cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food ) Pada Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Rizki Pebrian Pratama; Amelia Anggraini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan cepat saji ( fast food ) merupakan jenis makanan yang mudah dikemas, praktis, mudah diolah dengan cara yang sederhana dan mudah disajikan. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji merupakan cara seseorang dalam memilih makanan apa yang akan dikonsumsi. makanan cepat saji yang di konsumsi secara terus menerus dapat mengakibatkan resiko serangan jantung karena memiliki kandungan kolestrol yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah, selain itu makanan cepat saji dapat juga membuat seseorang menjadi ketagihan karena di dalam makanan cepat saji mengandung zat adiptif yang dapat membuat ketagihan dan merangsang untuk ingin terus mengonsumsinya seseringmungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) pada mahasiswa Akper Husada Karya Jaya tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan desain desain korelasional dengan menggunakan uji chi squre. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 102 responden. Dari hasil penelitian ini yang dilakukan selama 3 hari didapatkan bahwa terdapat hubungan antara Pengaruh Teman Sebaya, Cepat dan Praktis, Rasa yang Enak, Pendapatan Orang Tua, Uang Saku, Harga yang Murah, Brand Makanan Cepat Saji dengan hasil uji chi square p 0,000 (<0,05). Namun tidak terdapat hubungan Tempat yang santai dan nyaman untuk berkumpul. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya hubungan antara fakto-faktor dengankebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) pada mahasiswa Akper Husada Karya Jaya yaitu faktor pengaruh teman sebaya, cepat dan praktis, rasa yang enak, pendapatan orang tua, uang saku, harga yang murah dan Brand makanan cepat saji yang memiliki hubungan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food)Kata kunci: Makanan Cepat Saji, Kebiasaan Mengonsumsi, faktor-faktor
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HAND HYGIEN DI KEL. SUNTER AGUNG JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Aprisisto Latuihamallo
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mencuci tangan adalah tindakan menggosok tangan dengan sabun atau antiseptik secara bersama ke seluruh permukaan kulit tangan dengan kuat dan ringkas dan kemudian dibilas di bawah aliran air atau dengan menggunakan handrub berguna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di tangan.Tangan yang bersih akan mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera disentri, typus, cacingan, penyakit kulit, inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan flu burung . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Rt.013/Rw.007 Kelurahan SunterAgung tentang Hand Hygiene dalam kehidupan sehari-hari. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisa secara deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu dan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel, akan dikumpulkandalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap responden dengan lembar kuesioner. Hasil, disimpulkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang hand hygiene di rt.013/rw.007 Kelurahan Sunter Agung, rata-rata berada di kategori rendah(<60%).Kesimpulan: Bardasarkan hasil penelitian ini didapatkan data, gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang hand hygiene di rt.013/rw.007 Kelurahan Sunter Agung, rata-rata berada di kategori rendah. Hal ini disebabkan karena belum adanya penyuluhan tentang hand hygiene di tempat tersebut.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Masyarakat, hand hygiene.
PENGARUH SEBELUM DAN SETELAH PENKES TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN IBU DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN CIDERA KAKI PADA ANAK USIA 9-36 BULAN DI JAKARTA UTARA Ni Wayan Suliani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 1 (2021): JAKHKJ Maret 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman adalah suatu kemampuan seseorang dalam memahami arti atau konsep dan juga fakta yang diketahuinya. Cedera adalah kerusakan fisik yang terjadi ketika tubuh manusia tiba tiba mengalami penurunan energi dalam jumlah yang melebihi batas toleransi fisiologis atau akibat dari kurangnya satu atau lebih elemen penting seperti oksigen (WHO,2014). Cedera biasanya berawal dari rasa keingintahuan dan rasa ingin bereksperimen dengan hal hal yang baru namun belum mampu atau seimbang dalam memahami bahaya (Hastuti, 2017). Hasil Riskesdas (2018) mengatakan bahwa kasus cedera pada anak mencapai 8.2 % dan biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun, dan 12.1% pada anak usia 5-14 tahun. Berdasarkan data yang sudah disebutkan peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman ibu berdasarkan dengan usia dan tingkat pendidikan nya dengan menggunakan metode kualitatif dan menggunakan uji sample sebanyak 20 orang, penelitian yang dilakukan selama 1 hari ini didapatkan bahwa adanya peningkatan pemahaman responden sesudah dilakukan sosialisasi baik terhadap definisi, ciri ciri, penanganan, alat yang digunakan, dan jenis jenis penanganan pada saat cedera.
PENERAPAN TERAPI OKSIGEN DENGAN NASAL KANUL PADA KLIEN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI AKIBAT CHF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA Susihar Susihar; Anggun Pertiwi
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh sebagai nutrient dan oksigen secara adekuat. Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolism sel tubuh, mempertahankan hidup dan aktivitas sebagai organ atau sel.Salah satu asuhan keperawatan pada penderita jantung adalah terapi oksigen. Terapi oksigen adalah bagian integral dari pengelolaan untuk partisipan yang dirawat dirumah sakit, khususnya partisipan yang sedang mengalami gangguan pernafasan yaitu untuk mempertahankan oksigenasi dalam tubuh. Penulisan karya tulis ilmiah dengan metode studi kasus tujuan untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan oksigen dengan nasal kanul pada partisipan CHF. Hasil studi kasus dengan menggunakkan nasal kanul, sehingga partisipan mampu mempertahankan suplai oksigen yang adekuat dalam tubuh menunjukan adanya peningkatan suplai oksigen pada partisipan CHF yang mendapatkan terapioksigen sehingga dapat menunjukkan jalan nafas menjadi paten.Kata kunci: CHF, Terapi oksigen, Nasal kanul
PENERAPAN PIJAT REFLEKSI KAKI DENGAN METODE MANUAL PADA KLIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL DALAM KONTEKS KELUARGA Dely Maria
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg yang disebabkan bertambahnya usia, gaya hidup, pola makan cepat saji dan obesitas. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh penerapat pijat refleksi kaki dengan metode manual pada subjek yang mengalami hipertensi denganmasalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Partisipan yang digunakan adalah dua subjek dengan hipertensi stadium 1 dan mengalami masalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral, tidak menjalani diit garam, lemak serta mengkonsumsi obat. Hasil studi kasus menunjukkan pengaruh pijatrefleksi kaki dengan metode manual yaitu perubahan tekanan darah pada subjek I yaitu terjadi penurunan sistolik sebesar 26 mmHg dan diastolik 16 mmHg dan nilai penurunan tekanan darah yang terjadi pada subjek II yaitu sistolik 28 mmHg dan diastolik 12 mmHg. Rekomendasi penulis dalammelakukan pijat refleksi kaki dengan metode manual yaitu dapat digunakan sebagai intervensi perawatan pada subjek hipertensi serta dalam pemijatan harus memperhatikan titik refleksi dengan tepat dan memperhatikan lingkungan saat melakukan pemijatan.Kata kunci : Hipertensi, Pijat Refleksi Kaki
PENGENDALIAN STRESS DAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 MELALUI METODEODZIHA Sulastri Sulastri; Harjati Harjati
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM)merupakan sindroma klinis gangguan sekresi metabolik, kerja insulin atau keduanya yang ditandai dengan hiperglikemia. Penanganan pasien DM bertujuan untuk mengontrol glukosa darah agar tidak menimbulkan komplikasi. Salah satu faktor yangmempengaruhi kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stress. Berbagai manajemen untuk mengontrol stress dan glukosa darah pasien DM tipe 2 dapat dilakukan, baik melalui penatalaksanaan farmakologi dan nonfarmakologi. Penatalaksanaan non farmakologi yang saat ini berkembang di antaranya olah dzikir harian (Odziha). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Odziha terhadap tingkat stress dan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok intervensi melakukan Odhiza secara teratur 2 kali perhari selama 14 hari sedangkan kelompok kontrol tidak dilakukan eksperimen tersebut. Dilakukan pengukuran pre dan post test pada kedua kelompok, kemudian dianalisa dan dilakukan perbandingan hasil tes.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat stress dan kadar glukosa darah puasa yang signifikan pada kelompok intervensi setelah melakukan Odziha selama 14 hari pada pagi dan sore/malam hari (p = 0,00).Kesimpulan:Odziha dapat menurunkan tingkat stress dan kadar glukosa darah puasa secara signifikanpada pasien diabetes tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Odziha, Glukosa Darah, Stress
TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP DIABETES MILITUS TIPE II PASCA PROMKES DI PULAU PRAMUKA Rosita Magdalena Lubis; Nur Arifin
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 2 (2021): JAKHKJ Agustus 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus tipe II merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) Kategori tingkat kadar gula darah pada lansia yang digunakan dalam sebuah penelitian tersebutyaitu: rendah 180 mg/dl (Raudhati, 2013), diabetes militus tipe II dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. diabetes militus tipe II dapatmenyerang hampir seluruh sistem tubuh manusia, mulai dari kulit sampai jantung yang menimbulkankomplikasi. (Misnadiarly, 2016). Bedasarkan data dari WHO Pada tahun 2016, terdapat sekitar 422 juta orang lansia memiliki Diabetes Melitus tipe II yang berusia 65 tahun diseluruh dunia atau 95% dari penduduk dunia Data dari berbagai studi gelobal menyebutkan bahwa penyakit Diabetes Militus tipe II adalah masalah kesehatan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penderita Diabetes Melitus tipe II dari tahun ke tahun yang disebabkan karena peningkatan jumlaH populasi, usia, prevalensi obesitas dan penurunan aktifitasfisik,(WHO, 2016). menunjukan angka kejadian Diabetes Melitus tipe II di Indonesia mencapai 57% sedangkandi dunia mencapai 95% diabetes militus tipe II, dan dijakarta berdasarkan hasil riset kesehatan dasar meningkat dari 2,5% menjadi 3,4% dari total 10,5 juta jiwa atau sekitar 250 ribu penduduk di DKI menderita Diabetes Melitus tipe II. Prevalensi Diabetes Melitus tipe II secara nasional 10,9%. DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi karena banyaknya jumlah penduduk dan sudah banyak tersedia sarana pemeriksaan gula darah. Penderita diabetes militus tipe II semakin meningkat. pada tahun 2017 jumlah diabetes militus tipe II 10,3 jutaorang, dan berdasarkan data penderita diabetes militus tipe II di tahun 2020 meningkat menjadi 10,8 juta orang. Penderita diabetes militus tipe II jumlah yang pengidap Penderita diabetes militus tipe II pada lansia dipulaupramuka ada 43 orang maka dari itu penulis hendak meneliti “Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Terhadap Diabetes Militus tipe II Pasca Promkes di Pulau Pramuka”Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Lansia Terhadap Diabetes Militus tipe II
PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG KOTA PALOPO Hardin ,; Hardianto Dg. Salimung; Hairuddin Safaat
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 3 (2021): JAKHKJ November 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keperahannya,mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerjaPuskesmas Benteng Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatancross sectional dan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Hasilpenelitian menunjukkan lansia yang memiliki pemenuhan kebutuhan spiritual baik sebesar 80.6% danpemenuhan kebutuhan spiritual kurang sebesar 19.4%, sedangkan lansia yang mengalami hipertensi sebesar52.8% dan tidak mengalami hipertensi sebesar 47.2%. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji fisher's exacttest diketahui nilai p=0.408, artinya tidak ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kejadianhipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo. Oleh karena itu, disarankan perawatkomunitas perlu meningkatkan pendampingan keluarga dalam merawat lansia di rumah sehingga dapatmeningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga yang berdampak pada kemandirian keluarga dalammemberikan pelayanan dan perawatan pada lansia.Kata Kunci: Kebutuhan Spiritual, Hipertensi, Lansia
ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA REMAJA Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini; Chahya Kharin Herbawani; Vionita Apriliana
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 3 (2021): JAKHKJ November 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Virus jenis baru muncul di akhir tahun 2019. Hal ini menyebabkan kehebohan diseluruh dunia. Virus ini dikenal dengan virus corona. Tingkat Pendidikan diharapkan dapat mengurahiupaya pencegahan penyebaran covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkatpendiidkan dengan Pencegahan Dan Penyebaran Covid-19 Pada Remaja di DKI Jakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitikmenggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di provinsi DKI Jakartapada bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah semua remaja yang berisiko covid 19 sebesar228 Orang. Data penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat Pendidikanremaja dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada remaja di DKI Jakarta (Pvalue = 0,658 ; α0,05). Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi pandemik saat ini tidak mengenal orang yang akan terkenacovid-19, menjadikan tingkat Pendidikan juga tidak berpengaruh terhadap pencegahan dan penyebarancovid-19. Covid-19 dapat menyebar bagi siapa saja tanpa memandang tingkat Pendidikan seseorang.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkatpendidikan remaja di DKI Jakarta dengan upaya pencegahan penyebaran covid-19. Disarankan untukseluruh pihak, terutama fasilitas kesehatan sekolah dapat bekerja sama meningkatkan pengetahuan, sikapdan Tindakan remaja terhadap pencegahan dan pengendalian COVID-19.Kata kunci: pencegahan penyebaran covid-19, remaja, tingkat pendidikan.
HUBUNGAN TERAPI MENDENGARKAN MUSIK DENGAN PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TERHADAP PENULARAN COVID 19 DI JAKARTA Nur Fajariyah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 3 (2021): JAKHKJ November 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa virus dapat menyebar melalui udara.Hal ini pun didukung oleh penelitian ratusan ahli dari puluhan Negara. Dari data Worldometers, ada 12,3 jutaorang di seluruh dunia yang telah terinfeksi virus corona penyebab penyakit covid-19. Sebanyak 557.405 orangmeninggal dunia dan 7,1 juta dinyatakan sembuh. Masing-masing orang memiliki respons yang berbedaterhadap COVID-19. Beberapa jenis virus yang termasuk dalam golongan ini antara lain SARS (Severe AcutRespiratory Syndrome), MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dan COVID-19 (WHO, 2020). Covid-19merupakan jenis penyakit baru dan sangat mudah menular. Virus baru ini sebelumnya tidak dikenal sebelummenjangkit banyak penduduk Wuhan, Cina dan menyebabkan wabah di sana pada Desember 2019. (Kemenkes,2020). Covid-19 sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin. Percikan tersebut dapat menempelpada permukaan benda-benda kemudian dapat menular ke orang lain yang menyentuh permukaan yangterkontaminasi tersebut. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dan terlalu lama tentu dapat menimbulkankecemasan yang cukup tinggi dan sangat meresahkan bagi semua kalangan. Tujuan penelitian: mengetahuihubungan terapi mendengarkan musik terhadap kecemasan mahasiswa terhadap penularan Virus Covid-19.Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan menggunakan Chi Squaredengan jumlah responden sebanyak 50 orang mahasiswa.Hasil: Hasil uji bivariat dengan menggunakan Chi Square diketahui nilai p-value adalah 0.000 lebih kecil daripada nilai alpha (0.05), sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan ada hubungan terapi mendengarkan musikdengan penurunan tingkat kecemasan mahasiswa terhadap penularan COVID-19.Kesimpulan: Terdapat hubungan mendengarkan terapi musik pada mahasiswa dengan penurunan kecemasanmahasiswa terhadap penularan covid-19 sebagai berikut: Terdapat hubungan yang signifikan pada hasilpenelitian Hubungan mendengarkan terapi musik pada mahasiswa dengan penurunan kecemasan mahasiswaterhadap penularan covid-19 dimana p-value adalah 0.000 lebih kecil dari nilai alpha (0.05).

Page 11 of 23 | Total Record : 224