cover
Contact Name
Ressa Andriyani Utami
Contact Email
ressa.andriyani.utami@gmail.com
Phone
+6285772100033
Journal Mail Official
uppm@akperhusada.ac.id
Editorial Address
Jalan Mangga Besar Raya No. 137-139, Jakarta Pusat, 10730
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Holistic
ISSN : 25481843     EISSN : 26218704     DOI : https://doi.org/10.33377/jkh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Holistic (JKH), with registered number ISSN 2548-1843 (Print) and ISSN 2621-8704 (Online), is a peer-reviewed journal published two times a year (January and July) by Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada Jakarta. JKH is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing, Midwifery, Medicine Science, Pharmacy, Nutritionist, Environment Health, as well as with their development through interdiciplinary and multidiciplinary approach.
Articles 141 Documents
PENERIMAAN DIRI TERHADAP AKTIVITAS PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Susilawati, Ela; Muspita, Della; Effend, Dian Puspitasari; Febrianti, Hana
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.260

Abstract

Introduction, Diabetes Mellitus is one of the fastest growing global health emergencies today. A person with diabetes must depend on diabetes management therapy to overcome physical and psychological changes. Self-acceptance can improve patient behavior related to diet, health compliance, seeking information about the disease, improving lifestyle, and getting used to being active, and avoiding excessive emotions and stress. Objective, to determine the relationship between self-acceptance and self-care activities of Diabetes Mellitus patients. Method, Quantitative with a Cross-sectional approach. The design in the study is Analytical Correlation. Using the Acceptance of Illnes Scale questionnaire and The Summary of Diabetes Self Care Activities questionnaire. Research Results, It is known that the results of the study obtained good self-acceptance results of 34%, poor self-acceptance of 66%. Good self-care activities of 47.2%, poor self-care activities of 52.8%. Where the results of the Chi-Square statistical test showed that there was no relationship between self-acceptance and self-care activities with a P Value of 0.767> ? 0.05. Conclusion, Respondents with good self-acceptance will have 2x better self-care activities compared to respondents who have poor self-acceptance.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Sukagumiwang (Studi Kasus pada Masyarakat Berusia 45-54 Tahun) Priyatna, Bayu Sela; Wahyudin, Wahyudin; Widiyasari, Widiyasari
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.262

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels. In essence, behavior is a human activity to respond to stimuli in the environment, including responses to health knowledge and attitudes possessed. The results of Riskesdas 2018 prevalence of DM in Indonesia amounted to 2%, an increase compared to the results of Riskesdas 2013 of 1,5%. As for DM sufferers in Indramayu Regency in 2021 there were 11.341 people in 2022 it increased to 17.868 people. From this data, in 2022 the Sukagumiwang Health Center ranks first in the highest number of DM sufferers, which is 2.612 people. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with community behavior in preventing diabetes mellitus in Sukagumiwang Village Method: This research method uses quantitative analytical study methods with a cross-sectional approach. The population in this study was 1.219 people and the research sample was 301 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire. The design of univariate analysis and bivariate analysis was performed with the chi-square test. Results: The results of this study found that the variable that was statistically meaningful to DM prevention behavior was the knowledge variable (p=0,020), and the variable that was not related to DM prevention behavior was the attitude variable (p=0,384). Conclusion: This study concludes that the better the knowledge or attitude of the community, the better it is in preventing DM. The suggestion in this study is that the public is expected to increase knowledge about DM disease by seeking information from various sources, so that they can apply DM prevention behaviors.
Perbandingan Efektivitas Terapi Cefixime dan Azithromycin pada Pneumonia Dewasa Tahun 2023 Aminudin, Aminudin; Nuriana; Sari, Septi
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.263

Abstract

Pneumonia is an infection that causes inflammation in the lung tissue, caused by various microorganisms, with Streptococcus pneumoniae being the primary bacterial pathogen. The aim of this study is to describe the pattern of antibiotic use and compare the effectiveness of Cefixime and Azithromycin in adult pneumonia patients at the Inpatient Installation of RSUD Pemangkat in 2023. This research employs a non-experimental observational design with a retrospective approach. A total of 76 patients were selected from 314 using purposive sampling and Slovin's formula with a 10% margin of error. Data analysis was conducted using the Independent Sample T-Test. The results revealed that 42 patients (55%) were male, while 34 patients (45%) were female. Cefixime was administered to 55% of patients, while 45% received Azithromycin. Azithromycin demonstrated greater effectiveness based on clinical indicators. Patients receiving Azithromycin had a shorter hospital stay (4.24 days), a greater reduction in body temperature (1.771ºC), and a higher increase in oxygen saturation (7.29%). Conclusion: Azithromycin is more effective than Cefixime in treating adult pneumonia patients at RSUD Pemangkat in 2023.
Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Tingkat Nyeri Menstruasi (Dismenorea) Pada Remaja Putri Di SMAN 92 Jakarta Utara Johan, Avrilia; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.265

Abstract

Dismenorea adalah nyeri yang dirasakan saat menstruasi dan sering dialami oleh remaja putri, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar. Regulasi emosi berperan dalam mengelola respons terhadap nyeri tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan tingkat nyeri menstruasi (dismenorea) pada remaja putri di SMAN 92 Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan jenis penelitian korelasional. Sampel sebanyak 90 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner regulasi emosi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank melalui SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki regulasi emosi yang kurang baik (76,7%) dan mengalami nyeri menstruasi berat (58,0%). Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan tingkat nyeri menstruasi dengan nilai p < 0,001 dan koefisien korelasi -0,787. Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk regulasi emosi, semakin tinggi tingkat nyeri menstruasi yang dirasakan. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran perawat, khususnya perawat komunitas dan sekolah, dalam memberikan edukasi serta dukungan psikologis terkait pengelolaan emosi dan manajemen nyeri menstruasi. Perawat diharapkan mampu mengembangkan intervensi non-farmakologi seperti pelatihan regulasi emosi, teknik relaksasi, serta pendekatan psikososial agar dapat membantu remaja menjalani masa menstruasi dengan lebih sehat dan produktif. Kata Kunci: regulasi emosi, dismenorea, nyeri menstruasi, remaja putri
The Relationship Between Knowledge About Vulva Hygiene and the Incidence of Vulvar Pruritus in Adolescent Girls at Tangerang City Cahyabrcha, Cahya; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pruritus vulva merupakan keluhan gatal pada area genital luar wanita yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat apabila kebersihan vulva tidak terjaga. Pengetahuan tentang vulva hygiene menjadi faktor penting dalam pencegahannya. Namun, di SMA dan SMK Manggala di Kota Tangerang, edukasi mengenai topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 siswi diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene, kejadian pruritus vulva, dan karakteristik responden, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (36,2%), mandi ?2 kali sehari (91,2%), mengonsumsi junk food (75%), makanan manis berlebihan (71,9%), keluarga berpendapatan rendah (63,8%), 70,6% memiliki pengetahuan kurang tentang vulva hygiene, dan 67,5% mengalami pruritus vulva. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva (p = 0,013). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel usia, kebiasaan mandi, konsumsi junk food, makanan manis, dan pendapatan keluarga dengan pruritus vulva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene berpengaruh terhadap rendahnya kejadian pruritus vulva, sehingga peningkatan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah preventif yang penting.
The Relationship Between Reproductive Health Knowledge and Sexual Behavior of Adolescent female in Tangerang City Zahra, Azelitha; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v10i1.269

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dalam hal ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja putri di SMK Manggala Karang Tengah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan jenis korelasional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual, masing-masing terdiri dari 10 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 53,5% menunjukkan perilaku seksual yang rendah. Mayoritas berusia 17 tahun, dengan orang tua berpendidikan terakhir SMA/SLTA (78,7%) dan pendapatan rendah (69%). Media sosial menjadi sumber informasi terbanyak (45,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual (p = 0,013), serta pendidikan terakhir orang tua (p = 0,002). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendapatan orang tua, dan sumber informasi dengan perilaku seksual (p > 0,05). Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk membentuk perilaku seksual yang sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Putri
Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur dengan Barber Johnson Chart di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya Tahun 2022–2024 Zaenal, Tiara Islamiah; Orizani, Chindy Maria; Tjokro, Silvia Haniwijaya; Firmansyah, Yura Witsqa
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Evaluasi efisiensi diperlukan untuk memastikan ketersediaan tempat tidur dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pasien yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur ruang rawat inap di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya tahun 2022–2024 berdasarkan Barber Johnson chart. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain retrospektif dan analisis data sekunder dari laporan rekam medis rumah sakit tahun 2022-2024. Indikator yang dianalisis meliputi Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Data dibandingkan dengan standar efisiensi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan BOR berkisar antara 48,12–53,02%, AvLOS 4,40–4,97 hari, TOI 4,04–4,49 hari, dan BTO 41,48–45,07 kali. Seluruh indikator berada di luar standar kecuali BTO yang mendekati batas ideal. Grafik Barber Johnson memperlihatkan bahwa selama periode 2022–2024 rumah sakit belum mencapai kondisi efisiensi optimal, meskipun terdapat perbaikan sementara pada tahun 2023. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi penggunaan tempat tidur di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya masih belum sesuai standar Barber Johnson. Strategi optimalisasi diperlukan melalui peningkatan pemanfaatan BOR, penyesuaian lama rawat pasien, serta perbaikan alur pelayanan pasien guna menurunkan TOI dan meningkatkan efisiensi pelayanan rawat inap.
Tantangan Terapi Hipernatremia Refrakter pada Pasien dengan Pneumonia Komunitas dan Gagal Ginjal Akut: Sebuah Laporan Kasus. Yusica Maylasari, Ni Putu; Suryana, Ketut
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipernatremia merupakan gangguan elektrolit serius dengan angka mortalitas tinggi, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal dan penurunan asupan cairan. Kami melaporkan seorang perempuan berusia 70 tahun dengan penurunan kesadaran, bicara lambat, dan sulit diajak berkomunikasi. Pemeriksaan menunjukkan kadar natrium 163 mmol/L, peningkatan ureum dan kreatinin, serta infiltrat bilateral pada foto toraks dengan kesan pneumonia. Diagnosis ditegakkan sebagai hipernatremia berat disertai Pneumonia Komunitas dan Gagal Ginjal Akut. Terapi awal diberikan infus NaCl 0,9% dilanjutkan dengan Dextrose 5% (D5W) dengan target koreksi tidak melebihi 10–12 mmol/L per 24 jam, disertai pemberian furosemid intravena untuk membantu natriuresis. Pemantauan ketat terhadap elektrolit, diuresis, dan fungsi ginjal dilakukan selama perawatan. Setelah lima hari, kadar natrium menurun bertahap menjadi 142 mmol/L dan kesadaran pasien membaik tanpa komplikasi neurologis. Kasus ini menyoroti tantangan terapi hipernatremia refrakter pada pasien dengan infeksi paru dan gangguan ginjal, serta menegaskan pentingnya koreksi cairan bertahap dan kolaborasi multidisipliner untuk mencapai hasil klinis yang optimal.
Intervensi Non-farmakologis Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Anak di Era Digital: A Narrative Review : Memahami Tantangan Baru dan Strategi Efektif untuk Kesejahteraan Mental Anak Kusmayanti, Evi; Suntin, Suntin; Sibualamu, Khalida Ziah; Abu, Muhammad; Saranga, Jenita Laurensia; Allo, Sarjani linggi; Rasimin, Rosmini; Rara, Abdul Rahman
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental anak usia sekolah dan remaja semakin rentan di era digital akibat paparan teknologi, tuntutan akademik, dan perubahan interaksi sosial. Peningkatan kecemasan, stres, dan depresi semakin banyak dilaporkan, diperburuk oleh penggunaan gawai berlebihan yang memicu gangguan tidur, kelelahan emosional, dan risiko kecanduan digital. Kondisi ini menuntut intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk mendukung kesejahteraan mental generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis berbagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental anak di era digital. Metode:Tinjauan naratif dilakukan melalui pencarian literatur pada ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SAGE Journals menggunakan kata kunci terkait kesehatan mental dan intervensi digital. Dari 4.014 artikel yang ditemukan, enam artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses seleksi dan penilaian kualitas dengan daftar periksa JBI. Hasil: Sintesis menunjukkan enam intervensi non-farmakologis yang efektif, yaitu terapi seni berbasis kesadaran, pembelajaran interaktif berbasis web, program aktivitas fisik digital REAP, kombinasi latihan aerobik dan ACT, pendidikan teman sebaya, dan iCBT. Intervensi ini terbukti meningkatkan regulasi emosi, resiliensi, kualitas tidur, serta menurunkan kecemasan dan depresi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi non-farmakologis berbasis teknologi relevan untuk diterapkan di sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan, serta berpotensi menjadi strategi penting dalam memperkuat kesehatan mental anak dan remaja.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Lanjut Usia Dalam Pencegahan Komplikasi Hipertensi di Puskesmas Kartasura Riskiana, Shelvy Meika; Sudaryanto, Agus
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Hypertension remains a significant public health issue. Hypertension tends to affect older adults more easily, which can increase the risk of hardening of the arteries. Based on data from the Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.11%. In 2023, there were 266,044 people with hypertension in Sukoharjo Regency. As for elderly people with hypertension at the Kartasura Community Health Center in 2024, there were 807 elderly people with hypertension accompanied by complications and 534 elderly people with hypertension without complications. These figures indicate that the prevention of hypertension complications in the elderly is not yet optimal. However, the contribution of the elderly's knowledge and attitudes in preventing hypertension complications is still unknown, so research is needed to determine the relationship between knowledge and attitudes in preventing hypertension complications. Objective: This study aims to determine the relationship between the elderly's knowledge and attitudes in preventing hypertension complications the Kartasura Community Health Center. Method: This study used a quantitative method with a correlational descriptive design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 534 elderly people with uncomplicated hypertension. Of these, 229 respondents were selected as samples using purposive sampling based on inclusion criteria. The research instruments used knowledge and attitude questionnaires. Univariate analysis was performed using descriptive statistics, while bivariate analysis used the Spearman Rank test. Results: The results of this study showed that most respondents had good knowledge with good attitudes, totaling 72 respondents (39.6%). The Spearman's rank test yielded a p-value of 0.001 < ? (0.05), which means that there is a relationship and a correlation value (r) of 0.724. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and the attitudes of elderly people in preventing complications of hypertension at the Kartasura Community Health Center. Thus, the better the knowledge of the elderly, the better their attitude towards preventing complications of hypertension.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026 Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 1/ Januari 2025 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 8/ Nomor 2/ Juli 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 8/ Nomor 1/ Juli 2024 Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 2/ Juli 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 1/ Januari 2023 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 2/ Juli 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 1/ Januari 2022 Vol. 5 No. 1 (2021): Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 5/Nomor 1/Januari 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 5/Nomor 2/Juli 2021 Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 4/Nomor 2/Juli 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 4/Nomor 1/Januari 2020 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 3/Nomor 2/Juli 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 3/Nomor 1/Januari 2019 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 2/Nomor 2/Juli 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 2/Nomor 1/Januari 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 1/Nomor 2/Juli2017 Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 1/Nomor 1/Januari 2017 More Issue