cover
Contact Name
Muhamad Kurnia Sugandi
Contact Email
andymks60@gmail.com
Phone
+6281320161985
Journal Mail Official
andymks60@gmail.com
Editorial Address
Jalan K.H. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Jawa Barat.
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25412280     EISSN : 25414097     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/be.v7i2.3852
Bio Educatio merupakan jurnal ilmiah versi online pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Majalengka, Jurnal ini memuat penelitian tentang pendidikan IPA dan Pendidikan Biologi serta keilmuan biologi, yang diterbitkan setiap 6 bulan sekali.
Articles 129 Documents
SURVEY JENTIK NYAMUK DAN PEMBERIAN BUBUK ABATE DI BAK MANDI WARGA RT 03 RW 03 DESA MRICAN KECAMATAN SRAGI KABUPATEN PEKALONGAN Fitrianingsih Fitrianingsih .
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.405 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i1.1412

Abstract

Di Indonesia pada saat musim hujan populasi nyamuk meningkat meskipun saat musim kering populasinya tetap banyak oleh karena masyarakat memiliki kebiasaan menampung air di dalam bak air/drum terutama di daerah sulit air sehingga air dan jentik selalu ada sepanjang tahun.  Kunci pencegahan penyakit DBD adalah pengawasan yang ketat untuk pelaporan dini hasil pemantauan kepadatan vektor sehingga pengambilan tindakan tidak terlambat menerima laporan kasus dari lokasi wabah. Keberadaan juru pemantau jentik memiliki peran vital dalam pemberantasan DBD karena bertugas memantau populasi nyamuk penular DBD dan jentiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran survey jentik nyamuk dan pemberian bubuk abate di bak  mandi warga RT 03 RW 03 Desa Mrican Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 7 (28%) positif ditemukan larva di bak mandi rumah warga RT 03 RW 03 Desa Mrican. Kata Kunci : survey, jentik, bubuk abate
KORELASI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DENGAN KECERDASAN NATURALIS MELALUI MODEL GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PADA KONSEP EKOSISTEM Muhamad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.63 KB) | DOI: 10.31949/be.v3i2.1232

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan memecahkan masalah dengan kecerdasan naturalis melalui model guided inquiry menggunakan macromedia flash pada konsep ekosistem. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas VII MTs Negeri 2 Kabupaten Majalengka, sebanyak 6 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling sebanyak 1 kelas, kelas yang dijadikan kelas eksperimen yaitu  kelas VII E yang diberi perlakuan model guided inquiry menggunakan macromedia flash. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penilaian kemampuan memecahkan masalah yang terdiri dari 5 indikator (penyajian data, mengumpulkan data verifikasi, mengumpulkan data eksperimen, organisasi data dan formulasi kesimpulan, analisis proses). 30 butir soal berbentuk pilihan ganda untuk mengukur kecerdasan naturalis. Teknik analisis data uji prasyarat analisis dalam penelitian ini ada dua yaitu uji normalitas kolmogorov-smirnov  dan uji linearitas, dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Bivariate Person menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian, analisis data menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,777 > 0,05 bahwa data berasala dari distribusi normal, nilai signifikansi (Sig.) linearitas adalah 0,676 > 0,05 dan nilai Fhitung 0,396 < Ftabel 3,32. dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara kemampuan memecahkan masalah dengan kecerdasan naturalis, dan pengujian hipotesis menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,005 < 0,05 dan berdasarkan nilai r hitung 0,460 > r tabel 0,334, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kemampuan memecahkan masalah dengan variabel kecerdasan naturalis menggunakan model guided inquiry menggunakan macromedia flash bahwa ada korelasi positif antara kemampuan memecahkan masalah dengan kecerdasan naturalis melalui model guided inquiry menggunakan macromedia flash. Kata Kunci : guided inquiry, macromedia flash, kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan naturalis
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP KEMAMPUAN SOFT SKILL PADA MATERI POKOK LINGKUNGAN HIDUP DI SMPN 4 KOTA CIREBON Abdur Rasyid
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.238 KB) | DOI: 10.31949/be.v3i2.1234

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran TGT terhadap kemampuan Soft skill siswa kelas VII SMPN 4 kota Cirebon pada materi Lingkungan Hidup. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 kota Cirebon tahun pelajaran 2017/2018. Dipilih dua kelas secara cluster random sampling, sebagai kelas eksperimen dan sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan Soft skill kelas eksperimen adalah 77,4655, sedangkan rata-rata kemampuan Soft skill kelas kontrol adalah 73,1207. Uji ketuntasan belajar kelas eksperimen menunjukkan bahwa kemampuan Soft skill siswa kelas eksperimen memenuhi ketuntasan belajar ( ≥ 65). Uji ketuntasan klasikal kelas eksperimen menunjukkan bahwa kemampuan Soft skill matematika kelas eksperimen mencapai kriteria ketuntasan klasikal (85≥ %).Uji perbedaan rata-rata memberi hasil  dan, atau, maka rata-rata kemampuan Soft skill kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Uji proporsi memberi hasil = 0,3521 dan = 1,8132, atau , dapat dikatakan persentase ketuntasan kelas eksperimen lebih baik daripada persentase ketuntasan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif terhadap kemampuan Soft skill siswa kelas VII SMPN 4 kota Cirebon pada materi Lingkungan Hidup Kata kunci: Model Pemebelajaran Teams   Games   Tournament   (TGT), Keefektifan, Kemampuan Soft skill
KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN KOMPETENSI SOSIAL MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Masdusi Masdudi; Asep Mulyani
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.106 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i2.1749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial mahasiswa calon guru biologi pada Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Intrumen penelitian yang digunakan dengan menggunakan skala penilaian untuk mengukur kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial mahasiswa calon guru biologi, dan wawancara untuk mengetahui upaya jurusan dalam mengembangkan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial mahasiswa calon guru biologi. Hasilnya menunjukan bahwa kompetensi kepribadian rata-rata skornya adalah 88,25% dan kompetensi sosial mahasiswa calon guru biologi rata-rata skornya adalah 84,68%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial mahasiswa calon guru biologi di Tadris Biologi termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Kompetensi guru, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, calon guru biologi This study aims to describe the personality competencies and social competencies of prospective biology teacher students in Tadris Biology IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. The research method uses descriptive methods. Research instruments are used by using a rating scale to measure the personality and social competencies of prospective biology teacher students, and interviews to determine the efforts of the department in developing personality and social competency of biology teacher candidates. The results show that the average personality competency score is 88.25% and the social competence of prospective biology teacher candidates is an average score of 84.68%. The conclusion in this study is that the personality and social competencies of prospective biology teacher students in Tadris Biology are included in the excellent category. Keywords: Teacher competencies, personality competencies, social competencies, prospective biology teachers
KEMAMPUAN LITERASI SAINS ASPEK PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN COLLABORATIVE CALON GURU BIOLOGI PADA PEMBELAJARAN FREE-INQUIRY Dede Cahyati Sahrir
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.138 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i2.1593

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kemampuan literasi sains aspek proses sains dan keterampilan collaborative yang dimiliki oleh calon guru biologi pada pembelajaran free-inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain one-shot case study. Subjek penelitian adalah 31 mahasiswa Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mengontrak mata kuliah Protista dan Fungi. Pembelajaran dilakukan dengan strategi free-inquiry dan metode kerja laboratorium. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes kemampuan literasi sains, lembar observasi kemampuan collaboration, dan rubrik kinerja praktikum (aktivitas free-inquiry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains calon guru biologi pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah (baik), aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah (cukup), dan aspek menggunakan bukti secara ilmiah (buruk). Sedangkan untuk keterampilan collaborative calon guru biologi pada pembelajaran free-inquiry menunjukkan bahwa aspek keterampilan collaborative calon guru biologi dalam kriteria proficient adalah aspek bekerja produktif, aspek menunjukkan rasa hormat dan aspek berbagi tanggungjawab, sedangkan aspek keterampilan collaborative calon guru biologi yang masih dalam kriteria basic adalah berkompromi. Oleh karena itu, calon guru biologi harus meningkatkan kemampuan literasi sains dan keterampilan collaborative mereka agar dapat menjadi pendidik biologi yang kompeten dan mampu bersaing pada revolusi industri era 4.0.Kata Kunci: literasi sains, keterampilan collaborative, free-inquiry ABSTRACTThis study aims to determine the extent to which achievement of scientific literacy ability aspects of the scientific process and collaborative skills possessed by prospective biology teachers in free-inquiry learning. This research is a pre-experimental study with a one-shot case study design. The research subjects were 31 students of the Tadris Biology Department of IAIN Sheikh Nurjati Cirebon who contracted Protista and Fungi courses. Learning is done by free-inquiry strategy and laboratory work methods. Data collection was carried out using instruments in the form of tests of scientific literacy skills, collaboration skills observation sheets, and practical performance rubrics (free-inquiry activities). The results showed that the ability of scientific literacy of prospective biology teachers on aspects of explaining phenomena scientifically (good), aspects of identifying scientific problems (sufficient), and aspects of using evidence scientifically (poorly). Whereas the collaborative skills of prospective biology teachers in free-inquiry learning show that the aspects of biology teacher prospective collaborative skills in the professional criteria are aspects of productive work, aspects of showing respect and aspects of sharing responsibility, while aspects of collaborative skills of prospective biology teachers who are still in the basic criteria are compromise. Therefore, prospective biology teachers must improve their scientific literacy skills and collaborative skills in order to become competent biology educators and be able to compete in the industrial revolution of the 4.0 era.Keywords: scientific literacy, collaborative skills, free-inquiry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN PENDEKATAN ANALOGI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA Rikardus Herak
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.397 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i1.1551

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar IPA Peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan. Perlu adanya model pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan efisien agar dapat memotivasi peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar. Salah satu cara yang lebih baik yang dapat digunakan untuk memotivasi para peserta didik untuk mempelajari IPA adalah melalui pembelajaran induktif dengan pendekatan analogi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Tindakan Kelas. Sampel dalam penelitian ini terbatas pada peserta didik kelas VIIIF SMP Negeri 11 Denpasar yang berjumlah 32 orang. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data tentang prestasi belajar  peserta didik yang diperoleh dengan cara memberikan tes dan hasil observasi belajar. Data hasil penelitian di analisis dengan metode statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data prestasi belajar terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas, daya serap  dan ketuntasan klasikal dari siklus I ke siklus II yaitu nilai rata-rata kelas meningkat dari 76,93 menjadi 83,62, daya serap meningkat dari 76,93%  menjadi 83,62%, dan ketuntasan klasikal dari 75% menjadi 90,10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran induktif dengan pendekatan analogi dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VIIIF SMP Negeri 11 Denpasar.Kata Kunci: Pembelajaran Induktif, Pendekatan Analogi, Prestasi BelajarABSTRACT The problem in this study is the Science Learning Achievement Students have not reached the expected learning completeness. A fun, effective and efficient learning model is needed in order to motivate students to improve learning achievement. One of the better ways that can be used to motivate students to learn science is through inductive learning with an analogy approach. This study aims to improve science learning achievement. This type of research is Classroom Action Research. The sample in this study was limited to 32 grade VIIIF students of SMP Negeri 11 Denpasar. The type of data collected in this study is in the form of data about students' learning achievements obtained by providing tests and learning observations. Research data were analyzed using descriptive statistical methods. Based on the results of data analysis of learning achievement, there was an increase in the average grade of class, absorption and classical completeness from the first cycle to the second cycle, namely the average value of the class increased from 76,93 to 83,62, the absorption increased from 76,93% to 83,62%, and classical completeness from 75% to 90,10%. Thus it can be concluded that the application of the inductive learning model with the analogy approach can improve the learning achievement of students of class VIIIF 11th of SMP Negeri 11 Denpasar. Keywords: Inductive Learning, Analogy Approach, Learning Achievement
PENDIDIKAN NILAI PADA MATERI KONSEP SISTEM IMUN Ipin Aripin
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.56 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i1.1297

Abstract

Artikel ini betujuan untuk memberikan pandangan pendidikan nilai pada konsep sistem imun. Dalam artikel ini akan dibahas nilai religius, nilai praktis, nilai intelektual, nilai sosial politik dan nilai pendidikan yang digali dari kajian materi konsep sistem imun.  Sistem kekebalan tubuh (imun) sendiri dipelajari dalam studi khusus, yaitu imunologi berasal dari kata imun yang berarti kekebalan dan logos yang berarti ilmu. Imunologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan tubuh. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti biasa. Selain itu pada artikel ini dikaji beberapa nilai karakter yang dapat dikembangkan atau digali dari materi sistem imun. Kata Kunci : Pendidikan Nilai, Sistem Imun This article aims to provide a view of value education on the concept of the immune system. In this article we will discuss religious values, practical values, intellectual values, socio-political values and educational values which are explored from the study of immune system concept material. The immune system it self is studied in special studies, namely immunology derived from the word immune which means immunity and logos which means science. Immunology is the study of the immune system. This system detects a wide range of external biological influences, organisms will protect the body from infections, bacteria, viruses to parasites, and destroy other foreign substances and destroy them from healthy organism cells and tissues to continue to function as usual. In addition, this article examines some character values that can be developed or extracted from immune system material. Keywords: Value Education, Immune System
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI VIRUS DI KELAS X SMA YABUJAH SEGERAN INDRAMAYU Megayani Megayani; Yasin Yasin
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.639 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i2.1750

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengukur tingkat berpikir kreatif siswa; 2) pemahaman konsep siswa SMA Yabujah Segeran Indramayu Kelas X IPA, melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Virus. Pembelajaran ini dirancang agar siswa menemukan sendiri pemecahan masalah melalui tindakan nyata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan siswa pada dua kelas yang diberi perlakuan yang berbeda. Adapun desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design (Group pretest-posttest design), dimana instrumen penelitian ini berbentuk tes. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa SMA Yabujah Segeran Indramayu Kelas X IPA. Disamping itu, hasil penelitian ini nantinya akan dipublikasikan pada jurnal kampus, guna menambah wawasan keilmuan akademisi maupun praktisi. Metode PBL ini dipilih dikarenakan model ini mampu menjembatani perbedaan karakteristik siswa. Pembelajaran dengan PBL menjadikan konsep Biologi disajikan secara nyata atau realistik, dengan begitu siswa benar-benar memahami konsep-konsep tentang “Virus” serta mampu berpikir kreatif bagaimana memecahkan masalah yang terjadi pada lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa mampu berpikir kreatif dan terjadi peningkatan pemahaman siswa setelah diterapkannya model pembelajaran PBL. Peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dibuktikan dengan hasil rata-rata 75 pada kelas kontrol dan 80 pada kelas eksperimen. Aktivitas siswa berdasarkan hasil analisis observasi meningkat setelah diterapkan model PBL. Tanggapan tersebut terbukti dengan adanya respon positif siswa 80% menyetujui dan menyukai pelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran PBL. Berdasarkan interpretasi skor angket nilai tersebut termasuk dalam kategori kuat. Kata Kunci : PBL, Pemahaman Konsep, Berpikir Kritis, Virus.  ABSTRACT The purpose of the research is to measure the student creative thinking skill and the concept understanding on year 10 SMA Yabujah semior high school segeran Indramayu, through the application of  Problem Based Learning (PBL) teaching method. The method is designed for the student to solve their own problem in real action. The type of research is experimentalthat compare the student from two classes with two different treatment. Experiment design used in this research is non equivalent control group design (group pretest and posttest design the research instrument is test. The research subject is the student of SMA Yabujah Segeran Indramayu year 10 science class. The research result will be published in university journal to add the scientific knowledge for academic and practical. PBL method is choose because PBL method can be a bridge to cover student different characteristic, PBL makes the biology concept offer is realistic away, hopefully the student will be able to comprehend the concept about viruses and can push the student to think creatively how to solve the problem around. The result of the research shows that the student can think creatively and the student can develop their understanding after studying using PBL method. The test result from the experiment student is higher than the control student. The control student get 75 score and the experiment student get 80 score. Student activity is increased after result analysis observing after applying PBL method  the positive respond shows that 80% student love biology in PBL method, based interpretation score, the result is quite big. Keyword: PBL, Concept Comprehension, Creative Thinking, Virus 
KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI BERBASIS KONSERVASI di TAMAN HUTAN RAYA K.G.P.A.A MANGKUNEGORO I KARANGANYAR Hafni Khairunnisa; Jimmy Sandi Prasetyo; Protasius Tiberius Jehane; Revi Agustin Asyianita
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.206 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i2.1590

Abstract

ABSTRAK            Pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi merupakan salah satu upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tren pariwisata yang saat ini meningkat adalah wisata alam yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menjaga kelestarian alam. Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan wisata memiliki Taman Hutan Raya (TAHURA) K.G.P.A.A Mangkunegoro I sebagai salah satu destinasi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan kajian pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi. Metode penelitian yang  dilakukan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari Wawancara dengan narasumber serta observasi (data primer) dan arsip/dokumen, studi literature (data sekunder). Analisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi yang tepat diterapkan di Tahura K.G.P.A.A Mangkunegoro I yaitu pembuatan paket jungle school untuk pelajar, mahasiswa atau wisatawan umum. Paket wisata trekking, paket fotografi, atraksi birdwatching, pengadaan pusat data untuk penelitian dan pembelajaran. Diperlukan juga penambahan sarana dan prasarana serta SDM yang dapat menunjang destinasi. Terkait konservasi perlu dilakukan juga visitor management untuk membatasi wisatawan yang berkunjung ke Tahura untuk menjaga kelestarian alam.Kata Kunci : Tourism Development, Wisata Edukasi, Konservasi, Taman Hutan Raya.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Makromedia Flash untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Aden Arif Gaffar; Muhamad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.073 KB) | DOI: 10.31949/be.v4i1.1599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran Interaktif  berbasis makromedia flash untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Pre experimental design dengan menggunakan rancagan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Maja Kabupaten Majalengka dengan sampel penelitian kelas X MIA 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis tes dengan menggunakan uji t berpasangan hasil uji t  (11.56) sedangkan t tabel  yaitu 2.70. hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Peningkatan yang terjadi di tunjukan dengan nilai N-Gain yang diperoleh oleh setiap orang siswa, yaitu 19 % siswa mendapat nilai N-Gain pada kategori rendah, 69 % siswa mendapat nilai N-Gain pada kategori sedang, 12 % siswa mendapat nila N-Gain pada katgori tinggi. 

Page 6 of 13 | Total Record : 129