Articles
193 Documents
Kajian Hasil Pendapatan Petani Hidroponik Di Kabupaten Jember
Dimas Ganda Permana Putra;
Elida Novita;
Bambang Herry Purnomo;
Diana Nurhayati
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.4440
Pertanian perkotaan atau urban agriculture adalah aktifitas budidaya, pengolahan, pemasaran dan pendistribusian bahan pangan, produk kehutanan dan hortikultura yang terjadi di dalam dan sekitar perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan rata-rata perbulan produksi hasil pertanian perkotaan komoditas tanaman hidroponik. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2020 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survey dan wawancara berdasarkan hasil kuisioner. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel yatu dengan Accidental Sampling digunakan untuk menentukan responden petani secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan bulanan hidroponik berkisar diantara Rp.200.000,00 – Rp. 4.000.000,00. Hal ini dikarenakan rata-rata responden masih melakukan trial and error dan kurangnya bantuan dari pemerintah
Alokasi Tenaga Kerja Keluarga Usaha Ternak Sapi Bali dan Padi Sawah di Kabupaten Konawe Selatan
La Ode Arsad Sani;
Deki Zulkarnain;
La Ode Muh Munadi;
Dixy Tyas Z ulvandawa
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.5823
Penelitian bertujuan untuk menghitung alokasi waktu tenaga kerja keluarga pada usaha kombinasi ternak sapi bali dan padi sawah di Kabupaten Konawe Selatan dilaksanakan pada bulan Januari 2021 dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Konda dan Kecamatan Ranomeeto Barat yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan wilayah tersebut merupakan sentra sapi bali dan areal persawahan. Selanjutnya wilayah kecamatan dipilih 3 desa berdasarkan jumlah ternak terbanyak dan luas lahan persawahan dengan responden 10 petani-peternak dari setiap desa yang dipilih dengan kriteria yang ditetapkan, sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 60 responden. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis curahan waktu kerja peternak terhadap usaha ternak sapi bali kombinasi usahatani padi sawah diadopsi rumus 1 HOK setara 8 jam orang kerja pria dewasa (JOK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan curahan waktu kerja keluarga pada usaha ternak sapi bali sebesar 0,81 HOK (8,17%), sedangkan rataan curahan tenaga kerja keluarga pada usahatani padi sawah sebesar 9,05 HOK (91,83%).
Penerapan Modal Sosial Di Kelompok Tani Maritangngae Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat
Vini Efrianti;
Siwi Gayatri;
Agus Subhan Prasetyo
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.5568
Kelompok tani berperan penting dalam pembangunan pertanian, oleh karena itu jumlah kelompok tani yang ada sangat banyak di Indonesia, akan tetapi banyak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini salah satunya modal sosial dalam kelompo tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan modal sosial di kelompok tani Maritangngae dilihat dari bonding, bridging dan linking. Penelitian dilaksanakan di kelompok tani Maritangngae, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif. Responden dalam penelitian berjumlah 30 orang yang ditentukan menggunakan metode sensus. Pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, studi literatur dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Analisis data menggunakan analisis data interactive model Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Keabsahan data menggunakan trianggulasi yakni, trianggulasi data, sumber dan teori sebagai metode menjamin kreadibilitas data. Hasil dari Penelitian ini menjelaskan penerapan modal sosial dalam kelompok tani Maritangngae seperti bonding,bridging dan linking telah diterapkan dengan semaksimal mungkin oleh kelompok tani atau pun anggota kelompok dalam melakukan kegiatan usaha tani, hal ini dapat dilihat dari kegiatan sosial mereka dalam berusaha tani yang dilakukan secara baik dan efisien sampai saat ini.
Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas UKM Kue Kering “Loyang Ncim” di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang
Sutraning Nurahmi;
Rahayu Relawati;
Istis Baroh
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.5827
Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu bentuk usaha yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian, namun manajemennya masih konfensional. Kinerja finansial yang dilakukan belum dikaji secara komprehensif untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas usaha industri Loyang Ncim yang bergerak di bidang pengolahan makanan yaitu kue kering. Industri tersebut terletak di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara dengan pemilik usaha. Wawancara dilakukan karena industri tersebut memiliki keterbatasan pencatatan biaya dan penerimaan usaha. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber literatur. Data yang diperoleh disusun dalam cashflow dengan periode selama 18 bulan. Kriteria investasi yang digunakan yaitu NPV, Gross B/C, Net B/C, IRR, Payback Period, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 36.396.296; Net B/C 2,29; Gross B/C 1,19; IRR sebesar 7,4% per bulan. Angka-angka pada berbagai kriteria investasi tersebut menunjukkan bahwa industri Loyang Ncim layak secara finansial dan layak untuk dijalankan. Payback Period terjadi pada bulan ke 18, yang menunjukkan masih dalam umur proyek. Periode setelah Payback Period maka perusahaan tinggal memperoleh benefit proyek tanpa harus mengembalikan investasi. Komponen yang paling sensitif adalah benefit dengan angka sensitivitas sebesar 30%. Industri Loyang Ncim harus menjaga agar benefit tidak mengalami penurunan. Upaya peningkatan benefit dilakukan dengan cara promosi penjualan dan stabilitas harga jual. Jika memungkinkan ada kenaikan harga jual secara bertahap dengan tetap memperhatikan kompetisi harga.
Analisis Komoditas Buah Unggulan di Kabupaten Banyuwangi
Nani Mardiyanti;
Alamsyah Sutantio;
R. Abdoel Djamali
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.4879
Budidaya tanaman hortikultura, khususnya buah-buahan menjanjikan keuntungan yang tinggi dengan terbuka lebarnya permintaan pasar, sehingga banyak diminati petani dan pelaku agribisnis di Kabupaten Banyuwangi. Analisis komoditas buah unggulan merupakan salah satu upaya mewujudkan prioritas kebijakan di sektor pertanian di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah agar anggaran pelaksanaan urusan pertanian di Kabupaten Banyuwangi dapat berfungsi secara efisien dan efektif guna tercapainya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas buah yang memiliki keunggulan komparatif, untuk mengetahui komoditas buah dengan keunggulan kompetitif, serta untuk menentukan komoditas buah yang menjadi prioritas pengembangan di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi buah dengan keunggulan komparatif adalah Location Quotient (LQ). Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi buah dengan keunggulan kompetitif adalah Shift Share Analysis (SSA). Hasil analisis menunjukkan jeruk siam/keprok dan manggis merupakan komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dengan nilai LQ jeruk siam/keprok sebesar 3,76 dan LQ manggis sebesar 1,40. Hasil analisis SSA meunjukkan bahwa durian, jeruk besar dan manggis besar merupakan komoditas buah dengan keunggulan kompetitif dengan nilai SSA masing-masing sebesar 0,64, 0,33 dan 0,08. Dengan demikian, buah manggis merupakan komoditas buah yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif karena memiliki nilai LQ 1 dan nilai SSA 0 dan disarankan menjadi prioritas pengembangan di Kabupaten Banyuwangi.
Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Jember Melalui Peningkatan Daya Saing Jeruk Lokal
Teguh Hari Santosa;
Atok Ainur Ridho
AGRIBEST Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v5i2.5405
Jeruk lokal sebagai salah satu bahan pangan yang perlu ditingkatkan keunggulanya (daya saingnya) sebagai salah satu cara untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jember. Penelitian bertujuan untuk mengukur daya saing jeruk lokal sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan di Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember dengan mengambil sampel 40 responden secara random. Metode pengumpulan data menggunakan teknik PRA (Participatory Rural Appraisal) dan FGD (Focus Group Discussion), dan Survey. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif, yakni analisis DRCR atau analisis keunggulan komparatif dan analisis PCR atau keunggulan kompetitif serta analisis ketahanan pangan dan PCR. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya saing kompetitif dan komparatif jeruk lokal keprok Siem adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai PCR 0,4261 dan nilai DRCR 0,4397. Daya saing kompetitif dan komparatif tinggi dan ketahanan pangan masyarakat Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember pada kategori cukup mantap.
ANALISIS FINANSIAL PETERNAKAN AYAM BURAS BERDASARKAN SKALA USAHA DI KABUPATEN JEMBER
Saptya Prawitasari;
Edhi Siswanto
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1624
Penelitian ini berujuan untuk mengetahui kelayakan usaha, tingkat keuntungan usaha ternak ayam buras secara finansial ditinjau dari skala usaha. Penelitian berlokasi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan alat analisisnya yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan diberikan penjelasan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Usaha ternak ayam buras skala besar, skala menengah, dan skala kecil di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember layak untuk diusahakan ditinjau dari aspek finansial. Usaha ternak ayam buras skala besar menunjukkan nilai NPV yang positif Rp. 16.703.271; nilai Gross B/C lebih dari 1; nilai Net B/C lebih dari 1; nilai IRR lebih dari suku bungan yang berlakui dengan Payback Periode 10,3 bulan. Usaha ternak ayam buras skala menengah menunjukkan nilai NPV Positif Rp 3.019.804; Gross B/C lebih dari 1; Net B/C lebih dari 1; IRR lebih besar dari suku bunga yang berlaku dengan Payback Periode 7,7 bulan. Usaha ternak ayam buras skala kecil ditinjau dari aspek finansial layak untuk diusahakan, karena nilai NPV positif Rp 5.754.108; nilai Gross B/C lebih 1; nilai Net B/C lebih 1; nlai IRR lebih besar dari suku bunga berlaku dengan Payback Periode 9,5 bulan. (2) Ada perbedaan tingkat keuntungan dalam usaha ternak ayam buras berdasarkan skala usaha.
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Organik Di Kota Bengkulu
Ridha Rizki Novanda
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3549
Sayuran organik merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mencapai hidup yang sehat. Sehingga tingkat konsumsi sayuran organik meningkat. Peningkatan permintaan sayuran organik di Provisi Bengkulu juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan berdirinya beberapa farm yang menonjolkan sistem hidroponik untuk menghasilkan sayuran organik. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada masyarakat kota Bengkulu dengan responden sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan metode partial least square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik ialah Atribut mutu, Harapan/dukungan, Kemudahan/kesulitan. Atribut mutu berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value 0,000. Harapan/dukungan orang terdekat berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value sebesar 0,002. Dan Kemudahan/kesulitan akses berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian dengan nilai P Value sebesar 0,000.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KEUNTUNGAN USAHATANI BUAH NAGA BERDASARKAN SKALA USAHA DI KECAMATAN TEGALSARI, KABUPATEN BANYUWANGI
Nana Lutfi Sintia;
Henik Prayuginingsih;
Fefi Nurdiana Wijayanti
AGRIBEST Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v2i1.1372
Tujuan penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui produktivitas usahatani buah naga skala sempit lebih rendah dan skala luas; (2) Untuk mengetahui biaya produksi usahatani buah naga skala sempit dan skala luas; (3) Untuk mengetahui keuntungan usahatani buah naga skala sempit dan skala luas. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dan survey dengan lokasi penelitian dipilih secara purposive method, yaitu di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Disproportioned Random Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan instansi. Analisis data menggunakan uji beda Z. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa; (1) Produktivitas usahatani buah naga untuk petani skala sempit lebih rendah dibandingkan dengan skala luas. Produktivitas buah naga untuk golongan petani skala sempit sebesar 7.190 kg/ha, sedangkan untuk skala luas sebesar 8.883 kg/ha. Perbedaan ini secara statistik signifikan pada taraf uji 1%; (2) Biaya produksi usahatani buah naga untuk petani skala sempit lebih besar dibandingkan dengan skala luas. Biaya produksi untuk golongan petani skala sempit sebesar Rp. 24.982.190/ha dan skala luas sebesar Rp. 21.022.842/ha. Perbedaan ini secara signifikan pada taraf uji 5%; (3) Keuntungan usahatani buah naga untuk petani skala sempit lebih rendah dibandingkan dengan skala luas. Keuntungan usahatani buah naga golongan petani sempit sebesar Rp. 32.539.379/ha dan skala luas sebesar Rp. 50.043.825/ha. Perbedaan ini secara signifikan pada taraf uji 5%.
Analysis Of Financial Feasibility And Business Development Strategy Of Oyste Mushroom Bag Log As a Effort To Overcomefarm Labour Poverty At Jember Regency
Tidar Aden Hawa;
Qory Zuniana
AGRIBEST Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/agribest.v4i1.3065
Jember regency is faced with the problem of high poverty rate. Poor population were dominated by farm laborers. The free time they have every day is an opportunity to find additional job. Paguyuban "Agro Karunia Mulya" (AKM) located in Arjasa, Jember Regency, is a farmer group of oyster mushroom bag log. The purpose of this research is to know whether the Paguyuban AKM oyster mushroom bag log is feasible or not, and to find the right strategy for developing oyster mushroom bag log in the effort to overcome the poverty of farm workers in Jember Regency. The feasibility use NPV analysis, IRR, Net B/C, and PP. The sensitivity measured using sensitivity analysis. Development strategy use SWOT analysis. The NPV value is Rp. 426.676.573, IRR is 74%, Net B/C is 3.28. Payback Period (PP) is 2 years 4 months 8 days, it means oyster mushroom bag log at AKM community is feasible to run. The oyster mushroom bag log business is not sensitive to 20% raw material cost increase and is still feasible to proceed. The development strategy of AKM community are: improvement human resources quality with education and training of baglog cultivation, entrepreneurship management, maximize agricultural labor absorption thereby helping to over come the poverty of farm laborers. Building partnership with farm laborers who wants to cultivate oyster mushroom is also needed.