cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): April" : 9 Documents clear
PEMBERDAYAAN PENGANGGURAN USIA PRODUKTIF MELALUI PELATIHAN VOCATIONAL ENTREPRENEUR SKILLS MENUJU BANTEN BERKARYA DI ERA DIGITAL [EMPOWERMENT OF PRODUCTIVE YOUTH THROUGH TRAINING THE SKILLS VOCATIONAL ENTREPRENEUR TOWARDS BANTEN CREATIVE IN THE DIGITAL ERA] Anggoro Suryo Pramudyo; Suhendar Suhendar; Enok Nurhayati; Ina Indriana; Benny Irawan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recorded more than 7536 people of productive age unemployment spread in cities in Banten province. 4473 of them are in four cities, namely the City of Serang, Rangkasbitung, Cilegon, and Pandeglang [1]. They are stranded on the streets and wandering around. The Banten government does not yet have a special program that is progressive, comprehensive, and sustainable to overcome unemployment and Drop Out Youth. In connection with that, the University of Sultan Ageng Tirtayasa Banten offers cooperation programs in the form of Working with Community. The objectives of this program are: 1) to empower productive age unemployed, 2) to provide start-up entrepreneurship skills for the development and promotion of Banten local products, 3) to improve the social status of the unemployment in order to achieve the program of “a less children on the street” heading of Creative and Cultured Banten Communities, 4) to establish an integrative and comprehensive sustainable programs to overcome the problems of unemployed social groups. The method of social transformation is carried out through training in vocational entrepreneur skills. Activities begin with counseling, training, and mentoring. The application of start-up entrepreneurship technology is provided for the promotion of Banten local products. As many as 30 unemployed are divided into three training groups. The types of training provided are: screen printing skills, entrepreneurship, and the use of mobile phones for online business. Three types of training are given for the three groups. The final product in the form of shirt printing is sold off line at tourist attractions of Gunung Pinang and also through the media on line Bukalapak and Tokopedia. This empowerment activity has been able to give change of life of the parties. The unemployed become more confident because they can use mobile phones for entrepreneurship gradually. The community began to seek ideas to develop and promote local Banten products.Bahasa Indonesia Abstrak: Tercatat lebih dari 7536 jiwa pengangguran usia produktif tersebar di kota-kota dalam provinsi Banten. 4473 jiwa diantaranya berada di empat kota, yaitu Kota Serang, Rangkasbitung, Cilegon, dan Pandeglang [1]. Mereka terlantar di jalanan dan berkeliaran.Pemerintahan Banten belum memiliki program khusus yang progresif, komprehensif, dan berkesinambungan untuk mengatasi pengangguran dan Pemuda Putus Sekolah.Sehubungan dengan itu, timUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten menawarkan program kerjasama dalam bentuk pengabdian working with community. Tujuan program ini  adalah: 1) memberdayakan pengangguran usia produktif, 2) memberikan keterampilan (life skills)start-up enterpreneur untuk pengembangan dan promosi produk lokal Banten , 3) meningkatkan status sosial pengangguran guna mewujudkan program less children on the street menuju masyarakat Banten berkarya dan berbudaya, 4) membuat program integratif dan komprehensif berkelanjutan untuk mengatasi problematika kelompok sosial pengangguran. Metode transformasi sosial dilaksanakan melalui pelatihan vocational entrepreneur skills. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Penerapan teknologi sart-up enterpreneur diberikan untuk promosi produk lokal Banten. Sebanyak 30 pengangguran dibagi menjadi tiga kelompok pelatihan. Jenis pelatihan yang diberikan adalah keterampilan sablon, kewirausahaan, dan pemanfaatan hand phone untuk bisnis on line. Ketiga jenis pelatihan diberikan secara bergantian antar-satu kelompok dengan kelompok lainnya. Produk akhir berupa sablon kaos dijual secara off line di tempat wisata Gunung Pinang dan melalui media on line bukalapak dan tokopedia. Pemberdayaan yang dilaksanakan sedikit banyaknya telah dapat memberi perubahan. Para pengangguran menjadi lebih percaya diri karena dapat memanfaatkan hand phone untuk berwirausahan secara bertahap. Masyarakat mulai keratif mencari ide untuk mengembangkan dan mempromosikan produk lokal Banten.
PENERAPAN SANITASI PANGAN PADA PRODUKSI DODOL Ny. Lauw DI KOTA TANGERANG, BANTEN [FOOD SANITATION APPLICATION OF DODOL NY. LAUW PRODUCTION IN TANGERANG CITY, BANTEN Silvia Cahyadi; Klaudia Rosline; Chrisdina H. Handoyo; Dany Ardiansya; Warsono El Kiyat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dodol Ny. Lauw is a home industry which produces dodol. Its product contents water 20-50% with Aw 0,7-0,9. This condition causes the growth of mold and rancid aroma in the product. This activity aimed to apply the good production concept and food safety system in home industry dodol Ny. Lauw. The result of this activity showed that dodol Ny. Lauw had been following a food safety standard mainly GMP (Good Manufacturing Practice) that issued by BPOM. Treatment on raw materials, production process, sanitation, waste management, and product storage hav been under controlled. But it still needs more improvement in worker sanitation and utility management. Based on GMP application, dodol Ny. Lauw was in level IV, with 1 minor control point, 0 mayor control point, 3 serious control points, and 1 critical control point, which mean they need internal audit every day to review the sanitation problem. The critical control point was found in the cooking stage.Bahasa Indonesia Abstrak: Dodol Ny. Lauw merupakan industri rumah tangga yang memproduksi dodol dengan kandungan air 20 - 50% dan Aw 0,7-0,9. Kondisi ini yang menyebabkan mudah terjadinya pertumbuhan jamur dan aroma produk yang tengik. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan konsep produksi dan sanitasi pangan yang baik pada industri rumah tangga Ny. Lauw dengan pendekatan penentuan titik kendali kritis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dodol Ny. Lauw telah mengikuti regulasi keamanan pangan yaitu Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari BPOM. Perlakuan pada bahan baku, proses produksi, sanitasi, dan penyimpanan produk telah terkendali. Namun, sanitasi pekerja dan manajemen utilitas perlu perbaikan. Berdasarkan prinsip analisis CPPOB, dodol Ny. Lauw berada di level IV, dengan 1 titik kendali minor, 0 titik kendali mayor, 3 titik kendali serius, dan 1 titik kendali kritis, sehingga memerlukan audit internal setiap hari untuk meninjau masalah sanitasi. Titik kendali kritis tersebut terletak pada tahap pemasakan.
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KRIPIK REMPEYEK DI DESA PEREAN [APPLICATION OF TECHNOLOGY APPROPRIATE ON KRIPIK REMPEYEK HOUSE INDUSTRIES IN PEREAN VILLAGE] I Ketut Putu Suniantara; I Gede Eka Wiantara Putra; I Gede Agus Astapa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The home industry is a type of business that has a characteristic in terms of minimal capital, most of the business owners are the head of the household, and the workforce comes from the family. The partner industries are home industries from Ni Ketut Niliati and Ni Wayan Suriati. The second business of the partners is engaged in the business of making and selling chips. There are several obstacles faced by partners in the limitations of production aids, product packaging, product storage, lack of financial management and limitations in terms of marketing. Based on the problems faced, the activities carried out gradually began production management to marketing. Activities begin with socialization, provision of equipment as production aids, packaging design, and training, financial management training, preparation and training on the use of social media/websites. Giving equipment has helped partners increase production and speed up the production process. Financial management training is carried out by providing training in recording orders and simple cash books. Based on the activities carried out the results obtained were an increase in production both quality and quantity by 35%, the creation of simple cash books, order books, packaging labeling, and social media/website marketing. With the help of labeling, product packaging is becoming more attractive to buyers and can be a promotional medium because it contains information on kripik businesses. With the presence of social media/website marketing, information related to the chip cracker business can be widespread.Bahasa Indonesia Abstrak: Industri rumah tangga adalah jenis usaha yang memiliki ciri khas dalam hal modal yang minim, sebagian besar pemilik usaha adalah kepala rumah tangga, dan tenaga kerja berasal dari pihak keluarga. Industri rumah tangga yang menjadi mitra yaitu industri rumah tangga dari Ni Ketut Niliati dan Ni Wayan Suriati yang berlokasi di Desa Parean Kecamatan Baturiti Kab. Tabanan. Usaha kedua mitra bergerak dibidang usaha pembuatan dan penjualan kripik rempeyek. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh mitra dalam keterbatasan alat bantu produksi, kemasan produk, tempat penyimpanan produk, kurangnya manajemen keuangan serta keterbatasan dalam hal pemasaran. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka kegiatan dilakukan bertahap mulai manajemen produksi sampai pemasaran. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi, pemberian peralatan sebagai alat bantu produksi, pelatihan pengemasan dan desain label kemasan, pelatihan manajemen keuangan, pembuatan dan pelatihan penggunaan media sosial/website. Pemberian peralatan telah membantu mitra meningkatkan produksi dan mempercepat proses produksi. Pelatihan manajemen keuangan dilakukan dengan memberikan pelatihan pencatatan order dan buku kas sederhana. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil yaitu peningkatan produksi baik kualitas maupun kuantitas sebesar 35%., terciptanya buku kas sederhana, buku order, labeling kemasan dan media sosial/website pemasaran. Dengan bantuan labeling, kemasan produk menjadi lebih menarik minat pembeli dan dapat menjadi media promosi karena berisi informasi tempat usaha kripik. Dengan adanya media sosial/website pemasaran, informasi terkait usaha kripik rempeyek dapat tersebar luas.Kata kunci: Industri rumah tangga, kripik rempeyek, manajemen produksi, manajemen pemasaran, Desa Perean
FUTURE INNOVATIVE TOOL POT (FITPOT) DAERAH GAMBUT SEBAGAI SOLUSI MENANAM SAYURAN DI DESA KUALU NENAS [FUTURE INNOVATIVE TOOL POT (FITPOT) FOR PEAT AREA AS A VEGETABLE PLANTING SOLUTION AT DESA KUALU NENAS] Abrar Rifqi Pratama; Rizky Noviandri; Appriliya Destiyani; Marisya Wahyuna; Rezha Yaren; Monita Olivia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualu Nenas is a village in Kampar Regency with a distance about 27 km from the outskirt of Pekanbaru City, Riau Province. This village is located in peatland where a majority of people are farmers and traders. Pineapple is the primary commodity that is most dependable and very suitable in peat areas. Peat has low pH and acidic water that makes the soil cannot be planted for vegetables, so alternative farming or gardening system needs to be introduced to the community of Kualu Nenas. This condition becomes a reason for this community service activity to use Future Innovative Tool Pot (FITPOT) as an alternative gardening system in peatland. The FITPOT, a hydroponic gardening system, utilizing a peat water purification unit and hydroponic tools contains water as a medium for planting vegetables in the peat area. In this activity, the community service team presented information and training on how to build the FITPOT installation. Participants were very active and engaged in the training and started to seedling the plants after the training for the FITPOT. Results show the FITPOT is considered an alternative method to produce high-quality vegetables for the community consumption and potentially will provide a side income for people in Kualu Nenas village.Bahasa Indonesia Abstrak: Desa Kualu Nenas merupakan salah satu desa di Kabupaten Kampar berjarak sekitar 27 km dari pinggir Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Desa ini terletak di lahan gambut dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan pedagang. Nenas menjadi komoditi utama yang paling diandalkan dan sangat cocok untuk ditanam di daerah gambut. Tanah gambut memiliki pH tanah dan air yang asam, hal itu menjadikan tanah gambut tidak dapat ditanami sayuran sehingga teknik berkebun alternatif perlu diperkenalkan kepada masyarakat desa Kualu Nenas. Kondisi tersebut melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat untuk Future Innovative Tool Pot (FITPOT) sebagai berkebun di lahan gambut. FITPOT, sistem berkebun hidroponik, menggunakan unit penjernihan air gambut dan perlengkapan hidroponik yang berisi air sebagai media menanam sayuran di lahan gambut. Pada kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat memberikan informasi dan penyuluhan mengenai cara membuat instalasi FITPOT. Peserta sangat aktif dalam penyuluhan dan mulai menyemai sayuran setelah penyuluhan untuk FITPOT. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa FITPOT merupakan metode alternatif untuk memperoleh sayuran berkualitas tinggi untuk konsumsi komunitas dan berpotensi memberikan pendapatan sampingan untuk masyarakat desa Kualu Nenas.
PENYULUHAN PEMBERDAYAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGATUR GIZI BALITA DAN ANAK DI DESA BUKIT AGUNG KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK [EMPLOYMENT HOUSEHOLD MOTHER MANAGEMENT IN GUIDING NUTRITION FOR BABY UNDER FIVE YEARS AND CHILDREN IN BUKIT AGUNG VILLAGE, KERINCI KANAN DISTRICTS, SIAK REGENCY] Latifa Siswati; M. Rizal; Ambar Tri Ratnaningsih; Riski Novera Yenita
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Households play an important role in regulating family health by regulating the nutrition intake of toddlers and children. Sources of food available in the yard can be used to be a healthy and nutritious food by processing these ingredients properly. It needs to empower housewives in managing nutrition and toddlers by utilizing food sources in the vicinity. The purpose of dedication is 1) Empowerment of housewives in regulating child and child nutrition, 2) Increasing knowledge and skill of housewives in processing food that exist in home yard into healthy and nutritious food. The activity was held in Bukit Agung Village, Kerinci Kanan District, Siak Regency, Riau Province. The method used is counseling and training. The technique of selecting the participants is done by purposive sampling, ie farmers who use their home yard for medicinal plants, food crops, horticulture, fish and others that can potentially meet family needs. The results of this activity indicate that after counseling there is increasing knowledge of housewives about nutritious food source for toddler and child equal to 20,83% and nutritional benefit for growth and development of child equal to 25%. Once given training housewives can take advantage of available food sources in the yard of her house into a variety of healthy and nutritious foods such as pudding and meatballs.Bahasa Indonesia Abstrak: Ibu rumah tangga memegang peran penting dalam mengatur kesehatan keluarga dengan mengatur asupan gizi balita dan anak. Sumber pangan yang tersedia di pekarangan rumah dapat dimanfaatkan menjadi makanan yang sehat dan bergizi dengan mengolah bahan makan tersebut dengan baik. Perlu adanya pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi dan balita dengan memanfaatkan sumber pangan di sekitarnya. Tujuan pengabdian adalah 1) Pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi balita dan anak, 2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu rumah tangga dalam mengolah bahan pangan yang ada di pekarangan rumah menjadi makanan yang sehat dan bergizi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Teknik pemilihan peserta dilakukan secara purposive sampling yaitu petani yang memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk tanaman obat, tanaman pangan, hortikultura, ikan dan lainnya yang berpotensi dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah penyuluhan ada peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang sumber pangan yang bergizi bagi balita dan anak  sebesar 20,83% dan manfaat gizi bagi tumbuh dan kembang anak sebesar 25%. Setelah diberi pelatiah ibu rumah tangga dapat memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di pekarangan rumahnya menjadi aneka makanan yang sehat dan bergizi  seperti puding dan bakso.
DISASTER PREPAREDNESS SCHOOL (SSB) TRAINING FOR TEACHERS AND STUDENTS AT EARLY CHILDHOOD EDUCATION PROGRAMS (PAUD) SUB-DISTRICT CIWANDAN, CILEGON – BANTEN [PELATIHAN SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB) BAGI GURU-GURU DAN SISWA-SISWI LEMBAGA PAUD DI CIWANDAN, KOTA CILEGON – BANTEN] Rudy Pramono; Yubali Ani; Chandra Han; Ashiong P. Munthe; Manek Ndoloe
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster Preparedness School (SSB) is an effort to build school preparedness against disasters in order to raise awareness of all elements in the education sector both individually and collectively in schools and the school environment before, during, and after a disaster occurs. The training was conducted at Widuri PAUD located in Kubang Welut Village, Ciwandan Sub-District, Cilegon City. Method of training is simulations. Simulations in disaster management can measure and improve one's readiness in facing of disasters. In this training needed the support of principals, teachers, staff, and all parties in the school and active participation of all students. There are two stages in this exercise and simulations. First, to learn about the threat of danger, to find out whether schools are safe from the threat of earthquake disasters. According to the circumstances and location of each school, students must learn, pay attention to the situation and location of the school guide by the teacher. Second, disaster simulation training, to increase knowledge about ways to do early warning and rescue when a disaster occurs. Simulation exercises is to shape attitudes, togetherness, cohesiveness, and mutual help. In this exercise the teacher, the staff, parents are guided to increase the awareness and develop skills of students in rescuing in the moment of disaster. In order for the simulation to succeed well, this exercise needs to be planned, prepared, carried out, and evaluated repeatedly.Bahasa Indonesia Abstrak: Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Kegiatan pelatihan siaga bencana pada anak-anak ini dilakukan di PAUD Widuri yang berlokasi di Kelurahan Kubang Welut, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan simulasi. Simulasi di dalam manajemen bencana dapat mengukur dan meningkatkan kesiapan seseorang dalam menghadapi bencana. Dalam pelatihan ini diperlukan dukungan kepala sekolah, guru, staf, dan semua pihak di lingkungan sekolah dan partisipasi aktif siswa. Ada dua tahap dalam latihan dan simulasi ini. Pertama, menyampaikan materi kepada para guru tentang ancaman bahaya, untuk mengetahui apakah sekolah aman dari ancaman bahaya bencana gempa bumi. Sesuai keadaan dan lokasi sekolah, siswa/i agar dapat belajar, memperhatikan keadaan dan lokasi sekolah dengan bimbingan para guru. Kedua, latihan simulasi menghadapi bencana: untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara-cara melakukan peringatan dini dan penyelamatan ketika terjadi bencana. Latihan simulasi bertujuan untuk membentuk sikap, kebersamaan, kekompakan dan saling tolong menolong. Dalam latihan ini dibimbing oleh guru, staf, dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam melakukan penyelamatan bila terjadi bencana. Agar latihan simulai dapat berhasil dengan baik, maka latihan perlu direncanakan, dipersiapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara berulang-ulang.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN [ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT PROGRAM OF UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN] Ahmad Rizal Solihudin; Hendro Setyono; Hari Haryadi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurship Develeopment Program (Pengembangan Kewirausahaan - PPK) at Universitas Ahmad Dahlan (UAD) aims to produce entrepreneurs who come from UAD students and alumni. This program is expected to produce new entrepreneurs with information technology as competitive advantage. The design of PPK UAD used Experiental Learning Method (ELM). This approach broadly gives treatment to students to get the experience, competence and basic character of entrepreneurs. This program is carried out by UAD lecturers and involves business practitioners and other institutions as well as the business community outside Universitas Ahmad Dahlan. Business practitioner partnets come from the financial, food, creative and information technology industries. The program also involved several business communities in Yogyakarta such as the Muhammadiyah and JCI Network. The implementation of PPK UAD includes management training and business expertise for tenants, especially in mastering IT business model and e commerce. In addition, internship to companies is also held as a benchmark of industry of each tenant. Tenants also receive business assistance and marketing facilities. PPK UAD activities in 2018 were followed by 20 tenants which were selected from 43 registrants. Tenant comes from PKM students, active students who pioneered new businesses and alumni. PPK UAD 2018 resulted in 5 new entrepreneur graduates ready to run the business. This new entrepreneur consists of 2 tenants who are very prepared with competitive advantages and 3 tenants who are ready to start new businesses.Bahasa Indonesia Abstrak: Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertujuan mencetak wirausaha yang berasal dari kalangan mahasiswa dan alumni UAD berbasis information technology (IT). Program ini diharapkan dapat menghasilkan wirausaha baru dengan teknologi informasi sebagai basis competitive advantage. Desain pelaksanaan PPK UAD menggunakan pendekatan metode Experimental Learning (EL). Pendekatan ini secara garis besar memberi treatment kepada mahasiswa untuk mendapat pengalaman, kompetensi dan karakter dasar entrepreneur. Program ini dilaksanakan oleh dosen UAD serta melibatkan praktisi bisnis dan institusi lain serta komunitas bisnis di luar Universitas Ahmad Dahlan. Praktisi bisnis berasal dari industri keuangan, pangan, kreatif dan teknologi informasi. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan beberapa komunitas bisnis di Yogyakarta seperti Jaringan Saudagar Muhammadiyah dan JCI. Aplikasi nyata dari PPK UAD antara lain berbentuk pelatihan manajemen dan keahlian bisnis bagi tenant terutama dalam penguasaan sistem business model dan pemasaran berbasis IT.  Selain itu, diadakan pula pemagangan pada perusahaan yang menjadi benchmark pada industri masing-masing tenant. Tenant juga mendapat pendampingan usaha dan fasilitas pemasaran produk. Kegiatan PPK UAD tahun 2018 diikuti 20 tenant yang merupakan hasil seleksi dari 43 pendaftar. Tenant berasal dari kalangan mahasiswa PKM, mahasiswa aktif yang merintis usaha baru serta alumni. Program Pengembangan Kewirausahan PPK UAD tahun 2018 menghasilkan 5 lulusan wirausahawan baru yang siap menjalankan bisnis. Wirausahawan baru ini terdiri dari 2 tenant yang sangat siap dengan competitive advantage dan 3 tenant yang siap merintis usaha baru.Kata kunci: Kewirausahaan, Inkubasi Bisnis, Competitive Advantage, Information Technology
PERANCANGAN LANSEKAP TAMAN DAN PENEMPATAN RUMAH DOA [LANDSCAPE AND INTERIOR DESIGN OF PRAYER GARDEN/HOME] Felia Srinaga; Susinety Prakoso; Julia Dewi; Alvar Mensana; Fernitia Richtia Winnerdy
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planning the construction of a prayer home is one of the appropriate steps to enrich students’ spirituality at Sekolah Tinggi Teologia Cipanas (STTC). Designing a prayer home that traces STTCs vision and mission, along with its valuable location in Cipanas, will offer a blessed and peaceful touch to the design of the prayer home. On the first stage of this proposal, a preliminary design scheme for a prayer home had been created in the earlier semester. The purpose of the activity in this second stage is to design a Prayer Garden that supports the prayer home, which had been designed in previous stage, by utilizing the land between buildings by developing a concept that is contextual with its surrounding nature. The main site issue in STTC is the underutilized inter-building space, the abandoned open space and the lack of continuous access from the inner building to the outer landscape areas – equally from the public space to the more private space (the prayer home). Through this Prayer Garden design, it is expected that the STTC community can utilize the existing open spaces to the fullest – to support the spiritual development for students, the continuing companionship for STTC community and surrounding societies, especially by providing facility for a retreat or similarly religious activities. In this second stage of the proposal, the relationship between outdoor landscape, indoor garden, and the Prayer Home will be simply understood with rendered images. Additionally, construction working drawing and cost estimation for all construction items will also be produced – in order to use the outcome of this proposal immediately applied to construction phase of the development.Bahasa Indonesia AbstrakIde rumah/ taman doa merupakan salah satu langkah yang tepat untuk membangun spiritualitas mahasiswa/i di Sekolah Tinggi Teologia Cipanas. Untuk itu perancangan rumah doa yang kontekstual dengan VISI, MISI STTC dan Lokasi yang berada di Cipanas, akan mewarnai desain rumah doa ini. Pada tahap pertama dari kegiatan PkM ini, telah dibuat rancangan awal dari rumah doa tersebut. Permasalahan utama dari lokasi di STT- Cipanas adalah kurang termanfaatkannya ruang antar bangunan yang ada, ruang luar yang kurang terolah dan kurangnya ruang peralihan yang menerus/mengalir dari bangunan dalam ke ruang luar atau dari ruang/tempat publik ke ruang yang lebih privat (rumah doa). Tujuan kegiatan di tahap kedua ini adalah merancang taman yang mendukung rumah doa yang telah dirancang dalam tahap I dengan memanfaatkan lahan antar bangunan dengan mengembangkan konsep yang kontekstual dengan alam. Dengan terencananya tempat/taman doa ini, diharapkan komunitas STTC dapat memanfaatkan ruang terbuka yang ada dengan maksimal untuk mendukung pengembangan spiritual bagi mahasiswa-i/komunitas STTC dan komunitas sekitar yang membutuhkan tempat retreat/doa. Pada tahap kedua ini, akan diteruskan dengan gambar suasana lansekap dan interior dari taman dan rumah doa. Selain daripada itu, di tahap kedua ini akan dilakukan kegiatan gambar kerja dan perhitungan biaya pembangunan dari seluruh taman dan rumah doa, sehingga hasil kegiatan dapat segera diterapkan dalam pembangunannya.Kata Kunci:  
LITERASI MEDIA SOSIAL DAN PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI TANGERANG [SOCIAL MEDIA LITERACY AND POLITIC PARTICIPATION EARLY VOTER IN TANGERANG] Endah Murwani; Maria Advenita Gita Elmada
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this activity is the the decreasing of teen’s interest and participation as the early voter in the political process. Social media use become the alternative that is expected to increase interactive political participation. On the other hand, the spreading of hoax through social media potentially disturb this political process. Thus, the social media literacy is needed by the early voter in order to accessing the political information in the right way. The method use in this activity is a workshop, including the technical way of using social media, knowledge about social media regulation, knowledge about the function and what’s in social media, also strategy in avoiding hoax when searching for political information. The workshop was held on September 19, 2018, with 66 students of SMA Negeri 5 Tangerang as the participants. The evaluation result shows that the participants are now able to search for political information and identify which one is hoax or not.Bahasa Indonesia Abstrak: Kegiatan ini dilatarbelakangi fenomena berkurangnya ketertarikan dan keterlibatan remaja sebagai pemilih pemula dalam proses politik. Penggunaan media sosial menjadi alternatif yang diharapkan dapat mendorong politik partisipatif yang bersifat interaktif. Di sisi lain, mewabahnya hoax melalui media sosial dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Untuk itu, literasi penggunaan media sosial penting dilakukan dengan tujuan para pemilih pemula - bisa menggunakan media sosial dengan benar dalam mengakses informasi politik. Metode yang digunakan untuk kegiatan literasi ini berupa pelatihan. Materi pelatihan mencakup ketrampilan teknis penggunaan media sosial, pengetahuan tentang regulasi media sosial, pemahaman fungsi dan isi media sosial dan strategi pencarian informasi politik. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19 September 2018 dengan peserta sebanyak 66 siswa SMA Negeri 5 Tangerang.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta dapat mencari informasi politik dengan benar dan dapat mengidentifikasi informasi/berita hoax. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9