cover
Contact Name
Bangun IRH
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
modulundip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MODUL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08532877     EISSN : 2598327X     DOI : -
MODUL ( ISSN-P: 0853-2877, e-ISSN: 2598-327X) is an architecture scientific journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with Indonesia Architect Association (IAI) region Central Java.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
KAJIAN TATANAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KONSEP KAMPUS HIJAU DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG Purwanto, Edi; Setioko, Bambang
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.034 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.9-16

Abstract

Universitas Diponegoro dinobatkan sebagai kampus hijau oleh Greenmetrics tahun 2014 dengan nomer urut 5 dari 10 universitas lainnya di Indonesia. Pada tahun 2015 Indonesia menempatkan tiga kampus yang masuk 50 besar kampus hijau terbaik dunia, yakni Universitas Indonesia pada peringkat 33, kemudian Institut Pertanian Bogor peringkat 36 dan disusul Universitas Diponegoro pada peringkat 44.Untuk tahun 2016, tingkat nasional, Universitas Indonesia (UI) ada di peringkat 31 (1), diikuti oleh Institut Teknologi Sepuluh November di peringkat 43 (2), Institut Pertanian Bogor di peringkat 57 (3), Universitas Diponegoro ada di peringkat 69 (4), dan Universitas Sebelas Maret di peringkat 76 (5). UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia yang basis penilaian utamanya adalah komitmen perguruan-perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Indikator yang dipergunakan adalah statistik kehijauan kampus (15%), pengelolaan sampah (18%), energi dan perubahan iklim (21%), penggunaan air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%). Tujuan penelitian adalah melakukan kajian dan analisis tatanan ruang terbuka hijau sebagai salah satu indikator terhadap keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro yang berkonsep kampus hijau.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya.Hasil Penelitian menghasilkan kajian tatanan ruang hijau berdasarkan aspek fungsional, aspek fisik dan non fisik, dan aspek lingkungan/ekologis.Kajian Tatanan ruang terbuka hijau terhadap konsep kampus hijau di Kampus Universitas Diponegoro Tembalang diharapkan akan menghasilkan rumusan guna keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro sebagai kampus berkonsep hijau dimasa yang akan datang..  
KONSEP KEARIFAN LOKAL PADA PERTUMBUHAN KAWASAN PINGGIRAN KOTA Setioko, Bambang
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.099 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.89-94

Abstract

Pertumbuhan kawasan pinggiran kota telah menjadi fenomena dunia, menyebabkan kota berkembang tanpa batas. Fisik kota dengan cepat tumbuh dan berkembang kearah horisontal dengan skala gigantis, mengokupasi kawasan pedesaan disekitarnya. Pertumbuhan kota tidak lagi berlangsung di pusat kota tetapi berpindah ke kawasan pinggiran. Morfologi kota mengalami metamorfosa menyebabkan terjadinya inverted metropolis dimana inti kota berciri marjinal, sebaliknya kawasan pinggiran berciri sentral. Bentukan fisik sebuah kota merupakan kumpulan urban artefacts hasil sejarah panjang proses pembentukannya selalu mempunyai ke-unik-an. Oleh karenanya dalam upaya “membaca” bentuk kota dan menelaah proses pertumbuhan kota diperlukan pemahaman pada nilai lokal. Pada hakekatnya kota merupakan konfigurasi spasial dari struktur sosial dan budaya masyarakatnya. Pendekatan yang paling sesuai untuk dapat dipakai dalam mengelola pertumbuhan kota haruslah berbasis pada nilai lokal. Fragmentasi ruang perkotaan dikawasan pinggiran ternyata tidak diikuti dengan segmentasi struktur sosial pelaku ruang, yang justru menyatu. Masyarakat kawasan pinggiran mempunyai karakter saling tergantung (interdependensi) dan berciri kekerabatan. Interdependensi di bidang ekonomi menciptakan koeksistensi antar pelaku ruang dan merupakan embrio tumbuhnya struktur sosial yang terintegrasi. Aspek tersebut merupakan bahan utama terbangunnya konsep kearifan lokal pada pertumbuhan kawasan pinggiran.
TRANSFORMASI BENTUK DAN POLA RUANG KOMUNAL DI KOTA LAMA SEMARANG Setioko, Bambang; Harsritanto, Bangun IR
MODUL Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.587 KB) | DOI: 10.14710/mdl.17.1.2017.11-16

Abstract

Pembentukan citra sebuah kawasan kota tua tidak hanya sekedar dilihat dari kualitas fisik bangunannya saja, akan tetapi juga dilihat dari kualitas fisik lingkungan yang diikuti dengan fungsi sosial lingkungan. Fungsi sosial lingkungan ini dapat terwujud dalam bentuk ruang komunal.Ruang komunal di kota lama Semarang adalah taman srigunting (yang sebelumnya merupakan permakaman, halaman gereja, tempat pedagang kaki lima) dan polder tawang (yang sebelumnya halaman stasiun, terminal, lapangan sepakbola. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan/transformasi ruang komunal di kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperkaya teori transformasi spasial yang berkaitan dengan bentuk dan pola ruang komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Selain itu, metode pengolaan data dilakukan dengan metode studi kasus dan analisa deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan bahwa terjadi transformasi bentuk dan pola ruang komunal di Kota Lama Semarang. Kemudian, transformasi tersebut terjadi pada beberapa hal, yaitu: fungsi, bentuk, sirkulasi,aktivitas, dan identitas ruang komunal.
KAJIAN FAKTOR IKLIM TROPIS PADA PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus: Pasar Wonodri Semarang) Indraswara, Muhammad Sahid; Alghifary, Hudan Izza
MODUL Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.067 KB) | DOI: 10.14710/mdl.19.2.2019.62-67

Abstract

Pasar Tradisional Wonodri di Kota Semarang merupakan salah satu pasar tradisional hasil redesain ulang di bawah arahan Pemerintah Kota Semarang. Minimnya bukaan di sisi Pasar Wonodri juga membuat temperatur ruangan tinggi. Penggunaan penghawaan buatan yang ada di setiap sisi pasar merupakan dampak dari temperatur ruangan yang tinggi. Kenyamanan di dalam pasar sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan jual beli di dalamnya. Hal ini yang merekomendasikan adanya penerapan konsep arsitektur tropis pada bangunan yang dapat meminimalisir ketidaknyamanan pengguna di dalam bangunan. Berdasarkan hasil penelitian, lubang ventilasi Pasar Wonodri kurang dari 10% dari luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperature ruangan pasar wonodri lebih dari 30,5oC yang membuat kondisi lingkungan mulai sukar. Kenyataan tersebut berbanding terbalik yang sebagaimana dituliskan menurut SNI 03-6572 2001 bahwa lubang ventilasi pada bangunan gedung (pasar) seharusnya tidak kurang dari 10% luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperatur ruangan yang nyaman sesuai teori dari Georg Lippsmeier dan peraturan MENKES NO.261/MENKES/SK/II/1998 berkisar antara 18°C-26°C. Dengan begitu minimnya bukaan bangunan dan temperature ruangan yang tinggi membuat pengguna didalamnya merasa sukar dan kurang nyaman
PROFIL PENUTUP ATAP GENTENG BETON DALAM EFFESIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA SKALA RUMAH TINGGAL Prianto, Eddy; Dwiyanto, Agung
MODUL Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.661 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.1.2013.23-34

Abstract

Hingga bulan oktober 2012, Isyu kenaikan harga BBM kini menjadi ajang mencari simpati masyarakat luas oleh kalangan politik, karena mereka mengetahui bahwa kuota terbesar dari pemakaian listrik di Indonesia ada pada masyarakat kalangan menengah kebawah (wong cilik), terutama pada sektor rumah tinggal. Satu sisi, fenomena pendekatan Arsitektur Green kini juga sedang jadi ‘trend’ diberbagai kalangan, letlebih pada dunia Perancangan Arsitektur. Karena salah satu aspek Effesiensi energy berada pada satu diantara 6 (enam) parameter ranking Green Building, baik pada standart Green versi LEED-Internasional ataupun GBCI (Green Building Council Indonesia) Dua beban panas dalam suatu bangunan yang mempengaruhi kenyamanan penghuni, yaitu beban internal (aktivitas penghuni) dan beban eksternal (salah satunya peran kulit bangunan). Mencapai 40% konsumsi listrik rumah tinggal dalam mengatasi suhu panas ruangan disebabkan perangaruh keberadaan aspek kulit bangunan ini. Kulit bangunan berupa atap rumah tinggal berperan secara fungsional dalam memberikan perlindungan terhadap iklim (pancaran sinar matahari dan hujan), disamping perannanya secara estetis yang juga dibutuhkan oleh masyarakat kita. Dari beberapa ragam material atap (genteng tanah, genteng beton, polycarbonate, seng dan asbes)yang diuji cobakan pada RUMAH MODEL, ternyata posisi bahan atap ini menunjukan adanya  profil penurunan suhu dalam ruangan secara signifikan. Untuk daerah panas, seperti kota Semarang, pemakaian bahan penutup atap berupa Genteng Beton dapat menekan konsumsi energy hingga 17% dibanding material lain. Kata kunci : Bahan Penutup Atap, Effesiensi Listrik, Rumah Tinggal, Model, Green Design
PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA KOTA YANG SEHAT Studi Kasus: Kawasan Kota Lama Semarang Sari, Suzanna Ratih; Iswanto, Dhanoe; Indrosaptono, Djoko
MODUL Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.456 KB) | DOI: 10.14710/mdl.16.2.2016.81-85

Abstract

Kota Lama merupakan salah satu kawasan di Kota Semarang yang memiliki nilai historis dan dilindungi sebagai kawasan Cagar Budaya sekaligus sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Namun kondisi saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan khususnya pada saat hujan turun. Lingkungan di sekitar kawasan Kota Lama dan sebagaian kawasan Kota Lama senantisa tergenang air. Selain banjir, kawasan ini selalu terkena rob khususnya di beberapa spot area di sekitar kawasan Kota Lama. Disamping itu, kawasan Kota Lama merupakan daerah yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor, sehingga tingkat polusi didaerah tersebut relative cukup tinggi. Kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi polusi lingkungan menjadi salah satu penyebab. Ketidaksadaran masyarakat terhadap pentingya keberadaan ruang terbuka hijau menyebabkan beberapa ruang terbuka dialihfungsikan menjadi bangunan-bangunan non permanen dan semi permanen. Seperti yang terjadi di bantaran sungai Mberok sebagai batasan administrative kawasan Kota Lama Semarang. Berdasarkan pada fenomena-fenomena diatas, maka melalui penelitian ruang terbuka ini peneliti berupaya untuk dapat memberikan konsep dan strategi yang dapat digunakan secara implementatif oleh masyarakat guna membantu meningkatkan kesadaran untuk peran serta secara aktif dalam meningkatkan kualitas lingkungannya khususnya di kawasan Kota Lama. Metode penelitian yang akan diguanan adalah kualitatif deskriptif untuk memudahkan peneliti dalam mendiskripsikan kondisi dan segala permasalahan yang muncul serta memberikan alternative solusi yang dibutuhkan.Harapan yang diinginkan dari penelitian ini adalah dengan konsep peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan akan membantu pemerintah daerah dalam menciptakan suatu kawasan di Kota Semarang yang sehat. 
KAJIAN TERHADAP FASAD MALL DI SEMARANG kosanti, aulusia ika; dwiyanto, agung
MODUL Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.802 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.2.2018.101-107

Abstract

Kota merupakan salah satu tempat kehidupan manusia yang dapat dikatakan paling kompleks, karena perkembangannya dipengaruhi oleh aktivitas pengguna perkotaan. Kota Semarang yang mempunyai fungsi dan peran sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, menunjukan adanya  pertumbuhan fisik yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan kepentingannya masing-masing. Pembangunan fisik tersebut yang dilaksanakan adalah penyediaan fasilitas perdagangan dan jasa yang didalamnya termasuk bangunan komersial seperti mall. Keberadaan mall yang semakin marak, secara tidak langsung akan meningkatkan persaingan antara mall yang satu dengan mall yang lainnya. Kemampuan untuk menarik konsumen juga sangat perlu dimiliki oleh sebuah mall agar dapat terus mempertahankan keberadaannya salah satunya dengan cara pengaplikasian desain fasad yang menarik dalam perancangan sebuah mall.  Keberagaman bentuk fasad bangunan mall berhubungan dengan kualitas visual estetika yang terbentuk dalam setiap bangunan mall yang ada di Semarang. Untuk mengetahui hubungan tersebut, dibutuhkan persepsi pengunjung untuk menilai, sehingga hasil yang didapatkan obyektif.
MENGENAL GEREJA BLENDUK SEBAGAI SALAH SATU LAND MARK KOTA SEMARANG Moedjiono, Moedjiono; Indriastjario, Indriastjario
MODUL Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.451 KB) | DOI: 10.14710/mdl.11.2.2011.%p

Abstract

Bangunan kuno peninggalan sejarah yang terkait erat dengan sejarah pertumbuhan kota dimana bangunan tersebut berada, sangat dimungkinkan meninggalkan pesan dan kesan serta kenangan bagi masyarakat yang mengenalnya dan mengingatnya. Pertumbuhan kota Semarang sebagai kota pantai, yang perkembangan awalnya bertumpu pada kegiatan perdagangan dengan aktivitas pelabuhannya, menjadikan kawasan perniagaan dekat pelabuhan yang dikenal sebagai Kota Lama Semarang, menjadi kawasan bersejarah dimana banyak didapati bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda. Diantara bangunan-bangunan kuno yang ada, terdapat bangunan peribadatan agama Kristen Protestan yang bernama Gereja Immanuel, tetapi masyarakat luas lebih mengenal dengan sebutan Gereja Blenduk, karena bentuk atap kubahnya. Bangunan ini menjadi tetenger kawasan Kota Lama Semarang karena faktor historis dan penampilannya yang kelihatan lebih menonjol dibanding dengan bangunan-bangunan kuno yang ada disekitarnya, sehingga menjadi lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat luas yang pernah mendatanginya. Bahkan lebih jauh masyarakat umum mengenal Gereja Blenduk ini sebagai salah satu land mark / tetengernya kota Semarang.   Kata Kunci: Gereja, Kawasan, Tetenger.
Kajian Fasilitas Umum Rumah Susun Pekunden Yang Berorientasi Kepada Kebutuhan Manula wijayanti, wijayanti; Pandelaki, Edward E
MODUL Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.298 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.2.2014.113-120

Abstract

Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, kebutuhan perumahan sebagai hunian menjadi semakin meningkat pula. Pendekatan perencanaan dan perancangan oleh para developer sudah banyak yang ditawarkan tetapi belum ada yang menyentuh kepada kebutuhan khusus penghuninya yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan Manula. Hal ini pantas menjadi perhatian karena saat ini sebagian besar manula tinggal di perumahan. Konsep pendekatan yang berorientasi kepada manula dirasa perlu mengingat saat ini di Indonesia, jumlah penduduk Manula yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 10 persen dari jumlah penduduk dunia. Penduduk manula di dunia akan terus meningkat bahkan pada tahun 2050 diproyeksikan jumlah Manula meningkat 22 persen. Sebanyak 66,7 persennya di tinggal di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) diperkirakan pada 2025, lebih dari seperlima penduduk Indonesia adalah orang lanjut usia (manula). Penelitian ini menitik beratkan pada pendekatan eksploratif untuk mengungkapkan kegiatan hidup sehari-hari manula yang melibatkan fungsi ruang hunian baik hunian yang bermakna rumah sebagai tempat tinggal dan hunian yang berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal (neighbourhood). Temuan penelitian mnyebutkan bahwa hunian vertikal dengan  aksesibilitas utama adalah tangga menjadikan manula yang memiliki keterbatasan fisik akan mengalami kesulitan dalam mobilitasnya. Manula hanya dapat melakukan kegiatan di lantai di mana mereka tinggal, seperti halnya jalan sehat ringan. Namun dengan desain selasar yang menerus dan bersambung antar blok, menjadikan manula  bisa melakukan kegiatan tersebut lebih leluasa karena dapat mengelilingi seluruh blok yang ada meskipun pada lantai yang sama. Hal ini memberikan kesempatan manula masih dapat bersoisalisasi dengan penghuni blok lainnya. Bagi manula yang secara fisik tidak mampu bergerak jauh dan hanya mampu berada di unit rumahnya, maka  secara visual meraka  masih dapat melihat suasana di dalam linkungan rumah susun ataupun masih dapat melakukan kontak sosial  dengan tetangga yang tinggal  di lantai yang sama dalam blok yang sama.
ELEMEN PERANCANGAN KOTA YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS RUANG KOTA PADA JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA SALATIGA Risdian, Happy; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Raden Siti
MODUL Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.175 KB) | DOI: 10.14710/mdl.20.01.2020.10-17

Abstract

Jalan Jendral Sudirman in Salatiga City is the part of Central Business District in Salatiga City. City planning elements according to Shirvani (1985) are land use, building form and mass, circulation and parking, open space, pedestrian ways , activity support, signage, and preservation. The existence element of urban design contained in Jalan Jendaral Sudirman will influence the quality of urban space. To determine this effect, this study uses a rationalistic qualitative method. Data collection method by means of literature study, field observations, interviews. Analysis method by analyze interview results. The results of this study indicate urban design elements influence to urban place quality.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles) Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles) Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ) Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles) Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ) Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles) Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles) Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles) Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 (article in press) Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles) Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles) Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles) Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles) Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles) Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles) Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles) Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles) Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles) Vol 16, No 1 (2016): Modul Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles) Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015 Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015 Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014 Vol 14, No 1 (2014): MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013 Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013 Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011 Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011 More Issue