cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Faktor Risiko Status Anemia Selama Hamil, PBL dan BBL dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kelurahan Pajang Surakarta Ariyani, Fatimah Dwi; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listiyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1904

Abstract

Masalah pola makan yang sering terjadi pada balita saat ini adalah stunting. Stunting, suatu kondisi di mana balita berusia 12 hingga 59 bulan tidak mengalami pertumbuhan, disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status anemia ibu hamil, panjang badan lahir (PBL), dan berat badan lahir (BBL) dengan kejadian stunting pada balita. 70 balita berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan desain penelitian kasus kontrol. Metode pengambilan sampel acak langsung digunakan. Kadar hemoglobin, PBL (panjang badan lahir), BBL (berat badan lahir), stunting, dan pengukuran antropometri berdasarkan tinggi badan balita merupakan beberapa data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis, balita dengan usia 12-25 bln yang stunting sebanyak 10(28,8%) sedangkan balita yang non stunting sebanyak 11(31,4%), balita dengan usia 25-36 bln yang stunting sebanyak 7(20,1%) sedangkan balita yang non stunting sebanyak 6(23,1%), dan balita dengan usia 37-59 bln yang stunting sebanyak 18(51,1%) sedangkan balita yang non stunting sebanyak 18(45,5%). Risiko balita stunting berhubungan dengan kejadian anemia saat hamil (p=0,041), adanya signifikan antara risiko balita yang stunting dengan PBL dilihat dari nlai (p=0,000), dan tidak adanya sgnifikan antara risiko balita yang stunting dengan BBL dilihat dari nilai (p=1,000), berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Chi Square pada variabel riwayat kadar hemoglobin ibu. Ibu penderita anemia disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi zat besi, dan balita bertubuh pendek disarankan mengonsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan protein. Risiko terjadinya stunting pada balita berkorelasi dengan PBL (panjang badan lahir) dan adanya anemia selama kehamilan.
Hubungan Frekuensi Pembelian Makanan Online, Pengetahuan Gizi, dan Asupan Energi terhadap Status Gizi Remaja Siswa SMP Negeri 8 Kota Semarang Rarastiti, Chairunisa Nur; Hidayat, Umar
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1939

Abstract

Remaja masih berada dalam fase proses pertumbuhan. Proses pertumbuhan akan berlangsung optimal dengan diimbangi gizi yang baik. Status gizi salah satunya dipengaruhi oleh asupan energi, dimana secara tidak langsung asupan energi dipengaruhi pengetahuan gizi dan preferensi terhadap makanan. Seiring perkembangan teknologi, akses makanan melalui aplikasi online sangat diminati masyarakat terutama remaja. Beragam makanan yang ditawarkan namun banyak pilihan makanan dengan kalori tinggi maupun rendah zat gizi. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara intensitas pembelian makanan melalui platform online, tingkat pengetahuan mengenai gizi, serta konsumsi energi dengan status gizi pada kalangan remaja. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Sebanyak 138 peserta yang terlibat merupakan siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 8 Kota Semarang. Pengambilan data variabel frekuensi pembelian makanan online dan pengetahuan gizi dilakukan menggunakan kuesioner. Asupan energi menggunakan formulir kuesioner frekuensi makanan semi kuantitatif. Data status gizi dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan. Hasil statistik menunjukkan frekuensi pembelian makanan online dan tingkat asupan energi memiliki hubungan bermakna terhadap status gizi remaja (p=0,000, r=0,491; p=0,000; r=0,818). Sedangkan pengetahuan gizi tidak berhubungan terhadap status gizi remaja (p=0,177; r=0,116). Remaja diharapkan dapat memerhatikan makanan yang dibeli melalui layanan online dan mengonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang. Perlu lebih digali mengenai penyebab lain dan pengaruhnya terhadap status gizi pada remaja seiring perkembangan zaman serta teknologi. Dengan demikian, remaja dapat memenuhi kebutuhan gizinya secara optimal agar sehat dan produktif.
Pengaruh Variasi Penambahan Filler Tepung Mocaf Terhadap Kadar Protein dan Lemak Daging Analog Berbahan Dasar Tepung Tempe Kacang Polong Tunisyia, Aviva; Sofyan, Aan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1947

Abstract

Daging analog berbahan dasar kacang polong dapat diminati sebagai alternatif sumber protein nabati yang sehat dan berkelanjutan. Kandungan protein dari kacang polong yang tinggi dan seimbang, serta potensi peningkatan nilai gizi melalui penambahan filler seperti tepung mocaf, menjadi fokus utama dalam pengembangan produk ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan filler mocaf terhadap kadar protein dan lemak daging analog berbahan dasar kacang polong. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu kontrol dan 3 perlakuan penambahan filler mocaf dengan 2 ulangan. Aspek yang diteliti meliputi kadar protein dan lemak. Analisis data dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung mocaf berpengaruh signifikan (<0,05) terhadap peningkatan kadar protein daging analog, dengan kadar protein tertinggi pada perlakuan 10% sebesar 16,09%. Sementara itu, pengaruh terhadap kadar lemak tidak menunjukkan perbedaan signifikan, meskipun terjadi peningkatan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa mocaf filler dapat berkontribusi sebagai sumber protein tambahan yang efektif untuk daging analog, meskipun tidak mempengaruhi kadar lemak secara signifikan. Saran: Dengan demikian, penggunaan filler tepung mocaf disarankan untuk meningkatkan kandungan protein pada produk, sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein nabati yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh penambahan formulasi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kebiasaan Sarapan Siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir Febrianti, Rafika; Mahfida, Silvi Lailatul; Nugroho, Agung; Nuraini, Nuraini
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1975

Abstract

Remaja di Indonesia (usia 10–19 tahun) menghadapi tiga masalah gizi utama, yaitu underweight, overweight, dan kekurangan zat gizi mikro. Sekitar 25% remaja Indonesia mengalami stunting, 9% bertubuh kurus, dan 16% mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap status gizi dan kebiasaan sarapan anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat pendidikan ibu dengan kebiasaan sarapan siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Penelitian dengan menggunakan data sekunder dengan pendekatan kuantitatif serta desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, melibatkan 132 siswa dan didapatkan 104 data memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang menjadi fokus penelitian adalah tingkat pendidikan ibu dan kebiasaan sarapan. Data dikumpulkan menggunakan formulir kuesioner, dan analisis yang diterapkan adalah uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai Spearman’s rho sebesar 0,0824 dengan p-value 0,4059, mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang berarti antara tingkat pendidikan ibu dengan kebiasaan sarapan siswa. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan sarapan siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Oleh karena itu, penelitian lanjutan perlu memasukkan faktor seperti pengetahuan gizi, peran ayah, kebiasaan keluarga, dan waktu berangkat sekolah. Siswa diharapkan rutin sarapan untuk mendukung belajar dan gizi. Peneliti selanjutnya disarankan memakai pendekatan campuran dan melibatkan peran orang tua lebih luas.
Faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Amin, Nur Afiah; Septiani, Sella; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Hijra, Hijra; Fandir, Abdul
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1976

Abstract

Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia tahun 2019 sebesar 48,9% dan angka ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan Riskesdas 2013 sebesar 37,1%. Dampak negatif ibu hamil yang mengalami anemia terjadi pada outcome kehamilan, yaitu bayi yang baru dilahirkan dapat mengalami intra uterine growth retardation (IUGR), kelahiran prematur atau bahkan keguguran, dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah (BBLR). Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan responden adalah ibu hamil sejumlah 109 responden. Analisis data menggunkan uji kruskal wallis dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara kepatuhan mengonsumsi TTD dengan anemia (p=0,012), dan tidak ada hubungan antara paritas (p=0,833), pendapatan keluarga (p=0,559), tingkat kecukupan protein (p=0,191) dengan anemia. Ada hubungan antara konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan anemia pada ibu hamil, dikarenakan ibu hamil lupa, malas, dan pusing setelah mengonsumsi TTD. Namun, tidak ada hubungan antara paritas dengan anemia karena pihak puskesmas mendukung program pemerintah, yaitu program keluarga berencana (KB). Tidak ada kaitan antara pendapatan keluarga dan anemia karena pendapatan keluarga bukanlah satu-satunya faktor risiko anemia. Namun sesuai hasil penelitian ibu hamil didominasi oleh usia 24-31 tahun, sehingga usia ibu hamil yang matang dapat mencegah terjadinya anemia. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan anemia karena pemilihan makanan yang kurang bervariasi.
Hubungan Postpartum Anxiety dengan Status Gizi Bayi (6- 12 Bulan) dan Pola Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo Damayanti, Alvina; Mustikaningrum, Fitriana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2021

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, ASI baik untuk Kesehatan bayi serta dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapai target nasional. Faktor psikologis, khususnya kecemasan postpartum dapat menghambat produksi ASI dan berdampak pada status gizi bayi serta pola pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan postpartum dengan status gizi bayi dan pola pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Studi ini termasuk pada studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 81 ibu menyusui dan bayi usia 6-12 bulan sebagai subjek. Data kecemasan dan pola pemberian ASI didapatkan dengan wawancara dan pengisian kuesioner, sementara status gizi bayi diukur dengan indeks berat badan menurut usia (BB/U). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisi univariat memperlihatkan sebagian besar ibu tidak mengalami kecemasan (55,6%), ibu yang mengalami cemas (44,4%), ibu yang memberikan ASI eksklusif (50,6%), yang tidak memberikan ASI eksklusif (49,4%), status gizi bayi sebagian besar normal (87,7%), sedangkan status gizi yang tidak normal (12,3%). Hasil analisis bivariat memperlihatkan tidak terlihat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan status gizi (p = 0,499), sedangkan kecemasan dengan pola pemberian ASI terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,010). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan kecemasan dengan pola pemberian ASI dan tidak terdapat hubungan yang signifikan kecemasan dengan status gizi bayi, dengan rekomendasi ibu lebih mengutamakan pemberian ASI eksklusif sampai usia bayi 6 bulan.
Hubungan Breastfeeding Self-Efficacy dan Dukungan Keluarga terhadap Pola Pemberian ASI di Daerah Layanan Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo Selfiana, Selfiana; Mustikaningrum, Fitriana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2025

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber utama nutrisi dan antobodi yang sangat penting bagi sistem imun, pertumbuhan, serta perkembangan bayi, khususnya selama enam bulan pertama kehidupannya. Meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklsufi di Indonesia termasuk wilayah layanan Puskesmas Kartasura belum memenuhi target yang diharapkan. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor internal maupun ekskternal, diantaranya keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam menyusui (breastfeeding self-efficacy) serta dukungan keluarga. Penelitian ini di lakukan di daerah layanan Puskesmas Kartasura , Kabupaten Sukoharjo, dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara breastfeeding self-efficacy, dukungan keluarga, dan pola pemberian ASI. Pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional dengan data observasional. Sebanyak 81 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6 hingga 12 bulan dipilih sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Kuesioner dan wawancara digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data. Uji chi-square digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkkan korelasi yang kuat antara dukungan keluarga (p=0,011) dan kepercayaan diri dalam menyusui (p=0.000) terhadap pola pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk terus memperkuat rasa percaya diri dalam menyusui dan melibatkan peran serta dukungan aktif dari keluarga guna meningkatkan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Breastfeeding Self Efficacy terhadap Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Widyawati, Tiara Febri; Mustikaningrum, Fitriana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2030

Abstract

Manfaat yang dimiliki ASI sangat beragam, seperti memperkuat sistem imun dan mendorong tumbuh kembang bayi secara optimal selama enam bulan pertama. Sayangnya, pencapaian ASI eksklusif di Kabupaten Sukoharjo belum sesuai target. Keyakinan akan kemampuan diri sendiri untuk menyusui, atau efikasi diri menyusui, adalah komponen psikologis yang membantu terhadap keberhasilan ini. Mencari tahu bagaimana breastfeeding self-efficacy berhubungan terhadap kesuksesan dalam memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Studi ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, 81 ibu menyusui menjadi subjek penelitian. Kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kepercayaan diri dalam menyusui. Informasi tentang kebiasaan menyusui diperoleh dari survei yang mencakup pertanyaan tertutup yang berfokus pada topik tersebut. Uji chi-square digunakan untuk menganalisi data. Studi mengemukakan (53,1%) ibu memiliki tingkat keyakinan diri yang tinggi dan (46,9%) memiliki tingkat yang rendah. Ibu yang memberikan ASI eksklusif sebesar (50,6%), sedangkan (49,4%) tidak. Pada wilayah kerja Puskesmas Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, terdapat hubungan antara efikasi diri menyusui terhadap praktik pemberian ASI eksklusif.
Peran Selenium dan Vitamin C sebagai Antioksidan dalam Mengatasi Sepsis Akibat Infeksi Bakteri Escherichia Coli : Systematic Literature Review Napitupulu, Olivia Des Vinca Albahana; Rusip, Gusbakti; Mutia, Maya Sari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2034

Abstract

Sepsis merupakan respons sistemik yang berbahaya akibat infeksi bakteri, termasuk Escherichia coli, yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Stres oksidatif dan inflamasi merupakan dua faktor kunci dalam patogenesis sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran selenium dan vitamin C sebagai antioksidan dalam menangani sepsis akibat infeksi E. coli. Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap 10 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015–2024, dengan pendekatan eksperimen hewan, eksperimental klinis, dan kajian literatur. Data dianalisis berdasarkan tahun, metode penelitian, serta efek biologis yang dilaporkan. Selenium berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas enzim glutathione peroxidase, menurunkan stres oksidatif, serta melindungi ginjal dari kerusakan. Vitamin C meningkatkan mikrosirkulasi, memperbaiki fungsi imun, dan berperan sebagai antioksidan protektif selama sepsis. Selenium dan vitamin C menunjukkan potensi besar sebagai terapi adjuvan dalam mengatasi sepsis akibat infeksi E. coli. Hasil kajian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi terapi suportif berbasis antioksidan dalam praktik klinis.
Hubungan Durasi Screen Time Media Sosial dan Peran Teman Sebaya Terhadap Frekuensi Konsumsi Fast Food pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Nareswari, Khoirunissa Nadiva; Muwakhidah, Muwakhidah; Hidayati, Listyani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2035

Abstract

Peningkatan konsumsi fast food di kalangan remaja dan mahasiswa telah menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Makanan cepat saji berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi obesitas dan hipertensi pada usia muda. Paparan platform digital serta pengaruh teman sepantarannya memainkan peran besar dalam membentuk kebiasaan makan, karena mahasiswa sering kali menjadi target iklan dan konten promosi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara intensitas screen time media sosial serta peran teman sebaya dengan tingkat frekuensi konsumsi fast food di kalangan mahasiswa. Penelitian observasional cross sectional ini dilakukan pada 129 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data mengenai durasi penggunaan media sosial dan pengaruh teman sebaya dikumpulkan melalui kuesioner, sementara informasi terkait frekuensi konsumsi makanan cepat saji diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang mencakup periode satu bulan terakhir. Temuan studi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (62,8%) tergolong dalam kategori durasi screen time media sosial yang tinggi dan sebagian besar (95,3%) mengalami pengaruh teman sebaya yang kuat. Frekuensi konsumsi fast food dalam kategori tinggi ditemukan pada 62% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi screen time media sosial (p = 0,000) dan peran teman sebaya (p = 0,002) terhadap frekuensi konsumsi fast food. Masih ditemukan mahasiswa dengan durasi screen time media sosial yang tinggi serta peran yang besar oleh teman sebaya sehingga diperlukan intervensi edukatif dan strategi promosi kesehatan guna mengurangi konsumsi fast food serta mendorong pola makan yang lebih sehat di kalangan generasi muda.