cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Pengaruh Media Basah dan Media Kering Terhadap Pendapatan Maggot BSF (Hermetia Illucens) (Studi Kasus UMKM Ahmad Hidayah Farm Watukebo) Siti Nur Alilah; Endang Wahyu Pudjiastutik; Ari Septianingtyas
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9340

Abstract

Media  biakan maggot BSF merupakan cara maggot dibudidayakan ada dua macam media biakan yakni media biakan basah dan media biakan kering. Media biakan basah bisa didapatkan dari sayuran, sampah rumah tangga maupun buah yang sudah terjadi pembusukan, sedangkan media biakan kering ialah media yang berasal dari bekatul, kotoran ayam, serbuk kayu dan sebagainya. Dengan adanya media biakan ini produktivitas dapat optimal, namun dikarenakan  tidak semua dapat mengolah limbah sampah, dan juga kekurangannya bahan pakan, serta masyarakat yang belum banyak tau tentang maggot BSF ini, begitupun dengan pemerintah desa yang tidak ada respon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap pendapatan maggot BSF antara media basah dan media kering di UMKM Ahmad Hidayah Farm Metode penelitian menggunakan uji T dengan pemenuhan sampel secara accidental sampling. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa (1) penerimaan yang didapatkan oleh UMKM Ahmad Hidayahh Farm memiliki nilai rata-rata hasil produksi sebesar 32,5 Kg/ produksi dengan rata-rata penghasilan sebesar Rp 260.000 / produksi. (2) Dengan hasil analisis dapat diketahui bahwa media kering berpengaruh terhadap pendapatan maggot BSF. Dengan sig. senilai  0,024 dimana lebih kecil dari 0,05. (3) Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa adanya sebuah perbedaan antara pendapatan variabel media basah dan juga media kering. Yang menunjukan bahwa pendapatan maggot BSF lebih dominan oleh media kering. Dikarenakan pada media basah ada sebuah kendala dari tidak adanya pasok bahan pangan juga terjadi kesalahan pada tahap fermentasi. Sedangkan media kering menjadi dominan karena adanya pasok dan tidak melalui fermentasi
Nilai Tambah dan Keengganan Petani Melakukan Fermentasi Biji Kakao Rakyat Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Yuli Hariyati; Indah Ibanah; Rena Yunita; Desy Arindi Putri Regina; Didik Suharijadi; M. Ghufron R; Rahaditya Dimas P; Hendy Firmanto
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.8742

Abstract

Kecamatan Sempu merupakan satu-satunya kecamatan Penghasil Kakao terbesar di Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Desa Jambewangi. Hal ini dikarenakan Desa Jambewangi mempunyai produksi biji kakao cukup tinggi, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan 60 sampel petani sebagai responden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pada tahap pengolahan biji kakao rakyat jambewangi dan untuk mengetahui alasan petani tidak melakukan fermentasi biji kakao. Nilai tambah pada semua tahap pengolahan bernilai positif. Nilai tambah penjualan dari buah kakao gelondong menjadi biji basah sebesar Rp 1000/kg biji basah. Nilai Tambah biji basah menjadi biji kering non fermentasi sebesar Rp 3.000/kg biji kering non fermentasi. Nilai tambah biji basah menjadi biji kering fermentasi sebesar Rp 5.000/kg biji kering fermentasi. Nilai Tambah pengolahanbiji kering fermentasi menjadi bubuk coklat murni sebesar Rp. 7.331,97/kg biji kakao kering fermentasi. Petani kakao di Desa Jambewangi sebagian besar tidak melakukan fermentasi dan belum pernah terlibat dalam pelatihan fermentasi. Petani kakao desa Jambewangi seringkali melakukan penjemuran yang kurang benar, namun begitu umumnya petani mengethui kualitas biji kakao yang baik. Petani menjual biji kakao hanya kepada satu pedagang pengumpul, dan selanjutnya pedagang pengumpul menjual kepada pedagang besar luar kota atau mengolah menjadi biji fermentasi dan selanjutnya dijual ke pengolah cokelat.
Pemasaran Karet Alam di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Mustofa Mustofa; Suprehatin Suprehatin
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.14575

Abstract

Sebagai sentra produksi utama karet di Kabupaten Cilacap, produksi karet di Kecamatan Cipari mengalami tren peningkatan sejak tahun 2017 sampai 2019. Meskipun demikian, petani karet di Kecamatan Cipari masih menghadapi permasalahan pemasaran seperti rendahnya harga jual karet, disparitas harga, dan ketidakterbukaan informasi pasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran serta menganalisis efisiensi pemasaran karet di Kecamatan Cipari. Penelitian ini menggunakan data primer dari 34 petani karet dan 10 lembaga pemasaran lainnya seperti pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pengolah karet yang masing-masing ditentukan menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga saluran pemasaran karet di Kecamatan Cipari. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani hanya penyimpanan dan penjualan sedangkan pedagang dan pengolah melakukan fungsi pembelian dan penjualan, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan, sortasi, pembiayaan, dan penanggungan risiko. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa saluran pemasaran dari petani-pedagang besar-pengolah karet relatif lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran lainnya dengan nilai marjin pemasaran Rp 3.981,00 dan farmer’s share sebesar 71,11 persen serta nilai rasio keuntungan terhadap biaya 2,69.
Analisis Perkembangan Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik (Studi Kasus di P4S Hikmah Farm, Kec. Pare, Kab. Kediri) Vifi Nurul Choirina; Heru Setiyadi; Navita Maharani; Rizki Cahyo Utomo
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9163

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan di Indonesia. Baik dikembangkan secara konvensional maupun modern. Sayuran Indonesia sudah merambah keberbagai segmen pasar. Sayuran sangat banyak ditemui diberbagai segmen pasar baik tradisional maupun modern. Seiring dengan itu, berkembanglah usaha sayuran berpola agribisnis dengan teknologi canggih seperti budidaya hidroponik. P4S Hikmah Farm merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan yang awalnya terdiri dari kelompok pengajian pada tahun 2017 kemudian berkembang menjadi P4S pada tahun 2019 dilegalkan dengan nama P4S Hikmah Farm (kelas madya) di bawah Puslatan Kementrian Pertanian Tahun 2021 P4S Hikmah Farm sudah berbadan hukum. Pengusaha sayur hidroponik di Kabupaten Kediri kurang lebih berjumlah 15 dengan produk unggulan masing-masing. Hal ini secara tidak langsung menjadi pesaing untuk P4S Hikmah Farm. Meskipun demikian, P4S Hikmah Farm masih belum bisa memenuhi permintaan pasar akan sayuran karena keterbatasan produksi. Penelitian Pengembangan Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik, di P4S Hikmah Farm penting dilakukan untuk menganalisis strategi yang bias digunakan dengan menggunakan analisis SWOT, yaitu dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal dengan menggunakan suatu tabel IFAS dan EFAS. Setelah itu dilakukan penyusunan matrik QSPM (Quantitativ Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menumjukkan bahwa pengembangan budidaya sayuran hidroponik di P4S Hikmah Farm berada pada kuadran I, yaitu dengan strategi yang agresif. Strategi yang dapat digunakan meliputi memaksimalkan penggunaan IoT dan greenhouse yang luas; meningkatkan produktivitas; memanfaatkan pengalaman untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bersertifikat; serta meningkatkan volume panen dan pengelolaan pasca panen.
Strategi Pengembangan Media Penyuluhan Pertanian Berbasis Hybrid Pada Era Pandemi Covid 19 Di Kota Tarakan Nia Kurniasih Suryana; Hendris Hendris; Sirdawati Sirdawati
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9372

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan penyuluhan sebagian besar metode pendampingan telah berubah dari menggunakan komunikasi antar pribadi (tatap muka) menjadi melalui media. Dengan jangkauan beberapa provider  telekomunikasi yang baik, serta masyarakatnya yang hampir semua memiliki gadget sangat memungkinkan dikembangkan media penyuluhan berbasis hybrid. Tujuan penelitian ini menganalisis media penyuluhan berbasis hybrid yang meliputi jenis media yang digunakan, sasaran media, penguasaan media, tujuan perubahan perilaku, dukungan jaringan dan merumuskan strategi pengembangan media penyuluhan pertanian berbasis hybrid.Analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan jenis media yang digunakan dominan audio (52%), sasaran media lebih banyak  individu (92%), penguasaan media kurang menguasai (52%) , perubahan perilaku lebih pada peningkatan pengetahuan (88%) dan dukungan jaringan signal kuat (92%). Strategi pengembangan media penyuluhan berbasis hybrid pada masa pandemic COVID 19 berada pada strategi I (Agresif strategy) yaitu menyiapkan SDM, petani dalam aplikasi IT, menyiapkan materi penyuluhan sesuai kebutuhan dan masalah petani serta mensosialisasikan media penyuluhan berbasis hybrid kepada petani. 
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kesejahteraan Petani (Studi Kasus di GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Agro Mandiri Desa Selur Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo) Arum, Prettyziana Sekar; Ibrahim, Jabal Tarik; Bakhtiar, Ary
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.21123

Abstract

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam pendapatan negara. Pertanian harus mendapatkan perhatian khusus dalam hal pengembangannya agar produktivitas terus meningkat dan berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Kelompok tani berperan untuk mengembangkan potensi dan wawasan petani terkait pertanian, serta mampu mendorong produktivitas petani yang berdaya saing. Interaksi petani terbangun dengan adanya modal sosial pada petani. Hal ini menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran yang penting dalam pengimplementasian kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel modal sosial yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan anggota Gapoktan Agro Mandiri. Penelitian dilaksanakan di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan alat analisis SmartPLS. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin maka diperoleh 84 responden. Hasil penelitian ini modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani sebesar 72,4%. Pernyataan tersebut bermakna bahwa modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, jaringan dan norma sosial berkontribusi positif terhadap kesejahteraan anggota Gapoktan Agro Mandiri. Kepercayaan menjadi variabel paling berkontribusi pada kesejahteraan petani dibandingkan dengan variabel lainnya dilihat dari nilai (loading faktor) sebesar 0.470 atau 47%.
Analisis Kepuasan Konsumen menggunakan Metode IPA (Importance Performance Analysis) pada Industri Sirop Kalamansi “Segar Asri” Kota Bengkulu Gusriani, Ika; Koto, Hidayat; Uker, Damres; inaga, Rahel Salandofa S
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.17698

Abstract

Jeruk Kalamansi merupakan tanaman khas provinsi Bengkulu. Jeruk Kalamansi umumnya dimanfaatkan menjadi sirop Kalamansi, dimana pengolahan ini melibatkan sejumlah industri sirop diantaranya “Segar Asri”. Tantangan industri sirop Kalamansi yakni memastikan produk memiliki kualitas dan disukai oleh konsumen. Solusi untuk mengetahui kepuasan konsumen pada produk yang ditawarkan yakni melalui sejumlah survei kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data diuji melalui uji realiabilitas dan validitas untuk menentukan atribut yang valid serta reliabel kemudian dianalisis menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis). Analisis kepuasan menggunakan metode CSI (Customer Satisfaction Index). Berdasarkan penelitian, analisis kesesuaian antara kinerja dan kepentingan menunjukkan bahwa atribut merek produk menjadi pertimbangan utama dalam pembelian sirop kalamansi “Segar Asri”. Indeks kepuasan konsumen diperoleh atribut produk sirop kalamansi “Segar Asri” termasuk ke dalam kriteria sangat puas, serta berdasarkan diagram IPA perbaikan atribut sirop kalamansi “Segar Asri” yaitu kesesuaian rasa, promosi, aroma, variasi bentuk, ukuran kemasan, dan ketahanan kemasan botol.
Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Starbucks Coffee Khristianto, Wheny; Yanti, Hari; Wahyudi, Edy
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.19616

Abstract

Perkembangan dunia bisnis di bidang kopi sangat pesat sehingga mengharuskan perusahaan untuk memahami perilaku konsumen agar dapat bersaing dengan perusahaan lain dan mampu menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi konsumen, persepsi konsumen dan gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian. Data dikumpulkan dari 150 konsumen yang berdomisili di Kecamatan Sumbersari, Kaliwates dan Patrang, Kabupaten Jember dan pernah melakukan pembelian di Starbucks Coffee di wilayah Indonesia. Analisis data menggunakan Partial Least Squares SEM (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian, persepsi konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan gaya hidup konsumen juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian, serta motivasi konsumen, persepsi konsumen, dan gaya hidup konsumen secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Tata Kelola Rantai Nilai Kopi Robusta di Sumatera Selatan Suryana, Anggita Tresliyana; Harianto, Harianto; Syaukat, Yusman; Harmini, Harmini
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.17695

Abstract

Struktur tata kelola yang baik berperan penting dalam meningkatkan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat desa termasuk produsen kopi, serta menguatkan rantai nilai kopi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap struktur tata kelola rantai nilai kopi robusta. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Pagar Alam, Sumatera Selatan pada tahun 2022 dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari 98 aktor yang terlibat dalam rantai nilai kopi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Gereffi. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktor rantai nilai kopi robusta terdiri dari petani, pedagang pengumpul, koperasi, industri kecil menengah, dan konsumen akhir. Kopi bubuk yang diproduksi industri kopi Pagar Alam berasal dari biji kopi petik merah. Tata kelola rantai nilai kopi robusta di Pagar Alam diklasifikasikan sebagai tipe modular yang ditandai dengan tingkat kompleksitas informasi transaksi yang tinggi, kemampuan aktor rantai yang tinggi dalam kodifikasi informasi, dan kemampuan yang tinggi dalam menyediakan bahan baku. Untuk membangun tata kelola rantai nilai kopi robusta yang lebih baik, diperlukan kerjasama dan kemitraan antara petani produsen hingga industri pengolahan dalam rangka memperkuat koordinasi antara aktor rantai nilai. Kemudian pemerintah lokal perlu meningkatkan perannya sebagai fasilitator untuk peningkatan mutu kopi. Dengan tata kelola yang lebih efisien diharapkan akan mengembangkan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi seluruh aktor rantai nilai kopi robusta.
Marketing And Business Of "Plastic Flowers" In Kurulu District, Jayawijaya Regency Tulak, Alber; Mahanani, Anti Uni; Suryani, S. A.
AGRIBEST Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i2.20970

Abstract

Jayawijaya Regency is one of the regencies in the province of Papua which has the potential to develop ornamental plants, one of which is "Plastic Flowers". Many local and foreign tourists buy this flower as a souvenir. The aims of this study are: 1) To obtain information and the potential for the development of the "Plastic Flower" agribusiness in Jayawijaya Regency; 2) To find out the income of the "Plastic Flower" farming business in Jayawijaya Regency. The research was conducted in Kurulu District. The time of the research is from June to August 2022. The determination of the research location is purposive. The data collected in this study are in the form of Focus Group Discussion (FGD) and survey methods by conducting interviews, distributing questionnaires, and collecting secondary data (documents) from farmers, business actors, and other stakeholders at the "Bunga Plastik" agribusiness center in Kurulu District. Jayawijaya Regency. Based on the study results, it can be concluded: 1) Information and potential for developing "Plastic Flowers" during the planting season from June to August 2022 is 417 bunches. With a price of Rp. 25,000, revenue of Rp. 10,425,000 is obtained with a production cost of Rp. 3,207,600. Then an income of Rp. 7,217,400 is obtained. "Plastic Flower" has the potential to be developed; 2) R/C ratio analysis which states that the contribution of the total costs incurred to total revenue is 7,91. It means that "Plastic Flower" farming in Kurulu District, Jayawijaya Regency is profitable for farmers.