cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 30, Nomor 1 (2024)" : 16 Documents clear
Pemodelan Debit Banjir Rencana Berbasis Data Hujan Satelit pada Daerah Tangkapan Air Bendungan Meninting Hartyan, Dionysius Edna; Suripin, Suripin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.59024

Abstract

Rainfall stations around the Meninting Dam catchment area are very limited. Global Precipitation Measurement (GPM) satellite rainfall data can be utilized to fulfill the lack of rainfall data. This research aims to improve the quality of flood discharge in the Meninting Dam catchment area through rainfall data correction. GPM rainfall data was corrected using the probability curve method, while flood discharge analysis used HEC-HMS modeling. The results showed that the correlation coefficient of GPM rainfall data with Sesaot Rainfall Station was 0,73, the average HHMT error decreased by 2.99% after correction, and the correction factor level was 0-1,2 for each rainfall value range. The flood discharge (Q) of HEC-HMS modeling for each return period was obtained Q2th = 117,1 m3/sec, Q5th = 142,5 m3/sec, Q25th = 242,3 m3/sec, Q100th = 335,6 m3/sec, Q1000th = 529,3 m3/sec, and QPMF = 930,9 m3/sec.
Pengaruh Perbandingan Nilai Termal Terhadap Deformasi Fondasi Tiang Energi Menggunakan Metode Numerik Pratiwi, Desti Santi; Naufal Shidqi, Gary Muhammad
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.58552

Abstract

Fondasi energi termal merupakan suatu inovasi hibrid penggabungan struktur fondasi dengan pipa-pipa termal yang dapat menyerap panas bumi sehingga berfungsi sebagai alternatif sumber listrik bangunan di atasnya. Munculnya teknologi ini bertujuan untuk mendukung tercapainya sasaran infrastruktur berkelanjutan dari aspek geoteknik sehingga pemakaian bahan bakar fosil dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh termal terhadap deformasi fondasi dengan pendekatan Metode Elemen Hingga. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak PLAXIS yang berbasis jaring elemen, sehingga dapat menunjukkan hasil deformasi yang komprehensif. Selain itu, model dibuat bervariasi terhadap parameter termal tanah dan mutu beton fondasi.  Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat variasi nilai konduktivitas termal menunjukkan penurunan nilai deformasi sebesar 34,112% akibat konduktivitas termal yang diturunkan sebesar dengan kapasitas termal yang tetap, sedangkan pengaruh akibat variasi terhadap besarnya mutu beton yang digunakan pada fondasi menunjukkan persentase perbedaan yang tidak terlalu besar atau dapat dikatakan tidak berpengaruh signifikan.
Pengelolaan DAS Mikro: Best Practice Penanganan Potensi Konflik Akibat Semburan Gas di Lahan Pertanian Desa Nglobo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah Sriyana, Ignatius; Sangkawati, Sri; Roselyn, Melfina; Kusmiyati, Florentina; Ramadan, Bimastyaji Surya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.60034

Abstract

Semburan gas di lahan pertanian Desa Nglobo, Kabupaten Blora, Indonesia, menyebabkan kontamisasi lahan, sehingga kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami penurunan. Penurunan kesehatan DAS terlihat pada air dan tanah yang melebihi baku mutu Hal ini menyebabkan terjadinya konflik di masyarakat karena produktivitas tanaman padi dan jagung mengalami gagal panen. Penelitian ini bertujuan mengembalikan kesehatan daerah aliran sungai yang terkontaminasi baik lahan pertanian dan kualitas air. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan pengelolaan DAS mikro yang meliputi kegiatan berdiskusi dengan masyarakat dan para pihak lainnya,  usaha remediasi, sekolah lapangan dan monitoring evaluasi. Hasil kajian menunjukkan penambahan pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah terutama meningkatkan kandungan C-Organik sangat diperlukan yaitu dengan memberikan 29,58 ton/ha – 30,14 ton/ha pupuk pada lahan tersebut. Kualitas air setelah remediasi menunjukkan nilai di bawah ambang batas. Hasil evaluasi uji tanam menunjukkan padi dan jagung dalam kondisi baik, dibuktikan dengan tidak terjadinya kegagalan panen, kondisi kesuburan  lahan pertanian dapat pulih kembali. Pendekatan pengelolaan  DAS mikro, yang terukur, dengan aksi nyata  bersama masyarakat  terkena dampak dan para pihka yang terkait, dapat menyelesaikan konflik sosial yang terjadi akibat pencemaran pada lahan pertanian masyarakat.
Penentuan Initial Elevation untuk Mendukung Operasi Early Release Bendungan Sadawarna Wahyudi, Andri Puji; Wulandari, Dyah Ari; Sriyana, Ignatius
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.62293

Abstract

Modifikasi Bendungan Sadawarna berupa penambahan pintu yang ditempatkan di samping kanan pelimpah yang berfungsi sebagai fasilitas early release bersama dengan bangunan pengambilan untuk menurunkan muka air waduk sebelum banjir datang. Penerapan early release pada penelusuran banjir di waduk membutuhkan initial elevation yang berbeda dengan initial elevation pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan initial elevation baru dalam mendukung operasi early release Waduk Sadawarna. Penelitian dilakukan dengan menghitung debit banjir rencana kemudian melakukan penelusuran banjir lewat waduk dengan 3 skenario initial elevation. Metode yang digunakan untuk analisis debit banjir kala ulang adalah SCS (Soil Conservation Service). Metode penelusuran banjir menggunakan level pool routing dengan aplikasi HEC-HMS. Initial elevation ditetapkan dengan 3 (tiga) skenario yang dimulai dari initial elevation +75,25 mdpl, +77,00 mdpl dan +78,50 mdpl. Hasil analisis dari 3 skenario diperoleh initial elevation optimal yang dapat digunakan dalam operasi early release berada pada elevasi +77,00 mdpl. Hasil simulasi penelusuran banjir dengan initial elevation tersebut menghasilkan reduksi debit banjir rencana hingga debit kala ulang 50 tahunan dan menghasilkan recovery muka air waduk tercepat.
Simulasi Numerik Aeroelastik Model Seksional 2D Jembatan Bentang Panjang untuk Mengetahui Karakteristik Ketidakstabilan Flutter sulistiya, sulistiya; Moelyadi, Mochammad Agoes; Kusni, Muhammad; Akbar, Mahesa
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol%viss%ipp%p

Abstract

Flutter is an aerodynamic instability on a long span bridge that can cause damage to the entire bridge deck structure. The interaction between wind and structure in long span bridges can be investigated by numerical simulation. In this study, an aeroelastic simulation was performed on a 2 DoFs sectional model of a long-span bridge deck with free vibration techniques to analyze flutter speed and determine the effect of deck shape on flutter instability characteristics using ANSYS software. The simulation result data was then extracted using the Modified Ibrahim Time-Domain Method (MITD) identification method to obtain the damping ratio and flutter derivatives coefficients. The damping ratio value is used to determine the critical flutter speed, whereas the coefficient flutter derivatives is used to determine the characteristics of flutter instability and the flutter mechanism that occurs in the bridge. The results showed that the rectangular shape (bluff body) is more susceptible to flutter instability than the streamlined shape, and has a lower flutter speed value than the other shapes. The flutter mechanism that occurs is torsional flutter, whereas in the streamline body is coupling flutter.
Pengaruh Air Laut terhadap Kuat Tekan, Permeabilitas, dan Mikrostruktur Beton Geopolimer dengan Flyash dan Tanah Putih sebagai Pengganti Semen Priastiwi, ST. MT., Yulita Arni; Wibowo, Hardi; Puwanto, Purwanto; Hidayat, Arif; Ulayya, Inandhiya; Carita, Nensi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.63604

Abstract

Meningkatnya pembangunan infrastruktur suatu kawasan terkadang terletak pada lingkungan agresif salah satunya yaitu pada wilayah pesisir pantai sehingga kontak langsung dengan air laut tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air laut terhadap beton geopolimer menggunakan fly ash dan tanah putih sebagai pengganti semen dengan parameter pengujian kuat tekan, permeabilitas dan mikrostruktur. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berukuran 150x300 mm dan 100x200 mm. Perbandingan fly ash dan tanah putih yang digunakan sebesar 85%: 15% serta aktivator yang digunakan yaitu NaOH 8M dan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:2,5. Proporsi campuran mengunakan perbandingan 1 fly ash : 1,497 pasir : 2 split : 0,451 alkali aktivator dengan mutu rencana adalah 35 MPa. Pengujian dilakukan setelah beton melalui proses curing selama 56 hari, kemudian beton dikondisikan tanpa rendaman dan dengan rendaman lebih dari 28 hari. Pengujian dilakukan pada umur beton 56 dan 87 hari. Hasil pengujian menunjukan bahwa beton geopolimer dengan pengaruh air laut memiliki nilai kuat tekan lebih tinggi dengan koefisien permeabilitas lebih kecil dibanding dengan beton tanpa pengaruh air laut saat umur pengujian. Mikrostruktur beton geopolimer dengan pengaruh air laut menghasilkan struktur morfologi berbentuk matriks yang lebih padat dengan sedikit pori-pori dibandingkan dengan beton tanpa pengaruh air laut.
Gangguan Sampel dan Dampaknya Pada Sifat-Sifat Tanah Dalam Uji Laboratorium Mekanika Tanah : Literature Review Agustian, Yanyan; Komarudin, Udin; Ardiansyah, Neris Peri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.58043

Abstract

Gangguan sampel atau sample disturbance dalam uji tanah di laboratorium merupakan masalah karena dampaknya yang signifikan terhadap hasil pengujian dan dapat memengaruhi desain geoteknik serta fondasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil penelitian terdahulu terkait berbagai metode sampling dan uji laboratorium untuk memahami karakteristik dan sifat-sifat sampel uji yang mengalami gangguan beserta hasil pengujiannya. Selain itu, penelitian ini bertujuan memahami perkembangan penanggulangan gangguan tersebut hingga saat ini, sehingga mendorong para peneliti untuk terus mengembangkan metode dan peralatan uji yang dapat mengurangi dampak gangguan sampel seminimal mungkin. Metode penelitian melibatkan tinjauan literatur selama 70 tahun terakhir, dan beberapa hal dapat disimpulkan: Pertama, gangguan pada sampel bisa terjadi selama pengambilan sampel dan uji laboratorium, termasuk metode sampling, ukuran sampel, serta alat uji. Kedua, dampak paling krusial dari gangguan sampel adalah perubahan pada kekuatan geser, baik dalam kondisi statis maupun dinamis, serta sifat kompresibilitas tanah. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan penggunaan kombinasi uji laboratorium dan pengujian in-situ sebagai alternatif efektif untuk mengurangi gangguan dan memvalidasi hasil uji laboratorium
Pengoperasian Pintu Pembilas terhadap Efisiensi Penggelontoran Sedimen: Studi Kasus Bendung Alale Dermawan, Very; Cahya, Evi Nur; Hidayat, Muhammad Nurjati; Sholawatini, Nur
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.60651

Abstract

Penelitian ini membahas pengujian model fisik hidrolik Bendung Alale untuk mengamati perilaku hidrolika aliran banjir rencana, kondisi hilir bendungan, dan penggelontoran sedimen. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan model fisik hidrolik di laboratorium dengan skala 1 : 50. Uji pembilasan dilakukan untuk mengetahui efektivitas pembilasan, kondisi sedimentasi atau gerusan yang terjadi setelahnya. Bendung Alale mempunyai 3 pintu pembilasan di sebelah kanan bendung. Pembilasan dilakukan dengan menggunakan debit Q25th dengan durasi pengaliran 1 jam. Pintu pembilas cukup efektif untuk membilas sedimen dari hulu bendung. Sedimen yang terbawa hampir 50% pada semua skenario buka tutup pintu pembilas. Skenario pembilasan 6 (pintu 1 dan 2 tertutup dan pintu 3 terbuka penuh) mempunyai efisiensi tertinggi yaitu 53,81%.
Karakteristik Hidraulik Banjir Bendung Karet Sungai Juwana Kabupaten Pati Halik, Gusfan; Silmi Kaaffah, Abdillah Tirta; Saifurridzal, Saifurridzal
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.62047

Abstract

Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang sering mengalami banjir diantaranya  banjir rob dan banjir bandang pada musim penghujan. Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana telah merencanakan pembangunan bendung karet yang telah dibangun pada tahun 2022 -2024 untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bendung Karet ini diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian banjir maupun sebagai sistem penyimpanan air pada saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan karakteristik hidrolik aliran di Bendung Karet Juwana pada kondisi banjir berbagai kala ulang (10, 20, 25, 50, dan 100 tahun). Pemodelan karakteristik hidrolik aliran menggunakan bantuan perangkat lunak HEC-RAS 5.0.3. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada kondisi bendung karet mengembang maksimal terjadi aliran balik (backwater) sepanjang 2,26 km ke arah hulu bendung. Ketinggian muka air di atas bendung karet sebesar 1,0 meter dengan kecepatan aliran di hulu dan hilir ambang bendung masing-masing sebesar 0,40 m/dt dan 0,66 m/dt. Pengendalian tinggi muka banjir terhadap overtopping dapat optimal jika pada saat ketinggian muka air 0,60 meter diatas mercu. Secara hidraulik, hasil simulasi menunjukkan kecepatan pengempisan 0,2 meter/menit dapat mengontrol terjadinya overtopping secara optimal.
Pengaruh Penggunaan Zeolit dan Serat Agave Sisalana Terhadap Kuat Tekan dengan Metode Self Compacting Concrete (SCC) Zulkarnain, Fahrizal; Batubara, Amar Azhari
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.57981

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC) is concrete innovation which  does not  require vibrations during installation and compaction. SCC concrete can flow freely with its weight and is capable of filling a mold well, ensuring perfect compaction without vibration. In 1988, in order to eliminate or reduce the need for vibration to achieve density and thereby reduce the labor required for concrete placement, SCC was developed in Japan. In this research, the production of SCC was investigated by replacing the fine aggregate in the SCC mixture by 3%, 7% and 11% of zeolite material and by adding 0.005% of agave sisalana fiber of cement weight. The 15/30 cm concrete cylinders were used in 16 samples for compressive strength.  It is shown that the values of flowability, filling capacity, and permeability decrease with increasing use of zeolite content based on the results of the research conducted. The results of the compressive strength test show that the variation of 7% zeolite + 0.005% sisalana fiber has the highest value of compressive strength at FAS 0.43, with an average of 38.46 MPa, and the highest value of compressive strength at FAS 0.45, with an average of 37.07 MPa.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2024 2024