cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
PENERAPAN DESAIN EKSPERIMEN TAGUCHI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI BATU BATA DARI SEKAM PADI Aprilyanti, Selvia; Suryani, Faizah
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.025 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.2.102-108

Abstract

Sekam padi adalah limbah pertanian yang merupakan hasil penggilingan padi dan hampir terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Sekam padi dapat digunakan sebagai pengganti sebagian agregat atau pengisi dalam pembuatan batu bata ringan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan rumah dan gedung. Permasalahan dalam penelitian adalah belum adanya komposisi yang baku untuk pembuatan batu bata ringan yang berbahan sekam padi, sehingga perlu dilakukan penelitian sebagai evaluasi terhadap komposisi secara statistik kemudian dilakukan perbaikan pada proses pembuatannya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen Taguchi untuk menentukan komposisi yang tepat dan optimal dengan memvariasikan parameter faktor pendukung dalam pembuatan batu bata ringan dari sekam padi yaitu komposisi bahan baku dan waktu penjemuran. Alat analisis yang digunakan adalah signal to Noise Ratio dan ANOVA yang diusulkan oleh Taguchi. Perancangan parameter Taguchi yang digunakan adalah Orthogonal Array dengan 2 level dan 4 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas kuat tekan pada bata ringan dari sekam padi yaitu rasio faktor antara semen, pasir, sekam padi dan waktu penjemuran. Berdasarkan anova menunjukkan dari keempat faktor tersebut yang memiliki pengaruh signifikan yaitu semen, sekam padi, dan waktu penjemuran sebesar 92,70 %, sedangkan faktor pasir  tidak mempengaruhi kuat tekan bata ringan secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa dalam  pembuatan bata ringan dapat menggunakan  sekam padi sebagai bahan pengisi dengan formulasi berdasarkan SNR Larger the better yaitu A2B2C2D1.
STUDI KOMPARASI DAN ANALISIS SWOT PADA IMPLEMENTASI KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DI INDONESIA Ririh, Kirana Rukmayuninda; Laili, Nur; Wicaksono, Adityo; Tsurayya, Silmi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.179 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.2.122-133

Abstract

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Penggunaannya banyak diimplementasikan di lintas sektor seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), universitas, dan pemerintahan. Studi ini menggunakan Strenght-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) untuk mengukur implementasi AI. Sampel ditujukan pada inkubator bisnis pemerintah dan BUMN, selain itu juga menggunakan analisis konten terhadap beberapa implementasi AI yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas dan efisiensi perusahaan merupakan faktor utama yang mendorong tingginya tingkat implementasi AI. Namun implementasi dan pengembangan teknologi AI akan kurang maksimal jika tidak diperhatikan dengan detil atau disandingkan dengan teknologi lain (teknologi pangan dan lain-lain).
PERANCANGAN BLUEPRINT INTERIOR TOILET GERBONG KERETA API INDONESIA Liansari, Gita Permata
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.515 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.2.109-121

Abstract

Pada penelitian sebelumnya menggunakan House of Ergonomic menghasilkan prioritas customer needs dari nilai Normalized Raw Weight dan prioritas spesifikasi teknis produk dari nilai Normalized Contribution untuk produk interior toilet kereta api (Liansari, 2018). Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan blueprint interior toilet gerbong kereta api. Perancangan blueprint dilakukan pada 1 konsep produk terbaik berdasarkan penilaian pada tahapan screening dan scoring. Penilaian untuk memilih konsep produk dilakukan secara objektif terhadap 3 konsep produk yang dirancang. Pada penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa salah satu fasilitas yang dianggap penting dan paling sering menimbulkan keluhan bagi penumpang adalah toilet di dalam gerbong kereta api. Keluhan-keluhan tersebut diantaranya: posisi handle toilet terlalu jauh, lantai licin, sirkulasi udara di dalam toilet tidak baik, dll (Liansari, 2018). Hasil dari penelitian adalah konsep 3 sebagai konsep terbaik. Konsep 3 rancangan memiliki ukuran 1,2 meter x 1,2 meter. Dimensi interior sesuai dengan standar dan menyesuaikan dimensi tubuh pengguna. Dominasi bentuk pada konsep adalah oval (melengkung). Tema desain toilet adalah mewah, dengan nuansa warna putih dan coklat, dengan dinding toilet bermotif. Terdapat 4 interior utama dan 8 interior pendukung. Jenis sirkulasi adalah exhaust fan dan menggunakan lampu jenis led down light sebanyak 6 unit yang diletakan menyesuaikan dengan interior utama. 
IMPLEMENTASI SMK3 STANDARD ILO 2001 PADA SALAH SATU PERUSAHAAN GALANGAN KAPAL Maudica, Syafira Bella; Denny, Hanifa Maher; Kurniawan, Bina
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.639 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.3.144-152

Abstract

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan yang mengelola pekerja sebagai sumber daya manusia dan sarana produksi sebagai sumber daya fisik sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Adanya beberapa kecelakaan kerja di galangan kapal, membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penerapan SMK3 di industri galangan kapal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di industri galangan kapal dan untuk mengetahui pencapaian lima elemen SMK3 di PT. X yang merupakan salah satu galangan kapal berdasarkan ILO 2001.  Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan instrument evaluasi audit berdasarkan ILO OSHMS 2001. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan "googleform" serta mereview dokumen K3 dan lingkungan kerja perusahaan melalui pesan online. Kuesioner dibagikan kepada 34 responden yang merupakan karyawan PT. X menggunakan teknik sampling proporsional representatif. Teknik analisis menggunakan tabulasi audit untuk mengetahui pemenuhan kriteria SMK3. Hasil evaluasi audit menunjukkan bahwa PT. X telah mencapai 87,5%. Angka ini berasal dari pemenuhan kriteria 140 dari 160 kriteria. Tingkat pencapaian elemen kebijakan 93,75%, pengorganisasian 74,75%, perencanaan dan implementasi 87,5%, evaluasi 97,5% dan tindakan perbaikan 87,5%. PT. X sebaiknya segera melakukan pelatihan K3 dan menyediakan sumber daya yang cukup dalam penerapan SMK3. Abstract[Implementation of OSHMS Based On ILO 2001 in Shipyard Company] Occupational safety and health management system (OSHMS) is part of company management systems, intended to prevent accident, illness and property damage. This research objective was to determine the achievement of five elements of ILO OSHMS 2001 in a n shipyard company of PT. X. The researchers used a quantitative method utilizing the audit evaluation instruments based on the ILO OSHMS 2001. The data collection used the Google Forms to substitute the interview process. Furthermore, the investigators reviewed the company's OSH documents and environmental work place by online massage. The selection of 34 respondents from PT. X utilized a purposive sampling technique. Finally, the researchers tabulated the data into the ILO OSHMS 2001 audit tabulation form to determine the fulfilment of ILO OSHMS 2001 criteria. The audit results showed PT. X reached 87.5% or the fulfilment of the 140 criteria out of 160 standards. The level of achievement of policy elements is 93.75%, organizing 74.75%, planning and implementation 87.5%, evaluation 97.5% and corrective action 87.5%. PT. X should better conduct OSH training immediately and provide sufficient resources in the application of ILO OSHMS 2001.Keyword: ILO OSHMS 2001; OSHMS audit; shipyard
ISLAMIC MODERN RETAIL ATTRIBUTES FOR MUSLIM CONSUMERS PATRONAGE INTENTION Jatiningrum, Wandhansari Sekar; Astuti, Fatma Hermining; Mastrisiswadi, Hasan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.605 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.1.21-28

Abstract

Muslim dominates the total population in Indonesia. Islamic modern retail growth in Indonesia is predicted to increase since Muslims started to consider the religion aspects for their daily life. Nevertheless, there has not been much research on this matter. This study aims to investigate Islamic modern retail attributes for Muslim shoppers in Indonesia. Furthermore, this research will focus on the patronage intention of Muslim shoppers. A sample of 144 consumers of modern Islamic retail in Indonesia was collected. The data were collected through a questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that Islamic modern retail attributes, such as the Islamic store atmosphere and Islamic value, had a significant positive effect on Muslim shopper’s patronage intention. While other attributes, such as Muslim product, humanistic, and halal product certification, have no significant effect on Muslim shopper’s patronage intention. This study confirmed that each one-unit increase in independent variables, namely Muslim product, Islamic store atmosphere, humanistic, halal product certification, and Islamic value, respectively, will cause an increase in patronage intentions of 0.114, 0.238, 0.025, 0.044, and 0.263 unit.
REDESAIN TATA LETAK PRODUK DI SUPERMARKET BERDASARKAN PERILAKU PEMBELIAN DENGAN METODE MARKET BASKET ANALYSIS Purwaningsih, Ratna; Widharto, Yusuf; Susanto, Novie; Utami, Listyorini Tri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.01 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.3.196-202

Abstract

Lamanya pembeli swalayan mencari barang yang diperlukan mengurangi ketidaknyamanan. Jika jenis dan jumlah produk yang dicari cukup banyak dan  letak produk - produk yang dibeli berjauhan, maka  waktu di dalam ruang belanja akan semakin lama. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan penataan produk produk yang dijual di swalayan  dengan  mempertimbangkan perilaku konsumen yaitu kelompok produk yang dibeli berdasarkan data dari struk belanja. Metode yang digunakan adalah market basket analysis yang akan mengukur support factors dari kelompok produk dan menata produk yang harus didekatkan berdasarkan confident value. Hasil perhitungan Market Basket Analysis menemukan delapan pasang kelompok produk yang sebaiknya diletakkan berdekatan menurut nilai support factor. Kedekatan antar kelompok produk kemudian ditata menurut nilai confident value dan dilakukan validasi dengan mengukur nilai improvement rasio. Simulasi jarak yang harus ditempuh pengunjung setelah produk ditata sesuai dengan kelompok produk mendapatkan reduksi jarak 10 % dibanding penataan produk yang tidak mempertimbangkan kelompok produk. Abstract[Title: Redesign of Product Layout in Supermarket Based on Purchase Behavior used Market Basket Analysis Method] The length of time that self-service buyers search for the necessary item reduces inconvenience. If the types and quantities of  product are large enough and the locations of the  products are far apart, the shopping time will be longer. This study aims to simulate the arrangement of product sold in supermarkets by considering consumer behavior in purchased product groups based on data from shopping receipts. The method used is market basket analysis, which measures support factors from product groups and arranges  that must be placed close together based on confident value. The calculation results of Market Basket Analysis found eight pairs of product groups that should be placed close together according to the high support factor value. The closeness between product groups is then arranged according to the confident value and validated by measuring the value of the improvement ratio. The simulation of the distance that visitors must travel after the product is arranged according to the product group has a 10% reduction in distance compared to the product arrangement that does not consider product groups.Keywords: product arrangement, supermarket, Market Basket Analysis
MODEL PEMASARAN BATU BATA RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN Devi, Anita Oktaviana Trisna; Primasanti, Yunita
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.537 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.3.153-161

Abstract

Batu bata merupakan salah satu komponen yang banyak digunakan dalam pendirian sebuah bangunan, baik perumahan, hotel, apartemen, industri, maupun fasilitas-fasilitas publik. Ancaman kerusakan ligkungan akibat munculnya industri batu bata tidak dapat dihindari jika bahan baku utama, batu bata, hanya menggunakan tanah liat. Oleh karena itu, saat ini sudah mulai muncul inovasi batu bata yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah, seperti dilakukan salah satu pengrajin batu bata di daerah Kabupaten Karanganyar yang menggunakan limbah pabrik gula. Salah satu permasalahan yang umum dihadapi dalam implementasi produk ramah lingkungan adalah kurangnya kesadaran masyarakat yang disebabkan minimnya sumber informasi sehingga konsumen ragu membeli produk tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian mengenai model pemasaran batu bata ramah lingkungan dengan mempertimbangkan persepsi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode STPD dan bauran pemasaran yang meliputi 8P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga atribut produk yang paling banyak dipertimbangkan adalah harga, fungsi produk, dan kelebihan produk berupa tahan gempa. Di sisi lain, responden paling banyak menginginkan batu bata yang aman, sehat, berasal dari produsen terpercaya, dan ramah lingkungan. Terkait karakteristik responden terhadap pemilihan batu bata ramah lingkungan, diketahui bahwa responden property syariah lebih menyukai batu bata ramah lingkungan. AbstractBricks are one component that is widely used in buildings, both housing, hotels, apartments, industry, and public facilities. The threat of environmental damage due to damage to the brick industry cannot be released if the main raw material for bricks uses only clay. Therefore, at this time has begun to appear more environmentally friendly bricks using waste, as did one of the brick craftsmen in Karanganyar Regency who used sugar mill waste. One that questions the common problem in implementing environmentally friendly products is reducing public awareness which reduces the source of information so as to make consumers hesitate to buy the product. Therefore, it is necessary to conduct research on environmentally friendly brick models by considering consumer perceptions. This research uses STPD method and marketing mix provided by 8P. The results showed that the three most preferred product attributes were price, product function, and product strength in the form of earthquake resistance. On the other hand, respondents most like bricks that are safe, healthy, requested from trusted manufacturers, and environmentally friendly. Regarding the characteristics of respondents regarding the selection of environmentally friendly bricks, Islamic property respondents are expected to prefer environmentally friendly bricks. Keywords: environmentally friendly bricks; STPD; mix marketing
PENENTUAN STRATEGI RANTAI PASOK UMKM YANG KOMPETITIF BERDASARKAN LOGISTICAL-CROSSFUNCTIONAL DRIVERS: STUDI KASUS UMKM DI KABUPATEN JOMBANG – JAWA TIMUR Sumarsono, Sumarsono; Muflihah, Nur
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.358 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.1.42-55

Abstract

Pengembangan UMKM diperlukan, dengan cara penentuan strategi rantai pasok kompetitif. Penelitian ini bertujuan menentukan strategi rantai pasok UMKM yang kompetitif, dengan menganalisis kebaikan hasil prediksi, kemudian mengidentifikasi strategi kompetitif dari aspek fasilitas, inventori, transportasi (logistical drivers) dan dari aspek informasi, sourcing, pricing (crossfunctional drivers). Selanjutnya menganalis pengaruh tiap aspek tersebut terhadap strategi rantai pasok UMKM kompetitif. Desain penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik, dengan data penelitian hasil survei dengan teknik purpose sampling, dan obyek studi kasus UMKM di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Metode analisa data menggunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian, bahwa kebaikan hasil prediksi berdasarkan evaluasi nilai R2 dan Q2 merupakan prediksi yang baik dan relevan untuk memprediksi. Selanjutnya hasil identifikasi strategi rantai pasok kompetitif dari aspek fasilitas, inventori, transportasi (logistical drivers) diketahui sekitar 30% sampai 40% UMKM yang memiliki arah strategi kompetitif. Kemudian dari aspek informasi, sourcing, pricing (crossfunctional drivers) diketahui sekitar 27%-33% UMKM dengan arah strategi kompetitif. Hasil analisis pengaruh aspek logistical-crossfunctional terhadap strategi rantai pasok UMKM yang kompetitif, disimpulkan semua aspek signifikan berpengaruh. Besarnya koefisien pengaruh terurut dari faktor fasilitas, sourcing, informasi, transportasi, inventori, dan pricing. Implementasi penelitian, dengan mengetahui jumlah UMKM belum kompetitif untuk selanjutnya agar dikembangkan, melalui penerapan prioritas urutan logistical-crossfunctional drivers. Abstract[Determining Competitive MSMEs Supply Chain Strategies Based on Logistical-Crossfunctional Drivers: A Case Study of MSMEs in Jombang Regency-East Java] The development of MSMEs are needed, by establishing a competitive supply chain strategy. This study aims to determine a competitive MSMEs supply chain strategy, by analyzing the goodness of the prediction, then identifying competitive strategies from the aspects of facilities, inventory, transportation (logistical drivers) and from the aspects of information, sourcing, pricing (cross-functional drivers). Furthermore, analyzing the influence of each of these aspects on the supply chain strategy of competitive MSMEs. The research design used a quantitative analytic design, with research data from the survey results using purposive sampling technique, and the object of the MSMEs case study in Jombang Regency, East Java. Methods of data analysis using Partial Least Square- Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of the study, that the goodness of the prediction results based on evaluating the values of R2 and Q2is a good prediction and relevant to predict. Furthermore, the results of the identification of competitive supply chain strategies from the aspects of facilities, inventory, transportation (logistical drivers) are known that about 30% to 40% of MSMEs have a competitive strategy direction. Then from the aspect of information, sourcing, pricing (crossfunctional drivers), are known that about 27% -33% of MSMEs with a competitive strategy  direction.  Based on the analysis of the influence of each aspect of the supply chain strategy of competitive MSMEs, it is concluded that all aspects of logistical-cross-functional drivers are significant. The magnitude of the ordered influence coefficient is from the facilities, sourcing, information, transportation, inventory, and pricing. Research implementation, by knowing the number of MSMEs are not yet competitive, so that they are further developed, through the application of priority sequences of logistical-crossfunctional drivers.Keywords: Crossfunctional Drivers; Logistical Drivers; MSMEs Competitive Strategy; MSMEs Supply Chain; PLS-SEM
WATER CONSUMPTION PREDICTION USING FUZZY TIME SERIES - A CASE STUDY IN PRIVATE COMPANY OF TANGERANG DISTRICT INDONESIA Septiyana, Diah
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.885 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.3.203-208

Abstract

Consumption of water in the Tangerang Regency continuously increases from year to year due to the increasing population and birth rates an average increase of 3% every year. So, the water demand prediction to be important to meet customer or community needs. The private water utility company needs to use a new method for predicting future monthly water consumption values and improves accuracy when forecasting time series using a visibility graph and presents to make more accurate predictions. In this study, we aim to measure the trend analysis volume of water consumption prediction by Fuzzy Time Series versus actual usage volume.  Fuzzy Time Series (FTS) is a concept plan method that uses fuzzy logic that is able to provide predictions (estimates) of time series data analysis for the next several periods. Mean Absolute Percentage Error (MAPE) is obtained for different configurations of the input sets and of the FTS model structure. From the results of the average value error accuracy was only 4.5% using FTS Chen Method and included in the low category and water consumption actual versus prediction with the FTS Chen method shown related stable. 
PEMROGRAMAN LINEAR INTEGER DENGAN ENAM VARIABEL ORIENTASI KARGO UNTUK MASALAH MINIMISASI BIAYA PEMUATAN MULTI-KONTAINER Sahar, Dian Pratiwi; Afifudin, Mohammad Thezar
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.984 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.3.162-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika untuk masalah minimisasi biaya pemuatan multi-kontainer dengan enam variabel orientasi kargo. Masalah ini dirumuskan sebagai model pemrograman linier biner integer untuk meminimalkan biaya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam formulasi termasuk alokasi kargo, lokasi kargo, hubungan kargo, dan orientasi kargo. Sedangkan, biaya yang dipertimbangkan termasuk biaya muatan volume kontainer ke kargo dan biaya transportasi kargo ke kontainer. Validasi model dilakukan melalui percobaan numerik pada ukuran kecil kargo dan kontainer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan konsep orientasi kargo yang dikembangkan dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan parameter numerik yang diberikan. Abstract[Integer Linear Programming with Six Cargo Orientation Variables for Multi-Container Loading Cost Minimization Problem] This research aims to develop the mathematic model for multi-container loading cost minimization problems with six cargo orientation variables. The problem is formulated as a binary integer linear programming model to minimize costs. The factors considered in the formulation include cargo allocation, cargo location, cargo relations, and cargo orientation. Whereas, the costs considered include the container volume load cost to cargo and the cargo transport cost to the container. Model validation is performed through numerical experiments on the small size of cargo and containers. The results show that the model with developed cargo orientation concept can solve the problem according to the given numerical parameters.Keywords: integer programming; cargo orientation; container loading; cost minimization

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue