cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014)" : 30 Documents clear
PENGARUH Trichoderma spp. TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum capsici) PADA TANAMAN CABAI VARIETAS FEROSA DAN LARIS Anise Wulandari; Joko Prasetyo; Efri Efri; Suskandini Ratih D
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.502 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2072

Abstract

Cabai adalah salah satu komoditas yang bernilai tinggi. Penyebab rendahnya produksi cabai diantaranya adalahpenyakitantraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici. Trichoderma spp.memiliki potensi untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Peneltian bertujuan untuk mengetahui efektifitas Trichoderma spp. dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada varietas cabai Ferosa dan Laris. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor percobaan 3 ulangan dan 4 perlakuan. Faktor pertama adalah varietas cabai Ferosa (V1), Laris (V2). Faktor kedua adalah Tricoderma spp. terdiri 4 taraf tanpa Trichoderma T0), Trichoderma harzianum (T1), Trichoderma viride (T2), Trichoderma koningii (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi T. harzianum, T. viride dan T. koningii pada varietas Ferosa menurunkan keparahan penyakit tanaman. Pada varietas Laris aplikasi T. viride dapat menurunkan keparahan penyakit tanaman, sedangkan aplikasi T.harzianum dan T. koningii dapat menurunkan keparahan penyakit hanya pada pengamatan 87 hst. Aplikasi T. viride, dan T. koningii pada varietas Ferosa dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah buah.
EFIKASI HERBISIDA GLIFOSAT TERHADAP GULMA DI LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) BELUM MENGHASILKAN Laeli Mukarromah; Dad R. J. Sembodo; Sugiatno Sugiatno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.691 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2048

Abstract

Keberadaan gulma pada areal tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) mengakibatkan terjadinya kompetisi antara gulma dengan tanaman kelapa sawit. Pengendalian gulma menggunakan herbisida lebih menguntungkan daripada dengan cara pengendalian gulma yang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida glifosat yang efektif untuk mengendalikan bobot kering gulma total dan gulma pergolongan pada pertanaman kelapa sawit, perubahan komposisi jenisgulma pada piringan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan setelah aplikasi herbisida glifosat, dan daya racun herbisida glifosat pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Penelitian dilakukan di perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan milik petani di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan di Laboratorium Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung dari bulan November 2011 sampai dengan Januari 2012. Perlakuan yang diuji adalah herbisida berbahan aktif isopropylamina glifosat dengan dosis 1080, 1440, 1800, dan 2160 g ha -1 , penyiangan mekanis, dan tanpa perlakuan (kontrol). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan 4 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida glifsat dosis 1080-2160 g ha -1 menekan pertumbuhan gulma total di lahan kelapa sawit TBM pada 4, 8 dan 12 MSA; Herbisida glifosat dosis 1080-2160 g ha -1 menekan pertumbuhan gulma daun lebar di lahan kelapa sawit TBM pada 4 dan 8 MSA, gulma rumput ditekan pada 12 MSA, dan gulma teki ditekan pada 4 MSA; Terdapat perubahan komposisi jenis gulma akibat aplikasi herbisida glifosat yang ditunjukkan oleh jumlah jenis gulma yang berbeda pada setiap perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol; dan semua taraf dosis herbisida glifosat yang diuji tidak meracuni tanaman kelapa sawit belum menghasilkan.
EFIKASI HERBISIDA AMINOPIRALID + GLIFOSAT TERHADAP GULMA PADA LAHAN TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis [Muell.] Arg) MENGHASILKAN Nur Aini; Dad R. J. Sembodo; Sugiatno Sugiatno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.869 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2067

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi herbisida aminopiralid + glifosat terhadap pengendalian gulma pada lahan tanaman karet menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di PTPN VII Unit Usaha Kedaton, Tanjung Agung, LampungSelatan dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar lampung dari bulan Januari sampai April 2013. Penelitian terdiri atas 6 perlakuan dengan 4 ulangan, menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna.Perlakuan terdiri atas kombinasi aminopiralid + glifosat dengan dosis 12,75 g/ha + 360 g/ha, 17,00 g/ha + 480 g/ha, 21,25 g/ha + 600 g/ha, 25,50 g/ha + 720 g/ha, penyiangan mekanis, dan kontrol (tanpa penyiangan). Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, aditivitas data diuji dengan uji Tukey, jika asumsi terpenuhi data dianalisis ragam, dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kombinasiherbisida aminopiralid + glifosat efektif menekan pertumbuhan gulma total dan golongan rumput sampai 12 MSA, serta mampu menekan pertumbuhan gulma dominan Ottochloa nodosa pada 12 MSA dan Cyrtococcum acrescens pada 4 dan 8 MSA dan (2) Kombinasi herbisida aminopiralid + glifosat tidak efektif mengendalikan pertumbuhan gulma daun lebar dan gulma dominan Selaginella willdenowii.
INVENTARISASI JAMUR DAN BAKTERI YANG BERASOSIASI DENGAN BENIH PADI (Oryza Sativa L. ) DI LAMPUNG Yuktika Yuktika; Muhammad Nurdin; Suskandini Ratih D
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.912 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus jamur dan bakteri terbawa benih padi yang berasal dari Lampung. Pengambilan sampel benih padi menggunakan sampel acak dengan gulungan kertas yaitu Lampung Utara, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Petani yang memiliki produksi padi lebih unggul dan areal tanaman padi yang terluas dijadikan sebagai tempat pengambilan sampel benih padi. Benih-benih diuji dengan metode pemeriksaan benih kering dan metode inkubasi pada media Potato Sucrose Agar. Benih yang telah direndam selama 2 menit dalam aquades dikeringkan dengan menggunakan kertas tisu. Kemudian benih tersebut diinkubasi didalam media PSA selama 3-5 hari. Setiap cawan petri berisi 15 butir benih padi. Pada saat inkubasi diberi perlakuan gelap dan terang, masing-masing selama 12 jam secara bergantian, perlakuan ini ditujukan untuk merangsang sporulasi jamur terbawa benih. Pengamatan dilakukan pada hari ketiga dengan membuat preparat untuk diamati dibawah mikroskop majemuk. Hasil penelitian menunjukkan adanya jamur yang berasosiasi dengan benih padi yang berasal dari empat kabupaten. Lima genus jamur yang ditemukan secara berurutan dari yang paling sering muncul sampai yang jarang muncul adalah Aspergillus (37,9 %), Mucor (33,6 %), Trichoderma (6,3 %), Penicillium (3,9 %) dan Rhizopus (0,6 %).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANAMAN KAKAO DI DESA PENYANDINGAN KECAMATAN PUNDUH PIDADA KABUPATEN PESAWARAN Bagja Rudhia Ulil Albab; Ali Kabul Mahi; Rusdi Evizal; Tamaluddin Syam
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2111

Abstract

Tanaman kakao merupakan salah satu tanaman yang penting bagi perekonomian desa Penyandingan Kabupaten Pesawaran, hal ini dikarenakan sumber pendapatan utama mereka berasal dari bertani kakao. Penelitian dilaksanakan pada sebagian lahan pertanaman kakao (Theobroma cacao L) di Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Penyandingan, Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran pada bulan Juni 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah megevaluasi kesesuaian lahan pertanaman kakao secara kualitatif dan kuantitatif .Evaluasi kesesuaian lahan kualitatif dilakukan berdasarkan persyaratan tumbuh tanaman kakao menurut kriteria Djaenudin dkk. (2000), dan evaluasi kesesuaian lahan kuantitatif dilakukan adalah menganalisis kelayakan finansial dengan menghitung NPV, Net B/C, IRR, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanaman kakao di Desa Penyandingan masuk kedalam kelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas C-organik (S2nr), dan secara finansial layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV sebesar Rp 215.272.155 ha -1 , Net B/C sebesar 2,08% thn -1 , IRR sebesar 25% thn -1 , dan BEP (titik impas) akan dicapai pada tahun ke 14, bulan ke 5, hari ke 26.
MENENTUKAN KONSENTRASI MOLIBDENUM TERBAIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK Anggun Putri Islami; Yohannes Cahya Ginting; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.499 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2043

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu komoditas buah-buahan semusim yang mempunyai nilai ekonomi dan prospek yang menjanjikan, baik dalam pemasaran buahnya maupun benihnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman melon yaitu dengan menerapkan teknikbudidaya sistem hidroponik dengan konsentrasi larutan hara yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons dua varietas tanaman melon yang dibudidayakan secara hidroponik pada media arang sekam terhadap konsentrasi molibdenum (Mo).Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Agustus – Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan disusun secara faktorial 2×5 dengan 3 kali ulangan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan konsentrasimolibdenum (Mo) yaitu : Mo 1 = 0,05 ppm, Mo 2 = 0,55 ppm, Mo 3 = 1,05 ppm, Mo 4 = 1,55 ppm, dan Mo 5 = 2,05 ppm . Faktor kedua adalah varietas tanaman melon (V), yaitu v 1 = varietas Action dan v 2 = varietas Aramis. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan menggunakan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi, data dianalisisdengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji ortogonal kontras polinomial pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi molibdenum (Mo) dari 0,05 sampai 2,05 ppm tidak berpengaruh pada semua variabel pertumbuhan vegetatif dan generatif, sehingga belum terdapat konsentrasi yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi melon, melon varietas Action lebih baik daripada varietas Aramis dalam hal panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, volume buah, diameter buah dan bobot buah, serta tidak terdapat interaksi antara varietas melon dan konsentrasi molibdenum yang digunakan terhadap semua variabel, baik variabel pertumbuhan vegetatif maupun variabel generatif.
UJI FITOTOKSISITAS HERBISIDA AMINOSIKLOPIRAKLOR PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Rizka Sulung Antika; Nanik Sriyani; Sugiatno Sugiatno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.74 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2073

Abstract

Aminosiklopiraklor merupakan herbisida yang termasuk dalam kelas pirimidin karboksilat yang memiliki cara kerja menghambat pertumbuhan tanaman dengan cara mengganggu keseimbangan hormon auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitotoksisitas dan pengaruh herbisida aminosiklopiraklor terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit serta daya tekan herbisida terhadap gulma. Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Sekolah Global Madani, Rajabasa, Bandar Lampung dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan. Susunan perlakuan yaitu aminosiklopiraklor 7,5, 15, 30, dan 60 g ha -1 , glifosat 729 g ha -1 , kombinasi aminopiralid+triklopir 115,2 + 64,8 g ha -1 , 2,4 D 1298 g ha -1 , pengendalian mekanis, dan kontrol (tanpa pengendalian gulma). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlet dan aditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Apabila asumsi terpenuhi dilakukan analisis ragam, sedangkan untuk membedakan nilai tengah digunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Herbisida aminosiklopiraklor 7,5 g ha -1 tidak meracuni bibit kelapa sawit hingga 10 MSA, namun bibit kelapa sawit menunjukkan gejala keracunan pada pengaplikasian aminosiklopiraklor 15, 30, dan 60 g ha -1 ; (2) herbisida aminosiklopiraklor dosis 7,5-60 g ha -1 tidak menekan tinggi dan jumlah daun bibit kelapa sawit hingga 10 MSA setara dengan glifosat 729 g ha -1 , aminopiralid+triklopir 115,2+64,8 g ha -1 , dan 2,4 D 1298 g ha -1 ; (3) herbisida aminosiklopiraklor 60 g ha -1 mampu menekan persentase penutupan gulma total hingga 10 MSA, namun tidak mampumengendalikan bobot kering gulma rumput dan bobot kering gulma daun lebar.
EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) MENGHASILKAN Virgio Koriyando; Herry Susanto; Sugiatno Sugiatno; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.051 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2049

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam meningkatkan produksi tanaman kelapa sawit adalah faktor lingkungan terutama masalah keberadaan gulma yang dapat menekan pertumbuhan dan hasil. Aplikasi herbisida merupakan pengendalian gulma secara kimiawi dan herbisida metil metsulfuron berpotensi efektif mengendalikan gulma pada piringan tanaman kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida metil metsulfuron terhadap gulma total dan gulma dominanpada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dosis herbisida metil metsulfuron yang efektif untuk mengendalikan gulma total dan gulma dominan pada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dan perubahan komunitas gulma akibat perlakuan herbisida metil metsulfuron pada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Penelitian dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Mujimulyo, Natar, Lampung Selatan dan di Laboratorium Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar lampung. Penelitian menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) yang terdiri atas 7 perlakuan yaitudosis metil metsulfuron 15,75, 21,00, 26,25, dan 31,50 g ha -1 , metil metsulfuron pembanding (20,00 g ha -1 ), penyianganmekanis, dan tanpa pengendalian (kontrol). Penelitian diulang 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri atas 3 piringantanaman kelapa sawit. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Data dianalisisragam dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasiherbisida metil metsulfuron dosis 15,75 – 31,50 g ha -1 efektif mengendalikan gulma total pada 4, 8, dan 12 MSA. Herbisida metilmetsulfuron dosis 15,75 – 31,50 g ha -1 efektif mengendalikan Ageratum conyzoides dan Synedrella nodiflora pada 8 dan 12MSA, Axonopus compressus pada 12 MSA, dan Cyperus kyllingia pada 8 MSA dan terjadi perubahan komunitas gulmaakibat aplikasi herbisida metil metsulfuron.
AKUMULASI BAHAN KERING BEBERAPA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Ragil Alsabah; Sunyoto Sunyoto; Kuswanta Futas Hidayat; Muhammad Kamal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.147 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2068

Abstract

Sistem tumpangsari jagung dengan ubikayu merupakan cara untuk mengoptimalisasi penggunaan lahan.Bahan kering tanaman merupakan ukuran yang paling sering digunakan untuk menggambarkan dan mempelajari pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). mengetahui akumulasi bahan kering tanaman jagung yang ditanam secara monokultur dan tumpangsari dengan ubikayu, 2). mengetahui akumulasi bahan kering beberapa varietas jagung hibrida dalam sistem tumpangsari dengan ubikayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan BPTP, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanaaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan November 2012 sampai Maret 2013. Perlakuan disusun secara faktorial dengan petak terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan.Petak utama adalah pola pertanaman tumpangsari dan monokultur, sedangkan anak petak adalah varietas tanaman jagung yang terdiri atas P27, DK77, DK85, DK95 dan NK22. Petak percobaan yang digunakan pada penelitian ini berukuran 4 x 3,2 m. Data dianalisis dengan ANOVA dan perbedaan nilai tengah perlakuan ditentukan dengan uji beda nyata jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi bahan kering tanaman jagung yang ditanam secara monokultur dan tumpangsarimenunjukkan perbedaan secara nyata; bahan kering pada tanaman jagung secara monokultur memiliki nilai yang lebih besar daripada tanaman yang dibudidayakan secara tumpangsari. Sebagian bahan kering diakumulasikan pada biji diikuti batang,daun, akar, tongkol, kelobot dan malai. Akumulasi bahan kering pada beberapa varietas jagung yang ditanam secara tumpangsari menunjukkan perbedaan tidak nyata. Namun demikianvarietas NK22 menunjukkan akumulasi bahan kering yang paling besar dibandingkan dengan varietas DK85, DK77, DK95 dan P27.
INVENTARISASI PARASITOID HAMA PENGGULUNG DAUN PISANG (Erionota thrax L.) DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Imelda Tita Pratiwi; Lestari Wibowo; Wibowo Wibowo; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.047 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi parasitoid hama penggulung daun pisang (E. thrax L.) dan menghitung persentase parasitasinya di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dan pengamatan di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan pada sembilan desa di tiga kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parasitoid yang ditemukan di Kabupaten Lampung Selatan adalah Braconidae (Cotesia sp.), Chalcididae (Brachymeria sp.), Tachinidae (A), Ichneumonidae (A) (Charops sp.), Ichneumonidae (B), Tachinidae (B), Pteromalidae, dan Ichneumonidae (C) (Xanthopimpla sp.). Rata-rata persentase parasitasi terhadap hama penggulung daun pisang tertinggi adalah pada Kecamatan Tanjung Bintang yaitu sebesar 55,00%, sedangkan pada Kecamatan Jati Agung dan Natar masing-masing sebesar 36,67% dan 28,33%.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue