cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN APD SAAT PANDEMI COVID-19 DI PAPANGGO RT13/RW05 Labora Sitinjak; Amelia Amelia; Laelatul Laelatul
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 1 (2021): JAKHKJ Maret 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring atau kepedulian masyarakat merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan, caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh Sampai saat ini sebagian masyarakat kurang peduli terhadap pentingnya alat pelindung diri seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan situasi yang hendak diteliti dengan dukungan studi kepustakaan sehingga lebih memperkuat analisa peneliti dalam membuat suatu kesimpulan .Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepedulian masyarakat terhadap penggunaan APD saat pandemi Covid-19 melalui umur, pendidikan, dan jenis kelamin. Sample dalam penelitian menggunkan total sampling, sampel masyarakat kelurahan Papanggo Rt13/Rw05 dalam menerapkan kepedulian menggunakan APD. Kata Kunci: Demam, Manfaat Daun Kemangi.
TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PRA LANSIA TENTANG MENOPAUSE DI RT 023 RW 001 KELURAHAN SUNTER AGUNG Rosita Magdalena Lubis; Anisa Amalia
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 2 (2020): JAKHKJ November 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang Menopause adalah transisi fisik alamiah setiap wanita saat bertambahnya umur dan sering diartikan dengan berhenti menstruasi terakhir dalam hidup wanita, yang prosesnya berjalan secara perlahan dan terjadi secara berangsur-angsur. Wanita mulai mengalami gejala menopause pada usia 40-an, puncak terjadinya pada usia 50 tahun dimana pada masa menopause wanita sudah tidak mengalami haid lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan wanita saat menghadapi menopause. Metode Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisa secara deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu dan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap responden dengan lembar kuesioner. Hasil disimpulkan bahwa dari total sample 30 responden, sebanyak 2 responden (6,7%) tingkat pengetahuan kurang, sebanyak 3 responden (10%) tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 25 responden (83,3%) pengetahuan baik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan wanita pra lansia tentang menopause di rt 023 rw 001 kelurahan sunter agung masuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Wanita, Pra Lansia, Menopause.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI INACTIVATED POLIO VACCINE (IPV) PADA BAYI DI WILAYAH DESA SAMUDRA JAYA PUSKESMAS TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2018 Triana Indrayani; Dalilah Ningsih
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 1 (2020): JAKHKJ Juni 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Polio merupakan salah satu isu yg dibahas pada sidang World Health Assembly (WHA) ke 68 di Jenewa, Swiss tahun 2015. Menkes RI yg hadir pd sidang WHA itu pun menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan dunia. Dalam WHA telah disepakati, bahwa pemberian vaksin polio scr bertahap harus mengunakan injeksi, karena dinilai lebih optimal dibandingkan vaksin polio oral. Program introduksi vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) ini ditetapkan mulai dilaksanakan di kota Provinsi Yogyakarta, yang mencakup kota Yogyakarta dan kabupaten sekitarnya. Program ini dimulai sejak tahun 2007 dan berlangsung selama 5 tahun hingga 2012, dan setelah itu dievaluasi hasil pemakaian kemudian dilanjutkan ke provinsi lainnya untuk melakukan.Metode: Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional, dengan populasi seluruh ibu yg mempunyai bayi usia 4-11 bln di Desa Samudera Jaya Puskesmas Tarumajaya yaitu sebanyak 386 orang, cara pengambilan sampel yaitu menggunakan random sampling, sehingga jumlah sampel didapatkan 80 ibu, data yang digunakan dalam penelitian ini dan primer dan sekunder dengan kuesioner. Analisis penelitian ini dilakukan dengan yeknik univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji  Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 80 responden yang diteliti didapatkan hasil bahwa yang memberikan imunisasi IPV pada bayi sebanyak 50 responden (62,5%), sedangkan yang tidak memberikan sebanyak 30 responden (37,5%).Kesimpulan: Dari uji statistik di dapat hubungan yang bermakna secara signifikan dgn perilaku ibu dalam memberikan imunisasi IPV pada bayi, yaitu : pengetahuan (p value = 0,001), dan dukungan suami (p value = 0,020). Sedangkan yang tidak berhubungan ada 1 variabel, yaitu : Sumber informasi (p value = 0,461). Saran untuk Puskesmas agar Agar menambah media informasi tentang kesehatan terutama tentang imunisasi IPV kepada masyarakat dilingkungan Puskesmas, juga melibatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program untuk mensosialisasikan imunisasi IPV, dan menambah referensi tentang program imunisasi terbaru sesuai Permenkes, dengan tujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi terutama imunisasi IPV agar bayi dan anak di wilayah Puskesmas sehat. Kata kunci: Imunisasi, IPV, Bayi.
KOMPRES JAHE PADA VAGINA TERHADAP IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATOKBEUSI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT TAHUN 2020 Ria Fitriani; Retno Widowati; Dewi Kurniati
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 2 (2020): JAKHKJ November 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya nifas di Indonesia ada yang masih melekat erat sampai saat ini yaitu budaya penggunaan jahe pada vagina terhadap ibu nifas yang melahirkan normal. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah budaya ini memberikan manfaat secara nyata terhadap kesehatan wanita di masa nifas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian studi kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 orang, dengan sampel kelompok kasus sebanyak 30 orang, dan kelompok kontrol sebanyak 30 orang. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian kompres jahe dan minum herbal terhadap pengeluaran lochea (pvalue 0,253), mobilisasi (pvalue 0,614), pola buang air kecil (pvalue 0,694), infeksi (pvalue 0,119) pada ibu nifas hari ke-7. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan penggunaan jahe terhadap ibu nifas.
PENERAPAN REBUSAN DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM L.) DALAM PENANGANAN PERTAMA DEMAM PADA PENDERITA DI WILAYAH RT 001/ RW 009 CAKUNG BARAT, CAKUNG JAKARTA TIMUR Rizki Febrian Pratama; Ana Maryana
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 1 (2021): JAKHKJ Maret 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5°C), biasanya disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, jamur atau parasit), penyakit autoimun, keganasan , ataupun obat – obatan. Daun kemangi (Ocimum Basilicum L) adalah tumbuhan herbal Yang dapat digunakan sebagai insektisida hayati. Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia jadi mudah ditemukan. Daun kemangi bisa diolah sebagai obat tradisional, yaitu sebagai pereda migrain, stres, demam, diare, mengobati sariawan, pereda sariawan, pereda masuk angin, daun untuk antioksidan alami, kemangi juga bisa menolak gigitan nyamuk dengan aromatiknya. Hasil penelitian menunjukan Tn. I, pada hari ketiga sudah tidak panas dan suhu normal yaitu S: 36,8°C. Sedangkan Ny. M, pada hari ketiga badan masih lumayan panas dan suhu yaitu S: 37,0°C dan belum sesuai target. Faktor yang mempengaruhi kesembuhan Tn. I lebih cepat yaitu gaya hidup sehat seperti kegiatan olahraga. Kata Kunci: Demam, Manfaat Daun Kemangi.
KUALITAS HIDUP (QUALITY OF LIFE) CAREGIVER PASIEN DEMENSIA Upik Rahmi; Ratih Putri
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Orang dengan demensia mengalami gangguan kognitif, emosional, dan perubahan perilaku. Perubahan-perubahan ini juga dapat mempengaruhi kualitas hidup caregiver mereka. Kualitas hidup hidup yang mengalami perubahan baik dalam dimensi fisik, psikologis, sosial danspiritual. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas hidup caregiver yang merawat orang dengan demensia Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional jumlah sampel sebanyak 30 orang caregiver. Instrumen yang digunakan kuesioner WHOQoL (World Health Organization Quality of Life). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 16 orang (53.3%)memiliki kualitas hidup baik dan kualitas hidup buruk sebanyak 14 orang (46.7%). Kesimpulan, caregiver yang merawat orang dengan demensia memiliki kualitas hidup yang baik.Kata Kunci : Kualitas hidup, (QoL), caregiver, Demensia.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG IDENTIFIKASI HENTI JANTUNG DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Leo Rulino; Radita Estuwardhany
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung adalah suatu keadaan dimana jantung kehilangan fungsinya secara mendadak dan tiba-tiba untuk mempertahankan sirkulasinya. Identifikasi henti jantung dapat menurunkan angka kematian di luar rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkatpengetahuan masyarakat tentang identifikasi henti jantung di kehidupan sehari-hari di Jl. Pelita II RT 004/015 Tanjung Priok Jakarta Utara dengan mengunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan Cross Sectional dengan jumlah 44 reponden. Pengumpulan data menggunakan kuisoner. Hasilnya menunjukkan dari 44 responden, mempunyai karakteristik berdasarkan usia 17-25 tahun sebanyak 14 orang, 26-35 tahun sebanyak 17 orang,dan usia 36-45 tahun sebanyak 13 orang. Berdasarkan pendidikan, SD-SMP sebanyak 7 orang, SMA 31 orang dan perguruan tinggi 5 orang. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 15 orang dan perempuan sebanyak 29 orang. Hasil dari tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengertian henti jantung mayoritas cukup baik sebesar 59%, tingkat pengetahuan masyarakat tentang 3A mayoritas baik sebesar 61% , tingkat pengetahuan masyarakat tentang mengecek kesadaran mayoritas cukup baik sebesar 47,7% dan tingkat pengetahuanmasyarakat tentang meminta bantuan mayoritas cukup baik sebesar 57%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang identifikasi henti jantung di kehidupan seharihari di Jl. Pelita II RT 004/015 Tanjung Priok Jakarta Utara adalah rata-rata tingkat pengetahuanmasyarakat cukup baik, hal ini dikarenakan masih kurangnya informasi tentang identifikasi henti jantung.Kata Kunci : Henti Jantung, Identifikasi, Pengetahuan
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEGAWATADARURATAN PREEKLAMSIA PADA KEHAMILAN Nancy Febriana; Novita Harianti
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 1 (2020): JAKHKJ Juni 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsi adalah jika sistolik ≥140 mm/Hg dan diastolik ≥90mm/Hg , dan proteinuria dipstik 1+ atau 30 mm/dL atau proteinurin 0,3 g atau lebih pada urine tadah selama 24 jam (Joseph, 2011). Preeklampsia merupakan sindrome yang ditandai dengan adanya suatu peningkatan tekanan darah dan protein dalam urine yang bisa muncul ditrimester kedua di kehamilan yang bisa dipulihkan diperiode postnatal. Preeklamsia bisa terjadi di masa prenatal, intranatal, dan postnatal.Metode Penelitian : yang digunakan dalam penelitian ini desain deskriptif engan pendekatan kuantitatif jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Dari hasil penelitian ini yang dilakukan selama 2 hari penelitian yaitu paa tanggal 10 dan 11 Mei 2021 didapatkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, komplikasi dan pencegahan preeklampsia.Hasil Penelitian : menurut  usia 12-20 tahun sebanyak 2 orang (6%) sedangkan usia 21-30 tahun sebanyak 8 orang (27%) dan usia 31-40 tahun sebanyak 20 orang (67%). Sedangkan menurut pendidikannya SD sebanyak 4 orang (13%) dan pendidikan SMP sebanyak 15 orang (50%), sedangkan SMA 11 orang (37%). Dan menurut pekerjaannya yang bekerja sebanyak 5 orang (17%) sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 25 orang (83%).
MOTIVASI SUAMI MERAWAT ISTRI PASCA SECTIO CAESAREA DI RPKK RSUD KOJA JAKARTA UTARA Nancy Febriana; Putri Nurani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat proses insisi pada dinding abdomen dan uterus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi suami merawat istri pasca sectio caesarea. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kunatitatif dengan metode analisa secara deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu dan dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkutvariable, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap responden dengan lembar kuesioner. Hasil, disimpulkan bahwa gambaran motivasi suami merawat istri pasca sectio menunjukkan hasil yang sangat tinggi, yaitu 100% untuk gambaran motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa gambaran motivasi dari seorang suami sangat berpengarah penting bagi kesembuhan dan proses perawatan pada istri pasca sectio.Kata Kunci: Motivasi, Suami, Merawat istri, Pasca sectio caesarea
PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELURAHAN MENTENG JAKARTA PUSAT Santa Maria Pangaribuan; Nila Nabila Maulidanti; Lince Siringoringo
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu tantangan paling berat bagi kesehatan masyarakat terutama kalangan remaja yang lebih rentan terhadap risiko HIV/AIDS. Pengetahun remaja tentang HIV/AIDS masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Jakarta Pusat. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja diKelurahan Menteng Jakarta Pusat. Pengambilan sampel dengan menggunakan sampling konvinien dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Analisis data menggunakan uji univariat.Hasil penelitian menunjukkan 60 remaja (61.2%) remaja pernah mendengar tentang HIV/AIDS, 52 remaja (53.1%) memiliki pengetahuan baik dan 46 remaja (46.9%) memiliki pengetahuan buruk tentang penularan HIV/AIDS. Penelitian ini juga menunjukkan sebanyak 61 (62.2%) responden memiliki pengetahuan yang baik dan 37 remaja (37.8%) memiliki pengetahuan buruk tentang pencegahan HIV AIDS.Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, Hiv, Aids

Page 10 of 23 | Total Record : 224