cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Hubungan Umur dan Paritas dengan Breastfeeding Self Efficacy Ibu Nifas Mahayati, Ni Made Dwi; Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya; Tirtawati, Gusti Ayu; Astiti, Ni Komang Erny; Purnamayanti, Ni Made Dwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1217

Abstract

Cakupan pemberian ASI Ekslusif sampai saat ini masih rendah yaitu sebesar 37,3%. Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pemberian ASI Esklusif adalah faktor internal ibu khususnya Breastfeeding Self Efficacy (BSE). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan umur dan paritas dengan BSE pada ibu nifas. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Responden penelitian adalah 30 orang ibu nifas, dengan teknik pengambilan consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran BSE menggunakan kuesioner breastfeeding self-efficacy scale short form (BSES-SF) dengan validitas dan reabilitas instrumen koefisien cronbach’s alpha sebesar 0,87213. Analisis data menggunakan uji fisher’s exact untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden penelitian berada pada kategori usia reproduksi sehat (86,67%), pendidikan terakhir adalah pendidikan menengah (46,7%), status bekerja (76,7%), primipara (66,67%) dan BSE pada kategori rendah (56,67%). Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan umur dengan BSE (p=0,6) dan tidak ada hubungan paritas dengan BSE (p=0,7). Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan umur dan paritas dengan BSE. Disarankan agar edukasi pada ibu nifas dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efikasi dan cakupan ASI eksklusif.
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro dan Serving Size Bolu Kukus berbasis Sari Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr.) sebagai Makanan Selingan Ibu Menyusui Ariani, Ariani; Maharani, Dhea Putri; Fitrasyah, Siti Ika; Tangkas, I Made; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Nadila, Devi; Aiman, Ummu; Putri, Linda Ayu Rizka
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1314

Abstract

Secara geografis, daerah Sulawesi merupakan salah satu daerah rawan bencana dan berpotensi gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Pascabencana tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan baik kekurangan gizi maupun penyakit infeksi. Masalah gizi dapat terjadi pada bayi yang masih membutuhkan ASI. Terkait tentang pemahaman pentingnya ASI baik bagi bayi maupun ibu menyusui, terdapat kendala yang terjadi berkaitan dengan pemberian ASI. Salah satu kendala dalam pemberian ASI yaitu ASI yang tidak keluar pasca melahirkan dan produksi ASI yang kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sekresi dan produksi ASI dengan menggunakan daun katuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar polifenol, karbohidrat, protein, lemak, serat dan daya terima bolu kukus sari daun katuk. Jenis penelitian yang digunakan yaitu ekperimental berbasis uji laboratorium. dalam melakukan uji hedonik peneliti menggunakan panelis sebanyak 25 panelis semi terlatih, sementara itu analisis kandungan zat gizi termasuk kadar karbohidrat, protein, lemak, serat dan energi total menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), percobaan dua faktor, terdiri dari 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Perlakuan formulasi pada penelitian ini berdasarkan penelitian yang dimodifikasi yaitu perbandingan tepung terigu tinggi protein dan sari daun katuk, yaitu F1 (tepung terigu tinggi protein 100 gr : sari daun katuk 20 ml), F2 (tepung terigu tinggi protein 100 gr : sari daun katuk 40 ml). Hasil yang diperoleh dari polifenol, kandungan karbohidrat, protein, lemak serat dan energi menunjukan formula terbaik yang terpilih pada F2 per 100 gram yaitu polifenol 1,1 gGAE/g, karbohidrat 54,3 g/100g, protein 5,0 g/100g, lemak 8,3 g/100g, serat 1,1 g/100g dan energi 311,9 kkal. Hasil uji daya terima F2 merupakan formula terbaik dari segi warna dan tekstur.
Hubungan antara Kebiasaan Membaca Label Kandungan Gizi Minuman Kemasan Berpemanis dengan Status Gizi pada Pelajar SMP Al Islam 1 Surakarta Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja; Mardiyati, Nur Lathifah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1340

Abstract

Status gizi adalah Keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan (requirement) zat gizi yang dinyatakan menggunakan nilai Z- score berdasarkan indeks IMT/U. Kebiasaan membaca label gizi yang rendah terjadi karena kurangnya minat yang dipicu oleh rendahnya pemahaman mengenai label gizi, serta istilah yang digunakan tidak familiar di telinga masyarakat umum. Salah satu penyebab yaitu konsumsi minuman berpemanis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca label kandungan gizi minuman kemasan berpemanis dengan status gizi pada pelajar SMP AI-Islam Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid di SMP Al-Islam 1 Surakarta yang berjumlah 667 murid. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebiasaan Membaca Label Gizi. Persentase terendah responden adalah kelompok umur 15 tahun dengan persentase 5,6% lalu kelompok umur 13 tahun dengan persentase 26,7% dan persentase tertinggi adalah kelompok umur 14 dengan persentase 67,8%. Sebagian besar responden dari penelitian ini adalah mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebesar 46 (51%) dan siswa dengan jenis kelamin laki – laki sebesar 44 (48,9%). Kebiasaan membaca label gizi SMP Al-Islam 1 Surakarta mayoritas responden yaitu sebanyak 46 dari 90 responden (51,1%). Status gizi SMP Al-Islam 1 Surakarta mayoritas responden yaitu sebanyak 58 dari 90 (64.4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca label gizi dengan status gizi.
Pengaruh Edukasi Buku Saku Gizi Seimbang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Stunting Usia 6-23 Laraeni, Yuli; Adiyasa, I Nyoman; Darni, Joyeti; Nurhayati, Nurhayati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1004

Abstract

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang sejak dalam kandungan sampai bayi lahir. Masa balita merupakan suatu periode penting dalam tumbuh kembang anak karena masa balita yang akan menentukan perkembangan anak di masa selanjutnya. Ketepatan pemberian makan pada balita dapat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi karena ibu sebagai tombak dalam penyedia makanan untuk keluarga. Desain Penelitian menggunakan Desain Quasi Exsperimental Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design dengan total 36 sampel yang diberikan edukasi selama 3 minggu. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon dan uji mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan pada kelompok perlakuan sebesar 30 poin, sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat 5,09 poin. Pada kelompok perlakuan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dengan hasil nilai p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p = 0,102 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap sikap pada kelompok perlakuan dengan nilai yang dihasilkan p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan kelompok kontrol nilai p = 0,775 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh yang signifikan edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pemberian edukasi buku saku gizi seimbang tidak ada pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap. Terdapat perbedaan pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
Analisis Vitamin A dan Vitamin C pada Minuman Jelly Sari Daun Pepaya (Sadaya) di Daerah Endemis Malaria Aulia, Fitria Lintang; Lusiana, Sanya Anda; Kristanto, Budi; Ngardita, I Rai; Sumardi, Ratih Nurani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1143

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang terjadi akibat parasite Plasmodium melalui gigitan Anopheles betina. Terdapat sepuluh kabupaten/kota dengan jumlah kasus malaria tertinggi se-provinsi Papua salah satunya yaitu, Kota Jayapura sebanyak 74,234 kasus. Telah ditemukan 1854 tanaman dari 196 famili dan 1012 genera telah digunakan untuk malaria secara global. Dalam jumlah tersebut, daun papaya merupakan salah satu tanaman obat malaria yang banyak digunakan. Di Indonesia sangat mudah untuk menemukan daun pepaya. Daun pepaya biasanya diolah menjadi sayur dan obat herbal. Kandungan kimia dari daun papaya diantaranya adalah alkaloid yang menyebabkan rasa pahit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan nilai gizi terhadap pembuatan minuman jelly sari daun pepaya untuk penderita penyakit malaria. Rancangan penelitian ini adalah One-Shot Case Study yaitu dimana dalam desain penelitian ini terdapat suatu kelompok diberi treatment (perlakuan) dan selanjutnya diobservasi hasilnya. Penelitian dilakukan terhadap produk minuman jelly (warna, aroma, rasa, dan tekstur) dari 30 panelis agak terlatih. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik secara organoleptik diperoleh dari formula 3 dengan presentase daun pepaya 80 gr dengan karagenan 1,5 gr. Daya terima pada 30 panelis tidak terlatih menunjukan bahwa produk minuman jelly sadaya masih dapat diterima oleh konsumen. Kandungan vitamin C pada formula 2 terbaik minuman jelly sebesar 82.70 mg/L. Vitamin A yang terkandung dalam minuman jelly pada formula 3 terbaik yaitu sebesar 7.46 mg.
Asupan Energi Makro dan Mikro dengan Status Gizi Remaja Awal di Kepulauaan Liukang Loe Syarfaini, Syarfaini; Jusriani, Rini; Zulfitrawati, Zulfitrawati; Nurfaika, Nurfaika; Maharani, Zaskia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1315

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan membutuhkan peningkatan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan asupan gizi dengan status gizi pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan rancangan cross sectional study. Data status gizi diperoleh dengan mengukur IMT/U menggunakan WHO Anthro Plus. Kuesioner Food Recall 24 jam untuk mengestimasi asupan gizi remaja, dan dilakukan pengukuran kadar Hb pada pagi hari. Analisis data menggunakan uji chi-square dan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan karbohidrat dan asupan lemak berhubungan secara signifikan dengan status gizi (IMT/U) remaja awal dengan nilai P berturut-turut 0,003 dan 0,000 (<0,05). Asupan vitamin C berhubungan secara signifikan dengan status gizi (IMT/U) remaja awal dengan nilai P 0.000. Asupan Fe dan Zn tidak berhubungan dengan status gizi remaja dengan nilap P masing- masing 0,058.
Pengaruh Pemberian Edamame Rebus (Glycine Max (L) Merrill) sebagai Camilan Sehat terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Abdul Halif, Novi Ramadhanif; Sulistyowati, Etik; Kaswari, Sutomo Rum Teguh; Mustafa, Annasari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1358

Abstract

Diet yang tepat untuk hipertensi yakni melalui pengaturan asupan makanan. Konsumsi makanan yang kaya akan kalium, serat, asam folat, isoflavon, kalsium, dan magnesium mampu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang edamame rebus terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Dinoyo. Hanya 13 dari 24 responden dalam sampel penelitian yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental dan rancangan one group pretest-postest. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan formulir Food Recall 2x24 Jam, penggunaan garam dapur, dan identitas responden. Intervensi dalam penelitian ini adalah memberikan edamame rebus tanpa garam atau penyedap rasa sebanyak 5 porsi dalam 1 minggu (40 gram/hari) hanya sekali makan di waktu selingan. Analisis data menggunakan uji paired sample t test dan uji wilcoxon dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rerata asupan Na (2131,5 mg), K (1416,8 mg), Ca (231,6 mg), Mg (212,9 mg), dan Serat (10,4 gram) responden setelah diberikan intervensi walaupun masih tergolong kurang serta pemberian edamame rebus memengaruhi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik responden dengan nilai p-value masing-masing 0,025 dan 0,002. Edamame rebus mampu menurunkan tekanan darah yakni dari 159/100 mmHg menjadi 147/87 mmHg. Disarankan untuk menambahkan sampel kontrol dan variasi bentuk atau jenis intervensi berbahan dasar edamame.
Hubungan Antenatal Care (ANC) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta Aprilia, Dennys Elsa; Puspitasari, Dyah Intan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1370

Abstract

Anemia merupakan salah satu isu kesehatan yang dihadapi oleh perempuan hamil, yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan ibu serta janin yang ada di dalam rahimnya. Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya anemia antara lain adalah kunjungan antenatal care (ANC) yang kurang memadai dan tidak patuh untuk mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini memiliki tujuan mengeksplorasi hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dalam konteks antenatal care dan insiden anemia wanita hamil di Puskesmas Sangkrah, Kota Surakarta. Sebanyak 38 sampel berhasil diperoleh dengan sifat observasional menggunakan pendekatan cross sectional, yang menerapkan teknik pengambilan sampel acak sederhana, dan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data mengenai kunjungan ANC dan konsumsi tablet tambah darah didapatkan dari kuesioner serta memeriksa buku kesehatan ibu dan anak (KIA), dan untuk insiden anemia diukur dengan menentukan kadar hemoglobin menggunakan metode Cyanmethemoglobin. Proses analisis data dilaksanakan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 2.0, sementara pengujian hipotesis dilakukan melalui uji Chi Square. Analisis statistik menunjukkan bahwa 18,4% dari responden yang tidak melakukan kunjungan antenatal care secara menyeluruh mengalami anemia, sedangkan 28,9% responden yang tidak disiplin dalam mengonsumsi tablet tambah darah juga menunjukkan tanda-tanda anemia. Secara keseluruhan, proporsi responden yang mengalami anemia mencapai 57,89%. Dalam analisis yang mengaitkan kunjungan antenatal care dengan kejadian anemia melalui uji Chi Square, nilai yang diperoleh adalah (p=0,647), sedangkan hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dan kejadian anemia menghasilkan nilai (p=0,016). Temuan ini memungkinkan disimpulkan bahwasannya tidak adanya hubungan signifikan antara kunjungan antenatal care dan kejadian anemia, dan adanya gubungan signifikan konsumsi tablet tambah darah dan insiden anemia. Oleh karena itu, ibu hamil harus lebih menyadari perlunya mengonsumsi tablet tambah darah sesuai resep dan menjadwalkan kunjungan ANC secara teratur melalui penggunaan promosi kesehatan serta komunikasi informasi dan edukasi (KIE).
Pengaruh Pemberian Puding RULAPE pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hiperkolesterolemia dan Hipertensi Muhlishoh, Arwin; Penasih, Dian Putri; Ismawanti, Zuhria; Ma’rifah, Bahriyatul; Kore, Yustina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1384

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) karena sekresi insulin menurun dan cenderung memiliki kadar kolesterol total yang tinggi serta terjadi peningkatan tekanan darah. Puding RULAPE (Rumput Laut Pegagan) diketahui memiliki kandungan serat dan Antioksidan tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif camilan dan terapi diet untuk pasien DM Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding RULAPE terhadap kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah pasien DM Tipe 2. Metode penelitan ini menggunakan desain penelitian quasi- experimental dengan pretest and posttest with control group design, jumlah sampel sebanyak 34 orang responden DMT2 di Kabupaten Karanganyar. Kadar gula darah dan kolesterol total di ukur menggunakan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid) setelah puasa 8-12 jam dan tekanan darah dilakukan sebanyak 7 kali selama intervensi di pagi hari (sebelum konsumsi obat) menggunakan tensimeter digital. Kelompok intervensi diberikan puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari. Analisis data menggunakan Paired-Samples T Test, Independent T Test, dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pemberian puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari berpengaruh nyata terhadap kadar gula darah, kolesterol total dan tekanan darah penderita DMT2 (p-value < 0,05). Pemberian puding RULAPE efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah serta dapat menjadi alternatif makanan selingan pasien DMT2 dengan komplikasi hiperkolesterolemia dan hipertensi.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Junk Food dan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta Priyadini, Sania Mutiara; Puspitasari, Dyah Intan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1504

Abstract

Makanan cepat saji atau junk food adalah jenis makanan yang tinggi akan kandungan gula, lemak, kalori, dan garam. Kombinasi antara kurangnya aktivitas fisik dan pola makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dan tingkat aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di kalangan mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan analisis hubungan dilakukan dengan uji statistik chi-square. Data mengenai frekuensi konsumsi junk food diperoleh melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ) selama sebulan terakhir, sementara data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan formulir Physical Activity Level (PAL) dalam satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,0% responden sering mengonsumsi junk food, 65,8% memiliki tingkat aktivitas fisik ringan, dan 42,5% mengalami status gizi yang tidak normal. Tidak ditemukan hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dan Indeks Massa Tubuh (p=0,335), namun terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (p=0,011). Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengeksplorasi faktor lain yang berkaitan dengan Indeks Massa Tubuh, seperti pola istirahat, pola makan, dan pola aktivitas, agar dapat memberikan wawasan yang lebih luas.