Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 1 (2012): April 2012"
:
10 Documents
clear
BURNOUT DI KALANGAN GURU PENDIDIKAN LUAR BIASA DI KOTA BANDUNG
Wardhani, Dayne Trikora
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.435 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.10
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku koping dan kepuasan kerja dengan burnout pada guru SLB di Kota Bandung. Sumber data penelitian ini adalah guru SLB di Kota Bandung sebanyak 202 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory (Maslach, 1976) dan skala Perilaku Koping dan skala Kepuasan Kerja dalam Occupational Stress Indicator dari Cooper, Sloan, & William (1986). Data hasil penelitian dianalisa menggunakan uji statistik Multi Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukkan; (1) perilaku koping (X1) berhubungan secara negatif dan signifikan dengan burnout yang dialami guru SLB (Y), (2) kepuasan kerja (X2) berhubungan secara negatif dan signifikan dengan burnout yang dialami guru SLB (Y), dan (3) Perilaku koping (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) secara bersama-sama dapat memprediksi secara signifikan terhadap burnout guru SLB (Y).Kata Kunci: Pendidikan, Guru, Burnout, Kepuasan Kerja, Perilaku Koping
ANALISIS SUMBER-SUMBER KEBERMAKNAAN HIDUP NARAPIDANA YANG MENJALANI HUKUMAN SEUMUR HIDUP
Marliana, Siska;
Maslihah, Sri
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.289 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.12
Narapidana yang mendapat hukuman seumur hidup akan mengalami perubahan besar dalam kehidupannya, seperti keterbatasan dalam melakukan aktivitas, pekerjaan, kehidupan sosial bahkan dalam tujuan hidup. Kondisi tersebut akan  mengubah pandangannya mengenai makna dari hidupnya ataupun mengalami ketidakbermaknaan hidup. Fokus penelitian ini adalah analisis sumber-sumber kebermaknaan hidup pada narapidana yang divonis hukuman seumur hidup dengan mengacu pada konsep kebermaknaan hidup Viktor Frankl. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung yang sudah menjalani dua tahun masa hukuman dari vonis hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber-sumber kebermaknaan hidup bagi subjek adalah : 1.) Adanya nilai-nilai kreatif (creative values) untuk dapat berkarya, bekerja, mencipta serta melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya. 2.) Adanya nilai-nilai penghayatan (experiential values), yakni dengan cara memperoleh pengalaman tentang sesuatu atau seseorang yang bernilai bagi subjek. 3.) Nilai-nilai bersikap (attitudinal values) atas hukuman seumur hidup yaitu subjek memilih sikap menerima kondisi tersebut sebagai tanggung jawab yang harus dijalani akibat perbuatannya dan berusaha menikmati kehidupan di penjara dengan menjadikan penjara sebagai tempat untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik.Kata Kunci: hukuman seumur hidup, sumber-sumber kebermaknaan hidup, creative values, experiential values, attitudinal values
SCHOOL REFUSAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Manurung, Nazwa
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.424 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.10
School refusal adalah masalah emosional yang dimanifestasikan dengan ketidakinginan anak untuk menghadiri sekolah dengan menunjukkan simptom fisik, yang disebabkan karena kecemasan berpisah dari orang terdekat, karena pengalaman negatif di sekolah atau karena punya masalah dalam keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur. Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar, dan mengalami school refusal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa subjek 1 mengalami school refusal karena tidak ingin berpisah dari orang yang dekat dengannya yaitu neneknya. Subjek 2 mengalami school refusal karena mempunyai pengalaman negatif di sekolah yaitu takut pada gurunya. Subjek 1 dan 2 mengalami school refusal lebih dari setahun. Subjek 1 seharusnya sudah sekolah tahun lalu tapi gagal karena takut pada gurunya sedangkan subjek 2 telah mengalami rasa takut pada gurunya semenjak duduk di kelas lima (V) SD.Kata kunci : school refusal, pengalaman tidak menyenangkan, anak
ATTACHMENT DAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN
Indrawati, Endang Sri;
Fauziah, Nailul
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.557 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.10
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment dengan penyesuaian diri dalam perkawinan. Selama tahun pertama dan kedua perkawinan pasangan suami-istri biasanya harus melakukan penyesuaian satu sama lain, terhadap anggota keluarga masing-masing dan teman-teman. Masalah penyesuaian yang paling pokok yang pertama kali dihadapi oleh keluarga baru adalah penyesuaian terhadap pasangannya. Subjek penelitian sebanyak 100 orang anggota paguyuban Ibu-ibu PTPN IX Sub Unit Kebun Sukamangli Sukorejo. Penelitian ini menggunakan skala attachment dan penyesuaian diri dalam perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel attachment dengan penyesuaian diri dalam perkawinan ditunjukkan dengan skor korelasi    rxy = 0,541dengan p= 0,001 (p<0,05). Semakin tinggi kelekatan, maka semakin ringgi penyesuaian diri dalam perkawinan, dan sebaliknya, semakin rendah kelekatan maka akan semakin rendah penyesuaian diri dalam perkawinan. Koefisien determinasi R2 sebesar 0,292 . Hubungan orang tua dengan anaknya dapat mempengaruhi individu dalam melakukan penyesuaian diri karena penerimaan orangtua terhadap anak akan menumbuhkan rasa aman, percaya diri, penghargaan, sehingga terjadi penyesuaian diri yang baik. Penyesuaian diri tersebut akan berlaku juga dalam kehidupan perkawinannya.Kata Kunci: attachment, penyesuaian diri dalam perkawinan, ibu-ibu anggota paguyuban
Cover Journal Psikologi No. 1 tahun 2012
Psikologi, Psikologi
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.468 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.
Cover dan daftar isi Journal Psikologi No. 1 April tahun 2012
PROFIL INTELIGENSI PADA SISWA DENGAN KESULITAN BELAJAR DI SD NEGERI GISIKDRONO SEMARANG
Widayanti, Costrie Ganes;
Rusmawati, Diana;
Siswati, Siswati
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.816 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.10
Perkembangan kognitif merupakan aspek yang sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Siswa dengan kesulitan belajar memiliki hambatan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang terkait dengan belajar. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswa kelas 1-6 SD sebanyak 24 orang, yang menunjukkan beberapa karakteristik siswa dengan kesulitan belajar dari hasil skrining. Selanjutnya tes WISC disajikan ke pada siswa secara individual. Profil inteligensi siswa dengan kesulitan belajar menunjukkan 46% mengalami kesulitan belajar spesifik dan 54% adalah lambat belajar (IQ= 71-84). Pada siswa dengan kesulitan belajar spesifik menunjukkan skor IQ performansi yang relatif di atas skor IQ verbal. Dibutuhkan strategi pembelajaran sesuai dengan kapasitas inteligensi yang dimiliki anak sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk mencapai keberhasilan.Kata kunci: kesulitan belajar, IQ, IQ verbal, IQ performansi
Forgiveness pada Istri sebagai Upaya untuk Mengembalikan Keutuhan Rumah Tangga akibat Perselingkuhan Suami
Kartika Sari
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.007 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.9
Forgiveness merupakan sikap individu yang telah disakiti untuk tidak melakukan perbuatan balas dendam terhadap pelaku, tidak adanya keinginan untuk menjauhi pelaku, sebaliknya adanya keinginan untuk berdamai dan berbuat baik terhadap pelaku, walaupun pelaku telah melakukan perilaku yang menyakitkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran forgiveness pada istri sebagai upaya untuk mengembalikan keutuhan rumah tangga akibat perselingkuhan suami dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan istri memaafkan perselingkuhan yang dilakukan suami. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yang masih bertahan dalam perkawinan. Karakteristik subjek adalah istri yang telah menikah minimal dua tahun, memiliki anak dari hasil perkawinan dan tingkat pendidikan minimal SMA. Hasil penelitian menunjukkan Kedua subjek belum dapat memaafkan sepenuhnya perselingkuhan yang dilakukan suami. Hal ini dikarenakan adanya rumination about transgression, yaitu kecenderungan subjek untuk terus menerus mengingat kejadian perselingkuhan suami, sehingga menghalangi dirinya untuk memaafkan. Oleh karena itu, perilaku pemaafan subjek terhadap perselingkuhan suami tergolong dalam dimensi Hollow Forgiveness, yaitu subjek dapat mengekspresikan secara konkret pemaafan melalui perilaku, namun sebaliknya ia belum dapat merasakan dan menghayati adanya pemaafan dalam dirinya. Subjek masih bertahan dalam perkawinan dikarenakan anak. Walapun pada subjek A ia masih bertahan dalam perkawinan dikarenakan alasan finansial yaitu ketergantungan secara ekonomi terhadap suami dan menganggap apabila ia bercerai belum tentu ia akan mendapatkan suami yang lebih baik dari suaminya sekarang.Kata kunci: forgiveness, perselingkuhan, rumah tangga
WORKING WITH HOMOSEXUAL CLIENTS: Application of Solution-Focused Therapy
Husmiati, Husmiati
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.121 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.8
This article discusses the psychosocial problems dealt by gay, lesbian, and bisexual clients. Gay is an individual who has sex orientation to male, whereas lesbian is to female. Bisexual has both sex orientation towards male and female. This article also points out one approach called Solution-Focused Therapy (SFT) which can be applied in clinical practice. Working with SFT technique to homoerotic individual or group is significantly different to common people. Mental health experts such as social workers and clinical psychologists should have this understanding.Keywords: Homosexuality, client, clinical practice, therapy, solution focused
PENGARUH PENERAPAN TERAPI TAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA PEGAWAI KERETA API
Prasetyo, Anggun Resdasari;
Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.249 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.14
Kesuksesan secara psikologis seperti merasakan kepuasan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam bekerja dibutuhkan oleh setiap pekerja, akan tetapi dalam kenyataan banyak pekerja yang mengalami stres kerja. Salah satunya  pegawai PT. Kereta Api bagian SDM DAOP IV Semarang yang memiliki tuntutan harus menangani masalah-masalah pengembangan sistem dan tata kelola ketenagakerjaan di perusahaan. Penanganan stres dapat menggunakan terapi tawa, yaitu metode terapi dengan humor dan tawa untuk membantu individu menyelesaikan masalah dan gangguan fisik maupun mental. Sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, yang melibatkan 36 orang karyawan. Analisis data penelitian menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney U-Test. Terlihat bahwa nilai p hitung berdasarkan statistik z adalah 0,000 yang lebih kecil dari taraf nyata (p<0,05). Hal ini menunjukkan data posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki perbedaan yang signifikan, dengan demikian hipotesis penelitian dapat diterima.Kata Kunci: stress kerja, terapi tawa, karyawan
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN CV. ANEKA ILMU SEMARANG
Sumiyarsih, Wiwik;
Mujiasih, Endah;
Ariati, Jati
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.187 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.11.1.9
Karyawan diharapkan untuk menunjukkan perilaku organizational citizenship atau organizational citizenship behavior (OCB), karena OCB dapat meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan kesejahteraan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan OCB. Subjek penelitian ini adalah 113 karyawan CV. Aneka Ilmu Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan proporsional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala OCB sebanyak 26 item (α = 0,887) dan skala kecerdasan emosional sebanyak 24 item (α = 0.865). Metode analisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan perolehan rxy = 0,747 dengan tingkat signifikansi korelasi pada p = 0,001 (p <0,05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara OCB dengan kecerdasan emosional. Tanda positif pada koefisien korelasi menunjukkan arah hubungan positif, yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi OCB. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 55,9% dari OCB. Ada faktor lain sebesar 44,1% yang juga berperan namun tidak terungkap dalam penelitian ini.Kata Kunci: kecerdasan emosional, OCB, karyawan