cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ma.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sungai Musi Km. 09 Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Akuakultur
ISSN : 19076762     EISSN : 25029460     DOI : 10.15578/ma
Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025" : 5 Documents clear
RESPONS IMUN UDANG VANAME PADA SISTEM BIOFLOK DENGAN KEPADATAN BERBEDA TERHADAP INFEKSI Vibrio parahaemolyticus Widanarni, Widanarni; Fadilah, Iin Nur; Cahyawati, Nadia; Yuhana, Munti; Sukenda, Sukenda; Gustilatov, Muhamad
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.51-61

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada kepadatan tinggi meningkatkan stres dan risiko infeksi bakteri, khususnya Vibrio parahaemolyticus. Teknologi bioflok (BFT) melalui penambahan karbon  organik dapat meningkatkan biomassa mikroba heterotrof yang memperbaiki respons imun dan menurunkan virulensi bakteri. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons imun dan resistansi udang yang dipelihara dengan padat tebar berbeda dalam sistem bioflok terhadap infeksi V. parahaemolyticus. Udang (0,44±0,02 g) dipelihara selama 7 hari sebanyak 16 perlakuan hasil kombinasi sistem bioflok dan kontrol (tanpa bioflok) dengan kepadatan 4, 8, 12, dan 16 ekor L-¹, lalu diuji tantang melalui perendaman dengan dosis V. parahaemolyticus 10u CFU mL-¹ dimulai sejak awal perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa sistem bioflok meningkatkan parameter imun udang, termasuk total hemocyte count (THC), aktivitas fagositik (AF), respiratory burst (RB), dan aktivitas phenoloxidase (PO) secara signifikan (P<0,05) dibandingkan kontrol. Kelimpahan V. parahaemolyticus di air dan tubuh udang perlakuan bioflok lebih rendah dan berbeda signifikan (P<0,05) dengan kontrol positif. Bioflok juga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, dengan nilai pada kepadatan 4 ekor L-¹ (83,33±5,77%), dan tetap lebih baik dibandingkan kontrol hingga kepadatan 16 ekor L-¹. Sistem bioflok terbukti efektif meningkatkan respons imun, menekan infeksi V. parahaemolyticus, dan mempertahankan kelangsungan hidup udang vaname pada kepadatan tinggi.
BROMELIN PADA PAKAN DAPAT MEMPERBAIKI KINERJA PERTUMBUHAN LARVA IKAN NILA Oreochromis niloticus Rahma, Balqis Aulia; Jusadi, Dedi; Setiawati, Mia; Adestia, Talita Shofa
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.63-69

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengkaji efek penambahan enzim bromelin dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) selama tahap pembenihan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pakan yang mengandung bromelin pada kadar 0, 5, 10, serta 15 g kg-1 pakan dan masing-masing diulang sebanyak empat kali. Seratus larva ikan nila, bobotawal rata-rata 0,06±0,02 (g), umur 7 hari ditebar perakuarium dengan volume air 90 L, lalu dipelihara selama 40 hari. Pemberian pakan dilakukan lima kali sehari hingga ikan mencapai tingkat kenyang (at satiation) selama masa pemeliharaan 20 hari pertama dan 4 kali sehari pada 20 hari berikutnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penambahan bromelin pada pakan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan oleh ikan nila karena dapat meningkatkan biomassa ikan (280,60±2,31), rasio efisiensi protein (2,22±0,02), serta menurunkan rasio konversi pakan (1,12±0,01). Bobot individu ikan tidak berbeda nyata antar perlakuan, namun nilai kelangsungan hidup yang tinggi pada perlakuan penambahan bromelin 10 g kg-1, menyebabkan biomassa ikan panen meningkat secara signifikan yang berbeda nyata dari perlakuan 0 g kg-1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dosis terbaik penambahan bromelin di fase pembenihan ikan nila adalah 10 g kg-1. 
EFEKTIVITAS EKSTRAK SEDUH BATANG PISANG AMBON Musa paradisiaca TERHADAP Argulus sp. PADA IKAN MAS KOKI Carassius auratus Nuryati, Sri; Widanarni, Widanarni; Yulianti, Susy Anisa; Kurniaji, Ardana
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.71-79

Abstract

Argulus sp. merupakan patogen utama yang menyebabkan luka pada inang yang akan diikuti infeksi sekunder. Ekstrak seduh batang pisang ambon mengandung saponin, tanin, flavonoid dan immunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi penggunaan ekstrak seduh batang pisang ambon yang tepat sebagai upaya pengobatan infeksi Argulus sp. pada ikan mas koki (Carassius auratus) dengan teknik perendaman. Ikan mas koki yang digunakan dalam penelitian ini berukuran panjang 6,06±0,70 cm dengan bobot 8,13±1,80 g. Ikan direndam dalam air yang mengandung ekstrak seduh batang pisang ambon dengan dosis berbeda yaitu 500 mg/L, 1.000 mg/L, dan 1.500 mg/L selama 1 jam. Kontrol positif adalah ikan yang tidak diberikan ekstrak. Uji tantang dilakukan dengan perendaman parasit Argulus sp. sebanyak 5 ekor parasit setiap ekor ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis yang digunakan tidak menyebabkan kematian pada uji toksisitas dan mampu menurunkan prevalensi serta intensitas parasit pada ikan. Perlakuan dosis 1.500 mg/L memberikan kelangsungan hidup ikan mas koki tertinggi pasca uji tantang sebesar 100%. Pemberian ekstrak mampu mengembalikan kesehatan ikan pasca pengobatan ditandai dengan ikan yang bergerak aktif dan peningkatan konsumsi pakan. Perlakuan dosis 1.500 mg/L adalah dosis terbaik yang digunakan untuk mengendalikan infeksi Argulus sp. pada ikan koki.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DALAM MENINGKATKAN KUANTITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Aufat, Agung Gunawan; Mulyono, Mugi; Sektiana, Sinar Pagi; Pahlevi, Reza Shah
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.81-90

Abstract

Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan budidaya adalah ketersediaan unsur hara dalam lingkungan perairan yang dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik terhadap kuantitas dan kualitas K. alvarezii. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: pupuk NPK, Urea, DIGROW (organik), dan kontrol tanpa pupuk. Parameter yang diamati mencakup pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (SGR), kualitas air dan logam berat perairan. Penelitian dilakukan di Teluk Banten selama 45 hari menggunakan metode rakit apung. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk, khususnya pupuk organik DIGROW, mampu meningkatkan produksi rumput laut hingga 586,67±27,38 g/m², dengan laju pertumbuhan harian tertinggi sebesar 0,33±0,08%. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan salinitas berada dalam kisaran optimal. Namun, konsentrasi logam berat merkuri pada satu titik pengujian menunjukkan peningkatan signifikan yang berpotensi membahayakan.
KUALITAS AIR LINGKUNGAN DAN PRODUKSI INDUSTRI BUDIDAYA UDANG VANAME (Penaeus vannamei) DI TAMBAK INTENSIF Farkan, Mochammad; Triono, Heri; Novriadi, Romi; Handoko, Yudi Prasetyo
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.91-97

Abstract

Udang merupakan komoditas perikanan unggulan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Permasalahan saat ini adalah terjadinya kegagalan produksi sebagai akibat dari buruknya kualitas air yang digunakan dalam budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air  lingkungan budidaya dan  produksi budidaya udang di industri tambak sistem intensif. Penelitian ini merupakan penelitian terapan lapangan, deskriptif dan kuantitatif.  Metode pengambilan data adalah observasi partisipasi, diskusi group (focus group discussion),  wawancara dan kuesioner.  Metoda analisis data adalah deskriptif, perbandingan dan pembobotan. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Lokasi kegiatan di lima kabupaten yang menyelenggarakan budidaya udang vaname sistem intensif dan terdiri dari PT AM Bangka, PTSUN Bengkalis, PTAN Probolinggo, PTMCS Yogyakarta, PTUK Pandeglang, dan PTLF Lampung. Penelitian dilaksanakan tanggal 22 Januari - 20 Juli 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seluruh parameter kualitas air sesuai dengan standar  dan dapat berproduksi  dengan baik. Semakin mendekati optimum standar kualitas air, maka semakin tinggi hasil produksi budidaya  udang vaname. Uji F mengindikasi terdapat hubungan yang moderat DO dan produksi. Pengaruh DO dan salinitas secara bersama terhadap produksi mengindikasikan tidak ada hubungan yang signifikan.   Produksi tertinggi 38.498 Kg Ha-1 dan terendah 18.540 Kg Ha -1    

Page 1 of 1 | Total Record : 5