cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 19072937     EISSN : 26204053     DOI : -
Core Subject : Health,
The articles of this journal are published every six months, that is on January and August (2 issues per year), and developed by the Master Program of Health Promotion, Faculty of Public Health, Diponegoro University
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7, No. 1, Januari 2012" : 10 Documents clear
Kepatuhan Pengguna Napza Suntik dalam Terapi Rumatan Metadon di RSK Propinsi Kalimantan Barat Herlantoro, Herlantoro; Widjanarko, Bagoes; Cahyo, Kusyogo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.416 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.30-40

Abstract

ABSTRAKKasus AIDs di Indonesia triwulan kedua tahun 2010 secara komulatif adalah 21.770 kasus, Penyebaran HIV/AIDS dikalangan Injection Drug Use/IDU telah mencapai 8.795 kasus (40,4%). Terapi subtitusi metadon perlu dilakukan bertujuan mengurangi dampak buruk kesehatan, sosial, ekonomi, mengurangi resiko tertular dan menularkan HIV kepada orang lain, namun kegagalan terapi sering terjadi karena ketidakpatuhan atau adherence yang buruk. Penelitian adalah Observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara kepada 46 penasun mengikuti program terapi rumatan metadon di Rumah Sakit Khusus Propinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan dalam mengikuti terapi rumatan metadon yang baik 69.4%, remaja (15-20 tahun) (58,7%), kelamin laki-laki, pendidikan SLTA, telah bekerja . Faktor yang berhubungan kepatuhan dalam terapi rumatan metadon adalah pengetahuan , sikap, motivasi, self efficacy, peran keluarga, peran teman sebaya, dan peran petugas kesehatan. Analisis multivariat Regresi Logistik berganda faktor yang paling berpengaruh adalah motivasi dan peran teman sebaya.Kata Kunci:Kepatuhan, terapi rumatan metadon, Penasun.ABSTRACTAdherence Injecting Drug Users in Methadone Maintenance Therapy at The Hospital for Special Province of West Borneo; Cumulative Second quarter of 2010, AIDS cases in Indonesia were 21,770 cases, the spread of HIV / AIDS among Injection Drug Use / IDUs has reached 8795 cases (40.4%). Methadone substitution should be aimed at reducing the adverse health, social, economic, reducing the risk of contracting and transmitting HIV to others, but treatment failures often occur because of non-compliance or un-adherence. Design Explanatory Research studies are cross-sectional approach. Data collection through interviews using a questionnaire to the 46 IDUs who are following methadone maintenance program at the Hospital for Special Province of West Kalimantan. Results showed that adherence to the respondents in methadone maintenance who both reached 69.4%, adolescent (15-20 years), male, high school, has been working (87%). Factors related to compliance in methadone maintenance therapy is the knowledge, attitude, motivation, self-efficacy, family support, peers group, and health workers support. The most influential factor is motivation and the peers group.Keyword: Adherence, methadone maintenance, drug users
Persepsi mengajar guru SMA dalam memberikan pendidikan seksualitas pada siswa/siswi SMA di Kota Pekanbaru Yuningsih, Silvia Anita; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.979 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.96-108

Abstract

ABSTRAKPendidikan seksualitas adalah salah satu cara untuk mengurangi laju pertumbuhan seksual pranikah remaja yang dapat diberikan di rumah ataupun di sekolah. Pendidikan seksualitas di sekolah yaitu termuat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 pada mata pelajaran biologi, agama, pendidikan jasmani dan kesehatan serta bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Explanatory Research dan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 120 orang guru SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki persepsi mengajar baik (50,8%) dan persepsi mengajar kurang (49,2%), kemudian berdasarkan mata pelajaran responden yang memiliki persepsi mengajar baik yaitu pada guru yang mengajar mata pelajaran biologi (53,3%), agama (56,7%), pendidikan jasmani dan kesehatan (53,3%) dan bimbingan konseling (40%). Faktor yang paling berpengaruh terhadap persepsi mengajar guru SMA dalam memberikan pendidikan seksualitas pada siswa/siswi SMA di Kota Pekanbaru adalah variabel persepsi guru SMA dari ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap.Kata kunci : Persepsi mengajar, Guru, Pendidikan seksualitas  ABSTRACTPerception of high school teachers to teach in providing sexuality education to high school students in the city of pekanbaru; based on reports sexuality education is one way to reduce the rate of adolescent premarital sexual growth that can be provided at home or at school. Sexuality education in schools is contained in the Education Unit Level Curriculum of 2006 on the subjects of biology, religion, physical education and health, and guidance counseling. This study uses quantitative methods to the draft Explanatory Research by cross sectional approach. The sample size is 120 high school teachers. The results showed that respondents who have the good teaching perception (50.8%) and the less teaching perception (49.2%), then based on the subjects of respondents who have the good teaching perception is the teacher who teaches biology subjects (53.3%), religion (56.7%), physical education and health (53.3%), and guidance counseling (40%). Factors that influence the teaching perception of high school teachers in providing sexuality education to high school students in the city of Pekanbaru is the perception variable of high school teacher from the availability of facilities and complete infrastructure.Key words : perception of teaching, teachers, sexuality education
Perilaku Penggunaan Kondom Pada Pelanggan WPS di Semampir Kediri Kristianti, Shinta; Shaluhiyah, Zahroh; Nugraha, Priyadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.444 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.41-52

Abstract

ABSTRAKPenularan HIV-AIDS di Indonesia berkembang cepat, salah satu pemicunya adalah karena perilaku seksual yang berisiko, termasuk perilaku seksual pada pelanggan WPS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan kondom pada pelanggan WPS di Semampir Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Data kualitatif dilakukan sebagai triangulasi digunakan untuk mendukung hasil analisis kuantitatif yang digali dari WPS dan mucikari sebagai cross check jawaban pelanggan WPS, cara yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Discussion) pada WPS dan mucikari. Besar sampel adalah 66 orang. Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil menunjukkan sebagian besar responden (71,2%) berperilaku konsisten dalam menggunakan kondom.Kata kunci: wanita pekerja seks (WPS), pelanggan WPS, kondom, konsistenABSTRACTCondoms Use Behavior Among Female Sex Worker’s Clients In Semampir Of Kediri;Transmission of HIV-AIDS in Indonesia is growing fast, one of the triggers are due to risky sexual behavior, including sexual behavior in FSW’s clients. This study aimed to analyze the factors that influence the behavior of condom use on the FSW’s clients in Semampir Kediri. This study used quantitative methods to the design of explanatory research with cross sectional approach. A triangulation of qualitative data used to support the results of quantitative analysis were excavated from WPS and pimps as a cross check answers FSW’s clients, the means used was to in-depth interviews and FGDs (Focus Group Discussion) on the FSW and pimps. Sample size was 66 people. Univariate data analysis, with chi-square bivariate and multivariate logistic regression. Results showed most respondents (71.2%) behave consistent in using condoms.Variables related to condom use behavior in FSW were knowledge, perception of vulnerability, severity perceived, benefits perceived, barriers perceived and perceived ability to self (self-efficacy), the availability of condoms, condom regulation, support of friends and support of FSW. Support of friend was the most influential variable on the practice of using condoms to FSW’s clients and the OR value was 19.218.Key words: female sex workers (FSW), FSW’s clients, condom, consistent
Pelaksanaan Program PKPR Pada Puskesmas Guntung Payung di Kota Banjarbaru Zainab, Zainab; Shaluhiyah, Zahroh; Widjanarko, Bagoes
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.061 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.1-9

Abstract

ABSTRAKPelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku dan reproduksi sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja dan Pemanfaatannya Pada Puskesmas Guntung Payung. Penelitian kualitatif dengan cara indepth interview, observasi dan FGD. Informan sebanyak 18 orang. Analisa data menggunakan metode thematic content analysis. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa program PKPR yang dilaksanakan di Puskesmas Guntung Payung adalah membuka klinik khusus pelayanan remaja usia 10 – 19 tahun untuk memberikan layanan pengobatan, mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi remaja di sekolah-sekolah, melakukan sosialisasi tentang program PKPR di tiap sekolah, memberikan tablet SF pada remaja putri, memberikan layanan konseling untuk remaja. Konseling di PKPR namun layanan konsultasi secara langsung belum banyak dimanfaatkan oleh remaja dan ruang konselingnya masih belum menjaga privacy klien.Kata kunci : PKPR, Puskesmas, sekolahABSTRACTAdolescent Health Care Services (PKPR) established in the clinic is in order to increase knowledge about the behavior of adolescent and reproductive health.This study aims to gain an overview of the implementation program of health care services to adolescents and their utilization in health centers Guntung Payung. This research is qualitative research. The data was collected by depth interview, observation and focus group. Informants as many as 18 people. Analysis of the data using thematic content analysis method.These results illustrate that the program PKPR is implemented in health centers Guntung Payung is to open a special clinic services for adolescents aged 10-19 years providing medical services, conduct counseling on adolescent reproductive health in schools, to socialize PKPR program at each school, provide SF tablets in adolescent girls. For counseling activities, despite being provided in PKPR consulting services directly but has not been widely used by teenagers, and space counseling still maintain client privacy.Keywords: PKPR, public health center, school
Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) pada Calon Pekerja Migran di Provinsi Nusa Tenggara Barat Suwanti, Suwanti; Widjanarko, Bagoes; Mustofa, Syamsulhuda Budi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.721 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.53-62

Abstract

ABSTRAKProgram pemerintah yang dikhususkan untuk para calon pekerja migran yaitu mengikuti PAP yang berisi materi wajib dan penunjang salah satunya berupa pemberian informasi dasar tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penyelenggaraan pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) pada calon pekerja migran di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan diskusi kelompok terarah. Informan dalam penelitian ini sebanyak 19 orang, analisa data menggunakan metode thematic content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas PAP telah memiliki pengetahuan tentang konsep PAP namun untuk pengetahuan tentang HIV/ AIDS masih terbatas, sehingga sikap petugas PAP tidak menganggap penting pemberian materi HIV/ AIDS pada calon pekerja migran formal. Hambatan pada pelaksanaan PAP yaitu tidak adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Materi HIV/AIDS tidak sesuai dengan modul pegangan instruktur yang disampaikan hanya dengan metode ceramah dan tidak menggunakan media pengajaran. Tidak ada kerjasama lintas sektoral dengan Dinas Kesehatan dan KPA Provinsi NTB terkait pemberian informasi HIV/AIDS pada calon pekerja migran.Kata Kunci : pekerja migran, HIV/AIDSABSTRACTThe Final Departure Briefing (FDB) Implementation On The Prospective Migrant Workers In West Nusa Tenggara Province ; Government programs are devoted to the prospective migrant workers that is following the final departure briefing (FDB) which contains the compulsory and supporting material; one of them is basic information about reproductive health and HIV/AIDS. This study aims to evaluate the FDB implementation on the prospective migrant workers in West Nusa Tenggara Province. This study was qualitative research. The data collection was conducted by in-depth interview, observation and focus group discussion (FGD). Informan in this study were 19 subjects. The analysis of the data in this study used thematic content analysis method. The results of this study showed that is the official organization of the FDB implementation were the FDB officers have knowledge about FDB concept, but to knowledge about HIV/AIDS is still low, so the attitude of the FDB officers do not consider important material provision of HIV/AIDS on formal prospective migrant workers. Barriers the FDB implementation were unavailability of adequate facilities and infrastructure. HIV/ AIDS materials not appropriate with the reference module of instructors which presented by lecture method and also not using the media. There’s no cooperation with health authorities and AIDS Commission (KPA) in the process of FDB implementation related HIV/AIDS information to prospective migrant workers.Keywords : migrant workers, HIV/AIDS
Perilaku Bidan Dalam Pelayanan PMTCT Pada Ibu Hamil Dengan HIV/ AIDS di RSUD. Dr. Soedono Madiun Pipitcahyani, Tatarini Ika; Istiarti, Tinuk; Pietojo, Harbandinah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.841 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.63-73

Abstract

ABSTRAKKasus AIDS di Indonesia triwulan kedua tahun 2010 secara komulatif adalah 21.770 kasus. Pada tahun 2010 sampai april 2011 didapatkan ibu hamil dengan HIV/AIDS yang datang memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soedono Madiun berjumlah 3 orang ibu dengan HIV/AIDS. Pelaksanaan PMTCT masih belum maksimal hal tersebut dikarenakan masih adanya sikap kurang mendukung yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang HIV/AIDS dan PMTCT. Sehingga harus selalu dilaksanakan kegiatan sosialisasi, pengarahan dan pendampingan waktu pelayanan kepada ibu hamil dengan HIV/AIDS. Penelitian dengan kualitatif diskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam dan observasi pelaksanaan praktik pelayanan PMTCT pada ibu hamil di RSUD. Dr. Soedono Madiun. Hasil peneitian menunjukkan bahwa responden telah mengetahui tentang HIV/AIDS dan PMTCT tetapi belum memahaminya sehingga dalam pelaksanaan pelayanan PMTCT masih belum maksimal oleh karena itu peru adanya sosialisasi dan pendampingan oleh organisasi provesi pada saat pelayanan kepada ibu hamil dalam kegiatan PMTCT di RSUD.Dr.Soedono Madiun.Kata Kunci:Pelayanan PMTCT, ibu hamil, perilaku bidan.ABSTRACTAIDS cases in Indonesiain the second quarterof 2010 was 21 770 cumulative cases. In the year 2010 to April 2011 found pregnant women with HIV/AIDS who come to check into hospitals Dr. Soedono Madiun totaling 3 mothers with HIV/AIDS. Implementation of PMTCT still not maximized it is because there still existsa lack of support caused by alack of understanding about HIV/AID Sand PMTCT. So it should always be carried out dissemination activities, guidance and mentoring service time to pregnant women with HIV/AIDS. With aqualitative descriptive study. The collection of data using in-depth interviews and observation practice simplementation of PMTCT services for pregnant women in hospitals Dr. Soedono Madiun. Field work results indicate that the respondents knew about HIV/AIDS and PMTCT but have not understood that the implementation of PMTCT services is still not maximized, there fore Perusocialization and mentoring by provesi organization at the service to pregnant women in PMTCT activities in RSUD.Dr.Soedono Madiun.Keywords: PMTCT services, pregnant women, midwives behavior.
Ketrampilan Perawat Gigi Melaksanakan Kegiatan Promosi dan Prevensi Kesehatan Gigi dan Mulut di Kota Kupang Fankari, Ferdinan; Pietojo, Harbandinah; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.792 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.10-19

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan SKRT-surkesnas 2001 menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi dan mulut adalah 10 (sepuluh) kelompok terbanyak yang dikeluhkan masyarakat. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ketrampilan perawat gigi dalam melaksanakan kegiatan promosi dan prevensi kesehatan gigi dan mulut di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode explanatory study dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi dengan jumlah sampel 31 orang parawat gigi.Ketrampilan perawat gigi dalam melaksanakan kegiatan promosi dan prevensi kesehatan gigi dan mulut termasuk kategori kurang (77.4 %), sedangkan yang baik hanya 22.6 %. Variabel yang berhubungan langsung dengan ketrampilan perawat gigi adalah tingkat pendidikan, masa kerja, pengetahuan dan konsultasi dan pembimbing. Variabel yang paling berpengaruh terhadap ketrampilan perawat gigi adalah tingkat pendidikan perawat gigi.Kata Kunci : ketrampilan perawat gigi, kegiatan promosi dan prevensi, kesehatan gigi dan mulut.ABSTRACTThe Dental Nurses’s Skill In Conducting Promotion And Prevention Of Oral Health In Kupang City;Based on the 2001 Household Health Survey-SURKESNAS, dental and oral disease is the high prevalence rate abaout 60% from the 10 groups of people complained of most diseases. It’s necessary for dental nurses who have good skills in carrying out these activities. This study aims to determine factor-factor that affects dental nurses skills in conducting promotional activities and prevention of oral health in the Kupang City. This study uses explanatory method with cross sectional approach. Data collection by interviews and observations with number of samples of the 31 dental nurses. Skills of dental nurses in carrying out promotion activities and prevention of oral health including less categories (77.4%) and only 22.6% is good categories. The variable that most affect to skill level of dental nurse is the education of dental nurse.Keywords: dental nurse skills, promotion and prevention, oral health.
Perilaku Ibu Hamil Untuk Tes HIV di Kelurahan Bandarharjo dan Tanjung Mas Kota Semarang Legiati, Titi; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.573 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.74-85

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2008, sebanyak 110 kunjungan ibu hamil ke VCT, 5 ibu di antaranya positif HIV dan pada tahun 2009 sebanyak 368 kunjungan ibu hamil ke VCT, 14 ibu di antaranya positif HIV. Walaupun ada peningkatan jumlah ibu hamil yang melakukan tes HIV, namun jumlahnya masih sedikit. Pada tahun 2010 ibu hamil yang melakukan tes HIV pada kegiatan mobile VCT di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo sebayak 193 orang dari jumlah ibu hamil yang mengakses layanan antenatal sebanyak 706 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk tes HIV.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Explanatory Research dengan pendekatan cross sectional . Besar sampel adalah 180 orang.Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik.Hasil Menunjukkan sebagian besar responden (51,1%) rmengikuti tes HIV. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil untuk tes HIV adalah dukungan suami. Variabel yang berhubungan terhadap perilaku ibu hamil untuk tes HIV adalah variabel pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi halangan, persepsi manfaat, isyarat bertindak, akses informasi, dukungan suami, dukungan bidan dan dukungan kader.Kata Kunci: perilaku ibu hamil, tes HIVABSTRACTBehavior of Pregnant Woman for HIV Testing in Bandarharjo and Tanjung Mas Semarang City;Based on data from Health Departement of Semarang City 2008, total of 110 visits to VCT of pregnant women, 5 of whom were HIV-positive mothers and in 2009 as many as 368 visits to the VCT of pregnant women, 14 of whom are HIV-positive mothers. While there are an increasing number of pregnant women tested for HIV, but the numbers are still small. In 2010 pregnant women tested for HIV at VCT mobile activities in the region of Bandarharjo Public Health there were 193 people from the number of pregnant women accessing antenatal care as much as 706 people. This study aims to determine the factors that influence behavior of pregnant women for HIV testing. This study uses quantitative methods with explanatory research and cross sectional approach. The sample size was 180 people . Univariate data analysis used, chi-square bivariate and multivariate used logistic regression Results showed the most respondents (51.1%) followed HIV test. The most dominant factor that affected behavior of pregnant women for HIV testing was husband’s support. Variables related to behavior of pregnant women for HIV testing were variable knowledge, perceived of vulnerability, perceived of barriers, perceived of benefits, cues to action, access to information,husband’s support, midwife’s support and cadre’s support.Keywords:behavior of pregnant women, HIV testing
Praktik Penggunaan Film Badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang Utami, Asih Puji; Shaluhiyah, Zahroh; Wahyuni, Ida
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.09 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.20-29

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan film badge pada pekerja radiologi di rumah sakit umum di Jawa Tengah dan Bali tahun 2003 menunjukkan bahwa 12% tidak memiliki film badge, 18% jarang memakai film badge, 34% kurang percaya terhadap hasil pencatatan film badge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik penggunaan film badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel adalah total populasi yaitu 73 orang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variabel paling dominan yang mempengaruhi praktik penggunaan film badge yaitu persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge. Jika persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge baik maka mempunyai peluang sebesar 6,160 kali untuk melakukan praktik penggunaan film badge dari pada persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge yang kurang baik.Kata Kunci : radiografer, peraturan, praktik penggunaan film badge.ABSTRACTBadge Film Practical Utilization in Radiology Installation at Hospital in Semarang; Use of badge film from radiographer at hospital in Central Java and Bali at 2003 shows that 12% not possessing badge film, 18% rarely using badge film, 34% lack of trust in badge film recording result. The aim of this research is to analyze badge film practical use in radiology installation at hospital in Semarang. This research uses quantitative approach with cross sectional study design. Data collecting technique uses questionnaire. Sample is total population comprising 73 persons. The result there is most dominant variable influences badge film practical use i.e.: radiografert perception in regulation of badge film use, 6.160 of avalibility of badge film practical are not good.Keywords : radiographer, regulation, badge film practical use.
Niat Ibu Hamil untuk berkunjung ke klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Kec. Singkawang Barat Yuslana, Yuslana; Suryoputro, Antono; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.659 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.86-95

Abstract

ABSTRAKDiKota Singkawang pada tahun 2005 sampai 2009 ada 81 orang ibu hamil yang di VCT terdapat 19 orang menderita HIV positif dan sesudah melahirkan didapatkan 12 bayi menderita HIV positif. Pada tahun 2010 tidak ada seorangpun ibu hamil yang memeriksakan diri ke klinik VCT Mawar RS Dr. Abdul Aziz Singkawang.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan niat ibu hamil di Kecamatan Singkawang Barat untuk berkunjung ke klinik VCT. Penelitian adalah metode survei dengan desain penelitian cross sectional. sampel penelitian berjumlah 160 orang ibu hamil yang berdomisili di Kecamatan Singkawang Barat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (56,2%) responden berniat untuk berkunjung ke klinik VCT. Variabel yang berhubungan signifikan dengan niat ibu hamil untuk berkunjung ke klinik VCT yaitu pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT, Keyakinan ibu hamil tentang manfaat VCT, persepsi ibu hamil terhadap sikap bidan tentang VCT dan motivasi ibu hamil oleh opini teman, suami dan bidan tentang VCT.Kata kunci : Niat Ibu hamil, Kecamatan Singkawang Barat.ABSTRACTThe intention of pregnant women in district of west Singkawang to visit the clinics Voluntary Counseling Testing (VCT);Singkawang city bettween 2005 until 2009 there were 81 people in the VCT of pregnant women who are 19 people suffering from HIV-positive. Later than after giving birth, 12 babies are HIV positive. In 2010 no one pregnant woman who went to the Mawar VCT clinic of Dr.Abdul Aziz Hospital in Singkawang. This study aims to find out factors related to the intentions of pregnant women in the District of West Singkawang to visit the VCT clinic. Research is survey method with cross sectional research design. 160 people of pregnant women who are domiciled in the District of West Singkawang used as sample. Results showed the majority (56.2%) of respondents intend to visit the VCT clinic. Variables significantly associated with maternal intention to visit the VCT clinic that is knowledge of pregnant women about HIV / AIDS and VCT, Confidence pregnant women about the benefits of VCT, the perception of pregnant women to midwives about VCT and motivation attitudes of pregnant women by the opinions of friends, husbands and midwives about VCT.Keywords: Intention Pregnant women, Western District Singkawang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10