sama dengan 1 sedangkan tidak  similar apabila nilai d(p,q) sama dengan 0. Nilai similaritas antara 0 sampai dengan 1. 

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue