cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Pola Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Dengan Perlakuan Monosodium Glutamat Indah Tri Intan Setiyaningrom; Sri Damanti; Endang Saptiningsih
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.60-65

Abstract

Sorgum merupakan bahan pangan alternatif yang berpotensi besar dikembangkan di Indonesia. Monosodium glutamat merupakan bahan penguat rasa dengan komposisi berupa natrium dan glutamat, yang bermanfaat pada proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis efektif monosodium glutamat terhadap pola pertumbuhan tanaman sorgum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal berupa dosis MSG dengan 4 taraf perlakuan, yaitu 0 g/tanaman, 3 g/tanaman, 6 g/tanaman dan 9 g/tanaman. Perlakuan diberikan dengan cara menaburkan MSG di sekitar daerah perakaran sorgum setiap satu minggu sekali. Parameter yang diukur adalah jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman yang didata setiap minggu sekali, dari minggu kedua sampai minggu kedelapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sorgum dengan perlakuan MSG berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan mengubah pola pertumbuhan sorgum. Dosis 3 g/tanaman menunjukkan peningkatan pola pertumbuhan lebih cepat. Sorghum is an alternative crop with great potential to develop in Indonesia. Monosodium glutamate is a flavor enhancer with a composition of sodium and glutamate, which is beneficial for plant growth processes. This research aims to examine the effective dose of monosodium glutamate on the growth pattern of sorghum plants. This research used a single factor Completely Randomized Design (CRD) in the form of MSG dose with 4 treatment levels, namely 0 g/plant, 3 g/plant, 6 g/plant, and 9 g/plant. The treatment was given by sprinkling MSG around the sorghum root area once a week. The parameters measured were the number of leaves, leaf area, and plant height, which were recorded once a week, from the second week to the eighth week. The results showed that sorghum with MSG treatment affected increasing growth and changed the growth pattern of sorghum. The dose of 3 g/plant showed an increased growth pattern. 
Efek Proteksi Ekstrak Cymbopogon nardus pada Histologi Testis Mencit (Mus musculus) Setelah Induksi Timbal Asetat Lilis Maghfuroh; Putri Ayu Ika Setyowati; Rofiatun Solekha; Khoirin Nisa; Nynda Ayu Nadira Savitri
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.20-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perlindungan ekstrak serai wangi Cymbopogon nardus (C. nardus) terhadap induksi timbal asetat. Sebanyak 25 mencit jantan strain BALB/C secara acak dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol negatif hanya mendapat injeksi sub cutan Na-CMC 0,5% selama 30 hari ; kontrol positif  diinjeksi sub cutan timbal asetat sebanyak 7 mg/kg bb selama 5 hari; P1, P2, dan P3 secara berturut-turut diinjeksi sub cutan timbal asetat 7 mg/kg bb selama 5 hari kemudian dilanjutkan dengan injeksi ekstrak C. nardus sebanyak 25, 50, dan 100 mg/kg bb selama 25 hari. Pada akhir penelitian semua mencit dikorbankan dan dilakukan koleksi testis. Jaringan testis diproses menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sel spermatogonia, sel spermatosit, dan sel spermatid serta diameter tubulus seminiferus dibandingkan dengan kelompok positif. Dosis optimal yang paling mampu memperbaiki kerusakan jaringan testis yaitu 25 mg/kg bb. This study aimed to determine the protective effect of Cymbopogon nardus (C. nardus) extract against lead acetate exposure. A total of 25 male mice BALB/C were randomly divided into five groups. The negative control group only received 0.5% Na-CMC subcutaneously for 30 days; positive control was given 7 mg/kg bw of lead acetate subcutaneously for 5 days; P1, P2, and P3 were sequentially injected with 7 mg/kg bw subcutaneously for 5 days followed by injection of 25, 50, and 100 mg/kg bw of C. nardus extract for 25 days. At the end of the study all mice were sacrificed and testes were collected. Testicular tissue using Hematoxylin-Eosin staining. The results showed that there was an increase in spermatogonia cells, spermatocytes, and spermatid cells as well as the diameter of the seminiferous tubules compared to the positive group. The optimal dose most capable of repairing testicular tissue damage was 25 mg/kg bw.  
Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata) Setelah Perlakuan Naungan Munifatul Izzati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.66-72

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan salah satu sumber pangan yang kaya nilai nutrisi.  Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia memerlukan suplai tanaman pangan yang mencukupi. Beberapa spesies kacang kacangan dapat ditingkatkan petumbuhan dan produksinya dengan perlakuan intensitas cahaya. Penurunan intensitas cahaya hingga ke level tertentu dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh naungan terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian dilakkukan di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Kacang hijau ditanam dalam pot berdiameter 30 cm, dan tinggi 40 cm. kelompok perlakuan adalah tanaman kacang hijau yang diberi naungan  paranet dgn intensitas cahaya 45%, sedangkan kelompok kontrol adalah tanaman kacang hijau tanpa naungan, dengan intensitas cahaya 100%. Penelitian dirancang menggunakan RAL. Data yang diperloleh diolah dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian naungan 45% menghasilkan petumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau yang lebih rendah Mung bean (Vigna radiata) is one source of food that is rich in nutritional value. High population growth in Indonesia requires an adequate supply of food crops. Several species of legumes can be increased in growth and production by light intensity treatment. A decrease in light intensity to a certain level can affect plant growth. This study aims to analyze the effect of shade on the growth of green bean plants. The research was carried out in the Biology Laboratory of Plant Structure and Function. Green beans are planted in pots with a diameter of 30 cm, and a height of 40 cm. the treatment group was mung bean plants that were shaded with paranet with a light intensity of 45%, while the control group was a mung bean plant without shade, with a light intensity of 100%. The study was designed using RAL. The data obtained were processed by T test. The results showed that the provision of 45% shade resulted in lower growth and production of mung bean plants
Penyimpanan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Pelapisan Nanokitosan pada Suhu Rendah Noor Laila Safitri; Della Widya Puspita; Junita Junita; Lily Nur Inda Sary; Retno Robiatul Al Adawiyah; Erma Prihastanti; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.27-34

Abstract

Kerusakan cabai rawit (Capsicum frutescens L.) pascapanen dapat menurunkan kualitas sehingga dapat mempersingkat masa simpan cabai rawit. Cara untuk mempertahankan kualitas cabai rawit dapat menggunakan nanokitosan. Nanokitosan memiliki kemampuan membentuk lapisan tipis di permukaan produk segar dan antimikroba. Salah satu pembuatan nanokitosan adalah menggabungkan kitosan dan STPP dengan perbandingan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nanokitosan terhadap kadar air dan tekstur cabai rawit dan rasio kitosan dan STPP optimum dalam mempertahankan kualitas cabai rawit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (perlakuan nanokitosan 0,2% rasio 1:3) dan P2 (perlakuan nanokitosan 0,2% rasio 1:5). Cabai rawit digunakan yang dipanen usia 90 hari setelah tanam, memiliki warna warna oranye kemerahan dengan panjang kurang lebih 6 cm, lebar 0,90 cm dan bebas dari penyakit. Penelitian ini dilakukan selama 16 hari pada suhu 10oC dengan variabel penelitian kualitas cabai rawit kadar air, tekstur, dan letak kerusakan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanokitosan dapat mempertahankan kualitas cabai rawit yaitu kadar air, tekstur, dan dapa mengurangi kerusakan. Rasio kitosan dan STPP optimum untuk mempertahankan kualitas cabai rawit setelah panen adalah nanokitosan 0,2% (rasio kitosan:STPP 1:5). Damage of postharvest chili pepper (Capsicum frutescens L.) can reduce the quality and it can shorten the shelf life of chili pepper. To maintain the quality of chili pepper can by using nanochitosan. Nanochitosan has the ability to form a thin layer on the surface of fresh produce and is antimicrobial. One of the manufactures of nanochitosan is to combine chitosan and STPP with a certain ratio. The purpose of this study was to determine the effect of nanochitosan on the moisture content and texture of chili pepper and the optimum ratio of chitosan and STPP in maintaining the quality of chili pepper. This study used a completely randomized design (CRD) method with three treatments, P0 (control), P1 (0.2% nanochitosan treatment ratio 1:3), and P2 (0.2% nanochitosan treatment ratio 1:5). Chili pepper is harvested 90 days after planting, has a reddish-orange color with a length of approximately 6 cm, a width of 0.90 cm, and is free from disease. This research was conducted for 16 days at a temperature of 10oC, with research variables of chili pepper quality, moisture content, texture, and location of the damage. Data were analyzed using the ANOVA test and continued with the DMRT test. The results showed that nanochitosan was able to maintain the quality of chili pepper, namely water content, texture, and can reduce damage. The optimum ratio of chitosan and STPP to preserve the quality of chili pepper after harvest is 0.2% nanochitosan (ratio of chitosan: STPP 1:5). 
Pertumbuhan dan Kandungan Antosianin Tanaman Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss) Setelah Perlakuan Limbah Teh Pada Lama Pengomposan Yang Berbeda Dian Rosiana Fatikasari; Endah Dwi Hastuti; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.35-41

Abstract

Pertumbuhan dan kandungan antosianin bayam merah sangat dipengaruhi oleh faktor pemupukan. Limbah teh merupakan pupuk organik yang memiliki unsur hara seperti nitrogen dan fosfor dimana penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan antosianin bayam merah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah teh pada lama pengomposan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin bayam merah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah lama pengomposan 0, 1 dan 2 minggu. Perlakuan diaplikasikan dengan cara memberikan pupuk kompos limbah teh, tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 pada tanaman bayam merah yang seragam. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat kering tajuk, rasio tajuk akar dan nilai antosianin. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan lama pengomposan berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar, nilai antosianin dan ratio tajuk akar. Perlakuan limbah teh lama pengomposan satu minggu memberikan rerata tertinggi terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman bayam merah. Growth of red amaranth and anthosyanin influenced by the fertilizer. Tea waste contain of nutrients such as nitrogen and phospor that important for red amaranth. The composting will effect for the fertilizer contain. Anthocyanin is a red- purple pigment. The aim of this experiment was to know the effects of tea waste in different composting time on red amaranth’s growth and anthocyanin. The design that used is Complate Random Design with 3 treatment and 5 replicates. The treatment of compost time were: 0 week, a week and 2 week. The parameters observed were plant height, leaf number, wet weight and dry weight of plant, root length, wet weight and dry weight of root, crown root ratio and anthocyanin. The result of data analysis using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test. The result showed that the difference of compost duration affected and improved the growth of plant height, leaf number, wet weight and dry weight of plant, root length, wet and dry weight of root, anthocyanin, crown root ratio. The treatment of tea waste by a week compost duration create the highest average for growth and anthocyanin of red amaranth.
Pertumbuhan Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Pada Berbagai Padat Tebar Dan Dengan Penambahan Aerator Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.2.2022.135-143

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh aerasi dan kepadatan tempat hidup sebagai sumber stres terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial  dengan dua perlakuan, terdiri atas perlakuan dilengkapi dengan satu aerator dan perlakuan dolengkapi dengan dua aerator serta tiga tingkatan padat tebar 4,6,8 ekor ikan. Ikan nila merah dengan berat 4±0,5 g dipelihara dalam kontainer boks kapasitas 15 liter dengan volume air 8 liter. Ikan dipelihara selama 30 hari.  Variabel yang diamati adalah bobot ikan, Panjang dan tinggi ikan, serta bobot karkas dan kandungan protein daging ikan. Faktor lingkungan yang diamati meliputi Oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kandungan ammonia, nitrit dan nitrat. Analisis data dikerjakan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dua arah. Analisis data dikerjakan dengan program SPSS versi 23. Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji dengan uji Beda NyataTerkecil (BNT). Beda nyata dievaluasi pada taraf P < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan padat tebar sampai dengan dua kali lipat kapasitas normal dengan menggunakan satu aerator sebagai sumber oksigen terlarut menghambat pertumbuhan dan menurunkan bobot karkas dan kandungan protein daging ikan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa padat tebar ikan masih bisa ditingkatkan sampai dengan dua kali lipat kapasitas normal dengan penambahan aerator sebagai peningkatan oksigen terlarut.This study was designed to examine the effect of aeration and density of living space as a source of stress on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). The research design used in this study was a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two treatments, consisting of treatment equipped with one aerator and treatment equipped with two aerator and three levels of stocking density of 4,6,8 fish. Red tilapia weighing 4±0.5 g was reared in a box container with a capacity of 15 liters with a volume of 8 liters of water. Fish were kept for 30 days. The variables observed were length and height of the fish,carcass weight and protein content of fish meat. Environmental factors observed included dissolved oxygen (DO), pH, temperature, ammonia, nitrite and nitrate content. Data analysis was carried out using two way analysis of variance (ANOVA). Data analysis was carried out using the SPSS version 23 program. Significant differences between treatments were tested using Least Significant Difference test (LSD). Significant differences were evaluated at the level of P < 0.05. The results showed an increase in stocking density up to twice the normal capacity by using an aerator as a source of dissolved oxygen inhibiting growth and reducing carcass weight and protein content of fish meat. In this study it can be concluded that the stocking density of fish can still be increased up to twice the normal capacity with the addition of an aerator as an increase in dissolved oxygen.
Kajian Anatomi-Histokimia Tangkai Daun dan Karakteristik Epidermis Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walpp. – Myrtaceae) Nery Sofiyanti; Dyah Iriani; Asri Ria Lestari
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.2.2022.83-90

Abstract

Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan salah satu tanaman  yang termasuk dalam famili Myrtaceae. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian  anatomi-histokimia petiole dan karakteristik epidermis daun pucuk merah. Sampel yang diambil adalah daun pucuk merah yang sudah dewasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juni 2022. Pembuatan preparat anatomi dilakukan dengan metode parafin, sedangkan uji histokimia dilakukan pada senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, dan lipid dengan metode kualitatif. Pengamatan karakteristik epidermis dilakukan dengan metode paradermal. Hasil pengamatan anatomi penampang melintang petiole pucuk merah menunjukan bentuk  agak oval, membulat pada bagian dorsal dan bersayap pada bagian ventral. Kutikula terdapat di sebelah luar epidermis. Korteks terdiri dari lapisan hipodermis dan parenkim. Hipodermis tersusun dari 4 – 5 lapisan  sel-sel kolenkim memanjang, dan terdapat rongga sekresi berisi minyak. Parenkim tersusun dari 17 – 19 sel sel poligonal.  Berkas pembuluh berada di tengah dengan tipe bikolateral. Hasil uji histokimia petiole  menunjukkan hasil positif flavonoid, alkaloid, tanin, dan lipid. Stomata pucuk merah termasuk hipostomatik dengan tipe parasitik. Sel-sel epidermis poligonal dengan dinding sel bergelombang (undulate). Hasil kajian ini memberikan informasi tambahan mengenai anatomi, histokimia dari petiolus pucuk merah serta memberikan informasi karakteristik epidermis dan stomata tanaman ini. The red tip plant (Syzygium myrtifolium Walp.) belongs to Myrtaceae family. The aim of this study was to investigate the anatomical-histochemical of ptiole as well as epidermal chrakteristic of red tip plant. Leaf samples were collected sixth node from the top. This study had been conducted from April to June 2022. The anatomical preparation used paraffine method. Histochemistry test was carried out for alkaloid, tannin, flavonoid and lipid using qualitative method. Epidermal charateristic was observed using paradermal method. The anatomical result shows that the cross section of petiole of red tip plant is slightly ovale-shaped, with rounded part at dorsal side dan winged-part at ventral side. The outermost part is cuticle layer. Cortex is consisted of hipoderm and parenchyma layers. Hipoderm is arranged by 4 to 5 layers of elongated cholencym cells, with secretion structure or oil gland. Parenchym is consisted of 17 – 19 layers of polygonal cells. Vascular bundle is located in the center, with bicholateral type. The histochemistry test indicated positive content of flavonoid, alkaloid, tannin and lipid. The stomata of red tip plant is hypostomatic with paracytic type. The epiderm cells are polygonal with undulate cell walls.The result of this study provide the additional information of anatomy, histochemistry of petiole of red tip land, and also provide the information of epidermal characteristic of this plant.
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus musculus L.) Hiperglikemia Antika Febiola Utami; Sutyarso Sutyarso; Sri Wahyuningsih; Nuning Nurcahyani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.2.2022.91-100

Abstract

Hiperglikemia terjadi ketika keadaan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dilaporkan mengandung senyawa yang berperan sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini dilakukan karena dari beberapa khasus di Indonesia, penderita hiperglikemia cukup tinggi maka penelitian ini perlu dilakukan untuk memberikan informasi mengenai efektivias dari suatu tanaman herbal dalam menangai hiperglikemia.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak etanol daun pepaya dan daun kemangi dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit hiperglikemia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit dibagi dalam 5 kelompok perlakuan dan 5 kali ulangan. Kelompok perlakuan diantaranya, K(N) (tanpa perlakuan), K(-) (diinduksi aloksan ), K(+) (diinduksi aloksan dan diberi perlakuan dengan glibenklamid), P1 perlakuan 1 (diinduksi aloksan dan diberi perlakuan dengan ekstrak etanol daun pepaya), P2 perlakuan 2 (diinduksi aloksan dan diberi perlakuan dengan ekstrak etanol daun kemangi). Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu berat badan dan kadar glukosa darah mencit. Data yang diperoleh dianalisis dengan one way ANOVA dan uji lanjut LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan uji mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit dengan persentase penurunan lebih efektif pada P2 sebesar 60,15% sedangkan P1 sebesar 53,32% . Hyperglycemia occurs when blood glucose levels exceed normal limits. Papaya (Carica papaya L.) and basil (Ocimum x africanum Lour.) leaves are reported to contain compounds that act as antihyperglycemic agents. This study was conducted because in some cases in Indonesia, people with hyperglycemia are quite high, so this study needs to be carried out to provide information about the effectiveness of an herbal plant in dealing with hyperglycemia. hyperglycemic mice blood. This study used a completely randomized design (CRD) with 25 mice divided into 5 treatment groups and 5 replications. The treatment groups included, K(N) (without treatment), K(-) (alloxan induced), K(+) (alloxan induced and treated with glibenclamide), P1 treatment 1 (alloxan induced and treated with ethanol extract of papaya leaves ), P2 treatment 2 (alloxan induced and treated with ethanol extract of basil leaves). The parameters measured in this study were body weight and blood glucose levels of mice. The data obtained were analyzed by one way ANOVA and LSD further test at the 5% level. The results showed that the administration of the test material was able to reduce blood glucose levels in mice with a more effective percentage reduction in P2 of 60.15% while P1 of 53.32%. 
Respon Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) yang diberi Perlakuan Jenis Pupuk Organik dan Anorganik pada Media Pasir Pantai Aliza Shamita; Yulita Nurchayati; Nintya Setiari
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.2.2022.101-109

Abstract

Lahan pasir pantai kurang dimanfaatkan sebagai lahan petanian karena miskin hara dan tidak dapat mengikat air. Lahan pasir pantai dapat dioptimalkan dengan penggunaan pupuk organik dan anorganik. Penelitian ini mengkaji penggunaan pupuk organik berbahan dasar Azolla maupun kotoran sapi dibandingkan dengan pupuk anorganik NPK pada media pasir pantai terhadap pertumbuhan tanaman tomat varietas Servo. Bibit tomat umur 4 minggu dipindahkan ke dalam polybag yang berisi pasir pantai dengan perlakuan jenis pupuk. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu 3 jenis pupuk dengan perbandingan pasir:pupuk yaitu 2:1, berupa pupuk organik Azolla, pupuk organik kotoran sapi dan pupuk anorganik NPK (20% Nitrogen, 10% Fosfor, 10% Kalium) masing-masing sebanyak 5 ulangan. Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar, bobot kering, diameter batang dan jumlah daun. Data hasil penelitian diuji statistik dengan Analysist of Varian (ANOVA), kemudian dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk mempengaruhi pertumbuhan. Pupuk organik Azolla dan pupuk anorganik NPK meningkatkan diameter dan jumlah daun tanaman tomat, sedangkan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi meningkatkan panjang akar. Kesimpulan penelitian ini, pemberian pupuk organik Azolla dan pupuk anorganik NPK memberikan pengaruh lebih banyak terhadap  pertumbuhan pada media pasir pantai. Beach sandland underutilized as agricultural because it is poor in nutrients and cannot bind water. Sandland can be optimized with the use of organic and inorganic fertilizers. This study examined the use of organic fertilizers based on Azolla and cow dung compared to NPK inorganic fertilizers in beach sand media to the growth of servo variety tomato plants. Tomato seedlings aged 4 weeks are transferred into polybags containing beach sand with fertilizer type treatment. The research design uses a complete random design (RAL) single factor, namely 3 types of fertilizers with sand comparison: fertilizers that are 2: 1, in the form of Azolla organic fertilizers, cow dung organic fertilizers and NPK inorganic fertilizers (20% Nitrogen, 10% Phosphorus, 10% Potassium) each as much as 5 repetitions. Research parameters include plant height, root length, fresh weight, dry weight, stem diameter and number of leaves. The data was tested statistically with the Analysist of Varian (ANOVA), followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95%. The results showed that the treatment of this type of fertilizer affects growth. Azolla organic fertilizer and NPK inorganic fertilizer increase the diameter and number of leaves of tomato plants, while organic fertilizers based on cow dung increase the length of roots. Conclusion of this study, the provision of Azolla organic fertilizer and NPK inorganic fertilizers exerts more influence on growth in beach sand media.
Indeks Hepatosomatic Rattus norvegicus Hiperlipidemia Setelah Paparan Ekstrak Etanol Daun Azadirachta Indica Sri Isdadiyanto; Anggih Retno Pratiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.2.2022.110-119

Abstract

Pakan tinggi lemak terutama kolesterol dapat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia, hal ini merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit perlemakan hepar non alkoholik. Azadirachta indica A. Juss (Mimba) merupakan tanaman herbal yang mengandung antioksidan, antihiperlipidemia, dan memiliki aktivitas hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap hepatosomatic index (HSI) tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi diet tinggi lemak. Dua puluh empat ekor tikus putih dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu, P0 = kontrol normal, P1= kontrol negatif (diet tinggi lemak), P2 (diet tinggi lemak+simvastatin), P3 (diet tinggi lemak + dosis 75mg/ 200gBB), P4 (diet tinggi lemak+dosis 100mg/ 200gBB) dan P5 (diet tinggi lemak+ 125mg/ 200gBB). Penentuan HSI diperoleh dari bobot hepar dan bobot badan. Preparat dibuat  dengan metode paraffin dan pewarnaan HE. Data berat badan, berat hepar  dan hepatosomatic index yang homogen dan berdistribusi normal dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5% menggunakan software SPSS 16.0. Hasil analisis hepatosomatic index pada kelompok perlakuan menunjukkan tidak berbeda nyata (p>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba tergolong aman untuk digunakan sebagai obat herbal. Diets high in fat, especially cholesterol, can cause hyperlipidemia, this is one of the triggering factors for non-alcoholic fatty liver disease. Azadirachta indica A. Juss (Neem) is an herbal plant that contains antioxidants, antihyperlipidemia, and has hepatoprotective activity. This study aims to determine the effect of exposure to ethanolic extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) on the hepatosomatic index (HSI) of white rats (Rattus norvegicus L.) fed a high-fat diet. Twenty-four white rats were divided into 6 treatment groups, namely, P0 = normal control, P1 = negative control (high fat diet), P2 (high fat diet + simvastatin), P3 (high fat diet + 75mg/200gBW dose), P4 (high-fat diet + dose of 100mg/200gBW) and P5 (high-fat diet+125mg/200gBW). Determination of HSI was obtained from liver weight and body weight. Data on body weight, liver weight and hepatosomatic index which were homogeneous and normally distributed were statistically analyzed using ANOVA followed by Duncan's test with a significance level of 5% using SPSS 16.0 software. The results of the analysis of the hepatosomatic index in the treatment group showed no significant difference (p>0.05). So it can be concluded that the administration of neem leaf ethanol extract is safe for use as herbal medicine.