cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Mutu Organoleptik dan Tingkat Penerimaan Produk Food Bars Substitusi Tepung Kelor, Lamtoro, dan Bonggol Jagung sebagai Makanan Tambahan Balita Stunting Astuti, Endah Uji; Sunarsih, Tri; Rahayu, Herwinda Kusuma; Shanti, Elvika Vit Ari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1514

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pengembangan produk makanan tambahan berupa food bars yang terbuat dari tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi food bars yang bergizi dan diterima dengan baik oleh balita stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proses pembuatan food bars dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk pembuatan bahan dasar, penentuan formulasi, dan uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis terlatih untuk menilai aspek sensoris seperti rasa, aroma, warna, dan tekstur dari tiga formulasi food bars yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food bars yang diformulasikan dengan tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung memiliki potensi besar untuk diterima oleh konsumen. Secara keseluruhan, penerimaan yang baik terhadap berbagai aspek food bars yang menunjukkan potensi besar produk ini untuk dikonsumsi secara luas pada formulasi I karena memiliki tiga aspek terbesar persentasenya baik pada uji organoleptik maupun uji hedonic (penerimaan). Pada uji organoleptik persentase aspek warna (70.0%) yaitu warna coklat tua tetapi masih dapat diterima, aspek rasa 66.7% yaitu manis alami gurih dan disukai, aspek tekstrur 60% yaitu agak keras, agak padat dan renyah, aspek aroma (40,0%) yaitu seimbang dan tidak terlalu kuat khas herbal. Pada uji hedonic (penerimaan) formulasi I menunjukkan persentase tertinggi pada kategori suka yaitu pada aspek warna (70.0), rasa (56,7), aroma (66,7), dan tekstur 53,3%). Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai gizi yang tinggi tetapi juga disukai oleh panelis, yang merupakan faktor penting untuk memastikan konsumsi rutin. Kesimpulannya, food bars berbahan tepung kelor, lamtoro, dan bonggol jagung dapat menjadi alternatif solusi nutrisi bagi balita stunting serta mendukung program pemerintah dalam upaya penanggulangan stunting.
Hubungan Asupan Lemak dan Aktivitas Fisik dengan Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja SMA Batik 1 Surakarta Sukmawati, Maya; Sarbini, Dwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1519

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari beberapa komponen yang ditandai dengan 5 kriteria (lingkar perut, kadar trigliserida tinggi, glukosa darah meningkat, tekanan darah tinggi, dan kadar HDL rendah) yang dapat menyebabakan seseorang memiliki risiko mengalami penyakit tidak menular. Hasil studi pendahuluan menunjukkan sebanyak 72% remaja memiliki lingkar perut berlebih. Kejadian sindrom metabolik mengalami peningkatan terutama pada usia remaja dan peningkatan tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa faktor seperti konsumsi tinggi lemak dan aktivitas fisik tidak baik. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan aktivitas fisik dengan risiko kejadian sindrom metabolik remaja di SMA Batik 1 Surakarta Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 remaja yang dipilih secara proportional random sampling. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu remaja sehat secara jasmani, dapat berkomunikasi dengan baik, saat pengambilan data tidak dalam kondisi puasa, tidak melakukan diet tertentu dan tidak mengkonsumsi suplemen peluntur lemak. Instrumen penelitian menggunakan SQ-FFQ untuk mengetahui jumlah asupan lemak yang dikonsumsi selama 1 bulan terakhir. Kuesioner GPAQ untuk mengukur aktivitas fisik responden selama 1 minggu terakhir. Analisis statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan lemak dengan risiko sindrom metabolik (p value = 0.001) dan aktivitas fisik dengan risiko sindrom metabolik (p value = 0.017). Remaja yang mengkonsumsi lemak berlebih dan aktivitas fisik tidak baik sebagian besar berisiko mengalami sindrom metabolik.
Pengetahuan dan Sikap Siswa Penyintas Covid-19 mengenai Pola Makan Sehat untuk Mencegah Long Covid Syndrome di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman, Yogyakarta Mutalazimah, Mutalazimah; Puspitasari, Dyah Intan; Zulaekah, Siti; Pristianto, Arif; Asyanti, Setia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1599

Abstract

Sampai pada Bulan Februari 2022 sebanyak 155 siswa di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta terpapar COVID-19. Tidak sedikit siswa penyintas COVID-19 tersebut mengalami long COVID syndrome, yakni dampak-dampak penyakit yang masih dirasakan dalam jangka panjang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, kegelisahan bahkan stress, yang dapat berdampak pada pola makan dan status gizi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengetahuan dan sikap siswa penyintas COVID-19 terkait pola makan sehat dan status gizi untuk mencegah dampak dari long COVID syndrome. Penelitian observasional cross-sectional ini dilakukan pada 102 siswa penyintas COVID-19 di MBS Sleman Yogyakarta. Data pengetahuan dan sikap mengenai pola makan sehat diambil menggunakan kuesioner, dan data status gizi diambil menggunakan pengukuran antropometri dengan indeks BB/TB dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan santri mengenai pola makan sehat dalam pencegahan dampak jangka panjang COVID-19, dengan kategori baik sebesar 72,94%. Sementara itu sikap dengan kategori baik sebesar 88,82%. Status gizi responden dengan kategori normal sebesar 66,7% dan kategori tidak normal 33,3%. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai pola makan sehat dengan status gizi, dengan nilai p masing-masing 0,328 dan 0,515. Masih ditemukannya siswa dengan pengetahuan dan sikap yang kurang, serta status gizi yang tidak normal, memerlukan upaya berkesinambungan dalam kegiatan edukasi mengenai pola makan sehat untuk pencegahan long COVID syndrome dan berbagai masalah gizi pada usia remaja.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Gatak Rahmadani, Vira Annisa; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Muwakhidah, Muwakhidah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1602

Abstract

Permasalahan gizi pada anak remaja terbilang cukup tinggi karena masa ini seseorang akan mengalami masa petumbuhan yang cepat setelah masa bayi dan anak-anak. Permasalahan gizi anak akan banyak terdampak dari jajanan yang dikonsumsi dan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Gatak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan cross sectional sebagai pendekatannya. Penelitain ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Gatak dengan sampel berjumlah sebesar 66 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Pengukuran variabel frekuensi konsumsi jajanan dilakukan dengan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) jajanan dalam 1 bulan terakhir, pengukuran aktivitas fisik dilakukan dengan form aktivitas fisik selama 7 hari dengan menghitung nilai PAL, dan pengukuran status gizi dengan indeks IMT/U. Analisis data yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson. Hasil analisis univariat menunjukkan siswa SMP Muhammadiyah 1 Gatak paling banyak memiliki frekuensi konsumsi jajanan yang jarang (53%), aktivitas fisik ringan (50%), dan status gizi baik (72,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi jajanan (p = 0,234) dan aktivitas fisik (p = 0,126) dengan status gizi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Gatak.
Kadar Protein dan Tingkat Kekerasan pada Cookies Tepung Gaplek dan Tepung Tempe sebagai Potensi Terapi Celiac Disease Nariah, Husna; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Purwani, Eni
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1619

Abstract

Penyakit celiac adalah kelainan autoimun komplek dengan manifestasi klinik beragam yang yang tejadi pada individu yang memiliki kecenderungan genetik dan pemicunya adalah konsumsi gluten. Terapi untuk penderita penyakit celiac adalah dengan diet bebas gluten. Cookies dengan menggunakan bahan tepung gaplek dan tepung tempe dipilih sebagai salah satu makanan diet bebas gluten yang berpotensi sebagai terapi penyakit celiac. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kekerasan cookies tepung gaplek dan tepung tempe. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 1 kontrol dan 3 perlakuan perbandingan tepung gaplek dan tepung tempe yaitu F1 (kontrol) F2 ( tepung gaplek 25% : tepung tempe 75%) F3 (tepung gaplek 50% : tepung tempe 50%) F4 (tepung gaplek 75% : tepung tempe 25%). Data kadar protein dan tingkat kekerasan yang diperoleh melalui uji normalitas data dengan menggunakan Saphiro Wilk. Uji kadar protein terdapat data tidak normal (<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis, kemudian uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan disetiap perlakuan. Texture Analyzer (hardness, gumminess, fracture, chewiness, cohesiveness, adhesiveness) berdistribusi normal (>0,05) sehingga dilanjutkan dengan uji Anova yang menunjukkan tidak ada perbedaan antar perlakuan pada cookies kecuali pada parameter adhesiveness sehingga dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar protein cookies dari setiap perlakuan (p<0,05) F1 3,9%; F2 7,95%; F3 6,78%; F4 4,37% dan tidak terdapat perbedaan pada tingkat kekerasan cookies dari setiap perlakuan (p>0,05) F1 36,14%; F2 38,57%; F3 43,85%; F4 43,29%.
Hubungan Emotional Eating dengan Status Gizi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Puspita, Ardina Dwi; Rakhma, Luluk Lia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1645

Abstract

Status gizi pada mahasiswa berperan penting dalam mendukung kinerja akademis dan kesejahteraan secara keseluruhan. Status gizi berlebih dapat memiliki dampak besar pada kebiasaan makan, terutama dalam konteks emotional eating. Prevalensi obesitas pada penduduk dewasa dengan usia lebih 18 tahun di Kota Surakarta sebesar 4,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan emotional eating dengan status gizi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian yang digunaka yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden 105 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner EEQ (Emotional Eating Questionnaire) dan dengan pengukuran antropometri berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA). Hasil menunjukan bahwa penelitian ini didominasi oleh perempuan (76,2%), berusia 20-40 tahun (58,1%), bertempat tinggal di kos (54,3%), sebanyak 49,5% responden mendapat uang saku Rp. 1.000.000,00 – 2.500.000,00, serta 60% responden tidak pernah menjalani diet. Diketahui bahwa tingkat emotional eating yang paling banyak pada responden adalah makan emosional sebanyak (69,5%), dan tingkat status gizi berdasarkan IMT menunjukan bahwa 73,3% responden termasuk pada gizi kurang. Sedangkan berdasarkan %LLA sebanyak 62,9% responden termasuk pada gizi normal. Hasil analisis data menggunakan uji Rank Spearman menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara emotional eating dengan status gizi berdasarkan IMT pada mahasiswa (p=0,314) dan tidak terdapat hubungan antara emotional eating dengan status gizi berdasarkan %LLA pada mahasiswa (p=0,169). Oleh karena itu penelitian lebih lanjut disarankan untuk mendalami faktor-faktor yang memengaruhi respon mahasiswa terhadap stres, termasuk bagaimana mekanisme coping berperan dalam menghadapi tekanan tersebut. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara intensitas stres yang bervariasi dengan perilaku emotional eating, serta dampaknya terhadap perubahan status gizi, khususnya pada mahasiswa dengan status gizi yang beragam.
Daya Terima, Zat Gizi, dan Daya Antioksidan Snack Bar Berbasis Tepung Kacang Merah dan Pisang Kepok sebagai Makanan Darurat Bencana Putri, Linda Ayu Rizka; Afadil, Adila Humaira; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Randani, Aldiza Intan; Khatimah, Husnul; Rahmawati, Reny; Ariani, Ariani; Riskika, Febiani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1671

Abstract

Snack bar merupakan salah satu jenis olahan pangan yang memiliki karakteristik yang padat serta memiliki waktu simpan yang panjang sehingga baik dijadikan sebagai sebagai EFP (Emergency Food Product). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akseptabilitas, zat gizi, dan antioksidan snack bar berbasis tepung kacang merah dan tepung pisang kepok sebagai pangan darurat bencana. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan pada data uji hedonik dan mutu hedonik menggunakan uji Kruskal Wallis, sedangkan data hasil uji proksimat, energi dan serat dianalisis secara deskriptif. Hasil uji daya terima menunjukkan terdapat perbedaan daya terima parameter warna antarformula (p<0,05), sedangkan pada parameter aroma, tekstur, dan rasa tidak terdapat perbedaan (p>0,05). Selanjutnya, formula terpilih yaitu F2 dengan kadar protein sebesar 22%, kadar lemak 35%, karbohidrat 42%, dan kadar air 13,5% yang memenuhi syarat pangan darurat bencana per 50g (karbohidrat 40%, protein 10%, lemak 35%, dan air 10%), serta kadar serat kasar 3,792%. Sementara itu, energi snack bar per 50 g yaitu sebesar 174,7 kkal dan belum memenuhi syarat pangan darurat (minimal 233 kkal). Konsentrasi IC50 yaitu 255,831 ppm dengan kategori daya antioksidan lemah.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Frekuensi Makan dengan Status Gizi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Cahyani, Teti Dwi; Puspitasari, Dyah Intan; Sarbini, Dwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1677

Abstract

Permasalahan gizi yang mahasiswa alami sekarang berkaitan pada kecenderungan mahasiswa untuk mengabaikan asupan gizi seimbang, dengan alasan seperti jadwal kuliah yang padat atau kebiasaan tidak sarapan. Asupan zat gizi makro dan frekuensi makan mempunyai pengaruh signifikan pada status gizi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi dari asupan zat gizi makro dan frekuensi makan dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Studi ini termasuk pada studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 102 mahasiswa sebagai subjek. Data asupan zat gizi makro dan frekuensi makan dihimpun lewat metode food recall 7x24 jam secara tidak berurutan, sementara status gizi diukur lewat perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) sesuai berat badan dan tinggi badan. Analisis data dilakukan memakai rank spearman. Hasil analisis univariat memperlihatkan sebagian besar mahasiswa mempunyai asupan protein kurang (76,5%), asupan lemak kurang (74,5%), asupan karbohidrat kurang (69,6%), frekuensi makan tidak memadai (77,5%), serta status gizi kurang (24,5%) dan status gizi lebih (8,8%). Hasil analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara asupan protein (p = 0,038), asupan lemak (p = 0,036), asupan karbohidrat (p = 0,046), dan frekuensi makan (p = 0,015) dengan status gizi. Kesimpulannya, ada korelasi dari asupan gizi dan frekuensi makan dengan status gizi mahasiswa, dengan rekomendasi agar mahasiswa lebih memperhatikan asupan zat gizi yang sesuai kebutuhan dan menjaga keseimbangan gizi.
Efektivitas Pemberian Cookies Growol terhadap Profil Digesta Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan yang Diinduksi Diabetes Melitus Tipe 2 Br Simanjorang, Eta Hosana Eka Rizti; Puspaningtyas, Desty Ervira; Sari, Puspita Mardika; Sucipto, Adi; Styaningrum, Silvia Dewi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1709

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan jumlah penyandang diabetes mellitus (DM) sekitar 19,5 juta orang dan diprediksikan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045. Lebih dari 90% kasus DM merupakan DM tipe 2. Pengendalian kadar glukosa darah dan perbaikan sensitivitas insulin dapat dilakukan dengan konsumsi makanan tinggi serat pangan. Serat pangan mampu memperbaiki profil digesta yang akan berefek pada kontrol glukosa darah. Salah satu produk tinggi serat pangan adalah cookies growol. Penelitian ini bertujuan meninjau efektivitas cookies growol sebagai produk pangan tinggi serat terhadap profil digesta (pH, kadar air, dan berat digesta) tikus DM. Penelitian true-experimental praklinik hewan coba dengan rancangan pre-posttest control group menggunakan 10 tikus jantan Sprague-Dawley yang diinduksi DM Tipe 2 dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama (K1) tidak diberikan intervensi sedangkan kelompok kedua (K2) diberikan intervensi cookies growol sebagai selingan pakan selama 28 hari. Setelah 28 hari, tikus diterminasi menggunakan ketamin kemudian dilakukan pengambilan digesta. Pengujian pH, kadar air, dan berat digesta menggunakan pH meter, oven pengering, dan timbangan analitik. Uji efektivitas pemberian cookies growol terhadap profil digesta dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan pada berat digesta antara kelompok K1 (2.55±0.28 gram) dengan kelompok K2 (2.49±0.35 gram) (p=0,785). Pengaruh nyata terdapat pada kadar air digesta antara kelompok K1 (44.47±1.74%) dengan kelompok K2 (51.51±0.91%) (p<0,001) dan pH digesta antara kelompok K1 (6.13±0.02) dengan kelompok K2 (6.18±0.02) (p=0,015). Kesimpulan dari penelitian ini adalah cookies growol terbukti meningkatkan kadar air dan mempertahankan pH digesta dalam kondisi asam, namun tidak signifikan untuk meningkatkan berat digesta. Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan jumlah penyandang diabetes mellitus (DM) sekitar 19,5 juta orang dan diprediksikan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045. Lebih dari 90% kasus DM merupakan DM tipe 2. Pengendalian kadar glukosa darah dan perbaikan sensitivitas insulin dapat dilakukan dengan konsumsi makanan tinggi serat pangan. Serat pangan mampu memperbaiki profil digesta yang akan berefek pada kontrol glukosa darah. Salah satu produk tinggi serat pangan adalah cookies growol. Penelitian ini bertujuan meninjau efektivitas cookies growol sebagai produk pangan tinggi serat terhadap profil digesta (pH, kadar air, dan berat digesta) tikus DM. Penelitian true-experimental praklinik hewan coba dengan rancangan pre-posttest control group menggunakan 10 tikus jantan Sprague-Dawley yang diinduksi DM Tipe 2 dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama (K1) tidak diberikan intervensi sedangkan kelompok kedua (K2) diberikan intervensi cookies growol sebagai selingan pakan selama 28 hari. Setelah 28 hari, tikus diterminasi menggunakan ketamin kemudian dilakukan pengambilan digesta. Pengujian pH, kadar air, dan berat digesta menggunakan pH meter, oven pengering, dan timbangan analitik. Uji efektivitas pemberian cookies growol terhadap profil digesta dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan pada berat digesta antara kelompok K1 (2.55±0.28 gram) dengan kelompok K2 (2.49±0.35 gram) (p=0,785). Pengaruh nyata terdapat pada kadar air digesta antara kelompok K1 (44.47±1.74%) dengan kelompok K2 (51.51±0.91%) (p<0,001) dan pH digesta antara kelompok K1 (6.13±0.02) dengan kelompok K2 (6.18±0.02) (p=0,015). Kesimpulan dari penelitian ini adalah cookies growol terbukti meningkatkan kadar air dan mempertahankan pH digesta dalam kondisi asam, namun tidak signifikan untuk meningkatkan berat digesta.
Perbedaan Asupan Protein Hewani pada Balita Stunting dan Tidak Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kidul, Kota Salatiga Cahyani, Ajeng Rizki Dwi; Firmansyah, Firmansyah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1532

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Asupan protein hewani pada balita sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan protein hewani pada balita stunting dan tidak stunting di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul, Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 72 ibu dengan balita usia 12-59 bulan dengan teknik proposional random sampling. Data stunting diperoleh dengan pengukuran antropometri dan menghitung z score menggunakan indikator PB/TB/U. Data asupan protein diperoleh dengan menggunakan questioner food recall 24 jam selama 3 hari. Uji statistik menggunakan uji Chi–Squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 47 balita dan balita tidak stunting sebanyak 25 balita , mayoritas balita tidak stunting memiliki konsumsi asupan protein hewani yang cukup sebanyak 47 (97,9%) balita, kemudian untuk konsumsi protein hewani yang cukup sebanyak satu (2,1%) balita dengan keadaan stunting. Balita yang memiliki konsumsi asupan protein hewani yang kurang dan mengalami stunting sebanyak 24 (100%) balita. Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa hasil p-value sebesar 0.000. Terdapat perbedaan asupan protein hewani pada balita stunting dan tidak stunting di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul, Kota Salatiga. Puskesmas disarankan dapat memberikan sosialisasi tentang konsumsi pangan hewani serta faktor risiko kejadian stunting pada balita.