cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Perbedaan Pola Makan, Status Gizi, Status Konsumsi TTD pada Ibu Hamil Anemia dan Ibu Hamil Tidak Anemia Fitri, Mahdafikia Fadilah Insani; Komalyna, I Nengah Tanu; Hadisuyitno, Juin; Setyobudi, Sugeng Iwan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1589

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1% dan angka tersebut naik menjadi 48,9% pada tahun 2018 (Kemenkes, 2022). Anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pola makan, status gizi, dan status konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola makan, status Konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), status gizi pada ibu hamil anemia dan ibu hamil tidak anemia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik (non-eksperimen) dengan desain case control yang dilakukan pada bulan April 2024 di Ds Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur dengan sampel berjumal 20 orang ibu hamil. Data yang dikumpulan yaitu data pola makan ibu hamil, data status gizi ibu hamil, dan data frekuensi konsumsi TTD. Ibu hamil yang mengalami anemia memiliki pola makan dengan keberagaman yang kurang (40%) dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia (35%), ibu hamil yang mengalami anemia memiliki status gizi yang berisiko KEK (35%) dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia (30%), ibu hamil yang mengalami anemia memiliki kepatuhan konsumsi TTD tidak patuh (40%) dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemia (30%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara pola makan ibu hamil anemia dengan ibu hamil tidak anemia (p=0,000), terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi ibu hamil anemia dan ibu hamil tidak anemia (p=0,028), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara status konsumsi TTD pada ibu hamil anemia dan ibu hamil tidak anemia (p=0,007). Berdasarkan hasil penelitian perlu adanya pengarahan oleh petugas kesehatan kepada ibu hamil mengenai frekuensi dan jenis makanan yang tepat untuk dikonsumsi, perlu adanya kewajiban kepada ibu hamil untuk mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin selama 90 hari.
Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Status Gizi Remaja Putri di Kota Surakarta Agustina, Apriliya; Hidayati, Listyani; Zulaekah, Siti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1618

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan gaya hidup, termasuk kebiasaan makan seperti konsumsi sayur dan buah yang masih rendah. Sayur dan buah mengandung serat serta fitokimia yang dapat memberikan rasa kenyang dan menunda rasa lapar, sehingga membantu mencegah makan berlebihan. Konsumsi sayur dan buah dapat mempengaruhi status gizi. Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta. Jenis penelitian observasional dengan desain Cross Sectional, dilakukan di Kota Surakarta. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode multistage sampling dan terdiri dari 204 responden. Data yang dikumpulkan mencakup konsumsi sayur, buah, serta status gizi. Data konsumsi sayur dan buah didapatkan melalui formulir Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) untuk 30 hari terakhir, sedangkan status gizi remaja diukur dengan antropometri berupa berat dan tinggi badan menggunakan timbangan injak dan stadiometer. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square. Terdapat hubungan antara konsumsi sayur (p=0,008), buah (p=0,000), serta konsumsi sayur dan buah (p=0,008) dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta. Terdapat hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja putri di Kota Surakarta.
Identifikasi Kadar Total Karbohidrat, Abu, Kalsium, Fosfor, dan Aktivitas Antioksidan pada Tepung Siwalan Tuban dan Gresik, Jawa Timur Supriatiningrum, Dwi Novri; Prayitno, Sutrisno Adi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1638

Abstract

Latar Belakang: Buah Siwalan (Borassus flabellifer Linn.) salah satu tumbuhan penghasil buah dan getah pohonnya pun dapat dimanfaatkan yang disebut air legen. Sebagai bahan pangan lokal di wilayah Tuban dan Gresik, memiliki potensi dengan kandungan zat gizi antara lain total karbohidrat, vitamin A, asam askorbat, kalsium, fosfor, dan sebagian besar kandungannya adalah air. Pada buah siwalan tua belum dimanfaatkan secara baik untuk sumber bahan pangan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap proses produksi tepung siwalan dengan proses pemanasan yang diharapkan dapat meningkatkan daya tahan simpan dan memudahkan proses inovasi menjadi produk makanan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan karbohidrat, kadar abu, kalsium, fosfor dan aktivitas antioksidan (DPPH). Metode: Variabel bebas (perlakuan) adalah asal buah siwalan (buah siwalan Tuban dan siwalan Gresik. Analisis data dengan tes T Independen digunakan untuk mengetahui perbedaan antara kadar total karbohidrat, abu, kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan tuban dan Gresik. Hasil: Kadar karbohidrat menunjukkan signifikasi p>0,05 (p=0,155) dan tepung siwalan Gresik p>0,05 (p = 0,222), sedangkan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor dan aktivitas antioksidan antara tepung siwalan Tuban dan tepung siwalan Gresik menunjukkan nilai signifikasi yang sama yaitu p<0,05 (p = 0,000). Kesimpulan: Daerah asal buah siwalan tidak mempengaruhi kadar karbohidrat tepung siwalan, namun ada perbedaan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan. Tepung siwalan menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan buah siwalan tua. Tepung siwalan dapat digunakan untuk formulasi produk makanan dalam meningkatkan kandungan karbohidrat, mineral khususnya kalsium.
Capaian Standar Pelayanan Minimal Gizi pada Pasien Rawat Inap Ruang Ixia di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik Lestariawati, Rahma; Ruhana, Amalia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1681

Abstract

Indikator mutu dalam standar pelayanan minimal gizi meliputi ketepatan waktu pemberian makanan, ketepatan pemberian diet, dan sisa makanan. Selain indikator sisa makanan pasien, belum pernah dilakukan kajian secara keseluruhan pada pelayanan minimal gizi di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian ketepatan waktu pemberian makanan, ketepatan pemberian diet, dan sisa makanan pasien di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan total sampel sebanyak 44 pasien. Data penelitian meliputi ketepatan waktu pemberian makanan, ketepatan pemberian diet, dan sisa makanan pasien. Ketepatan waktu pemberian makanan dan ketepatan pemberian diet diperoleh dengan teknik observasi, sedangkan sisa makanan diperoleh dengan teknik comstock. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dengan persentase perolehan yang kemudian dimaknai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu pemberian makanan mencapai 89,95%, ketepatan pemberian diet mencapai 93,65%, dan sisa makanan mencapai 50,57%. Capaian ketepatan waktu pemberian makanan, ketepatan pemberian diet, dan sisa makanan pasien rawat inap Ruang Ixia di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik belum memenuhi standar pelayanan minimal gizi rumah sakit.
Pengaruh Media Poster terhadap Pengetahuan dan Sikap Atlet Remaja di SSB Kancil Mas Karawang Rahmawati, Lia; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Milliyantri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1723

Abstract

Pengaturan makan yang baik berperan penting dalam meningkatkan performa atlet remaja, mendukung stamina, konsentrasi, dan pemulihan tubuh. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pemberian edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap atlet muda terkait pengaturan makan sebagai upaya mendukung performa optimal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh edukasi gizi melalui media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pengaturan makan pada atlet remaja berusia 11 tahun di SSB Kancil Mas Karawang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap atlet sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Sampel penelitian terdiri dari 30 atlet berusia 11 tahun, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, seperti keterampilan dan komitmen dalam latihan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, kuesioner pengetahuan dan sikap, serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap atlet setelah intervensi, dengan skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 45,50 menjadi 77,67 dan sikap dari 39,67 menjadi 84,33. Penggunaan media poster yang menarik secara visual serta metode permainan interaktif terbukti efektif dalam memudahkan pemahaman dan meningkatkan motivasi atlet untuk mempraktikkan pola makan yang sehat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dengan media poster mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap pengaturan makan pada atlet remaja. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya program edukasi gizi yang lebih luas dan berkelanjutan untuk memperkuat kebiasaan makan sehat, baik di sekolah olahraga maupun di komunitas umum, demi mendukung kesehatan dan performa jangka panjang atlet.
Efektivitas Pemberian PMT terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Sukoharjo Widyana, Ellora; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1770

Abstract

Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi stunting adalah Pemberian Makanan Tambahan. Kandungan makronutrien pada PMT terutama sumber protein bermanfaat pada pertumbuhan balita. Peningkatan pertumbuhan pada balita diharapkan dapat meningkatkan status gizi balita (TB/U) sehingga angka kejadian stunting dapat diturunkan. Mengetahui efektivitas pemberian PMT terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre dan post tanpa kelompok kontrol. Sampel diambil melalui metode Multistage dengan sistem Random Sampling dan didapatkan 72 subjek penelitian. Program Pemberian Makanan Tambahan diberikan selama 90 hari dengan siklus menu 10 hari yang memiliki rata-rata kandungan gizi energi sebesar 401,95 kkal, protein 17,022 gr, lemak 18,129 gr. Data tinggi badan menurut umur sebelum dan sesudah intervensi diperoleh berdasarkan data monitoring dan evaluasi, kemudian dianalisis menggunakan WHO antro. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis, balita stunting sebelum diberikan PMT sebesar 63,9% dan setelah diberikan PMT sebesar 68,1%. Balita severely stunted sebelum diberikan PMT sebesar 36,1% dan setelah diberikan PMT sebesar 29,2%. Rata-rata z-score sebesar -2,93 SD dan sesudah di intervensi nilai rata-rata z-score sebesar -2,7 SD yang menunjukkan kenaikan rata-rata z-score sebesar 0,23 SD. Tidak ada perbedaan status gzii yang signifikan sebelum dan setelah PMT (p-value 0,265). PMT tidak efektif dalam menurunkan kejadian stunting pada balita. Durasi intervensi yang lebih panjang diharapkan dapat menunjukkan hasil yang lebih akurat dan berkelanjutan dalam menanggulangi stunting. Ibu balita diharapkan dapat menambahkan variasi menu seperti pada menu PMT yang kaya akan zat gizi.
Hubungan Paparan Media Sosial dan Pengetahuan Gizi dengan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Pengguna Media Sosial di Indonesia Rahmania, Sakinah; Puspitasari, Dyah Intan; Rakhma, Luluk Lia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1777

Abstract

Di era digital, media sosial menjadi salah satu sumber utama informasi kesehatan dan gizi, yang memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan pengguna aktif media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan media sosial, pengetahuan gizi, dan kebiasaan membaca label gizi pada pengguna media sosial di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 432 responden dengan kriteria berumur 18 tahun ke atas dan aktif menggunakan media sosial. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden (79,9%) menggunakan media sosial dengan frekuensi tinggi (beberapa kali dalam sehari) dan durasi sedang (3-4 jam per hari). Sebanyak 54,2% responden secara aktif menggunakan media sosial untuk mencari informasi terkait gizi. Dari segi pengetahuan gizi, hampir setengah responden (37%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sedangkan kebiasaan membaca label gizi, sebanyak 47,5% responden tergolong dalam kategori tinggi. Uji analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dan pengetahuan gizi dengan kebiasaan membaca label gizi (p-value < 0,05), dengan koefisien korelasi yang menunjukkan hubungan yang sangat lemah ke arah positif. Pengetahuan gizi yang lebih baik dan paparan informasi gizi melalui media sosial berkontribusi terhadap peningkatan kebiasaan membaca label gizi, meskipun dengan pengaruh yang terbatas. Penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan metode observasi langsung atau desain longitudinal untuk memahami pengaruh jangka panjang terhadap kebiasaan membaca label gizi.
Pengaruh Edukasi Gizi Remaja Perkotaan Melalui Vlog dan Buku Diary: Pengetahuan, Kebiasaan Membaca Label, dan Konsumsi Minuman Berpemanis dalam Kemasan Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih; Rasmada, Sada; Wulandari, Agnes Maharani Puji; Prastica, Hana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1781

Abstract

Tingginya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) memicu obesitas remaja di DKI Jakarta. Edukasi gizi diperlukan untuk meningkatkan kebiasaan membaca label pangan dan menekan asupan gula berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan Vlog dan Buku Diary terhadap pengetahuan, kebiasaan membaca label, dan konsumsi MBDK pada remaja perkotaan. Penelitian menggunakan desain Pretest-Posttest With Control Group, dengan sampel 91 remaja yang dibagi dalam tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok perlakuan dengan Vlog, dan kelompok perlakuan dengan Buku Diary. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan recall 1x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi berhasil meningkatkan pengetahuan dan mengubah kebiasaan remaja, terutama dalam membaca label makanan dan minuman. Kelompok perlakuan yang menerima edukasi melalui Vlog mengalami penurunan konsumsi gula yang lebih besar (26,5 gram) dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan Buku Diary (19 gram). Perubahan kebiasaan membaca label dan konsumsi gula menunjukkan pengaruh signifikan pada kelompok perlakuan dengan p-value 0,000 dan 0,049. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam peningkatan pengetahuan, hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media yang tepat, seperti Vlog dan Buku Diary, dapat mendorong perubahan perilaku yang positif pada remaja.
The Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-23 Bulan di Kecamatan Semarang Utara Firmansyah, Firmansyah; Fatmasari, Diana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1831

Abstract

Stunting dalam jangka panjang akan berdampak pada kemampuan kognitif, status kesehatan dan perekonomian negara. Masalah kesehatan prenatal dan pascanatal yang terjadi selama 1000 HPK mempengaruhi kasus stunting. Berat dan panjang tubuh saat lahir lahir merupakan dua dari berbagai faktor yang berkontribusi dalam kejadian stunting. Tujuan kajian ini adalah mengobservasi korelasi berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara. Kajian ini merupakan studi potong-lintang melibatkan 475 anak usia 0-23 bulan. Metode sampling yang digunakan adalah Probability Proportional to Size Sampling. Pengumpulan data melalui data sekunder dari Balai Keluarga Berencana Semarang Utara pada bulan Juni 2024. Data dianalisis dengan menggunakan metode Uji Rank Spearman. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (53,5%) dan berusia 13-24 bulan (55,2%) serta sebanyak 24,6% baduta menderita stunting. Temuan kajian ini mengindikasikan adanya hubungan antara berat badan lahir (p=0,000, PR=3,373 (1,80-6,316)) serta panjang badan lahir (p=0,000, PR=2,371 (1,531-3,672)) dengan kasus stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan dan penurunan kekebalan tubuh dapat diakibatkan oleh berat dan panjang badan lahir kurang, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya stunting. Ditemukan hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara, sehingga penting untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi gizi dan kesehatan ibu hamil guna mencegah terjadinya stunting.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Picky Eating pada Balita Usia 24-59 Bulan Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti; Loaloka, Meirina Sulastri; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; da Costa, Santa Luciana Diaz Vera
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1879

Abstract

Picky eating pada balita usia 24-59 bulan dapat mengakibatkan masalah gizi. Hal ini dikarenakan balita akan memilih-milih atau bahkan menolak makanan sehingga asupan zat gizi tidak terpenuhi. Banyak penyebab munculnya masalah picky eating pada balita, antara lain umur balita, jumlah kelahiran, pemberian ASI, dan pendidikan ibu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian, yaitu balita usia 24-59 bulan berjumlah 366 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas yang diteliti, yaitu jenis kelamin, Pendidikan orang tua, jumlah balita dalam rumah, riwayat ASI eksklusif, inisiasi menyusui dini, berat badan lahir, dan riwayat sakit dalam 6 bulan terakhir, sedangkan variabel terikat adalah perilaku picky eating. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Variabel yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu ASI eksklusif (p value = 0,000), BBLR (p value = 0,008), dan riwayat sakit (p value = 0,001). Variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu jenis kelamin (p value = 0,918), pendidikan ayah (p value = 0,398), pendidikan ibu (p value = 0,054), jumlah balita (p value = 0,752), dan IMD (p value = 0,122). Variabel yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu pemberian ASI eksklusif, BBLR, dan riwayat sakit. Para ibu sebaiknya memberikan makanan yang bervariasi agar balita tidak bosan dengan bentuk dan rasa makanan sehari-hari.