cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Partnership of Melon Farmers in Yogyakarta with Startup-Agritech P2P Lending Company, Is It Beneficial? Hariyani Dwi Anjani; Lestari Rahayu Waluyati
AGRIBEST Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i1.7145

Abstract

The rapid development of digital technology encourages the agricultural sector to develop so that digital technology-based agritech startup companies are born in the agribusiness sector that provides a platform for financing agricultural businesses and mentoring farmers through a partnership system. This partnership is expected to overcome the main problems often faced by farmers, especially in terms of capital and marketing of agricultural products. This research aims (1) to find out the form and mechanism of farmer partnerships with Startup-Agritech peer to peer (P2P) Lending Company, and (2) to find out the benefits obtained by farmers through implementing partnerships with these companies. This research was conducted in 2020 in the Special Region of Yogyakarta on melon farmers who partnered with a Startup-Agritech of P2P lending company PT. Tani Fund Indonesia. The primary method used is the descriptive method. Types of data collected include primary data and secondary data. Data was collected by interviewing the respondents and collecting secondary data via the internet and relevant literatures. Quantitative and qualitative data were processed using descriptive analysis. The result of the research shows that the partnership is in the form of Agribusiness Operational Cooperation. Farmers can become partners by registering through the company's website with the company's flow and requirements. The benefits obtained by farmers include economic benefits where farmers get easy marketing and certainty of the selling price of their products. Technically, farmers get business capital loans and cultivation assistance. Socially, the partnership increases the motivation of other farmers to join the partnership.
Kajian Sosial Ekonomi Pada Minat Generasi Muda Terhadap Sektor Pertanian Nurul Fathiyah Fauzi; Retha Arifika; Veni Mega Oktavia
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.7716

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada sektor pertanian yaitu adanya ”Aging Farmer” dimana fenomena ini menjadi mengkhawatirkan bagi seluruh pertanian di dunia. Saat ini orang-orang yang bekerja pada sektor pertanian rata-rata sudah berusia tua, sedangkan tenaga kerja yang masih berusia muda sudah jarang ditemukan bekerja pada lahan pertanian, generasi muda banyak yang beralih ke sector non pertanian. Tujuan penelitian ini yakni: 1) Mengetahui minat generasi muda dalam sector pertanian, 2) Menganalisis aspek social ekonomi terhadap minat generasi muda di sector pertanian, dan 3) Mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi minat generasi muda dalam sector pertanian. Lokasi penelitian yakni Fakultas Pertanian UM Jember dengan jumlah sampel yakni 64 orang mahasiswa. Analisis data menggunakan Analisis Deskriptif dan Regresi Model Multinominal Logit. Hasil Penelitian: 1) Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian di Kabupaten Jember, 73,4% generasi muda ragu-ragu untuk terjun di dunia pertanian, 6,6% Tidak Berminat dan 20% berminat. 2) Peran lingkungan terhadap minat generasi muda di sector pertanian bahwa dari aspek social menunjukkan adanya peran positif/ mendukung, terbukti dengan lingkungan pertemanan yang mendukung untuk terjun di sector pertanian, akses terhadap informasi, dan cosmopolitan yang dimiliki. Sedangakn dari aspek ekonomi menunjukkan peran yang kurang mendukung, hal ini dibuktikan dengan mayoritas responden bersikap acuh/ terhadap sector pertanian dan alasan dari sisi pendapatan di sector pertanian yang masih belim menentu. 3) Faktor-faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap minat generasi muda dalam sector pertanian yakni factor pekerjaan orang tua dan cosmopolitan, sedangkan factor tingkat Pendidikan, jenis kelamin, dan usia tidak berpengaruh signifikan.
Analisis Kontribusi Komoditas Tembakau Terhadap Perekonomian Kabupaten Jember Sebelum dan Setelah Adanya Larangan Merokok Ari Septianingtyas Purwandhini
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8401

Abstract

Munculnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang pelarangan konsumsi rokok serta mulai adanya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok menyebabkan jumlah konsumsi rokok semakin menurun. Penurunan konsumsi rokok menyebabkan pula semakin menurunnya jumlah permintaan rokok. Sehingga berdampak pada penurunan jumlah produksi tembakau di berbagai daerah termasuk Kabupaten Jember. Hal ini akan berakibat pula pada menurunnya perekonomian daerah karena tembakau merupakan salah satu sumber PDRB Kabupaten Jember. Karena sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat efek dari adanya pelarangan rokok ini baik sebelum atau setelah adanya pelarangan konsumsi rokok terhadap perekonomian di Kabupaten Jember. Purphosive Method merupakan metode yang dipergunakan dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan adalah analisis kontribusi. Kontribusi tembakau di Kabupaten Jember secara umum terus mengalami perkembangan yang fluktuatif. Namun perkembangannya cenderung menurun.
Strategi Pemberdayaan Petani Sayuran Organik Pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Kambitin, Kalimantan Selatan Ayu Fitriani Miftahul Sholehah; Jabal Tarik Ibrahim; Rahayu Relawati
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8371

Abstract

Kegiatan pemberdayana petani adalah suatu aktivitas yang ada keterlibatan diantara anggota kelompok serta ketua dari kelompok tani yang diberdayakannya. Pemberdayaan petani sebagai usaha agar menunjang kemampuan kepada petani guna melakukan usaha tani yang lebih baik melalu pelatiha, penyuluhan serta pendampingan, pengembangan sistem serta penguatan kelembagaan petani. Tujuan penelitian ini yaitu: untuk menganalisis faktor internal dan eksternal Kelompok Tani Suka Maju dalam pengembangan sayuran organik di Desa Kambitin Kabupaten Tabalong dan untuk menyusun strategi pemberdayaan sayuran organik pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Kambitin Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang peneliti gunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Penelitian ini melibatkan metode analisis SWOT. Teknik Pengambilan sampel yaitu secara sensus dengan menggunakan seluruh anggota Kelompok Tani Suka Maju. Hasil analisis faktor internal menunjukkan nilai skor indikator kekuatan sebesar 1.74 dan nilai skor indikator kelemahan sebesar 0.83. Hasil analisis pada faktor eksternal dengan nilai skor indikator peluang 1.28 dan nilai skor indikator ancaman sebesar 1.16. Nilai yang dihasilkan Analisis diagram SWOT pada sumbu X untuk faktor internal yakni 0.91 dan sumbu Y pada faktor eksternal yaitu 0.12. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui bahwa strategi yang digunakan oleh Kelompok Tani Suka Maju adalah strategi agresif atau progresif yaitu mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan dan meningkatkan pendapatan. 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Petani pada Aspek Kognitif Petani pada Program IP Padi 400 di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Prisca Puspita Sari; Suminah Suminah; Putri Permatasari
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8328

Abstract

Program IP Padi 400 merupakan program terobosan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi padi. Bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) sudah diberikan kepada petani, namun masih terdapat petani yang enggan untuk melaksanakan program ini. Sikap petani pada aspek kognitif perlu diketahui untuk mengetahui kekonsistenan petani pada Program IP Padi 400. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, (2) menganalisis faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, dan (3) menganalisis pengaruh faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400. Metode dasar yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel berjumlah 47 responden dilakukan dengan purposive sampling di dua desa yaitu Desa Ngesrep dan Desa Donohudan. Responden yang dipilih yaitu petani yang mengikuti Program IP Padi 400. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki sikap yang mendukung terhadap Program IP Padi 400 pada aspek kognitif. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan nonformal (X1), pengalaman pribadi (X2), dukungan pemerintah (Kementerian Pertanian) (X5), dan peran penyuluh pertanian (X6) dengan sikap petani pada Program IP Padi 400. Pengaruh media massa (X3) dan pengaruh orang lain yang dianggap penting (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan sikap petani pada Program IP Padi 400.
Analisis Determinan Daya Saing Mikro Industri Di Kabupaten Situbondo Moh. Rasidi; Yona Wahyu Lolita; Ramli Ramli
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8305

Abstract

Usaha yang bergerak dalam bidang industri diberbagai Daerah termasuk di  Kabupaten Situbondo pada umumnya berada dalam skala mikro. Mikro industri memiliki permasalahan yang serupa dengan Mikro industri pada umumnya, salah satu yang paling membuat lemahnya industri mikro ini adalah rendahnya daya saing. Untuk meningkatkan daya saing mikro Industri yang bergerak dibidang mikro industri, terlebih dahulu harus di ketahui faktor-faktor yang berpengaruh (determinan) terhadap peningkatan daya saing  mikro industri tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui determinan daya saing  mikro ndustri di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan pemodelan Structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan pemerintah, kesempatan, industri pendukung dan terkait, permintaan, strategi perusahaan dan pesaing serta modal sosial berpengaruh signifikan terhadap variabel daya saing mikro industri. Sedangkan determinan kondisi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel daya saing mikro industri.
Metode CSI untuk Mengetahui Tingkat Kepuasan Petani Padi Inpari 16 di Desa Lorejo, Bakung, Blitar Rima Dewi Oryza Sativa; Eko Wahyu Budiman; Kurangga Seta
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8226

Abstract

Varietas unggul memiliki peran penting dalam usahatani padi, dari subsistem menjadi usahatani yang komersil. Tujuan penelitian yaitu mengetahui (1) tingkat kepuasan petani terhadap padi varietas Inpari 16 di Lorejo, Bakung, Blitar. (2) Mengetahui variabel yang berpengaruhi terhadap tingkat kepuasan dalam memilih varietas padi bagi petani. Lokasi penelitian berada di Lorejo, Bakung, Blitar dengan sampel 30 orang petani padi Inpari 16. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode Analisis Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan alat analisis yaitu Customer Satisfaction Index (CSI). Metode CSI berguna sebagai metode pengukuran tingkat kepuasan responden dalam penggunaan benih Inpari 16, dengan melihat kepuasan tingkat atribut. Sebelum itu peneliti harus mengetahui karakteristik petani sebagai responden yaitu 25 responden laki-laki sedangkan 5 responden perempuan didominasi dengan usia 46-60 tahun. Tingkat pendidikan terakhir petani responden adalah SMA. Sebagian besar  responden pekerjaan utama adalah petani dan mempunyai pekerjaan sampingan dengan pendapatan di rentang Rp. 1.000.000,- – Rp. 1.999.999,-. Status tanah, sebagian besar responden memiliki tanah sendiri. Berdasarkan analisis kepuasan petani terhadap benih padi Inpari 16 dengan metode CSI diperoleh nilai CSI sebesar 83,23%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa petani di Desa Lorejo sangat puas dengan benih padi Inpari 16. Berdasarkan nilai kepuasan tersebut, pemerintah dan pihak terkait bisa meningkatkan kualitas benih inpari sehingga kedepannya tingkat kepuasan semakin meningkat.
Strategi Pemasaran Pupuk Urea Komersil PT. XYZ Wilayah Kalimantan Barat Agung Setiawan; Eva Dolorosa; Wanti Fitrianti
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.6958

Abstract

Pupuk urea merupakan salah satu faktor produksi pertanian sehingga mempunyai peran yang strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.PT. XYZsebagai pelopor industri pupuk urea di Indonesiajuga melakukan aktivitas pemasaran, dan pemberian jasa serta usaha lain yang terkait industri pupuk. Penjualan pupuk urea komersil PT. XYZ Kalimantan Barat mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh banyaknya produk pesaing yang berumunculan, kekurangan tenaga kerja dibidang lapangan (penyuluh), tersebarnya isu tentang bahaya pemakaian pupuk kimia dan penjualan produk urea komersil yang hanya terfokus pada kemasan 50 kg. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, kemudian dilakukan wawancara secara mendalam sebagaimetode pengambilan data yang berkaitan dengan indikatorbauran pemasaran. Tujuan penelitian ini menyusun alternatif strategi pemasaran melalui pendekatan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi PT. XYZ Kalimantan Barat terletak pada titik (1.069;-0.270) atau pada kuadran 2 yaitu strategi diversifikasi. Posisi ini merupakan situasi dimana perusahaan menggunakan kekuatan yang ada untuk mengurangi dampak dari ancaman. Strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan adalah Melakukan inovasi produk tanpa mengurangi mutu dan kandungan formula yang sesuai ketentuan SNI, Meningkatkan kualitas kemasan agar menjadi lebih eksklusif, Mengefisienkan biaya distribusi dengan menggunakan model transportasi.
Strategi Pengembangan Pupuk Organik Berbasis Limbah Ternak dan Limbah Pertanian di Kabupaten Jember Achmad Saenimun'im Hidayat; Luh Putu Suciati; Sudarko Sudarko
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9309

Abstract

Pupuk organik merupakan salah satu input produksi yang memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka memperbaiki unsur hara tanah yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Aplikasi pupuk organik pada tanaman dapat meningkatkan kesuburan tanah yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini karena pupuk organik bukan hanya memperbaiki tanah dari segi kimia saja, akan tetapi juga memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah. Melimpahnya limbah ternak dam limbah pertanian yang belum dimanfaatkan dengan baik merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan peternak dan petani dengan mengolah limbah menjadi pupuk organik padat maupun cair. tujuan dari penelitian ini yaitu menyusun strategi pengembangan pupuk organik berbasis limbah ternak dan limbah pertanian di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember dengan menggunakan analisis diamond porter yang dikombinasikan dengan SWOT. Hasil menunjukkan bahwa strategi pengembangan pupuk organik berbasis limbah ternak dan limbah pertanian di Kabupaten Jember adalah strategi kuadran I atau strategi S-O (Strength and Oppurtunity) yaitu memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian yang melimpah dan motivasi petani dalam penggunaan pupuk organik yang didukung dengan kebijakan pemerintah berupa bantuan fasilitas dan program penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pengembangan usaha pupuk organik
Faktor-Faktor Penentu Luas Konversi Lahan Pisang Kepok (Studi Kasus: Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan) Puji Astuti; Lili Winarti
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.8493

Abstract

Desa Bangun Harja dikenal sebagai desa penghasil pisang kepok, namun beberapa tahun terakhir terjadi konversi lahan  atau  perubahan fungsi  lahan  dari perkebunan pisang kepok menjadi fungsi lain yang berdampak terhadap penurunan produksi pisang kepok daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan faktor-faktor penentu yang mempengaruhi konversi lahan pisang kepok di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022,  Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  dengan jumlah responden  38 orang petani. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan ekonometrik menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani dari sisi umur yaitu antara 40-50 tahun dengan tingkat pendidikan yang mendominasi adalah SD. Sedangkan dari sisi jumlah tanggungan terbanyak adalah 2 orang, rata-rata luas lahan yang dimiliki petani paling banyak yaitu antara 1-10 Ha. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh signifikan pada luas konversi lahan pisang kepok adalah luas lahan petani, biaya usahatani, dan penyakit layu fusarium serta banjir.