cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 10 Documents clear
RESISTENSI Eleusine indica TERHADAP GLIFOSAT PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN BATU BARA Koko Tampubolon; Edison Purba; Diana Sofia Hanafiah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.319 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2798

Abstract

Populasi Eleusine indica dari perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batu Bara secara menyeluruh belum pernah dilaporkan resisten-glifosat. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan sebaran populasi dan mengklasifikasi resistensi E. indica terhadap herbisida glifosat pada perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pusat Penelitian Gulma Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada Oktober 2016 - Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan glifosat dengan dosis rekomendasi 720 g b.a.ha-1 dan tiga ulangan. Populasi ESU0 (dari Lapangan Bola Politeknik Negeri Medan) sebagai pembanding. Analisis data menggunakan software IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi E. indica yang paling resisten (63,33%) pada perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batu Bara terdapat pada ESU4.11 (afdeling 4 Kebun Tanah Gambus). Populasi E. indica yang tergolong resisten-glifosat 83,33% (10 populasi), tergolong moderat resisten-glifosat 16,67% (2 populasi) dan tidak ada populasi yang sensitif-glifosat pada dosis rekomendasi 720 g b.a.ha-1 pada perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batu Bara.
DAYA MENAHAN AIR DAN INFILTRASI PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI LAHAN BPTP TEGINENENG I Putu Wira Bisana; Afandi Afandi; Didin Wiharso; Karden E. S. Manik
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.283 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2928

Abstract

Infiltrasi dan daya menahan air merupakan salah satu parameter untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah melalui pendekatan sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gipsum dan bahan organik terhadap laju infiltrasi dan daya menahan air pada pertanaman kedelai di lahan BPTP Tegineneng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 hingga April 2015 Lahan BPTP Unit Percobaan Tegineneng, Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 3 ulangan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dan ntuk infiltrasi penelitian ini menggunakan metode singgel ring. Laju infiltrasi paling cepat pada irigasi 0,5 (penyiraman 3 hari sekali) terdapat pada perlakuan G 1 (gipsum 130 kg/ha) dengan kecepatan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 324 mm/jam dan titik konstan (5 menit ke 5) 168 19,60 km/jam sedangkan pada irigasi 0,75 (penyiraman 6 hari sekali) terdapat pada perlakuan B 1 (bahan organik 5 ton/ha) dengan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 200 mm/ jam dan laju infiltrasi konstan (5 menit ke 5) 72 mm/jam. Penambahan bahan organik pada penelitian ini meningkatkan daya menahan air tanah
KELIMPAHAN ARTHROPODA TANAH PADA PERTANAMAN UBIKAYU YANG DIPERLAKUKAN DENGAN PUPUK MIKRO Rioga N Tanjung; F.X. Susilo; Agus M Hariri; Kukuh Setiawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.615 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2923

Abstract

Penambahan pupuk mikro merupakan salah satu upaya dalam pemenuhan nutrisi bagi tanaman untuk dapat tumbuh dengan optimal. Tanaman yang sehat akan cenderung lebih tahan terhadap serangan hama. Hal ini dapat diketahui dari keberadaan organisme yang ada pada tajuk tanaman tersebut. Kelimpahan arthropoda tanah menjadi indikator keterkaitan antara organisme yang berada di atas dan di bawah tajuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan arthropoda tanah pada lahan pertanaman ubikayu yang diperlakukan dengan pupuk mikro. Penelitian dilakukan pada pertanaman ubikayu di DesaBumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah pada November 2016 – Mei 2017. Rancangan percobaan disusun menggunakan nested design dengan tiga perlakuan yaitu tanpa pupuk mikro (A0), pupuk mikro 20 kg/Ha (A1), danpupuk mikro 40 kg/Ha (A2). Sampling arthropoda tanah dilakukan dengan pitfall trap. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Pemisahan nilai tengah dilakukan dengan Uji BNT pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh ordo arthropoda tanah ditemukan pada pertanaman ubikayu di Desa Bumi Aji, yaitu Collembola, Hymenoptera, Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda. Adapun dari sepuluh ordo arthropoda tersebut, terdapat dua ordo yang dominan, yakni Collembola dan Hymenoptera. Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Collembola, namun menurunkan kelimpahan Hymenoptera (semut). Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMBERIAN HERBISIDA TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) MUSIM TANAM KE-3 Maksum Amin Jauhari; Irwan Sukri Banuwa; Afandi Afandi; Muhajir Utomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.982 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2929

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) sistem olah tanah terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanaman jagung; (2) pemberian herbisida terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanamanjagung; (3) interaksi antara sistem olah tanah dan pemberian herbisida terhadap aliran permukaan dan erosi yang terjadi di lahan pertanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai bulan Februari 2017 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama adalah sistem olah tanah dan faktor kedua adalah pemberian herbisida, perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aliran permukaan, erosi, tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan tanaman dan produksi tanaman jagung pada olah tanah minimum tidak berbeda dibandingkan dengan olah tanah penuh; (2) aliran permukaan dan erosi pada perlakuan pemberian herbisida tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pemberian herbisida, tetapi pemberian herbisida nyata lebih baik pada komponen tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan dan produksi tanaman jagung; (3) Tidak ada interaksi yang terjadi antara perlakuan sistem olah tanah dan herbisida terhadap aliran permukan dan erosi, tinggi tanaman, bobot basah gulma, bobot basah brangkasan tanaman dan produksi tanaman jagung.
UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN MIMBA, DAUN MENGKUDU dan BABADOTAN TERHADAP MORTALITAS LARVA Crocidolomia binotalis Zell. DI LABORATORIUM Wiwin Ervinatun; Rosma Hasibuan; Agus M Hariri; Lestari Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.837 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2924

Abstract

Kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran penting yang mempunyai nilai gizi yang tinggi.Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas hasil dan produksi sayuran kubis. Serangga Crocidolomia binotalis Zell. (Lepidoptera:Pyralidae) merupakan hama tanaman kubis karena dapat merusak sehingga menyebabkan gagal panen. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba, daun mengkudu dan babadotan terhadap mortalitas larva C. binotalis. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Perlakuan kontrol (A1), mimba 2,5% (Mi1), mimba 5% (Mi2), mengkudu 2,5% (Me1), mengkudu 5% (Me2), babadotan 2,5% (Ba1) dan babadotan 5% (Ba2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi insektisida botani (daun mimba, daun mengkudu dan babadotan) mampu menyebabkan kematianlarva C. binotalis pada semua perlakuan yang diuji. Lebih lanjut, semua perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva C. binotalisZell.
DAYA RACUN EKSTRAK UMBI GADUNG (Discorea hispida Dennst) TERHADAP HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DAN IKAN LELE (Clarias sp.) DI RUMAH KACA Melshella Ferinda; Solikhin Solikhin; Indriyati Indriyati; FX Susilo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.781 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya racun ekstrak umbi gadung (Discorea hispida Dennst) terhadap hama keong emas (Pomacea sp.) dan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian disusun dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS), dalam percobaan terhadap keong emas dengan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah 7 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (5 g/l), P2 (10 g/l), P3 (15 g/l), P4 (20 g/l), P5 (25g/l) dan P6 (30 g/l). Percobaan terhadap ikan lele dengan 4 ulangan. Percobaan perlakuan adalah 5 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (2,5 g/l), P2 (5 g/l), P3 (7,5 g/l) dan P4 (10 g/l).Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Data dari uji daya racun tersebut dianalisis dengananalisis probit menggunakan SPSS version 23 for windows. Rata-rata daya racun (LT-50) dan (LC-50) ditentukan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi gadung bersifat lebih toksik terhadap ikan lele dibandingkan keong emas, hal ini ditunjukkan oleh besarnya LT-50 dan LC-50. Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap keong emas pada konsentrasi 30 g/l (2,5 hari) dan pada konsentrasi 5 g/l (13,9 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,024 g/l). Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap ikan lele pada konsentrasi 10 g/l (1,9 hari) dan pada konsentrasi 2,5 g/l (4,8 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,005 g/l).
PENGARUH APLIKASI IRIGASI AWAL TERHADAP HASIL PRODUKSI DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max)PADA TANAH ULTISOL DI KEBUN PERCOBAAN BPTP LAMPUNG SELATAN Pri Angga Tri Atmaja; Afandi Afandi; Nur Afni Afrianti; Didin Wiharso
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.552 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2926

Abstract

Tanaman kedelai memegang peranan penting dalam sektor pertanian, terutama di sektor pangan dan industri.Ketahanan varietas yang dibudidayakan terhadap kekeringan dan terhadap organisme pengganggu tanaman juga sangat berpengaruhterhadap produksi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui pengaruh aplikasi irigasi dengan volume yang berbeda dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, (2) untuk mengetahui varietas yang lebih unggul saat dilakukan penanaman pada musim kemarau dengan perlakuan irigasi yang berbeda, dan (3) untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara irigasi dengan penggunaan varietas kedelai yang berbeda terhadap produktivitas tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan BPTP,Kec. Tegineneng,Kab. Lampung Selatan, Provinsi Lampung dari 19 September 2014 hingga 21 Januari 2015dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 2 faktor perlakuan, faktor pertama yaitu 2 perbedaanlama waktu irigasi; 3 hari sekali (I 1 ) dan 6 hari sekali (I 2 ) dengan jumlah pemberianair 40 liter per plot dan faktor kedua yaitu 2 varietas kedelai; Tanggamus (V 1 ) dan Anjasmoro (V 2 ). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat total 12 plot percobaan dengan luasan wilayah per plot 2 x 2 m. Sistem irigasi 3 hari sekali dapat meningkatkan tinggi tanaman, total jumlah polong, dan bobot 100 butir kedelai, sedangkan sistem irigasi 6 hari sekali dapat meningkatkan jumlah cabang reproduktif dan mempercepat umur panen kedelai. Penggunaan varietas Tanggamusdapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah cabang reproduktif, total jumlah polong, bobot 100 butir dan mempercepat umur panen kedelai jika dibandingkan dengan penggunaan varietas Anjasmoro.Sistem irigasi 3 hari sekali dengan varietas Tanggamus dapat meningkatkan tinggi tanaman, total jumlah polong, dan bobot 100 butir kedelai, sedangkan sistem irigasi 6 hari sekalidengan varietas Tanggamus dapat meningkatkan jumlah cabang reproduktif dan mempercepat umur panen kedelai.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM PERTANAMAN BERBEDA DI KABUPATEN TANGGAMUS, LAMPUNG Herlinda Rama Danti; Yuyun Fitriana; Agus Muhammad Hariri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.13 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2921

Abstract

Keberagaman organisme yang saling berinteraksi dalam suatu ekosistem menentukan stabilitas ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda pada sistem pertanaman tomat monokultur dan polikultur di Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Penelitian menggunakan metode purposive sampling atau ditentukan secara sengaja pada tiga blok monokultur serta tiga blok polikultur. Pertanaman polikultur terdiri dari tanaman tomat dan cabai. Setiap blok berukuran 20 m x 20 m. Pengambilan sampel Arthropoda dengan menggunakan tiga perangkap sumuran yang diletakkan secara diagonal serta menggunakan lima tanaman sampel untuk pengamatan tajuk pada setiap blok pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh Arthropoda yang ditemukan adalah2.559 individu terdiri dari 1.371 individu pada pertanaman monokultur dan 1.188 individu pada pertanaman polikultur. Pada pertanaman monokultur ditemukan sembilan ordo dan 16 famili, sedangkan pada pertanaman polikultur ditemukan sembilan ordo dan 22 famili. Rata-rata nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Kemerataan dan Kekayaan Jenis pada pertanaman polikultur lebih tinggi dari pada pertanaman monokultur.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP ALKALIS TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI GEDONG MENENG Devita Ayuningrum; Sri Yusnaini; Rianida Taisa; Kushendarto Kushendarto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.243 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati (Bio max grow), pupuk pelengkap (Plant catalyst) dan interaksi antara pupuk hayati (Bio max grow) dan pupuk pelengkap (Plant catalyst) terhadap peningkatan populasi dan biomassa cacing tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas lampung pada Juli – Oktober 2017. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama dosis pupuk hayati (Bio max grow) dan faktor kedua kosentrasi pupuk pelengkap (Plant catalyst). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 24petak satuan percobaan. Data yang diperoleh dihomogenkan ragamnya menggunakan Uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan Uji Tukey. Setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata terkecil pada taraf 5%. Kemudian dilakukan Uji Korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel pendukung dengan variabel utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Pemberian pupuk hayati (Bio max grow) dengan dosis 10 ml L -1 mampu meningkatkan populasi dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 cm dan 10 – 20 cm. (2). Pemberian pupuk pelengkap (Plant catalyst) mampu meningkatkan populasi cacing tanah di kedalaman 0 – 10, 10 – 20, dan 20 – 30 cm dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 dan 10 – 20 cm pada umur 86 HST.(3). Terdapat interaksi antara pupuk hayati dan Pupuk Pelengkap terhadap populasi dan biomassa cacing tanah di kedalaman 0 – 10 cm, 10 – 20 cm dan 20 – 30 cm. Tanpa pemberian pupuk hayati, pupuk pelengkap dengan konsentrasi 0, 0,5, 1, dan 1,5 g L -1 dapat meningkatkan populasi cacingtanah, sedangkan pada pemberian pupuk hayati 10 ml L -1 , pupuk pelengkap dengan konsentrasi 1 g L -1 menghasilkan populasi dan biomassa cacing tanah lebih tinggi dibandingkan konsentrasi pupuk pelengkap lainnya pada umur 86 HST.
KOMUNITAS NEMATODA DAN TINGKAT KERUSAKAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var robusta) TUA DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG Ananda Rizki Lerian; I Gede Swibawa; Nuryasin Nuryasin; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.636 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2922

Abstract

P enelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus dan populasi nematoda parasit tumbuhan yang dominan serta tingkat kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora var robusta) tua. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Agustus 2017, dengan pemilihan desa dilakukan secara acak tetapi beberapa dipilih secara purposive berdasarkan rekomendasi dari PT Nestle Indonesia di kabupaten Tanggamus. Nematoda dari tanah diekstraksi menggunakan metode penyaringan bertingkatdan sentrifugasi menggunakan larutan gula sedangkan nematoda dari akar diekstraksi menggunakan metode Baerman yang dimodifikasi. Nematoda diidentifikasi sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Nematoda parasit tumbuhan yang dominan ditentukan berdasarkan Prominence Value dalam komunitasnya. Data tingkat kerusakan tanaman, kelimpahan seluruh nematoda, dan kelimpahan nematoda parasit tumbuhan dominan dianalisis ragam dan pemisahan nilai tengah menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 37 genus nematoda yang meliputi 22 genus nematoda hidup bebas dan 15 genus nematoda parasit tumbuhan. Lima genus nematodaparasit tumbuhan yang dominan yaituPratylenchus, Paratylenchus, Rotylenchulus, TetylenchusdanTylenchus. Pratylenchus merupakan nematoda parasit tumbuhan yang paling dominan paling tinggi di semua kebun yang disurvai. Kelimpahan Pratylenchusberkisar29-84 individu/300cc tanah dan 0-3 individu/ 10 gram akar. Tingkat kerusakan tanaman mutlak (keterjadian) 59% - 86%, tingkat kerusakan relatif (keparahan) pada tajuk berkisar 32,76 - 53,45%, dan intensitas kerusakan akar berkisar 25,5 - 70,5 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue