cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 3 (2021): MKMI" : 10 Documents clear
Hubungan Asupan Sarapan dan Kecukupan Gizi dengan Kejadian Obesitas pada Mahasiswa di Jawa Tengah Soedwiwahjono, Widyayu Kurniasari; Widajanti, Laksmi; Lisnawati, Naintina
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.185-192

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak berlebih yang diakibatkan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan dan berdampak buruk bagi kesehatan seperti resistensi insulin dan kematian. Prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 21,8% dengan persentase obesitas di Jawa Tengah masih berada di atas capaian yaitu sebesar 6,32%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian obesitas.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara daring melalui sosial media meliputi instagram, twitter dan whatsapp dengan perhitungan sampel didapatkan 100 mahasiswa aktif tingkat sarjana. Variabel pada penelitian ini meliputi frekuensi sarapan, tingkat kecukupan energi, keragaman jenis pangan, dan obesitas. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan fisher exact test. Hasil: Tingkat kecukupan gizi pada mahasiswa didapatkan tingkat kecukupan karbohidrat, lemak dan protein yang lebih sebesar 58%, 71% dan 89%. Sedangkan tingkat kecukupan serat mahasiswa yang cukup sebesar 50%. Hasil penelitian ini menggambarkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang lebih cenderung tidak obesitas dibandingkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang cukup.Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan tingkat kecukupan energi dengan kejadian obesitas yang berarti semakin besar tingkat kecukupan energi sarapan maka mahasiswa cenderung tidak obesitasKata kunci: asupan sarapan, obesitas, mahasiswa ABSTRACTTitle: Correlation of Breakfast Intake on Adequacy of Nutrition and Incidence of Obesity in Students in Central JavaBackground: Obesity is a condition of excess fat accumulation caused by food consumption that exceeds needs and has a negative impact on health such as insulin resistance and death. The prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% with the percentage of obesity in Central Java still above the achievement of 6.32%. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits and the incidence of obesity.Methods: This study uses quantitative research with the type of observational research with a cross sectional design. Sampling was carried out online through social media including Instagram, Twitter and WhatsApp with a sample calculation of 100 active undergraduate students. The variables in this study include the frequency of breakfast, the level of energy adequacy, the diversity of food types, and obesity. This study used univariate and bivariate analysis using the chi-square test and fisher's exact test.Results: The level of nutritional adequacy in students obtained levels of carbohydrate, fat and protein adequacy more than 58%, 71% and 89%. Meanwhile, the adequacy level of student fiber is 50%. The results of this study illustrate that students with sufficient energy levels at breakfast are more likely to be less obese than students with sufficient energy levels at breakfast.Conclusion: This study concludes that there is a relationship between the level of energy adequacy and the incidence of obesity, which means that the greater the level of energy adequacy for breakfast, the students tend not to be obese.Keywords: breakfast intake, obesity, college students
Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas X Ditinjau dari Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Astriyani, Sri; Suryoputro, Antono; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.150-158

Abstract

Latar belakang: Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Pelaksanaan program keselamatan pasien juga merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Puskesmas X adalah salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Temanggung dengan status akreditasi madya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Temanggung.Metode: Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus di Puskesmas X. Teknik pengumpulan data yaitu indepth interview dengan purposive sampling. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas, Penanggungjawab Keselamatan Pasien, Penanggungjawab Ruangan serta pasien.Hasil: Pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini dikarenakan komitmen akan pelaksanaannya yang masih kurang terutama pada sisem pelaporan insiden. Adapun Puskesmas X juga belum menerapkan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaannya masih belum sesuai dengan Permenkes yang mengatur tentang keselamatan pasien. Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pelaksanaan keselamatan pasien belum optimal yaitu, jumlah SDM yang kurang dan kurangnya pelatihan terkait keselamatan pasien, tidak adanya anggaran dana untuk program keselamatan pasien, serta belum adaya kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien.Simpulan: Oleh karena itu, Puskesmas perlu membuat kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaan program keselamatan pasien dapat lebih tersistem dan terukur agar dapat lebih optimal.Kata kunci: Keselamatan Pasien, Program, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien ABSTRACTTitle: Analysis of the implementation of patient safety program at  X  Public Health Center, Temanggung RegencyBackground: Publis Health Center as a health service facility is obliged to provide safe and quality health services. Implementation of a patient safety program is also something that must be carried out by all health service facilities in providing health services. X Public Health Center is one of the Public health center in Temanggung Regency with intermediate accreditation status. The purpose of this study is to analyze the implementation of the patient safety program at the X Public Health Center, Temanggung Regency.Methods: Qualitative research using a case study  approach at X Public Health Center. The data collection technique was in-depth interview with purposive sampling. The subjects of this study were the head of the Public health center, the person in charge of patient safety, the person in charge of the room and the patient.Result: The implementation of the patient safety program at the X Public Health Center has not been implemented optimally. This is due to the lack of commitment to implementation, especially in the incident reporting system. The X Public Health Center also has not implemented the Seven Steps to Patient Safety so that its implementation is still not in accordance with the Permenkes which regulates patient safety. In addition, there are several factors that cause the implementation of patient safety is not optimal include, the lack of human resources and lack of training related to patient safety, the absence of a budget for patient safety programs, and no policies / SOPs that regulat about implementing the Seven Steps to Patient Safety.Conclusion: Therefore, the Puskesmas needs to make a policy / SOP that regulates the implementation of the Seven Steps to Patient Safety so that the implementation of patient safety programs can be more systematic and measured in order to be more optimal.Keywords: Patient Safety, Program, Seven Steps to Patient Safety
Hubungan Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Pemilihan Makanan Remaja Putri Usia 15-19 Tahun di Kota Semarang Putri, Rachel Novelia; Widajanti, Laksmi; Nugraheni, Sri Achadi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.193-199

Abstract

Latar belakang: Citra tubuh negatif dapat menjadi pendorong seseorang melakukan perilaku mengendalikan berat badan dengan cara yang tidak sehat dan muncul kecenderungan eating disorder yang akan mengakibatkan perubahan status gizi. Pengetahuan remaja tentang pedoman gizi seimbang berperan penting dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang terhadap pemilihan makanan.Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah remaja putri usia 15-19 tahun yang bertempat tinggal di Kota Semarang. Jumlah sampel minimal yang digunakan sebanyak 132 remaja putri dan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang, sedangkan variabel terikat adalah pemilihan makanan. Data primer yang digunakan adalah hasil pengisian kuesioner oleh remaja putri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup. Uji normalitas sebaran data variable penelitian menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Chi-square; χ2.Hasil: Remaja putri di Kota Semarang memiliki pemilihan makanan yang baik dengan persentase sebesar 54,8%. Sebanyak 50,8% remaja menunjukkan citra tubuh positif, sedangkan 50,3% remaja putri memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,013) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,001)Simpulan: Citra tubuh remaja putri yang positif akan membawa remaja putri memiliki pemilihan makanan yang baik, demikian juga dengan pengetahuan gizi seimbang yang baik akan membawa remaja putri dapat memilih makanan dengan baik.Kata kunci: Citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, pemilihan makanan, remaja putri ABSTRACT Title: Association of Body Image and Nutrition Balance Knowledge on Food Selection Behavior of Adolescent Girl Ages 15-19 years in The City of SemarangBackground: The nutritional needs of adolescent girls for growth and development are met through a good diet. A negative body image can encourage someone to control their weight in an unhealthy way and there is a tendency for eating disorders that will lead to changes in nutritional status. Adolescent's knowledge of balanced nutrition guidelines plays an important role in choosing and consuming food. The purpose of this study was to see the relationship between body image and knowledge of balanced nutrition on food selection.Method: Analytical observational research with cross-sectional design. The population used in the study was adolescent girls aged 15-19 years who live in the city of Semarang. The number of samples used was 132 young women and the sample was taken using a quota sampling technique. The research instrument used a questionnaire form. Body image is categorized into positive and negative body image, while balanced knowledge and food selection are categorized into good and poor. The normality test of the data distribution of the research variables used the Kolmogorov-Smirnov and data analysis was carried out by the Chi-square test; χ2Result: Adolescent girls aged 15-19 years in Semarang City have good food choices with a percentage of 54.8%. 50.8% of the body image of girls aged 15-19 shows a positive body image, while 50.3% of girls aged 15-19 indicate that they have good knowledge of balanced nutrition. There is a significant relationship between body image and food selection (p-value = 0.013) and there is a significant relationship between knowledge of balanced nutrition and food selection (p-value = 0.001)Conclusion: A positive body image of adolescent girls will lead young women to have good food choices, as well as knowledge of well-balanced nutrition will lead young women to choose foods well.Keywords: Body image, nutrition balance, food choice, the adolescent girl
Profil Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah di Salah Satu RS Swata Kota Surabaya Octavianty, Clara; Yulia, Rika; Herawati, Fauna; Wijono, Heru
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.168-172

Abstract

Latar belakang: Masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik telah menjadi masalah internasional, jika tidak segera ditangani maka dapat merugikan masyarakat di seluruh dunia dari segi kesehatan dan ekonomi Data Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) memperkirakan pada tahun 2018 kematian akibat Antimicrobial Resistant (AMR) sekitar 700.000 jiwa dan diperkirakan juga pada tahun 2050, AMR menyebabkan kematian 10 juta jiwa/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kuantitas penggunaan antibiotik berdasarkan metode DDD/100 patient-days dan profil Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada pasien bedah di salah satu RS Swasta Kota Surabaya periode Januari-Juni 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data rekam medik sampel penelitian. Subyek penelitian adalah pasien bedah periode Januari-Juni 2019 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 241 sampel penelitian, lalu dihitung dengan menggunakan metode DDD/100 patient-days.Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kuantitas penggunaan antibiotik periode Januari-Juni 2019 didominasi oleh antibiotik ceftriaxone (J01DD04) dengan nilai total DDD/100 patient-days pada pre operasi yaitu 17,95, on operasi 23,57, dan post operasi 23,22.Simpulan: Konsumsi antibiotik terbanyak pada pre, on, dan post bedah didapatkan pada antibiotik ceftriaxone.Kata kunci: Kuantitas antibiotik, pasien bedah, antibiotik profilaksis ABSTRACT Title: Usage Profile Prophylactic Antibiotics in Surgery Patient in A Private Hospital in SurabayaBackground: The problem of bacterial resistance to antibiotics has become an international problem, if it does not act immediately it can harm people around the world in terms of health and economy. Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) data is estimated that in 2018 the death due to Antimicrobial Resistant (AMR) is around 700,000 people and assumptions too by 2050, AMR causes the death of 10 million people / year. This research aims to determine the quantity of antibiotic usage profiles based on the DDD/100 patient-days method and as well as Surgical Site Infection (SSI) profiles in surgical patients in the Private Hospital in Surabaya in the January-June 2019 period. Then calculate using the DDD/100 patient-days method.Method: This research use descriptive research design method with retrospective data retrieval against medical records as research samples. The research subjects were surgical patients from January to June 2019 who met the inclusion criteria, which were 241 research samples.Result: The results obtained from this research were the quantity of antibiotic used in the January-June 2019 which dominated by the antibiotic ceftriaxone (J01DD04) with a total DDD/100 patient-days value in pre-surgery that was 17,95, ion isurgery 23,57, and post surgery 23,22.Conclusion: The most antibiotic consumption in pre, on, and post surgery was found in ceftriaxone antibiotics.Keywords: Quantity of antibiotics, surgical patients, antibiotics prophylaxis  
Analisis Hubungan Manajemen Stres dengan Tingkat Tekanan Darah pada Remaja SMP Kelas 8 se-Surabaya Ankhofiya, Deanida; Kholifah, Siti Nur; Martiana, Tri
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.173-179

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan individu. Remaja rentan mengalami stres. Bersumber dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari tahun 2013 hingga 2018, diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah gangguan kesehatan mental pada usia 15-24 tahun yaitu dari 6% menjadi 10%. Salah satu efek stres pada seseorang adalah peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang signifikan bisa berbahaya bagi kesehatan, oleh karena itu seseorang perlu mengendalikan stres yang dihadapinya. Salah satu cara untuk mengelola dan mengendalikan stres adalah melalui manajemen stres yang baik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dengan tekanan darah pada remaja.Metode: Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif observasional analitik dengan metode cross sectional. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Surabaya dengan pemilihan sampel menggunakan metode maximum likelihood, sehingga sampel berjumlah 210 responden. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat yang dilakukan dengan SPSS 25.0.Hasil: Terdapat 210 responden dalam penelitian ini. Mayoritas responden adalah siswa perempuan (n: 136 [64,8%]), dan berusia 13 tahun (n: 96 [45,7%]). Dilihat dari etnisitas responden, mayoritas responden adalah orang Jawa (n: 192 responden [91,4%]). Mayoritas siswa kelas 8 di Surabaya memiliki tekanan darah yang normal (n: 198 [94,2%]). Manajemen stres siswa kelas 8 di Surabaya dapat dikategorikan pada tingkat cukup (n = 159 [75,7%]). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara manajemen stres dan tekanan darah pada siswa kelas VIII di Surabaya (p = 0,002).Simpulan: Hasil uji statistik korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen stres dengan tekanan darah.Kata kunci: Manajemen stres, tekanan darah, remaja ABSTRACT Title: Relationship Between Stress Management And Blood Pressure Among Eight Grade Students In SurabayaBackground: Adolescence is one of the stages of individual development. These changes make adolescents vulnerable to stress. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) from 2013, it is known that there has been an increase in the number of mental health disorders at the age of 15-24 years, from 6% to 10%. One of the effects of stress on a person is an increase in blood pressure. A significant increase in blood pressure can be harmful to health; therefore a person needs to control the stress he faces. One of the ways to manage and control stress is through good stress management. Therefore, researchers are interested in knowing the relationship between stress management and blood pressure in adolescents.Method: This research is included in analytic observational quantitative research with cross sectional method. The time to collect the data was carried out in April 2019. The population in this study were 8th grade junior high school students in Surabaya with the sample selection using the maximum likelihood method so that the sample amounted to 210 respondents. Data analysis were including univariate and bivariate analysis conducted with SPSS 25.0.Result: There were 210 respondents in this study. The majority of respondents are female students (n: 136 [64.8%]), and 13 years old (n: 96 [45.7%]). In terms of the respondents’ ethnicity, the majority of respondents are Javanese (n: 192 respondents [91.4%]). Majority of 8th grades students in Surabaya are normotensives (n: 198 [94.2%]). Stress management of 8th grade students in Surabaya can be categorized at the sufficient level (n = 159 [75.7%]). The analysis showed a significant relationship between stress management and blood pressure among eight grade students in Surabaya (p = 0,002).Conclusion: The results of the Spearman correlation statistical test show that there is a significant relationship between stress management and blood pressure.Keywords: Management stress, blood pressure, adolescent
Pengaruh Faktor Biologis dan Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Gondok di Kismantoro Wonogiri Dewi, Yulia Lanti Retno; Wiboworini, Budiyanti; Widardo, Widardo; Augusthina, Amelya; Rahayu, Dwi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.159-162

Abstract

Latar Belakang: Gondok merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kecamatan Kismantoro kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah endemik kekurangan iodium dan telah diketahui lebih dari setengah abad yang lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor biologis dan sosial ekonomi terhadap kejadian gondok di Kismantoro, Wonogiri.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Data dikumpulkan dengan kuesioner pada orang yang telah diketahui menderita gondok dan tidak sebagai kontrol.  Data yang diambil meliputi faktor biologis dan sosial ekonomi. Jumlah subjek penelitian sebanyak 38 orang .Hasil : Penderita gondok sebanyak 55.3%, umur terbanyak diatas 50 tahun 57.9%, jenis kelamin perempuan sebanyak 86.8%, riwayat gondok dalam keluarga 23.7%, pendidikan rendah 73.7%, pekerjaan sebagai petani 60.5% dan pendapatan rendah 63.2%.  Uji Fisher menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.001).Simpulan: Faktor biologis dan faktor sosial ekonomi mempengaruhi kejadian gondok di Kismantoro.Kata kunci: gondok,  Kismantoro, Wonogiri, faktor biologis, faktor sosial ekonomiABSTRACTTitle: The  Influence of Biological and Socioeconomic Factors on The Event Of Endemic Goiter  In Kismantoro, Wonogiri Background: Endemic goiter is a public health problem in Indonesia. Kismantoro sub-district, Wonogiri at Central Java is one of these endemic area. It has been known for a long time, around five decades. This study was aimed at analyzing the influence of biological and socioeconomic factors on the event  of endemic goiter.Method: The study is an observational analytic with case control design.A specially designed questionnaires was used to collect the data. Data on biological socioeconomic factors were taken from 38 subjects.Result: Subjects with goiter 55.3 %, 57.9% of subjects with goiter aged >50 y, and 86.8% are females, 23.7% have history of endemic goiter in their families, working as farmer 60.5%, lower education in 73.7%, and lower incomes in 63.2%.  Fisher test showed significant result (p<0.001)Conclusion: Biological and socioeconomic factors aggravate endemic goiter in Kismantoro , Wonogiri. Keywords: goiter, Kismantoro, Wonogiri, biological factor, socioeconomic factor
Hubungan Karakteristik dengan Praktik Pengasuhan Anak Menghadapi Risiko Kerentanan pada Pandemi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah Karimah, Nadzar Akhlaqul; Sriatmi, Ayun; Kusumastuti, Wulan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.180-184

Abstract

2020. Di Indonesia, Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam lima besar provinsi dengan kasus COVID-19 tertinggi. Untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan physical distancing yang dapat mendorong adanya kerentanan yang akan mempengaruhi praktik pengasuhan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik responden yang berhubungan dengan praktik pengasuhan anak menghadapi risiko kerentanan pada pandemi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah.Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei, pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Terdiri dari 100 sampel dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan September hingga November 2020 yang dilakukan secara online. Variabel dalam penelitian ini yaitu karakteristik responden meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, rata-rata penghasilan per bulan, dan status keluarga, serta praktik pengasuhan anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan chi square dan rank spearman.Hasil: Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan (p-value = 0,573), pekerjaan (p-value = 0,393), rata-rata penghasilan per bulan (p-value = 0,156), dan status keluarga (p-value = 0,834) tidak berhubungan dengan praktik pengasuhan anak selama pandemi COVID-19.Simpulan: Tingkat pendidikan, pekerjaan, rata-rata penghasilan per bulan, dan status keluarga tidak berhubungan dengan praktik pengasuhan anak menghadapi risiko kerentanan pada pandemi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah.Kata kunci: Praktik pengasuhan anak, karakteristik, physical distancing, COVID-19 ABSTRACT Title: The Relation Between Individual Characteristic and Children Parenting Practice towards Vulnerability Risk of COVID-19 Pandemic in Central Java ProvinceBackground: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has spread in several countries since early 2020. In Indonesia, Central Java Province is one of the top five provinces with the highest cases of COVID-19. In order to minimize the spread of COVID-19, the Indonesian government applied a physical distancing policy which encourage vulnerability that possibly affect parenting practice. The purpose of this study is to analyze characteristics related to children parenting practice towards vulnerability of COVID-19 pandemic in Central Java Province.Method: This is a survey research, quantitative approach is cross sectional. There are 100 samples, the sampling technique using accidental sampling. This research was conducted in Central Java Province from September to November 2020 by online. The variables are characteristics, involve education level, type of work, family status, and average income per month, also parenting practice. Data collection using a questionnaire using google form. Univariate analysis using frequency distribution. Bivariat analysis using chi square, and rank spearman.Result: The results of the correlaton test is the variable education level (p-value = 0.573), type of work (p-value = 0. 393), average income/month (p-value = 0.156), and family status (p-value = 0.712) were not related to parenting practice during pandemic.Conclusion: Education level, type of work, average income/month, and family status are not related to parenting practice toward vulnerability risk of COVID-19 pandemic in Central Java Province.Keywords: Parenting practice, characteristic, physical distancing, COVID-19
Upaya Pengendalian Tuberkulosis dengan Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Dewi, Sari Widiya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.200-205

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular paru-paru yang akan disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. DOTS berperan dalam memastikan rutinitas pasien TB. mengambil dan meminum obat selama menjalani pengobatan sehingga dapat menurunkan angka pasien putus berobat dan meningkatkan angka kesembuhan. Dalam menjalani pengobatan jangka panjang, kepatuhan pasien sangat dituntut untuk mengetahui sikap dan perilaku pasien terhadap program pengobatan yang telah diberikan oleh petugas kesehatan. Kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan yang direkomendasikan dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan kajian ilmiah ini menggunakan pendekatan literature review. Penenlitian Kajian ilmiah ini dilakukan dengan memilih artikel ilmiah yang terbit pada tahun 2016-2020. Penelitian ini hanya menjaring artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2016-2020. Data yang diperoleh ditelaah, disusun secara sistematis, dibandingkan satu sama lain dan dibahas literature terkaitHasil: Pada studi literature ini terdapat 5 jurnal yang digunakan, 2 diantaranya menggunakan upaya yang dilakukan baik pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat pendierita tuberculosis sehingga meningkatkan kepatuhan yang tinggi untuk meminum secara teratur untuk meminum obat. Dalam menjalani pengobatan jangka panjang, kepatuhan pasien sangat dituntut untuk mengetahui sikap dan perilaku pasien terhadap program pengobatan yang telah diberikan oleh pertugas kesehatan.Simpulan: Kepatuhan penderita yang diukur mencakup kepatuhan meminum obat dengan cara yang benar, jumlah obat yang diminum sesuai petunjuk petugas kesehatan, pernah terlambat minum obat, dan pernah lupa minum obat. Faktor yang berpengaruh terhadapa kepatuhan minum obat antara lain tingkat pengetahuan masyarakat terkait penyakit TB, dukungan keluarga, dan pelatihan untuk keluraga pasien TB. Kata kunci: Upaya penanggulangan, Tuberculosis, Kepatuhan Minum Obat ABSTRACT Title: Efforts to Control Tuberculosis by Improving Compliance with Anti-Tuberculosis Drugs Background: Tuberculosis (TB) is a lung infectious disease that will be caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis. DOTS plays a role in ensuring the routine of TB patients. taking and taking medication during treatment so as to reduce the number of patients who have dropped out of treatment and increase the number of cures. In undergoing long-term treatment, patient compliance is required to know the attitude and behavior of patients to the treatment program that has been provided by health workers. Poor adherence to recommended treatments can result in adverse side effects.Methods: The method used in the writing of scientific studies uses a literature review approach. Research This scientific study was conducted by selecting scientific articles published in 2016-2020. this only captures articles published in the period 2016-2020. The data obtained are studied, systematically compiled, compared to each other and discussed related literatureResult: In this literature study there are 5 journals used, 2 of which use efforts made both personally and in groups to increase the confidence of the tuberculosis community so as to increase high adherence to take regularly to take drugs. In undergoing long-term treatment, patient compliance is required to know the attitude and behavior of patients to the treatment program that has been provided by health workers.Conclusion: Measured patient compliance includes compliance with taking drugs in the right way, the amount of drugs taken according to the instructions of health officials, never late taking drugs, and never forget to take drugs. Factors that affect the compliance of taking drugs include the level of public knowledge related to TB disease, family support, and training for TB patients. Keywords: Countermeasures, Tuberculosis, Drug Compliance
Analisis Penyebab Belum Optimalnya Pelayanan Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu Pratiwi, Annisa; Jati, Sutopo Patria; Kusumastuti, Wulan; Mustikowati, Mutia Galuh
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.163-167

Abstract

Latar Belakang: Pada masa pandemi COVID-19 penyakit hipertensi merupakan penyebab tertinggi kasus kematian akibat COVID-19 di Jawa Tengah. Puskesmas Kedungmundu adalah puskesmas dengan capaian SPM Penderita Hipertensi  terendah di Kota Semarang tahun 2020. Capaian kinerja Standar Pelayanan Minimal Penderita Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu yaitu sebesar 23%. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Kedungmundu.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview dengan Informan penelitian pemegang program PTM, pemegang program prolanis, kepala puskesmas, salah satu staff P2P DKK  Semarang, dan pasien penderita hipertensi dilakukan pada bulan Januari- Maret 2021Hasil: Implementasi standar pelayanan minimal belum optimal, minimnya komunikasi dan koordinasi pihak puskesmas dengan jejaring maupun masyarakat, sasaran belum menerapkan perilaku hidup sehat dan masih sebagian sasaran yang melakukan pengobatan hipertensi secara rutin ke Puskesmas, sumber daya manusia di Puskesmas Kedungmundu memiliki tugas ganda menjadi tracer COVID-19, dan belum terbentuknya persepsi masyarakat akan kebutuhan Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan.Simpulan: Implementasi standar pelayanan minimal bidang kesehatan pada pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi belum dilaksanakan dengan optimal Kata Kunci: SPM, Hipertensi, Pelayanan Kesehatan ABSTRACTTittle : Analysis of the causes of not optimal hypertension services at the Kedungmundu Community Health CenterBackground: During the pandemic covid'19, hypertension was the highest cause of death by the covid'19 in Central Java. Puskesmas Kedungmundu is Puskesmas with the lowest MMS achievement in semarang city in 2020. Performance achievement of MSS Hypertension Sufferers in Puskesmas Kedungmundu is 23%.  The purpose of this study is to analyze the implementation of Minimum Service Standards in the Field of Health on indicators of hypertension patients' services in Puskesmas Kedungmundu.Method: This study uses qualitative method with indepth interview with Research informants of PTM program holders, prolanis program holders, head of puskesmas, one of the Semarang DKK P2P staff, and patients with hypertension were carried out from January to March 2021Result: The implementation has not been optimal, the lack of communication and coordination of the puskesmas with the network and the community, the target has not implemented healthy living behaviors and still some targets that conduct regular hypertension treatment to the Puskesmas, human resources in puskesmas kedungmundu which has a double duty to be tracer covid'19, and has not formed public perception of the needs of Minimum Service Standards in the field of Health.Conclusion: The implementation of minimum service standards in the health sector in health services for hypertension sufferers has not been implemented optimally.Keywords: MMS, Hypertension, Health Services
Analisis Pengaruh Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental Masyarakat Di Indonesia Nasrullah, Nasrullah; Sulaiman, Lalu
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.206-211

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pandemi COVID-19 membawa pengaruh yang besar terhadap kesehatan masyarakat. Bukan hanya dari segi fisik, namun juga kesehatan psikis atau mental yang disebabkan oleh berbagai masalah dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kesehatan mental masyarakat dan mengetahui pengaruh COVID-19 terhadap kesehatan mental masyarakat Indonesia secara luas. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan studi literatur. Teknik pengumpulan data yaitu melakukan penggalian informasi berdasarkan beberapa sumber tertulis seperti buku, artikel, jurnal, majalah, serta dokumen sesuai dengan permasalahan yang dikaji.Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah COVID-19 membawa pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental masyarakat di Indonesia. Adapun faktor yang mempengaruhi kesehatan mental masyarakat adalah risiko utama depresi yang muncul akibat pandemi COVID-19 antara lain: resesi ekonomi, faktor jarak dan isolasi sosial, serta stress dan trauma pada tenaga kesehatan. Pengaruh yang diakibatkan COVID-19 pada perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, membuat masyarakat sulit beradaptasi dan menyebabkan stress hingga trauma.Simpulan: COVID-19 membawa pengaruh besar dalam kesehatan fisik dan mental masyarakat di Indonesia. Kata kunci: Pengaruh COVID-19, kesehatan mental. ABSTRACT Title: Analysis of The Effect of Covid-19 on Public Mental Health in IndonesiaBackground: COVID-19 pandemic has a major impact on public health. Not only in terms of physical, but also psychological or mental health caused by various problems and anxiety that occur as a result. This study aims to find out what factors affect people's mental health and find out how COVID-19 affects the mental health of the Indonesian people at large. Method: The method used in this research is qualitative method and literature study. The technique of collecting data is extracting information based on several written sources such as books, articles, journals, magazines, and documents according to the problems being studied. Results: The results of this study are COVID-19 has a major impact on the physical and mental health of people in Indonesia, while factors that affect people's mental health are the main risk of depression that arises due to the COVID-19 pandemic such as economic recession, distance and social isolation, stress and trauma to health workers. The effect caused by covid-19 on changes that occur suddenly, makes it difficult for people to adapt and causes stress to trauma.Conclusion: COVID-19 has a major impact on the physical and mental health of people in Indonesia.Keywords: The effect of COVID-19, mental health 

Page 1 of 1 | Total Record : 10