cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ma.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sungai Musi Km. 09 Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Akuakultur
ISSN : 19076762     EISSN : 25029460     DOI : 10.15578/ma
Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN Spirulina sp. Hotria Mayesi Pakpahan; Saberina Hasibuan; Syafriadiman Syafriadiman
Media Akuakultur Vol 17, No 2 (2022): Desember, 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.17.2.2022.73-80

Abstract

Kepadatan Spirulina sp. dapat dipengaruhi oleh faktor nutrisi dan lingkungan. Faktor nutrien memiliki peranan penting dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk organik cair (POC) limbah tahu dan air kelapa yang terbaik terhadap kepadatan Spirulina sp. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2022 sampai 28 Juni 2022, di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu factor, yaitu dosis air kelapa terdiri atas 4 perlakuan yaitu : P0: 1 g L-1 POC limbah tahu tanpa air kelapa, P1: 1 g L-1 POC limbah tahu dan 0,25% air kelapa, P2: 1 g L-1 POC limbah tahu dan 0,5% air kelapa, P3: 1 g L-1 POC limbah tahu dan 0,75% air kelapa. Untuk mengurangi tingkat keraguan maka diperlukan ulangan sebanyak 3 kali. Pemeliharaan Spirulina sp. dilakukan selama 25 hari dengan parameter yang diamati yaitu kepadatan Spirulina sp., laju pertumbuhan spesifik, suhu, pH, DO, salinitas, nitrat dan fosfat. Dimana Spirulina sp. didapatkan dari petani Spirulina sp. di Jepara, Jawa Tengah. Bibit yang digunakan sebanyak 66,4 mL dengan kepadatan sebanyak 5.000 ind.mL-1 dimasukan ke dalam wadah dengan kapasitas 2 L. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh dosis POC limbah tahu dan air kelapa yang berbeda terhadap pertumbuhan Spirulina sp., dimana dosis terbaik dengan kepadatan tertinggi berturut-turut dari P3 sebesar 270,6x104±835,4a ind.L-1, kemudian P2 yaitu 123,0x104±72857,9b ind.L-1, P1 sebesar 51,7x104±6474,0c ind.L-1 , dan P0 12,7x104±1797,2d ind.L-1, dengan laju pertumbuhan spesifik tertinggi mulai dari P3 yaitu 0,8171±0,01a ind.mL-1/hari, P2 0,7315±0,00b ind.mL-1/hari, P1 0,5583±0,02c ind.mL-1/hari, dan P0 0,4122±0,05d ind.mL-1/hari, dengan kisaran kualitas air optimum seperti suhu 27-32 ºC, pH 7,1-8,8, DO 4,2-8,4 mg.L-1, salinitas 25-30 ppt, nitrat 0,340-0,855 mg.L-1 dan fosfat 0,225-0,384 mg.L-1.The density of Spirulina sp. can be influenced by nutritional and environmental factors. Nutrient factors have an important role in the process of photosynthesis. This study aims to obtain the best dose of liquid organic fertilizer (POC) from tofu waste and coconut water on the density of Spirulina sp. This research was conducted from 20 May 2022 to 28 June 2022, at the Aquaculture Environmental Quality Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of Riau. The method used is the experimental method Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the dose of coconut water consisting of 4 treatments, namely: P0: 1 g L-1 POC of tofu waste without coconut water, P1: 1 g L-1 POC of tofu waste and 0.25% coconut water, P2: 1 g L-1 POC tofu waste and 0.5% coconut water, P3: 1 g L-1 POC tofu waste and 0.75% coconut water. To reduce the level of doubt, it is necessary to repeat 3 times. Spirulina sp. maintenance was carried out for 25 days with observed parameters namely Spirulina sp. density, specific growth rate, temperature, pH, DO, salinity, nitrate and phosphate. Where is Spirulina sp. obtained from Spirulina farmers in Jepara, West Java. 66,4 mL of seeds used with a density of 5,000 ind.mL-1 were put into a container with a capacity of 2 liters. The results showed that there was an effect of different POC doses of tofu waste and coconut water on the growth of Spirulina sp., where the best dose with the hihest density was P3 of 270.6x104±835.4a ind.L-1, then P2 of 123.0x104±72857.9b ind.L-1, P1 of 51.7x104±6474.0c ind.L-1, and P0 of 12.7x104±1797.2d ind.L-1, with a rate of the highest specific growth starting from P3 namely 0.8171±0.01a ind.mL-1/day, P2 0.7315±0.00b ind.mL-1/day, P1 0.5583±0.02c ind.mL-1/day, and P0 0.4122±0.05d ind.mL-1/day, with optimum water quality ranges such as temperature 27-32 ºC, pH 7.1-8.8, DO 4.2 -8.4 mg.L-1, salinity 25-30 ppt, nitrate 0.340-0.855 mg.L-1, and phosphate 0.225-0.384 mg.L-1.
Front Matter Vol. 17 No. 2 Media Akuakultur
Media Akuakultur Vol 17, No 2 (2022): Desember, 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.17.2.2022.i-vi

Abstract

PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) JANTAN MENGGUNAKAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) Sinar Pagi Sektiana; Sinung Rahardjo; Muhammad Fiqi Zulendra
Media Akuakultur Vol 17, No 2 (2022): Desember, 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.17.2.2022.53-58

Abstract

Nilai jual yang tinggi menyebabkan produksi ikan guppy jantan lebih menguntungkan. Teknik sex reversal menggunakan bahan alami seperti air kelapa sudah dilakukan dalam usaha untuk menghasilkan ikan guppy jantan lebih banyak. Kalium pada air kelapa mendukung pembentukan hormon androgen atau testosterone. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang paling efektif dalam pembentukkan jenis kelamin jantan menggunakan air kelapa muda jenis Cocos nucifera. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa kontrol tanpa pemberian air kelapa (A), perlakuan secara oral melalui pakan pada induk bunting dengan dosis 10% bobot pakan (B) selama 14 hari, dan perlakuan melalui perendaman induk bunting dengan dosis 10% volume air selama 12 jam. Pengamatan kelamin jantan dilakukan setelah 45 hari pemeliharaan dengan mengamati organ urogenital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan B (65,33%± 4,50b), diikuti perlakuan C (51,33%± 9,60ab) dan terendah pada perlakuan A (41,67%±2,08a). Persentase kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan tingkat kelangsungan hidup berkisar 77,33 – 88,00%.The high selling value causes the production of male guppies to be more profitable. Sex reversal techniques using natural ingredients such as coconut water have been carried out in an effort to produce more male guppy fish. Potassium in coconut water supports the formation of androgen hormones or testosterone. This study aims to get the most effective method in the formation of male sex using young coconut water type Cocos Nucifera. The study used a random design complete with 3 treatments and 3 replications. Treatment is in the form of control without coconut water (A), oral treatment through feed on pregnant parent with a dose of 10% feed weight (B) for 14 days, and treatment through the maternal soaking with a dose of 10% volume of water for 12 hours. Observation of male sex is carried out after 45 days of maintenance by observing the urogenital organs. The results showed that the highest percentage of male was obtained in treatment B (65.33%± 4.50b), followed by treatment C (51.33%± 9.60ab) and the lowest in treatment A (41.67%± 2.08a). The percentage of survival is not significantly different between treatments with survival rates ranging from 77.33 - 88.00%.
PENGARUH PERENDAMAN rGH TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN GABUS (Channa striata) Rias Oktaviani Putri; Nuraini Nuraini; Sukendi Sukendi; Benny Heltonika
Media Akuakultur Vol 17, No 2 (2022): Desember, 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.17.2.2022.67-72

Abstract

Ikan gabus memiliki nilai ekonomis penting bagi masyarakat melayu. Namun dalam budidayanya masih mengalami kendala yaitu pertumbuhannya lambat.  Beberapa pendekatan telah dilakukan untuk memacu pertumbuhan, salah satunya adalah dengan perendaman hormon pertumbuhan rekombinan (rGH).  Tujuan kajian ini untuk mengevaluasi perendaman hormon rGH terhadap sintasan dan pertumbuhan larva ikan gabus dengan dosis berbeda. Penelitian ini  menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan ukuran larva 0,7±0,00 cm dengan padat tebar 2 ekor/L. Dosis perendaman larutan hormon rGH pada penelitian ini adalah 0, 1,5, 2 dan 2,5 mg/L, setiap perlakuan direndam selama 1 jam dengan padat tebar 6 ekor/L. Perendaman larva ikan gabus menggunakan dosis berbeda hormon rGH berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang, laju pertumbuhan spesifik, sintasan serta bobot biomassa larva ikan gabus secara sangat nyata (P<0,01). Dosis rGH yang optimal untuk perendaman larva ikan gabus yaitu 2,5 mg/L (P4) dengan peningkatan pertumbuhan bobot 2,83 g, pertumbuhan panjang 2,72 cm, laju pertumbuhan spesifik 3,11%, sintasan 16,67% dan bobot biomassa 83,53g jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol.Snakehead fish is an economic fish in Malay society. The Problems of cultivation this fish are slow growth and low survival rate. Some approaches to stimulate the growth of fish has been done, one of the ways was by immersion rGH.  The research aimed was to evaluated the immersing effect of rGH hormone with different doses on the survival and growth of snakehead fish larvae. This research was carried out with a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, the larvae used measuring 0.7±0.00 cm with 2 fish/L on a stocking density. Dose of rGH hormones in this study were 0, 1.5, 2 and 2.5 mg/L, immersion of rGH done for 1 hour with a stocking of 6 fish/L for each treatment. The result showed that, rGH could increase survival rate and growth (P<0.01) of snakehead larvae. The optimal dose of rGH for immersing snakehead larvae was 2.5 mg/L (P4) with an increase in weight growth of 2.83 g, length growth of 2.72 cm, specific growth rate of 3.11%, survival rate of 16.67%. and biomass weight of 83.53g when compared to the control treatment.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA ROSELA PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) Lili Sholichah; Priyanti Priyanti; Nina Meilisza; Raudhotul Fitriyah; Siti Murniasih; Rina Hirnawati
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.31-38

Abstract

Ikan koi merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Budidaya ikan koi sangat menjanjikan karena besarnya permintaan dan peluang pasar. Faktor yang mempengaruhi budidaya ikan koi diantaranya adalah penyakit, kualitas pakan, dan kualitas air. Penambahan suplemen makanan pada pakan digunakan untuk memperbaiki konsumsi, daya cerna, dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan suplemen makanan berupa tepung bunga rosela (TBR) pada pakan buatan untuk pertumbuhan dan sintasan ikan koi. Penelitian dilakukan dengan memelihara 240 ekor benih ikan koi umur 1,5 bulan berukuran panjang 3 ± 0,85 cm dan bobot 1 ± 0,41 g selama 84 hari dan setiap 14 hari dilakukan sampling / pengukuran parameter panjang, bobot, sintasan, dan respon terhadap pakan. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40 x 40 x 35 cm3 sebanyak 16 buah yang dilengkapi aerator, dengan kepadatan 15 ekor per akuarium. Sedangkan Analisa proksimat dilakukan satu kali sebelum dimulai pakan percobaan, dan Analisa kualitas air dilakukan dua kali yaitu di awal dan di akhir penelitian. Desain penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 pengulangan dimana K (tanpa penambahan TBR), B1 (penambahan TBR 0,5 g/kg pakan), B2 (penambahan TBR 1,0 g/kg pakan), dan B3 (penambahan TBR 1,5 g/kg pakan). Pakan yang digunakan merupakan pakan pelet yang diproduksi sendiri dengan menambahkan TBR yang berbeda sesuai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B2 memberikan hasil panjang dan bobot tertinggi sebesar 6,04 cm dan 3,78 g dan sintasan terbaik sebesar 93,33%.Koi fish is a freshwater ornamental fish that has high economic value. Koi fish farming is very promising because of the large demand and market opportunities. The addition of feed supplements is used to improve consumption, digestibility, and increase fish’s immune. This study aims to determine the effect of adding a feed supplement in the form of rosella flower meal to artificial feed for koi fish’s growth and survival rate. The study was conducted by rearing 240 koi carp fry aged 1,5 months measuring 3 ± 0,24 cm in length and 1 ± 0,29 g in weight for 84 days and every 14 days sampling/measuring parameters of length, weight, survival, and response to feed. Fish were kept in 16 aquariums measuring 40 x 40 x 35 cm3 equipped with aerators, with a density of 15 fish per aquarium. The proximate analysis was carried out once before starting the experimental feed, and water quality analysis was carried out twice, namely at the beginning and at the end of the study. The research design used a completely randomized design with 4 repetitions where K (without TBR), B1 ( TBR 0,5 g/kg feed), B2 ( TBR 1,0 g/kg feed), and B3 (TBR 1,5 g/kg feed) ). The feed used is self-produced pelleted feed by adding different TBR according to treatment. The results showed that the B2 treatment gave the highest length and weight of 6,04 cm and 3,78 g and the best survival rate was 93,33%
APLIKASI PADAT TEBAR BERBEDA PADA PEMBESARAN IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) DENGAN SISTEM AIR MENGALIR Fitria Nawir; Asep Akmal Aonullah; Yunarty Yunarty
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.9-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat tebar optimal terhadap pertumbuhan ikan sidat dengan sistem air mengalir pada fase pembesaran. Ikan uji yang digunakan yaitu ikan sidat (Anguilla bicolor) dengan bobot ±59 g dan keseragaman ukuran ±80% yang diperoleh dari hasil tangkapan alam di daerah Cilacap. Metode uji yang digunakan adalah eksperimental skala lapang dengan padat tebar yang digunakan yaitu B1 (3,41 g L-1 atau 34 ekor m-2) dan B2 (3,62 g L-1 atau 36 ekor m-2). Pemeliharaan dilakukan selama enam bulan pada bak fiber persegi panjang berukuran 5,8 m × 0,85 m × 1,12 m. Respon yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (LPS), tingkat kelangsungan hidup (TKH) dan rasio konversi pakan (RKP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B2 (3,62 g L-1) menghasilkan nilai LPS dan RKP yang lebih baik dibandingkan perlakuan B1 (3,41 g L-1), dimana nilai LPS dan RKP yang diperoleh yaitu sebesar 0,42% hari-1 dan 4,64. Perbedaan padat tebar tidak memberikan pengaruh terhadap TKH ikan sidat, dimana nilai TKH untuk semua perlakuan mencapai 100%.This study aims to determine the optimal stocking densities of eel (Anguilla bicolor) with a running water system in the grower stage. The test fish used were eels with a weight of ±59 g and size homogeneity of ±80% obtained from natural catches in the Cilacap area. The test method used was field-scale experimental with stocking densities used as B1 (3,41 g L-1 or 34 fish m-2) and B2 (3,62 g L-1 or 36 fish m-2). The rearing was conducted for six months in rectangular fiber tanks measuring 5,8 m × 0,85 m × 1,12 m. Responses observed included specific growth rate, survival rate, and feed conversion ratio. The results showed that treatment B2 (3,62 g L-1) with higher stocking density produced higher SGR and FCR than treatment B1 (3,41 g L-1) at 0,42% day-1; 4,64 and 0,37% day-1; 5,84, respectively. Differences in stocking density in this study are also known to have no effect on eel survival, in which SR values during the rearing of all treatments reached 100%.
Front Matter Vol. 18 No. 1 Media Akuakultur
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.i-vi

Abstract

OPTIMALISASI DOSIS HORMON OVASPEC™ SEBAGAI INDUSER UNTUK PEMIJAHAN BUATAN IKAN NILEM BETINA GALUR PADJADJARAN Madihah Madihah; Anisa Muthia Fakhira; Fasya Nadhifa; Vanya Asdiqaputri Nugraha
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.1-7

Abstract

Ikan nilem merupakan salah satu ikan air tawar asli di Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan dalam industri akuakultur. Dalam penelitian ini digunakan ikan nilem galur Padjadjaran yang dibudidayakan di Kawasan Perikanan Darat Ciparanje, Unpad. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis hormon Ovaspec™ yang optimal sebagai induser dalam pemijahan buatan ikan nilem betina melalui pengamatan peningkatan performa reproduksinya. Induk betina disuntik Ovaspec™ dosis 0, 0,3, 0,5, atau 0,7 ml/kg bobot badan (BB) secara intramuskular, dilanjutkan dengan pengalinan (stripping) untuk mengeluarkan telur dari ikan betina dan sperma dari ikan jantan. Sebagian telur dan sperma kemudian dicampurkan secara in vitro. Performa reproduksi untuk setiap kelompok perlakuan diamati pada lima ekor induk betina sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Ovaspec™ memengaruhi waktu laten pemijahan, kematangan telur, diameter telur, persentase fertilisasi, penetasan dan kesintasan larva hingga umur 3 hari pascatetas, namun tidak memengaruhi indeks gonadosomatik dan  fekunditas absolut. Penggunakan Ovaspec™ dosis 0,7 ml/kg BB menghasilkan waktu laten paling singkat dan tingkat kematangan telur tertinggi, sedangkan dosis 0,5 ml/kg BB menghasilkan persentase penetasan dan kesintasan larva tertinggi. Disimpulkan bahwa dosis Ovaspec™ 0,5 dan 0,7 ml/kg BB dapat digunakan sebagai induser untuk pemijahan buatan yang juga meningkatkan kinerja reproduksi ikan nilem, khususnya galur Padjadjaran.Bonylip barb is one of the native freshwater fish in Indonesia and has the potential to be developed in the aquaculture industry. In this study, the Padjadjaran strain was cultivated in the Ciparanje inland fishery area, Unpad. This study aimed to obtain an optimal dose of Ovaspec™ hormone to aid the artificial spawning of female bonylip barbs based on the improvement of their reproductive performance. The female broodstocks were injected intramuscularly with Ovaspec™ doses of 0, 0.3, 0.5, or 0.7 ml/kg body weight (BW), followed by stripping to collect eggs from the female and milt from the male fish, which then proceeded to in vitro fertilization. Reproductive performance for each treatment group was observed in five females as a replication. The results showed that Ovaspec™ treatment affected the latency time of spawning, egg maturity level, egg diameter, fertilization rate, hatching rate, and postlarval survival rate at 3 days post-hatching but did not affect the gonadosomatic index (GSI) and absolute fecundity. Ovaspec™ dose of 0.7 ml/kg BW resulted in the shortest latent time and the highest egg maturity stage, while doses of 0.5 ml/kg BW resulted in the highest hatching rate and larval survival rate. It was concluded that Ovaspec™ doses of 0.5 to 0.7 ml/kg BW can be used as an inducer for artificial spawning and improve the reproductive performance of bonylip barb fish, particularly the Padjadjaran strain.
Back Matter Vol. 18 No. 1 Media Akuakultur
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.%p

Abstract

PROBIOTIK INDIGENOUS Bacillus sp (NL004) YANG DIPERKAYA PADA LIMBAH CAIR TAHU (LCT) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Agung Setia Abadi; Anik Hartinah Mariati; Ating Yuniarti
Media Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.1.2023.15-20

Abstract

Telah diketahui bahwa penambahan probiotik dipercaya meningkatkan keuntungan dengan cara meningkatkan pertumbuhan dan resistensi serangan penyakit pada ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penambahan probiotik indigenous pada laju pertumbuhan spesifik ikan nila (Oreocromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi, karakterisasi, dan identifikasi bakteri indigenous dari usus ikan nila. Selanjutnya dilakukan kultur bakteri kandidat probiotik pada limbah cair tahu, dan dilakukan uji viabilitas pada pakan. Tahap selanjutnya dilakukan uji in-vivo dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang diulang sebanyak dua kali. Perlakuan A tanpa penambahan probiotik, B dengan penambahan probiotik NL 004 107 cfu/ml/gr. Parameter uji yang dilakukan diantaranya sintasan, laju pertumbuhan spesifik, konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil uji menunjukkan bahwa penambahan C:N rasio pada LCT mempunyai waktu generasi sel lebih baik sebesar 0,29 (generasi/menit), viabilitas pada pakan menunjukkan pertumbuhan sel lebih baik pada dosis 107 cfu/ml/gr. Hasil uji karakter pertumbuhan ikan menunjukkan penambahan probiotik NL 004 meningkatkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 2,44 % bb/hari, FCR menurun sebesar 1,09 dan meningkatkan efisiensi pakan sebesar 75,79%.It is known that the addition of probiotics is believed to increase profits by increasing growth and disease resistance in fish. The purpose of this study was to determine the effectiveness of adding indigenous probiotics to the specific growth rate of tilapia (Oreocromis niloticus). The method used in this research is by isolating, characterizing, and identifying bacteria from the intestines of tilapia. Furthermore, probiotic candidate bacteria culture was carried out in tofu liquid waste (TLW), and viability tests were carried out on the feed. The next stage is an in-vivo test using a completely randomized design which was two repetitions. Treatment A without the addition of probiotics, B with the addition of probiotics NL 004 107 cfu.ml-1.gr-1. The test parameters carried out include survival, specific growth rate, feed conversion, and feed efficiency. The test results showed that the addition of C:N ratio in TLW had a better cell generation time of 0.29 (generation.min-1), and viability on feed showed better cell growth at a dose of 107 cfu.ml-1.gr-1. The result of the fish growth character test showed that the addition of probiotics increased the specific growth rate by 2.44% w.day-1, decreased FCR by 1.09, and increased feed efficiency by 75.79%.