cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CACAT DALAM PADA PRODUK SLAB BAJA (STUDI KASUS DI SLAB STEEL PLANT-2 PT. KRAKATAU STEEL) Handayani, Naniek Utami; Prastawa, Heru; Nuryanti, Nuryanti
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.263 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.2.65-73

Abstract

PT Krakatau Steel Plant-2, sebagai perusahaan penghasil Slab Baja, selalu berusaha untuk dapat menungkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di era global. Untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi hanya dapat dicapai dengan serangkaian pengendalian proses produksi yang baik, konsisten dan ketat. Hasil pengamatan di lapangan diketahui terdapat permasalahan adanya cacat segregasi. Cacat segregasi adalah cacat internal yang paling dominan dari jenis cacat yang lain, dari catatan departemen QC diketahui bahwa  tingkat kelas cacat internal segregasi slab baja melebihi kelas. Adapun rincian jumlah cacat adalah sebagai berikut,jumlah cacat kelas 1 (37.84%), jumlah cacat kelas 1-2 (45.40%), jumlah cacat kelas 2 (46.84%) dan jumlah cacat kelas 2-3 (33.33%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap cacat/retak dalam, mengetahui perbedaan pengaruh diantara faktor-faktor tersebut sehingga tercipta suatu sistem kerja yang baik, maka faktor-faktor ini perlu diteliti. Faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah faktor shift kerja, temperatur tundish dan casting speed ( kecepatan pencetakan). Masing-masing faktor terdiri dari 3 level. Faktor shift terdiri shift pagi, siang dan malam. Faktor temperatur terdiri, yaitu 15450C, 15500C dan 15550C. Dan faktor kecepatan 1.3m/menit, 1.4m/menit dan 1.5m/menit. Ukuran untuk kualitas slab baja yang dihasilkan dari proses ini dinyatakan dalam tingkat kelas cacat slab yang terjadi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda perancangan eksperimen dengan model faktorial. Untuk pengolahan data digunakan analisa variansi (ANOVA) dan test hipotesa. Hasil pengujian hipotesa dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa ada perbedaan yang berarti (signifikan) diantara pengaruh faktor temperatur tundish. Kata kunci: kualitas produk, desain eksperimen, cacat segregasi
PERANCANGAN INTEGRASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN E-LEARNING (Studi Kasus : Program Studi XYZ) Bernadhi, Brav Deva; Saptadi, Singgih
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 3, September 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.662 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.3.177-186

Abstract

Pertumbuhan akses informasi pada saat sekarang ini berjalan secara pesat. Masyarakat atau user untuk mendapatkan data atau informasi yang akurat, aktual, serta cepat dan mudah sekarang bukanlah hal sulit. Perkembangan internet pada saat ini semakin pesat dan tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Terdapatnya sistem informasi dan internet yang terus berkembang, maka diciptakan suatu cara penyampaian pendidikan secara elektronik dengan bantuan internet. Sistem informasi yang dimaksud pada saat sekarang lebih dikenal dengan istilah elektronik learning (e-learning). E-learning adalah suatu sistem informasi yang membantu pembelajaran manual menjadi pembelajaran secara elektronik. Pada dunia pendidikan untuk membantu dosen dan mahasiswa untuk memanajemen mata kuliah, saat sekarang ini terdapat Sistem Informasi Akademik yang lebih disingkat dengan SIA. SIA adalah suatu sistem informasi yang mengelola dan mengolah semua data-data akademik yang berada di bidang akademik. KRS online yang berada di SIA berhubungan erat dengan mata kuliah yang akan terisi pada e-learning. Dari pandangan kebutuhan tersebut, ada baiknya kedua sistem informasi tersebut digabungkan sehingga dengan user mengisi SIA, maka sistem e-learning yang berhubungan dengan mata kuliah yang diikuti akan terupdate dengan sendirinya dan perlu didesain sedemikian rupa agar kedua sistem informasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan oleh para user. Pendekatan ergonomis yang diperlukan untuk sistem tersebut adalah Human Computer Interaction (HCI) sehingga sistem yang dikembangkan akan nyaman, mudah dan aman digunakan oleh user atau dengan kata lain adalah user friendly. Jurnal ini disusun dengan tujuan untuk mengembangkan suatu sistem integrasi SIA dengan e-learning sehingga dapat membantu dan mempermudah aktifitas pembelajaran di Perguruan Tinggi.   ABSTRACT Growth of access to information at the present time is running fast. Public or the user to obtain data or information that is accurate, current, and a quick and easy right now is not difficult. The development of the Internet in today's increasingly rapidly and can not be separated from the world of education. Presence information systems and the Internet continues to grow, then created a way of delivering education electronically with the help of internet. The information system is at present better known as electronic learning (e-learning). E-learning is an information system that helps instructional manual to electronic learning. In the world of education to enable faculty and students to manage course, nowadays there are more Academic Information System shortened by SIA. SIA is an information system that manages and processes all the data of academic residing in the academic field. KRS SIA online that are closely related to the subjects that will be filled in e-learning. From the view of these needs, it helps both information systems are combined so that the user fills in SIA, the e-learning systems relating to subjects who follow will update itself and needs to be designed so that both the information system can run well and can used by the user. Ergonomic approach is needed for these systems is the Human Computer Interaction (HCI) so that the developed system will be convenient, easy and safe to use by the user, or in      other words is user friendly. These journals are intended to develop a system AIS integration with e-learning in order to assist and facilitate the activities of learning in Higher Education.
PERANCANGAN CASING DAN TATA LETAK KOMPONEN OZONIZER PENGAWET MAKANAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Fanani, Zainal; Nurkertamanda, Denny; K. Ola, Kristophorus
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.3, September 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.506 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.3.148-166

Abstract

Penelitian ini berisi tentang perancangan casing dan tata letak komponen ozonizer pengawet makanan. Proses perancangan produk dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) pada fase perencanaan produk (Product Planning) dan fase perencanaan disain (Design Planning). Pada fase perencanaan produk, dilakukan identifikasi kebutuhan konsumen terhadap ozonizer pengawet makanan. Pengumpulan data mengenai kebutuhan konsumen diperoleh dari penyebaran angket (kuisioner) kepada pengguna produk, yaitu rumah makan dan industri makanan. Setelah diperoleh daftar kebutuhan konsumen, kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian diolah menggunakan metode QFD pada fase perencanaan produk hingga diperoleh spestifikasi teknis produk dan House of Quality (HOQ). Spesifikasi teknis produk ini akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun fase kedua proses QFD, yaitu fase perencanaan disain. Pada fase perencanaan disain, dihasilkan beberapa sketsa alternatif solusi. Alternatif solusi disain tersebut kemudian dievaluasi dan dilakukan penilaian untuk memilih solusi disain produk ozonizer pengawet makanan. Setelah solusi disain produk ozonizer dipilih, alternatif solusi tersebut kemudian dirancang secara detail, dan kemudian dibuat prototype produk. Prototype produk  yang dibuat adalah prototype visual, yakni gambar disain yang dianimasi untuk melihat proses perakitan, penyusunan tata letak komponen penyusun produk dan penyusunan display dan panel operasi produk. Kata Kunci   :   Kebutuhan konsumen, Quality Function Deployment, Spesifikasi Teknis Produk, Solusi Disain, Prototype Disain Produk     This research contains about casing project and ozonizer component layout of food preservative. The project is practiced using Quality Function Deployment (QFD) method on product planning and design planning phase. In product planning phase, there is identification about consumer needs in ozonizer food preservative. Collecting data about consumer needs are received by spreading questioner to product consumer: restaurants and food industry. After getting list of consumer needs, those needs are then researched with QFD method in product planning phase so that received a specification about technical product and House of Quality (HOQ). This specification of technical product is then used as a model in arranging second process QFD phase: design planning. In design planning produce some sketches of alternative solution. This alternative solution is then evaluated and assessed to choose product design solution of ozonizer food preservative. After it is chosen, that alternative solution is then arranged detail, and then product prototype is created. Product prototype which is created is visual prototype; it is a design drawing which is animated for watching assembly process, arrangement of component supported product layout, and arrangement of display and product panel operation. Key words: consumer needs, Quality Function Deployment, technical product specification, part deployment, design solution, design product prototype.
AKTIVITAS SEKUNDER AUDIO UNTUK MENJAGA KEWASPADAAN PENGEMUDI MOBIL INDONESIA Iftikar Zahedi Sutalaksana; M Mahacandra
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.3, September 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.566 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.3.185-190

Abstract

Tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Tingginya peran faktor manusia sebagai penyebab utama kejadian kecelakaan patut diperhatikan. Penurunan kewaspadaan saat mengemudi akibat kantuk atau kelelahan merupakan salah satu kondisi yang mendorong terjadinya kecelakaan. Tulisan ini memaparkan aplikasi audio response test sebagai aktivitas sekunder dalam mengemudikan mobil. Response test yang dimaksud merupakan seperangkat aplikasi pada dashboard mobil yang menuntut respon pengemudi setiap stimulus suara bekerja. Audio response test ini diusulkan sebagai pemantau tingkat kewaspadaan pengemudi selama berkendara. Kewaspadaan pengemudi merupakan kondisi selama berkendara yang terjaga, awas, dan mampu memproses semua stimulus dengan baik. Hasil studi ini menghasilkan suatu bentuk audio response test yang terintegrasi dengan sistem berkendara di dalam mobil. Sumber bunyi diperdengarkan dengan intensitas konstan antara 80-85 dB. Bunyi akan berhenti jika pengemudi memberikan respon atas stimulus suara tersebut. Response test ini dirancang untuk mampu memantau tingkat kewaspadaan pengemudi selama berkendara. Penerapannya diharapkan mampu membantu menekan tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.Kata kunci: mengemudi, aktivitas sekunder, audio, kewaspadaan, response test Abstract The level of traffic accidents involving cars in Indonesia increasingly alarming. The high role of the human factor as the main cause of accident noteworthy. Decreased alertness while driving due to sleepiness or fatigue is one of the conditions that led to the accident. This paper describes an audio application response test as a secondary activity of driving a car. Response test is a set of applications on the dashboard of a car that demands a response driver each stimulus voice work. Audio response was proposed as test monitors the driver's level of alertness while driving. Vigilance driver was driving conditions during the awake, alert, and able to process all the stimulus well. The results of this study generate some form of audio response test that is integrated with the system drive in the car. Sound source is played with constant intensity between 80-85 dB. The sound will stop if the driver to respond to the sound stimulus. Response test is designed to be capable of monitoring the driver's level of alertness while driving. Its application is expected to help reduce the rate of traffic accidents in Indonesia.Keywords: driving, secondary activities, audio, alertness, response test
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI PRODUK ST 37777 PT EBAKO NUSANTARA PADA DEPARTEMEN SMOOTHMILLING UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN Asmawar, Mellysa; Sriyanto, Sriyanto
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.556 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.61-66

Abstract

AbstrakProses produksi ST 37777 di PT Ebako Nusantara menggunakan jadwal yang didasarkan oleh proses-proses yang dilakukan dengan menggunakan data historis yang telah ada dari proses produksi yang telah dilakukan. PT Ebako Nusantara merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang furnitur yang berlokasi di Terboyo, Semarang, Jawa Tengah. Dalam proses produksi ST 37777, terdapat 11 mesin dan 16 job dimana setiap job memiliki urutan mesin yang berbeda. Penjadwalan yang ada untuk produk tipe ST 37777 dengan tipe jobshop belum menerapkan suatu ketetapan dalam penentuan waktu dan urutan pengerjaan mesin yang efektif sehingga masih banyak job yang selesai terlambat. Untuk itu diperlukan suatu penjadwalan mesin yang efektif sehingga dapat memenuhi waktu produksi pesanan sesuai dengan yang telah disepakati. Penjadwalan jobshop diperlukan untuk memaksimumkan efisiensi dan utilitas sumber daya di lantai produksi. Penentuan jadwal mesin ini bertujuan meminimasi makespan dengan menggunakan Software WINQSB modul job schedulling. Metode yang digunakan adalah metode Short Processing Time. Hasil penjadwalan menggunakan Software WINQSB diperoleh makespan menjadi 15 jam dengan hasil penjadwalan tersebut tidak ada job yang terlambat dan semua job dikerjakan berurutan. AbstractThe production process of ST 37777 in PT Ebako Nusantara uses a schedule based on the processes performed using existing historical data from the production process that has been done. PT Ebako Nusantara is a manufacturing industry engaged in furnitur located in Terboyo, Semarang, Central Java. In the production process ST 37777, there are 11 machines and 16 jobs where each job has a different sequence of machines. The existing scheduling for ST 37777 type product with jobshop type has not been applied a determination in the timing and sequence of effective machine work so that many jobs are finished too late. For that required an effective engine scheduling so that it can meet the production time of orders in accordance with the agreed. Jobshop scheduling is needed to maximize efficiency and resource utilities on the production floor. Determination of this machine schedule aims to minimize the makespan using WINQSB Software job scheduling module. The method used is the method of Short Processing Time. The scheduling result using WINQSB software obtained makespan to 15 hours with scheduling result no job is late and all job done in sequence. Keywords: Jobshop Scheduling; Short Processing Time; Makespan Minimization
PENENTUAN KEBIJAKAN PENGIRIMAN MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI UNTUK PERISHABLE PRODUCT DALAM SUPPLY CHAIN MULTI-ESELON (Studi Kasus di TIKA Bakery) Saptadi, Singgih; Pritasari, Anggrila; Adi, Purnawan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.514 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.1.67-76

Abstract

Sepanjang persaingan dalam dunia industri semakin kuat, supply chain management menjadi halyang sangat penting. TIKA Bakery yang secara terus menerus memproduksi roti selalu berusaha untukmemenuhi permintaan konsumen dengan cepat, murah, dan kualitas produk yang tetap terjamin. Untukmencapai tujuan tersebut TIKA Bakery tidak dapat melakukannya sendiri, melainkan harus bekerja samadengan pedagang rotinya dan Trijaya Niaga Distributor selaku supplier tepung terigu. Agar koordinasidan kerjasama dalam satu supply chain tersebut tidak terjadi perbedaan dan konflik yang merugikan satusama lain, diperlukan suatu kebijakan integrasi supply chain, dimana dalam penelitian ini adalahkebijakan dalam hal aliran material. Produk yang dihasilkan TIKA Bakery termasuk perishable product,oleh karena itu faktor yang berpengaruh terhadap habisnya persediaan tidak hanya permintaan tetapi jugakerusakan. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan pengiriman untuk mendukung pengelolaan persediaanroti TIKA Bakery. Hsin Rau, dkk pada tahun 2003 mengembangkan sebuah model yang menggabungkantiga konsep, yaitu model persediaan untuk deteriorating item, sistem persediaan multi-eselon, danintegrasi supply chain. Dengan menggunakan model tersebut dihasilkan suatu usulan kebijakanpengiriman, yaitu frekuensi pengiriman bahan baku dari Trijaya Niaga Distributor ke TIKA Bakeryadalah 16 kali pengiriman, frekuensi pengiriman roti dari TIKA Bakery ke pedagang adalah 25 kalipengiriman selama satu bulan. Selain itu kebijakan pengiriman tersebut memberikan keuntungan,diantaranya yaitu jumlah roti yang kembali ke TIKA Bakery karena rusak berkurang dari 28% menjadi3,47%.Kata kunci: kebijakan, multi-eselon, perishable, integrasi As the industrial environment becomes more competitive, supply chain management has becomeessential. TIKA Bakery which continuously produces bread always tries to fulfil consumer demand in fast,cheap and well guaranteed products quality. To reach the target TIKA Bakery cannot do it alone, theyhave to work on a cooperative basis with TIKA Bakery’s bread retailers and Trijaya Niaga Distributor aswheat flour supplier. In order to avoid conflict and difference between one another in cooperation andcoordination of supply chain which can harm one another, they need an integration supply chain policy,which in this research is policy in the case of material stream. TIKA Bakery’s products includedperishable product, therefore factor that having an effect to the inventory not only the demand but alsothe damage. Because of that, need a delivery policy to support inventory management in TIKA Bakery.Hsin Rau, et al in 2003 developing a model joining three concepts, there are inventory model forperishable product, multi-echelon inventory system, and integration supply chain. By using the model thatresult a proposal in delivery policy, those are frequency delivery of raw material from Trijaya NiagaDistributor to TIKA Bakery is 16 delivery times and frequency delivery of bread from TIKA Bakery to theretailers is 25 delivery times during one month. In addition, the delivery policy gives profit, which is thequantity of bread that return to TIKA Bakery is decrease from 28% to 3,47%.Keyword: policy, multi-echelon, perishable, integration approach.
RISIKO RANTAI PASOK MINUMAN SARI APEL DALAM PERSPEKTIF SISTEM TRACEABILITY Handayani, Dwi Iryaning
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.1, Januari 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.313 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.1.57-68

Abstract

Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalisir atau dihilangkan dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Salah satu penanganan risiko dengan menggunakan sistem traceability. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan penaksiran risiko yang terjadi pada rantai pasok minuman sari apel berdasarkan informasi sistem traceability. Dalam penelitian ini menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference). Sedangkan  penilaian risiko rantai pasok menggunakan teknik FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). Upaya yang dilakukan dalam mengetahui risiko yang dapat ditangani dengan sistem traceability menggunakan metode House of Risk (HOR). Terdapat 1 risiko ekstrime yaitu risiko terjadinya kekurangan barang dan bahan baku digudang. Sedangkan risiko sedang sebanyak lima. Risiko yang berkatagori rendah sejumlah tujuh. Risiko yang terjadi disebabkan tidak ada prosedur yang jelas, kurang memperhatikan prosedur penyimpanan, inspeksi dilakukan di akhir proses dan kesalahan komposisi bahan baku, Sedangkan penyebab risiko yang bisa ditangani dengan traceability sebanyak 75% dari semua penyebab risiko yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa peran traceability pada rantai pasok makanan dapat mereduksi risiko yang terjadi. Kata kunci:  risiko, traceability, rantai pasok   Abstract Risks are factors that hinder operations in the food supply chain that can not be avoided but can be minimized or eliminated by appropriate risk management . One risk management using a traceability system . Therefore, this study aims to conduct a risk assessment that occurs in apple juice supply chain traceability system based on information . In this study using the SCOR ( Supply Chain Operations Reference ) . While supply chain risk assessment using the technique of FMEA ( Failure Mode and Effects Analysis) . Efforts are made to know the risks that can be addressed by using the method of traceability system House of Risk ( HOR ) . There is one risk is the risk ekstrime shortages of goods and raw materials warehouse . While the risk was as much as five . Risks are categorized as low a number seven . Risks that occur due to no clear procedure , lack of attention to storage procedures , inspections carried out at the end of the process and raw material composition error , while the cause of the risks that could be dealt with traceability as much as 75% of all causes of the risk. This suggests that the role of traceability in the food supply chain can reduce the risk. Keywords: risk, traceability, supply chain, traceability
USULAN PERBAIKAN OPERATION POINT SHEET PADA MESIN FEEDER AIDA 1100 PT. XXX DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMED Arvianto, Ary; Arista, Rheza
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.2, Mei 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.057 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.2.125-136

Abstract

Single Minute Exchange of Die (SMED) merupakan salah satu alat lean yang penting untuk mengurangi waste dan meningkatkan fleksibilitas dalam proses manufaktur yang memungkinkan dalam pengurangan ukuran lot dan perbaikan aliran manufaktur. SMED mengurangi waktu non-produktif dengan mempersatukan dan standardisasi operasi dalam pergantian alat, dengan menggunakan teknik sederhana dan aplikasi yang mudah. Namun proses tersebut tidak dapat memberikan hasil yang  spesifik dalam pelaksanaannya, dimana masih dapat dilakukan suatu perbaikan. Untuk mengatasi hal ini, data statistik dan alat-alat teknik industri dapat diintegrasikan dalam pendekatan SMED untuk meningkatkan hasil penerapan SMED. Penerapan pendekatan SMED yang diusulkan diuji untuk mesin feeder didalam industri otomotif PT. XXX. Implementasi ini memungkinkan adanya pengurangan waktu setup, melalui reorganisasi sumber daya internal perusahaan tanpa membutuhkan investasi yang signifikan.   Kata kunci: Lean manufacturing systems, Single Minute Exchange of Die, Quick ChangeOver.     Single Minute Exchange of Die (SMED) is one of the essential lean tools to reduce waste and increase flexibility in manufacturing processes that enable the reduction of lot size and improving manufacturing flow. SMED reduces non-productive time by streamlining and standardizing operations in the turn of the tool, using simple techniques and easy application. But the process can not provide a specific result in the implementation, which can still be an improvement. To overcome this, statistical data and tools can be integrated in industrial engineering approaches to improve outcomes SMED SMED implementation. The proposed application of SMED approach was tested for the automotive industry in the feeder machine PT. XXX. This implementation allows for the reduction of setup time, through the reorganization of the company's internal resources without requiring significant investment. Keywords: Lean manufacturing systems, Single Minute Exchange of Die, quick changeover.  
PERANCANGAN ALGORITMA PENJADWALAN KULIAH YANG MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN CONSTRAINT PROGRAMMING Sriyanto, Sriyanto; Mastrisiswadi, Hasan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.526 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.117-122

Abstract

Penjadwalan kuliah yang bersifat dinamis ini secara langsung menjadi faktor tingginya kepadatan transportasi di lingkungan universitas. Tingginya intensitas berkendara di lingkungan Universitas yang merupakan akibat dari pola penjadwalan kuliah, tentunya diikuti dengan tingginya emisi yang dihasilkan oleh kendaraan yang digunakannya. Belum adanya pola penjadwalan kuliah yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan akan tentu saja akan memperkeruh lingkungan ini dengan emisi yang terus dibuang oleh manusia. Dengan memasukkan konsep constraint programming dengan pembatas yang mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dalam penjadwalan kuliah diharapkan mampu mengurangi emisi kendaraan peserta kuliah. Jurusan Teknik Sipil, sebagai jurusan tertua dan terbesar di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan jumlah mahasiswa rata-rata 280 tiap angkatannya menjadi objek dalam penerapan rancangan algoritma yang dibuat karena memiliki jumlah kendaraan yang paling banyak dibandingkan jurusan lain di Fakultas Teknik. Adapun hasil dari penerapan algoritma ini, mampu mereduksi jumlah emisi sebesar 50% untuk angkatan 2011 dan 2010 dan bahkan 66,6% untuk mahasiswa angkatan 2009.     Abstract   The dynamic of course scheduling is a direct factor to the high density of transport in the university environment. The high intensity of the drive at the University as a result of the scheduling pattern of lectures, of course, followed by the high emissions produced by vehicles are used. The absence of the scheduling pattern lecture addressing impacts on the environment will certainly will confuse this environment with emissions continue discarded by humans. By incorporating the concept of constraint programming with a barrier that consider the impact on the environment in the course scheduling is expected to reduce vehicle emissions college participants. Department of Civil Engineering, as the oldest and largest department in the Faculty of Engineering, University of Diponegoro with an average number of 280 students each object in the application of his generation into the design of our proposed algorithm because it has the most number of vehicles compared to other departments in the Faculty of Engineering. The results of the application of this algorithm, is able to reduce the amount of emissions by 50% for the class of 2011 and 2010 and even 66.6% for the class of 2009 students.
DETERMINATION OF GRANULATED SUGAR ALTERNATIVES USING ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS (AHP) Mastrisiswadi, Hasan; Solihin, Kurniaji Wahid; Azis, Ardiyanto; Robbiyamto, Nurul Hidayat
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.944 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.1.20-25

Abstract

In 2019, the government planned to achieve sugar self-sufficiency to meet domestic sugar needs. One type of sugar that is most consumed is granulated sugar. In Indonesia, various models, prices, and sizes of sugar are marketed. Competition for producers in selling their products is getting tighter, so they need to understand the criteria that influence consumers in buying granulated sugar. Research on sugar has been conducted, but until now, research on determining the criteria for sugar products has never been conducted. Many factors are the criteria for choosing sugar to be selected by consumers. To find out what alternatives and criteria are preferred by consumers, the method of Analytical Hierarchical Process (AHP) is used. AHP method consists of several stages that are: hierarchy determination, evaluation of criteria and alternatives, Synthesis of priority, logical consistency, and preference value. From the results of calculations that carried out, it was found that the quality and taste were the highest criteria as a reference for choosing sugar brands.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue