cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
PRODUKSI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS AMILASE Burkholderia cepacia TERHADAP SUBSTRAT YANG BERBEDA Melisha, Melisha; Harpeni, Esti; Supono, Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.124 KB)

Abstract

Pati atau amilum merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa sebagai produk fotosintesis. Burkholderia cepaciamerupakan bakteri yang mampu menghidrolisis pati, karena bakteri tersebutmemiliki enzim amilase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian substrat yang berbeda terhadap pertumbuhan, indeks amilolitik danaktivitas enzim amilase bakteri B. cepacia. Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap dengan 3 perlakuan (substrat daun singkong, daun pepaya dan sente)dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri B. cepacia mampuhidup dengan baik pada substrat daun pepaya. Pemberian substrat daun sente memberikan pengaruh terhadap indeks amilolitik yang ditunjukkan dengan adanyazona bening sebesar 9,8 mm. Aktivitas enzim amilase pada penelitan ini adalah101,8 unit dan konsentrasi protein sebesar 0,094 mg/ml.
Hormon Testosteron Dan Estadiol 17ß Dalam Plasma Darah Induk Betina Ikan Baung (Mystus Nemurus) Kencana Putra, I Gede Deta; -, Wardiyanto; -, Tarsim
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.628 KB)

Abstract

The research about application of bovine testicular extract on female baung catfish (Mystus nemurus) was done for determining an optimum dosage and application periode of bovine testicular extract. The aim of this research is to increase testosteron and estradiol 17β concentration on blood as gonad developing hormone on female baung catfish broodstock. This  research used randomize blocked design with five treatments and three groups. Dosages of bovine testicular extract which used as treatment were 0; 0,75; 1,5; 2,5 and 4,5 mg/kg feed. The periodes of bovine testicular extract applied were 10; 20 and 30 days. This research used female baung catfish with average body weight of 400-500 g. This research done on July-September 2011 at Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Purbolinggo, East Lampung. Testosterone and estradiol 17β concentration was determined by Radioimmunoassay (RIA) technique at Indonesian Research Institute for Animal Production Ciawi, West Java. The result showed that the application of bovine testicular extract could increase testosteron and estradiol 17β concentration in blood plasma. Dosage 2.5 mg/kg feed could increase testosterone concentration on 278.91 ± 66.76 pg/ml and estradiol 17β concentration on 606.25 ± 187.97 pg/ml. The application periode of Bovine Testicular Extract for 30 days could  increase testosteron and estradiol 17β concentration on 254.38 ± 93.84 pg/ml and 514.55 ± 137.22 pg/ml.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DI PERAIRAN PULAU TEGAL TELUK LAMPUNG Desti Rizki Anggraini; Abdullah Aman Damai; Qadar Hasani
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.642 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v6i2.p719-728

Abstract

Tegal Island is part of Lampung Bay which has potential to be the location of aquaculture. One of kind fish that can be cultivated in these area is the humpback grouper (Cromileptes altivelis). Humpback grouper is the most popular fish species in local and foreign markets that have the highest selling price. The purpose of this study were to know the physical and chemical parameters in Tegal Island waters, to know the suitability of the waters for the humpback grouper cultivation in the waters of Tegal Island. The research was conducted in May 2017. The sampling location was 4 stations. The range of water quality values in Tegal island were water depth (15-25 m), dissolved oxygen (7 – 8 mg/l), brightness (5-10 m), salinity (30-34 ppt), temperature (28 – 32°C ), current velocity (20 – 50 m/s), pH (7,7 – 8,0), nitrate (0,9 – 3,2 mg/l) and phosphate (0,2 – 0,5 mg/l). The results showed that the waters of Tegal Island had appropriate water suitability level (St 3), corresponding marginally (St 1 and St 2) and unsuited (St 4) for the cultivation of humpback grouper.
Pertumbuhan Diaphanasoma sp. Yang Diberi Pakan Nannochloropsis sp. Susilowati, Sri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.954 KB)

Abstract

Pakan alami yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan dalam pembenihan ikan dan udang agar survival rate larva ikan dan udang tinggi. Diaphanosoma merupakan salah satu zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami larva ikan dan udang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan Diaphanosoma yang diberi pakan Nannochloropsis. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2013 di Laboratorium Zooplankton, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Perlakuan berupa pemberian Nannochloropsis sebagai pakan Diaphanosoma, dilakukan setiap pagi hari secara ad libitum. Penghitungan kepadatan Diaphanosoma diukur setiap 24 jam sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi lima fase hidup dalam penelitian, yaitu fase lag, fase eksponensial, fase stasioner, fase decline dan fase kematian. Kepadatan rata-rata Diaphanosoma tertinggi dicapai pada fase stasioner yang terjadi pada hari ke-9, dengan kepadatan 2150 ind/l. Pada fase tersebut Diaphanosoma dapat dipanen untuk dikultur ulang dan atau dijadikan sebagai pakan alami larva ikan atau udang. Parameter kualitas air selama kultur masih dalam kisaran normal.
Histopatologi Organ Kakap Putih (Lates Calcarifer) dengan Infeksi Vibrio Alginolyticus dan Jintan Hitam (Nigella Sativa) Sebagai Imunostimulan Ahmad Fauzy; Tarsim -; Agus Setyawan
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.09 KB)

Abstract

Efektifitas jintan hitam (Nigella sativa) sebagai imunostimulan untuk ikan yang diinfeksi Vibrio alginolyticus dapat diamati melalui profil histopatologi. V. alginolyticus merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada budidaya kakap putih (Lates calcarifer). Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh pemberian jintan hitam terhadap kakap putih yang diuji tantang dengan bakteri V. alginolyticus melalui pengamatan profil histopatologisnya. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu pemberian 0%; 2,5%; 5% dan 7,5% jintan hitam/kg pakan. Gambaran histopatologi yang diamati adalah ukuran sel, warna, dan kerusakan jaringan seperti penumpukan zat besi pada pembuluh darah (hemosiderin), nekrosis, hipertropi, sel-sel yang lisis, dan infiltrasi jaringan ikat.Tingkat kerusakan jaringan dinilai berdasarkan jumlah kerusakan yang ditemukan pada jaringan tersebut, dengan kisaran nilai 0 hingga 5. Penilaian pada tiap perlakuan diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kerusakan jaringan. Berdasarkan tingkat kerusakan jaringan pada profil histopatologi menunjukkan hasil yang berbeda. Tingkat kerusakan jaringan pada penambahan 7,5%; 5% dan 2,5% jintan hitam pada pakan secara berturut-turut adalah 0,333; 0,733 dan 1,267. Penambahan 0% jintan hitam dalam pakan menunjukkan tingkat kerusakan jaringan tertinggi dengan nilai1,867. Berdasarkan pengamatan profil histopatologis, penambahan 7,5% jintan hitam dalam pakan efektif sebagai imunostimulan kakap putih dalam mencegah infeksi V. alginolyticus tanpa menyebabkan kerusakan jaringan ikan.
PENURUNAN FOSFAT PADA SISTEM RESIRKULASI DENGAN PENAMBAHAN FILTER YANG BERBEDA Nainna Anjanni Ade Lestari; Rara Diantari; Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.81 KB)

Abstract

Peningkatan sisa pakan dan buangan metabolit yang terakumulasi dapat menyebabkan peningkatan fosfat sehingga kualitas air menjadi rendah yaitu menurunnya kadar oksigen terlarut pada perairan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu mengaplikasikan sistem resirkulasi dengan penambahan filter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan fosfat pada sistem resirkulasi dengan penambahan filter yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2013 di Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hewan uji yang digunakan sebagai penghasil fosfat yaitu lele sangkuriang (Clarias gariepnus) berukuran 3-5 cm/ekor dengan padat tebar 200 ekor/m2 dan dipelihara selama 60 hari. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu kolam tanpa filter (kontrol), kolam dengan filter zeolit, kolam dengan filter arang dan kolam dengan filter pecahan karang dimana setiap perlakuan diberikan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filter yang berbeda menyebabkan terjadinya penurunan fosfat yang berbeda nyata (P>0,05). Penurunan fosfat tertinggi terjadi pada jenis media filter arang yaitu sebanyak 0,02675 mg/l, sedangkan penurunan fosfat terendah terjadi pada jenis media filter zeolit yaitu sebanyak 0,021 mg/l
PENGARUH SUHU TERHADAP PERKEMBANGAN TELUR DAN LARVA IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) Indah Wahyuningtias; Rara Diantari; Otong Zenal Arifin
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.06 KB)

Abstract

Ikan tambakan merupakan salah satu komoditas air tawar yang cukup digemari oleh masyarakat. Namun, pemeliharaan ikan tambakan dalam waah terkontrol belum banyak dilakukan sehingga informasi mengenai suhu optimum inkubasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu inkubasi terhadap perkembangan embrio, lama waktu penetasan, hatching rate dan survival rate, penggunaan kuning telur, dan abnormalitas larva ikan tambakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2015 di Instalasi Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk, BPPBAT Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (kontrol (24-260C), suhu 26-280C, suhu 29-310C dan suhu 32-340C) dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan suhu inkubasi berpengaruh terhadap perkembangan embrio, lama waktu penetasan, hatching rate dan survival rate, laju penyerapan dan lama waktu penyerapan kuning telur, serta tidak berpengaruh terhadap nilai abnormalitas larva ikan tambakan. Perlakuan terbaik untuk perkembangan embrio adalah pada suhu 26-280C, untuk lama waktu penetasan pada suhu 29-310C, untuk hatching rate pada suhu 26-280C, untuk survival rate pada perlakuan kontrol (24-260C), dan untuk laju penyerapan kuning telur, dan lama waktu penyerapan kuning telur pada suhu pada suhu 26-280C.
PEMANFAATAN TEPUNG Spirulina sp. UNTUK MENINGKATKAN KECERAHAN WARNA IKAN SUMATRA (Puntius tetrazona) Nuron Nafsihi; Siti Hudaidah; Supono .
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.566 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan tepung Spirulina sp. dalam pakan terhadap peningkatan kecerahan warna ikan Sumatra. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan (penambahan tepung Spirulina sp. sebanyak 0%, 0,3%, 0,6%, 0,9%, dan 1,2% dalam pakan) dan tiga kali ulangan. Pakan diujikan pada ikan sumatra berukuran panjang ± 3 - 5 cm yang dipelihara di akuarium berukuran 50x40x40 cm3. Parameter yang diukur meliputi peningkatan kecerahanwarna, pertumbuhan panjang, pH, suhu dan DO. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung Spirulina sp. dalam pakan berpengaruh terhadap peningkatan kecerahan warna ikan Sumatra (Puntius tetrazona). Parameter kualitas air dalam penelitian menunjukan perkembangan yang normal dengan berkisar DO 3-5 mg/L, suhu 25-29 0 C, dan pH 6-8.
Pengaruh Penambahan Tepung Kepala Udang Dalam Pakan Terhadap Pigmentasi Warna Pada Ikan Koi (Cyprinuscarpiolynn) Jenis Kohaku Niken Puspita Sari; Limin Santoso; Siti Hudaidah
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.403 KB)

Abstract

Koi as ornamental fish excellence in body shapes with interesting colour. Chromatopore cells took responsibility to colour of fish. Enhancing of colour possible with added of carotenoid source like shrimp head meal in feed. This study purposes to assessed effects of shrimp head meal to enhance colour of koi in different percentages of inclusion (0, 10, 12 and 14 %). Koi in juvenile size, 3 month old, 28 g of body weight and 12 cm of total length used for this study. Five trained persons by used Toca Colour Finder (TCF) justified  scores of colour patterns during 60 days of culture. Results showed 10 % inclusion of shrimp head meal optimum in carotenoid those effect to enhances of colour. Positive corelation showed between amount of chromatopore cells and percentage of inclusion of shrimp head meal.
STUDI PERFORMA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM SEMI INTENSIF PADA KONDISI AIR TAMBAK DENGAN KELIMPAHAN PLANKTON YANG BERBEDA PADA SAAT PENEBARAN Aan Pratama; Wardiyanto Wardiyanto; Supono Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.909 KB)

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dilakukan dengan sistem semi intensif ditekankan pada pengolahan kualitas air untuk menumbuhkan plankton di tambak budidaya dan menjaga parameter kualitas air lainnya agar tetap berada pada nilai optimum untuk kegiatan budidaya. Ketersediaan plankton di tambak memegang peranan penting dalam menyuplai oksigen terlarut (Disolved Oxygen)  bagi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara dengan sistem semi intensif dengan kelimpahan plankton yang berbeda pada saat penebaran yang meliputi pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, biomassa, dan konversi pakan. Tipe penelitian ini merupakan studi kasus pada tambak udang vaname semi intensif dengan padat tebar 66 ekor/m2. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan data-data primer dan sekunder di lapangan kemudian di analisis menggunakan metode Descriptive test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak udang dengan kelimpahan plankton yang tinggi pada saat penebaran memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik, yaitu sebesar 92,5 % dengan nilai konversi pakan 1,3, dan biomass udang mencapai 1050 kg. Sedangkan perkembangan udang pada tambak yang dipelihara dengan kelimpahan plankton rendah memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah, yaitu sebesar 40,13% dengan nilai konversi pakan 1,9, dan biomassa udang mencapai 550 kg.

Page 6 of 17 | Total Record : 167