Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF ANIMATION VIDEO TO INCREASE ADOLESCENTS’ NUTRITIONAL KNOWLEDGE Ravi Masitah; Eti Poncorini Pamungkasari; Suminah Suminah
Media Gizi Indonesia Vol. 15 No. 3 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v15i3.199-204

Abstract

Nutritional needs are important for adolescent to accelerate growth. Good nutritional knowledge in adolescent can help them to consume healthy foods and prevent nutritional problems. Nutrition education with animation video is a great eff ort to improve adolescent nutritional knowledge. The use of attractive, eff ective and effi cient media ease adolescent to understand the nutrition material delivered. The objective of this research was to analyzes adolescent nutritional knowledge after given animation video. This research was quasi experimental with a nonequivalent control group design. There were 84 eeadolescents as research subjects chosen with purposive sampling technique. Animation video was given one time every week for one month with the duration of each video for seven minutes. The data was analyzed using Wilcoxon signed-rank. The results of study showed that nutrition education using animation video gave a positive infl uence on nutritional knowledge of adolescent (p=0.000). Animation video can be used as educational media to improve adolescent nutritional knowledge.
RELATIONSHIP OF PEER INFLUENCE AND FAMILY EATING HABITS ON HEALTHY FOOD CHOICES IN OVERWEIGHT ADOLESCENTS IN SURAKARTA Khairunnisa Nadya Risti; Eti Poncorini Pamungkasari; Suminah Suminah
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 2 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i2.124-129

Abstract

Unhealthy eating habits among Indonesian occur not only in adults, but also in adolescents. Adolescence is a transitional period and most easily aff ected by the surrounding environment. Environmental infl uences such as peer infl uence and family eating habits are dominant factors for food they choose to consume. This study aimed at analyzing the relationship of peer infl uence and family eating habits on healthy food choices in overweight adolescents in Surakarta. It used observational study with cross sectional approach. Random sampling was used to determine its samples, consisting of 96 respondents. The data of peer infl uence, family eating habits, and healthy food choices were collected through structured questionnaires. They were analyzed by using the Pearson Product Moment statistical test. The results indicated that there is a relationship between peer infl uence and healthy food choices in overweight adolescents in Surakarta (p = 0.014; r = -0.250); and there is a signifi cant relationship between family eating habits and healthy food choices in overweight adolescents in Surakarta (p = 0.011; r = 0.258).
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS KELOMPOK TANI DI KECAMATAN MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO Mutik Permatasari; Suminah Suminah; Sugihardjo Sugihardjo
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v5i2.31700

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani, menganalisis efektivitas kelompok tani, dan menganalisis pengaruh antara faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas yaitu faktor ciri kelompok, faktor fungsi tugas, dan faktor luar kelompok. Efektivitas kelompok tani di Kecamatan Mojolaban termasuk dalam kategori tinggi. Secara simultan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kelompok tani. Secara parsial variabel faktor ciri kelompok dan faktor fungsi tugas berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kelompok tani, sedangkan variabel faktor luar kelompok tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kelompok tani.Kata kunci: Efektivitas, Kelompok Tani, ProduktivitasAbstractThis study aims to analyze the factors that influence the effectiveness of farmer groups, analyze the effectiveness of farmer groups, and analyze the influence between factors that affect the effectiveness of farmer groups with the effectiveness of farmer groups. Research using quantitative research method with survey technique. Sampling by cluster random sampling method with the number of samples as many as 67 respondents. Data analysis using Multiple Linear Regression. The results showed that factors that influence effectiveness are group characteristics factors, task function factors, and factors outside the group. The effectiveness of farmer groups in Mojolaban sub-district is in a high category. Simultaneously the factors that influence the effectiveness have a significant effect on the effectiveness of farmer groups. Partially variable group character factors and task function factors have a significant effect on the effectiveness of farmer groups, while factor variables outside the group have no significant effect on the effectiveness of farmer groups.Keywords: Effectiveness; Farmer Group; Productivity 
SIKAP PETANI DALAM PEMBIBITAN TANAMAN PORANG DI KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN Fajar Indah Kurniati; Suminah Suminah; Widiyanto Widiyanto
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v6i1.32475

Abstract

Abstrak Budidaya tanaman porang saat ini menjadi primadona di kalangan masyarakat umum dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Saradan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Madiun yang sudah menanam porang sejak tahun 1986. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap petani dalam pembibitan tanaman porang, yang dilihat dari pengaruh sikap petani dan pengaruh antara faktor yang mempengaruhi sikap petani dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang. Metode kuantitatif dengan teknik survei digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan lokasi secara purposive di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Lokasi penelitian dipilih karena Kabupaten Madiun merupakan sentra produsen porang di Jawa Timur dan endemik porang Madiun 1. Kecamatan Saradan merupakan kecamatan dengan luas lahan dan produksi porang terbanyak di Kabupaten Madiun. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Responden sebanyak 91 petani dengan populasi 906 petani. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dilihat dari aspek kognitif, afektif dan konatif ketiganya termasuk dalam kategori sikap yang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor pengalaman pribadi dan luas lahan dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara lingkungan ekonomi, pendidikan non formal dan media massa dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.Kata kunci: Petani, Porang, Pembibitan, Sikap Abstract Porang plant cultivation has become excellent among the general public in recent years. Saradan sub-district is one of the sub-districts in Madiun Regency that has planted porang since 1986. This study aims to examine farmers 'attitudes in porang plant nurseries, as seen from the influence of farmers' attitudes and the influence of factors affecting farmers 'attitudes and farmers' attitudes in porang plant nurseries. Quantitative methods with survey techniques were used in this study. The location was purposively chosenin Saradan District, Madiun Regency. The research location was chosen because Madiun Regency is the center of porang producer in East Java and is endemic to Porang Madiun 1. Saradan is a district with the largest area of land and production of porang in Madiun Regency. Sampling using proportional random sampling. Respondents were 91 farmers with a population of 906 farmers. Data analysis using multiple linear regression test. The results showed that the attitudes seen from the cognitive, affective and conative aspects were included in the good attitude category. There is a significant influence between personal experience factors and land area with the attitude of farmers in porang plant nurseries. There is an insignificant influence between the economic environment, non-formal education and mass media with the attitude of farmers in the porang plant nursery in Saradan District, Madiun Regency. Keywords: Farmers, Porang, Nurseries, Attitudes 
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Budidaya Cabai sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Lahan Kering di Kabupaten Sukoharjo Dwiningtyas Padmaningrum; Suminah Suminah; Bekti Wahyu Utami; Hanifah Ihsaniyati; Emi Widiyanti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.7001

Abstract

Sukoharjo memiliki lahan kering yang cukup luas yaitu mencapai 30 hektar pada tahun 2020 dan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Khas lahan kering yang hanya mengandalkan air hujan menyebabkan produktivitas lahan kering menjadi kurang optimal dan tidak dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Akibatnya petani di lahan kering sering diidentikkan dengan pendapatan rendah dan kemiskinan. Cabai rawit menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan sebagai komoditas usaha bagi petani, jika dibekali dengan keterampilan mengenai teknologi budidaya dan manajemen agribisnis cabai yang baik. Desa Cabeyan sebagai salah satu kawasan lahan kering berpotensi menjadi start up agribisnis cabai. Keberadaan sumur sibel di wilayah tersebut mendukung pasokan air yang berkelanjutan sebagai kebutuhan mutlak untuk produksi cabai. Selama ini petani lokal hanya bisa mengolah lahan untuk menanam padi dengan mengandalkan musim hujan yang berlangsung sekitar 4-5 bulan dalam setahun, 7-8 bulan tersisa untuk 'bero'. Dilatarbelakangi oleh rendahnya latar belakang pengalaman petani dalam membudidayakan cabai dan terbukanya peluang usaha cabai, maka keterampilan petani harus ditingkatkan. Metode kegiatan meliputi pelatihan, pengenalan Teknologi Tepat Guna, dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani dalam budidaya cabai. Meski belum bercocok tanam di lahan sendiri, petani tetap semangat belajar melalui praktik langsung di lahan yang dikelola petani dengan pendampingan tim pengabdian.
Vegetable and Fruits Consumption, Physical Activity, and Nutritional Status of Adolescents Nanda Rizkha Heratama; Kusnandar Kusnandar; Suminah Suminah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 13, Nomor 2, July-December 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v13i2.23588

Abstract

The nutritional status of adolescents is one of the main challenges for health workers and the community. This study analyzed the relationship between vegetable consumption habits and physical activity with the nutritional status of adolescents. The research design used was cross-sectional. The sampling technique was carried out using the proportional random sampling method. The population in this study were teenagers in Pangkalpinang City. The sample consisted of 340 teenagers in the city of Pangkalpinang. The prevalence of malnutrition in adolescents is 38.2 with the prevalence of over and undernutrition being 31.2% and 7%, respectively. Most teenagers with good nutritional status (67.3%) have the habit of consuming vegetables frequently. The results of logistic regression analysis showed that the habit of consuming vegetables and physical activity had an effect on the nutritional status of adolescents. The risk of malnutrition increased significantly by 2.46 times in adolescents with less physical activity (p = 0.016) and increased by 1.94 times in adolescents with less vegetable consumption habits (p = 0.005). The community, especially adolescent families, needs to receive education about the importance of healthy habits such as the consumption of vegetables and fruit to maintain good nutritional status in adolescents.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KOMANDO STRATEGIS PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) DI KABUPATEN SRAGEN Tika Sekar Kinasih; Widiyanto; Suminah
Agrica Ekstensia Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.191 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i2.98

Abstract

Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Petani pada Aspek Kognitif Petani pada Program IP Padi 400 di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Prisca Puspita Sari; Suminah Suminah; Putri Permatasari
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.8328

Abstract

Program IP Padi 400 merupakan program terobosan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi padi. Bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) sudah diberikan kepada petani, namun masih terdapat petani yang enggan untuk melaksanakan program ini. Sikap petani pada aspek kognitif perlu diketahui untuk mengetahui kekonsistenan petani pada Program IP Padi 400. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, (2) menganalisis faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400, dan (3) menganalisis pengaruh faktor-faktor pembentuk sikap petani pada aspek kognitif terhadap Program IP Padi 400. Metode dasar yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel berjumlah 47 responden dilakukan dengan purposive sampling di dua desa yaitu Desa Ngesrep dan Desa Donohudan. Responden yang dipilih yaitu petani yang mengikuti Program IP Padi 400. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki sikap yang mendukung terhadap Program IP Padi 400 pada aspek kognitif. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan nonformal (X1), pengalaman pribadi (X2), dukungan pemerintah (Kementerian Pertanian) (X5), dan peran penyuluh pertanian (X6) dengan sikap petani pada Program IP Padi 400. Pengaruh media massa (X3) dan pengaruh orang lain yang dianggap penting (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan sikap petani pada Program IP Padi 400.
Persepsi Petani Terhadap Program Kemitraan Tanam Bawang Putih dengan PT. Fajar Mulia Transindo di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Imaduddin Xena; Suminah Suminah; Agung Wibowo
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.711 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i03.210

Abstract

This research described garlic planting partnership program, described farmers’ perception on garlic planting partnership program, and analysed factors which influenced farmers’ perception on garlic planting partnership program. Basic method of the research used was quantitative with survey technique. The research location was in Nglebak Village and Sepanjang Village, Tawangmangu Sub-district, Karanganyar Regency, with Gapoktan consideration in Nglebak Village and Sepanjang Village that was one of Gapoktan followed garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. The sampling used technique of purposive random sampling that consisted of 60 respondents. The data analysis used multiple linear regression test with SPSS Statistics 25.0 program. The research result showed that: (1) garlic planting partnership program that was done by Gapoktan in Sepanjang Village and Nglebak Village, Tawangmangu Sub-district with private party namely Fajar Mulia Trasindo Ltd. has occured since 2017. This program was based on partnership principle in order to be mutually beneficial between two parties. (2) farmers’ perception on garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. in Tawangmangu Sub-district included in bad category, it was due to unsatisfactory result that was obtained by farmers in garlic planting partnership program which have been implemented, among others, the lateness of seed supply, the low quality of seeds given so that it influenced their garlic harvest. (3) partially or together in independent variable (self-concept, needs, experience, hope, novelty, intensity, and proximity) it did not be significantly influenced towards dependent variable (farmers’ perception on garlic planting partnership program).
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Suminah Suminah
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 2 (2020): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.802 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v2i0.3456

Abstract

AbstrakAwal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, China, kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 204 negara dan teritori di seluruh dunia. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19). Penyebaran penyakit ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi dan lainnya. Persebaran virus corona selain berdampak besar dari segi kesehatan juga berdampak pada kebutuhan bahan pangan. Sehingga, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat  terkait pentingnya mencegah Covid-19 dan edukasi terkait pengoptimalan pemanfatan lahan pekarangan, serta menggalakkan warung hidup untuk ketahanan pangan masyarakat di era COVID-19. Metode pelaksanaanya dengan edukasi, fasilitasi dan pendampingan secara daring dan luring berupa door to door sosialisasi, pemberdayaan masyarakat melalui warung hidup dan upaya pencegahan virus corona. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 serta dapat mengoptimalkan penggunaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Covid-19, Pangan Keluarga