cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR Aidah Fitriani; Eva Yustilawati; Eka Hadrayani; Nurul Fadhilah Gani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2659

Abstract

ABSTRAK Virus Covid-19 menyebar dengan sangat cepat pada hampir seluruh negara di dunia termasuk negara Indonesia. Hampir Sebagian seluruh provinsi di Indonesia sudah mengalami dampak akibat virus COVID-19. Jumlah penduduk terkonfirmasi sampai periode bulan Juli 2020 virus ini mencapai 100.303 Jiwa dengan kematian 4.838 dan membaik 58.173. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Kuisioner disusun berdasarkan acuan rekomendasi perilaku pencegahan penularan dari organisasi Kesehatan dunia World Health Organization. Partisipan dalam penelitian ini diambil melalui Cluster Sampling dari mahasiswa kesehatan dan non Kesehatan yang menempuh Pendidikan akademik. Kuisioner dikonversi ke dalam bentuk Google Form dan disebarkan melalui grup media sosial. Kuisoner diisi oleh 348 mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Didapatkan hasil mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 yang baik. Hal ini terlihat dari kecenderungan jawaban dari mahasiswa dominan mengarah pada perilaku yang positif dalam pencegahan penularan covid-19.Kata Kunci: Covid-19, Mahasiswa, Pengetahuan, Perilaku
STUDI LITERATUR HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN KONTROL RUTIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Hj. Ningsih Jaya; Junaidi Junaidi; Maryati Tombokan; Nur Rahmiyani; Ambo Dalle
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2844

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi diatas 90-120 mg/dl. Diabetes melitus menjadi penyakit masyarakat umum, yang menjadi beban kesehatan masyarakat yang bisa menyebabkan kematian. Di kota Makassar penderita diabetes melitus mencapai 1,25 juta jiwa. Kepatuhan kontrol rutin adalah aspek dalam penatalaksanaan Diabetes Melitus. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan kontrol rutin adalah dengan adanya dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus Metode : Studiliterature riini menggunakan laporan penelitian   dari   dua  database  jurnal,  yaitu  ,  Science  direct  dan  Google  scholar, pencarian artikel menggunakan keyword dan Boolean operator ( AND OR NOT or AND NOT) . Hasil dan Analisis : Peneliti menemukan sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Studi yang disertakan dengan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin diabetes melitus (n=10). kesimpulan : Penderita diabetes melitus yang teratur dalam melakukan kontrol gula darah disebabkan karena adanya dukungan keluarga. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketidak teraturan kontrol gula darah selain dukungan keluarga diantaranya adalah usia, status sosial ekonomi, jenis kelamin dan pendidikan.
HUBUNGAN 4 PILAR MANAJEMEN DM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR erlina yapintowe kongkoli; heriansyah heriansyah; Alfi Syahar Yakub; Sudirman Sudirman
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2601

Abstract

Diabetes Mellitus is a syndrome indicated by the blood glucose raising above the normal level. In order to keep the blood glucose at the safe level, four pillars of DM management are worth implementing. Those pillars include knowledge, dietary habit, physical exercise, and medication adherence to oral hypoglycemic drugs consumption.This study aimed to find out the relation between four pillars of DM management and blood glucose level of type 2 DM patients. This study used quantitative analytics approach with cross-sectional design. This study was held from May to June 2019 at Kassi-Kassi Health Center, Makassar. The population of this study was all 70 type 2 DM patients being under treatment in the health center. Of this population, 35 samples were selected using purposive sampling technique.The analysis found that variables that relate closely to blood glucose level are knowledge (p=0.045), dietary habit (p=0.018), physical exercise (p=0.01), and medication adherence to drugs consumption (p=0.00). In conclusion, knowledge, dietary habit, physical exercise, and medication adherence to drugs consumption relate to glucose blood level.
INTERVENSI PAKET MODUL DAN AUDIOVISUAL PADA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN HARD SKILL MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEPERERAWATAN MATERNITAS Meinarisa Meinarisa; Muthia Mutmainnah; sri mulyani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2701

Abstract

COVID-19 has changed the order of education in Indonesia. There is a big change in learning from formal education in the classroom to learning from home, with an online system. The online education system is certainly not easy. In addition to the personal discipline to study independently, there are facilities and resources that must be provided. Laboratory activities that hone students' abilities in developing skills for patients were forced to turn into audiovisual learning. In maternity nursing learning there are practices carried out in laboratories that develop students' hard skills and knowledge The design of this research is pre eksperiment, with pretest and posttest without control group. The implementation of the audiovisual learning and module intervention was given in 4 sessions consisting of pregnancy, childbirth, newborns and the postpartum period. The questionnaire used in this study was a knowledge questionnaire and hard skill assessment on students using zoom. Number of respondents are 63 respondents. The results of the study show that there is an effect of audiovisual learning on students’ knowledge p=0,001   and soft skill p=0,001. This study shows an increase in the score of 80% of the number of respondents. This research recommends giving audiovisual learning to improve knowledge laboratory skills in maternity nursing.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS TEHNIK DISTRAKSI AUDIOVISUAL MENONTON KARTUN DAN BERMAIN PUZZLE TERHADAP KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH SAAT MENJALANI TERAPI NEBULIZER Ida Ayu Intan Widhyantari
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2777

Abstract

Children with acute respiratory infections usually require special treatment procedures in the hospital, so children must undergo various treatment procedures that usually cause anxiety which can interfere the delivery of therapy during the child's hospitalization if the anxiety was not properly managed. Puzzle games and audiovisual media can be used as distraction techniques to control children's anxiety. This study aims to determine the differences in the effectiveness of the audiovisual intervention watching cartoons and playing puzzles on preschool children's anxiety when nebulization therapy was administered in the Cilinaya Room of RSD Mangusada, Bali Province.This study is a quasy experiment study with a pretest and a posttest with control group, in which a total of 60 samples were selected by simple random sampling and divided into two groups. Data were collected using research instruments in the form of observation sheets with facial image scale and analyzed using Wilcoxon and Mann Whitney test. The results showed that the audiovisual intervention of watching cartoons was significantly more effective in reducing children's anxiety when using a nebulizer than playing puzzle therapy in the Cilinaya room, RSD Mangusada (p-value = 0.010). Nurses are expected to be able to use appropriate distraction techniques to control children's anxiety during nebulizer therapy.
TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT TK II UDAYANA DENPASAR I Gede Yudiana Putra; Dedi Irwan Pamungkas
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2748

Abstract

ABSTRACTBackground: The impact of the Covid-19pandemic has caused many losses, such as mental disorders such as anxiety. Anxiety is not only felt by the community, but also experienced by all health workers such as nurses, as the front line in dealing with Covid-19. One of the forms of anxiety shown is that in caring for Covid-19patients, nurses must wear protective clothing and N95 masks to avoid exposure to infection, the fear of being infected and infected triggers psychological problems experienced by nurses, where this can have a bad effect on the quality of care. Lack of focus on the mental health of health workers has the potential to disrupt and even turn off health services and will affect the handling of the Covid-19 pandemic. Methods: The research design used is descriptive. The population in this study were nurses who took care of Covid-19patients, totaling 30 respondents. The sampling technique used in this research is non-probability sampling, namely total sampling. The types of data collected in this study are primary data and secondary data. The instrument used is the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) questionnaire. Data processed using the SPSS program were analyzed to determine the final score and determine the category of anxiety. Results: The results of this study obtained that most of the nurses' anxiety level was classified as severe anxiety as many as 26 respondents (86.7%). Gender characteristics are mostly female as many as 26 respondents (86.7%). The age characteristics of most respondents aged 36-45 years were 16 people (53.3%). and the characteristics of the final education of the majority of respondents with D3 Nursing education as many as 16 people (53.3%). Conclusion: The level of anxiety of nurses in treating Covid-19 patients at Level II Udayana Hospital is severe anxiety.Keywords: Covid-19, Nurse, Anxiety LevelABSTRAKLatar Belakang : Dampak dari pandemi Covid-19menimbulkan banyak kerugian seperti halnya gangguan mental seperti kecemasan. Kecemasan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saja, namun juga dialami seluruh tenaga kesehatan seperti perawat, sebagai garda terdepan dalam menangani covid-19. Salah satu bentuk kecemasan yang ditunjukan adalah dalam melakukan perawatan pada pasien covid 19 perawat harus mengenakan pakaian pelindung dan masker N95 untuk menghindari paparan infeksi, rasa takut tertular dan terinfeksi menjadi pemicu masalah psikologis yang dialami oleh perawat, dimana hal ini dapat memberikan efek buruk pada kualitas perawatan. Fokus perhatian yang kurang terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan berpotensi mengganggu bahkan mematikan pelayanan kesehatan dan akan berpengaruh pada penanganan pandemi Covid-19. Metode : Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang merawat pasien covid-19 yang berjumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobality sampling yaitu total sampling. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Instrument yang digunakan adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data diolah menggunakan program SPSS dianalisis menentukan skor akhir dan menentukan katagori kecemasan. Hasil : Hasil Penelitian ini diperoleh tingkat kecemasan perawat sebagian besar tergolong kecemasan berat sebanyak 26 responden (86,7%). Karakteristik jenis kelamin sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 26 responden (86,7%). Karakteristik umur sebagian besar responden usia 36-45 tahun sebanyak 16 orang (53,3%). dan karakteristik pendidikan akhir sebagian besar responden berpendidikan D3Keperawatan sebanyak 16 orang (53,3%). Kesimpulan : Tingkat kecemasan perawat dalam merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Tingkat II Udayana adalah kecemasan berat.Kata kunci : Covid-19; Perawat; Tingkat Kecemasan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP RUTINITAS DALAM MENGOTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 LITERATURE REVIEW Masdiana Masdiana; Rauf Harmiady; Ismail Ismail; Sri Anggriani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2799

Abstract

ABSTRACT Introduction:DM is a chronic metabolic disorder caused by the pancreas not producing enough insulin or the body cannot use the insulin it produces effectively. DM patients are at risk for complications, these complications can be prevented by controlling blood sugar levels. Controlling blood sugar levels is not enough to prevent complications in DM patients, but knowledge and family support are needed for routines in controlling blood sugar in DM patients. Objective: This literatur study aims to determine the relationship between knowledge and family support for routines in controlling blood sugar in patients with type 2 diabetes. Methods: Literatur study using journal data sources obtained through searching using three databases, namely Google Shcolar, DOAJ, SINTA Journal published in 2015-2021 and the average of ten journals using the cross sectional method. Results and Analysis: Based on 10 journals, the majority of journals discussed the relationship between education, motivation, knowledge and family support in controlling blood sugar in patients with type 2 diabetes, the total number of respondents was approximately six hundred respondents overall related to knowledge and support. family towards routines in controlling blood sugar in patients with type 2 diabetes. Conclusion: there is a significant relationship between knowledge and family support for routines in controlling blood sugar in patients with type 2 diabetes.ABSTRAK Pengantar : DM adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Penderita DM beresiko mengalami komplikasi, komplikasi tersebut dapat dicegah dengan cara mengendalikan kadar gula darah. Pengendalian kadar gula darah belum cukup untuk mencegah komplikasi terhadapa penderita DM akan tetapi di perlukan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap rutinitas dalam mengontrol gula darah penderita DM. Tujuan : Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap rutinitas dalam mengontrol gula darah pada penderita DM tipe 2. Metode : Studi literatur menggunakan sumber data jurnal yang didapatkan melalui pencarian menggunakan tiga database yaitu Google Shcolar, DOAJ, SINTA Jurnal terbitan tahun 2015-2021dan dari sepuluh jurnal ratarata menggunakan metode cross sectional. Hasil dan Analisis : Berdasarkan 10 jurnal hasil penelusuran mayoritas jurnal membahas adanya hubungan pendidikan, motivasi, dengan pengetahuan dan dukungan keluarga dalam mengontrol gula darah pada penderita DM tipe 2, total dari jumlah responden kurang lebih enam ratus responden secara keseluruhan yang berkaitan tentang pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap rutinitas dalam mengontrol gula darah pada penderita DM tipe 2. Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap rutinitas dalam mengontrol gula darah penderita DM tipe 2.
PENGARUH MEDIA BERMAIN PLAYDOUGH TERHADAP PENINGKATAN GERAK MOTORIK HALUS PADA JARI-JEMARI TANGAN ANAK USIA 5 TAHUN DI TK AR-RUHAMA’ DAN TK PKK MANDIRI DESA PATOKAN KECAMATAN BANTARAN KABUPATEN PROBOLINGGO Dewi Ramadani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2790

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang sangat penting untuk dikembangkan pada Taman Kanak-kanak adalah kemampuan gerak motorik halus. Gerak motorik halus merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot kecil (fine muscle) yang berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Untuk Menganalisis Pengaruh Media Bermain Playdough Terhadap Peningkatan Gerak Motorik Halus Pada Jari-Jemari Tangan Anak Usia 5 Tahun Di TK Ar-Ruhama’ dan TK PKK Mandiri Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental dengan Pre Test And Post Test Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok kontrol dan 32 kelompok intervensi dengan teknik Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut dalam waktu 25 menit dan pengukuran tingkat pencapaian motorik halus menggunakan lembar observasi. Pada kelompok Intervensi sebelum diberikan media bermain playdough terlebih dahulu diberikan pretest, kemudian diberikan posttest, tetapi pada kelompok kontrol tidak diberikan intevensi media bermain playdough. Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil uji statistic pada kelompok intervensi diperoleh nilai p value 0.002 (<0.05) Ha diterima, artinya terdapat pengaruh media bermain playdough terhadap peningkatan gerak motorik halus pada jari-jemari tangan anak usia pra-sekolah (5 tahun). Terdapat Pengaruh Media Bermain Playdough Terhadap Peningkatan Gerak Motorik Halus Pada Anak Usia 5 Tahun Di TK Ar-Ruhama’ dan TK PKK Mandiri Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo.
KUALITAS TIDUR PADA PASIEN HEMODIALISIS DI ERA PANDEMI COVID-19 Ashar Prima; Putri Maulida Duana; Murtiwi murtiwi
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2419

Abstract

Background: Sleep disorders are a group of conditions characterized with disturbances in the amount, quality, or timing of sleep in an individual. Patients undergoing hemodialysis therapy have a 25% higher probability of experiencing sleep disturbances than normal adults. Objective: To determine the prevalence of sleep quality in hemodialysis patients during the COVID-19 pandemic at the Hemodialysis Unit of Anna Medika Pekayon Hospital and Rawalumbu Hospital. Methods: This study used descriptive analytic with adesign cross sectional. The study population was hemodialysis patients in the Hemodialysis Unit of Anna Medika Pekayon Hospital and Rawalumbu Hospital, using conscecutive sampling technique with a sample of 99 respondents. Data collection using a questionnaire Instrument sleep quality scale – single items . Data analysis used univariate analysis and cross tabulation. Results: Respondents who experienced adequate sleep quality 40 were 40.2%, followed by good sleep quality 33.3%, and poor sleep quality 22 21.6% Conclusion: the majority of research respondents experienced levels of adequate sleep quality and the prevalence of sleep quality in patients hemodialysis in the Hemodialysis Unit of Anna Medika Pekayon Hospital and Rawalumbu Hospital is quite high at 40.2%. Suggestion: The results of this study are expected to be used to improve education/motivation programs for patients and their families in overcoming sleep disorders.  ABSTRAK Latar Belakang : Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur pada seorang individu. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis memiliki kemungkinan mengalami gangguan tidur 25% lebih tinggi dibanding orang dewasa normal. Tujuan: mengetahui prevalensi kualitas tidur pada pasien hemodialis selama pandemi COVID-19 di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien hemodialisis di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu, menggunakan teknik conscecutive sampling dengan sampel 99 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner Instrument sleep quality scale – single items . Analisis data menggunakan analisa univariat dan tabulasi silang. Hasil: Responden yang mengalami kualitas tidur cukup 40 adalah sebanyak 40,2%, diikuti dengan kualitas tidur baik 33,3%, dan kualitas tidur buruk 22 21,6%  Kesimpulan: mayoritas responden penelitian mengalami tingkat kualitas tidur cukup dan Prevalensi kualitas tidur pasien hemodialis di Unit Hemodialisis RS Anna Medika Pekayon dan RS Rawalumbu cukup tinggi yaitu 40,2%. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan untuk meningkatkan program edukasi/motivasi terhadap pasien maupun keluarga pasien dalam mengatasi gangguan tidur.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN DIABETES MELITUS DI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Musdalifah Mukhtar; Ardian Adhiwijaya; Ismayanti Ismayanti
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3047

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan kondisi kronis dan berlangsung seumur hidup yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dari makanan yang telah dicerna, dimana tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat sehingga kadar glukosa didalam darah menjadi tinggi. Masalah psikologis sering dialami penderita diabetes melitus yaitu kecemasan karena memikirkan kondisi penyakitnya, untuk itu kecemasan perlu dikendalikan. Pengendalian kecemasan dengan pendekatan spiritual dipandang penting dan efektif salah satunya yaitu terapi murottal karena diyakini memiliki  efek samping yang lebih rendah, lebih aman dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Quran terhadap perubahan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantiatif, salah satu pendekatan kuantitatif yaitu quasi eksperimen dengan jenis one group pretest-postest. Teknik pengumpulan sampel yaitu teknik quota sampling yaitu 15 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Melitus sebelum dilakukan intervensi terapi murottal yaitu kecemasan sedang 2 (13,3%) dan, kecemasan berat 10 (66,7%) kecemasan berat sekali 3 (20), tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus setelah dilakukan intervensi terapi murottal kecemasan sedang 2 (13,3%) dan kecemasana ringan 13(86,7%) pada uji “paired sample T-test dalam penelitian ini menunjukkkan bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan pasien Diabetes Melitus di RS Bhayangkara Makassar dengan diperolehnya nilai signifikan p-value 0,0001 (p<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yakni terdapat perubahan yang signifikan terapi murottal terhadap perubahan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara Makassar. Terapi murottal ini dapat dipertimbangkaan untuk diterapkan sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi respon cemas pasien.