cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Batik 2 Surakarta Meliana, Della; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2036

Abstract

Siklus menstruasi normal 21–35 hari dapat terganggu oleh aktivitas fisik dan status gizi yang tidak seimbang. Banyak remaja mengalami gangguan menstruasi, termasuk 85% siswi di SMA Batik 2 Surakarta, sehingga penting diteliti hubungan kedua faktor tersebut terhadap siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Batik 2 Surakarta. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 37 sampel dari 108 siswi, menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen: aktivitas fisik dan status gizi; variabel dependen: siklus menstruasi. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT, recall aktivitas fisik dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil penelitian di SMA Batik 2 Surakarta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki aktivitas fisik ringan (70%) dan sisanya aktivitas sedang (29,7%). Untuk status gizi, mayoritas berada dalam kategori gizi normal (64,9%), diikuti gizi lebih (32,4%), dan gizi kurang (2,7%). Sebanyak 62,2% responden memiliki siklus menstruasi tidak normal, sementara 37,8% memiliki siklus yang normal. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan siklus menstruasi (p-value 0,003) serta antara status gizi dan siklus menstruasi (p-value 0,000) pada remaja putri di SMA Batik 2 Surakarta. Ada hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri.
Identifikasi Jumlah dan Keberadaan Bakteri pada Peralatan Makan di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro Ainiyah, Qurratul; Mulyani, Endah; Srirahayu A, Eka
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2058

Abstract

Kontaminasi bakteri pada peralatan makan di rumah sakit dapat menjadi sumber penularan penyakit dan mempengaruhi keamanan pangan. Peralatan makan yang tidak memenuhi standar kebersihan dapat mengandung mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan keberadaan bakteri pada peralatan makan di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada 18 September 2024 di dapur instalasi gizi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cutlery swab pada berbagai jenis peralatan makan (mangkok, lepek, piring, dan wadah hokben) serta sampel makanan (nasi, sayur sop, ayam katsu, dan teh). Analisis bakteri dilakukan di laboratorium menggunakan metode SNI ISO 18593-2018 untuk peralatan makan dan SNI 2897:2008 untuk sampel makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mangkok dan lepek memiliki angka kuman 0 CFU/cm² (memenuhi standar), sedangkan piring dan wadah hokben melebihi standar dengan angka kuman masing-masing 30 CFU/cm² dan 12 CFU/cm² (standar: 0 CFU/cm²). Pemeriksaan sampel makanan menunjukkan hasil yang masih dalam batas aman: nasi (1,5×10⁴ koloni/gr), sayur sop (5,4×10³ koloni/gr), ayam katsu (7,4×10³ koloni/gr), dan teh (4,6×10² koloni/ml). Tidak ditemukan kontaminasi E. coli dan Salmonella pada semua sampel. Meskipun prosedur sanitasi telah diterapkan, beberapa peralatan makan masih memiliki angka kuman yang melebihi standar. Diperlukan perbaikan dalam proses pencucian, pengeringan, dan penyimpanan peralatan makan untuk memastikan keamanan pangan di rumah sakit.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi dan Jumlah Uang Saku dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Azzahra, Inas Luthfia; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2060

Abstract

Pengetahuan gizi memengaruhi kebiasaan makan, pemilihan makanan, dan status gizi remaja. Remaja dengan pengetahuan baik cenderung makan lebih sehat dan menghindari fast food. Selain itu, uang saku juga berpengaruh terhadap frekuensi konsumsi fast food pada mahasiswa. Semakin besar uang saku, maka semakin tinggi kecenderungan membeli makanan cepat saji karena faktor kepraktisan, harga terjangkau, dan pengaruh sosial. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan dapat terjadi pada mahasiswa sebagai akibat dari perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti peningkatan konsumsi fast food dan kurangnya waktu untuk makan sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi dan jumlah uang saku dengan frekuensi konsumsi fast food pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Uji statistik chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut. Penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan jumlah uang saku serta formulir FFQ. Sampel pada penelitian ini sebanyak 129 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan frekuensi konsumsi fast food (p=0,337). Terdapat hubungan antara jumlah uang saku dengan frekuensi konsumsi fast food (p=0,023). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor lainnya seperti gaya hidup, tingkat aktivitas fisik, atau pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi fast food.