cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 571 Documents
TASBIH DAN GOLOK Mohamad Hudaeri
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.767 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.639

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan kepada dua entitas dari masyarakat Banten yang cukup terkenal, yakni kiyai dan jawara. Keduanya memiliki pengaruh yang melewati batas-batas geografis berkat kharisma yang dimilikinya. Pengaruh kharisma semenjak pemerintahan kolonial Belanda berhasil menganeksasi Kesultanan Banten. Sehingga muncul pertanyaan tentang kedudukan dan peran mereka dalam sistem sosial masyarakat Banten.Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini, menggunakan berbagai pendekatan yakni etnografi, historis dan teologis. Sedangkan metode yang dipergunakan adalah pengamatan terlibat dan wawancara secara mendalam sehingga mampu mengungkap unsur-unsur kebudayaan yang terdapat dalam interkasi sosial dan simbol-simbol yang dipergunakan oleh kiyai dan jawara.Kedudukan, peran dan jaringan sosial kiyai dan jawara terbentuk melalui proses sejarah yang sangat panjang yang dialami oleh masyarakat Banten, yakni semenjak pembentukan Kesultanan Banten, masa pemerintahan kolonialisme dan pasca pembebasan kolonilisme tersebut. Perjalanaan sejarah tersebut telah menciptakan masyarakat Banten dikenal sebagai masyarakat yang sangat fanatic terhadap agama, bersifat agresif dan bersemangat memberontak.Dalam masyarakat seperti Banten yang mengalami penetrasi Islam sangat mendalam sehingga menjadi basis bagi identitas kelompok, kedudukan dan pernanan sosial kiyai, sebagai tokoh agama, menjadi sangat penting. Kiyai menjadi kelompok elit yang selain memiliki peranan tradisionalnya sebagai guru ngaji dan kitab di pesantren, guru tarekat, guru ilmu "hikmah" dan mubaligh, juga berperan dalam tranformasi sosial politik di Banten sehingga sosok penting yang banyak mempengaruhi pembentukan kebudayaan dan sejarah perjalanan masyarakat ini.Demikian pula jawara. la kini dikenal sebagai identitas dari lembaga adat Banten. Kemampuannya dalam memanipulasi kekuatan superanatural (magi) dan keunggulan dalam hal fisik telah membuatnya menjadi sosok yang ditakuti sekaligus kagumi, sehingga terkadang muncul menjadi tokoh yang kharismatik dan heroik. Peranannya juga tidak hanya terbatas kepada guru persilatan, elmu kesaktian atau "tentara wakaf'', tetapi juga sebagai pemimpin sebuah pergerakan sosial. Bahkan untuk saat ini, para jawara memiliki peran penting dalam sosial politik masyarakat Banten.Adanya kedudukan, peran dan jaringan membuat kiyai dan jawara menciptakan kultur tersendiri yang agak berbeda dengan kultur dominan masyarakat Banten, sehingga kiyai dan jawara tidak hanya menggambarkan suata sosok tetapi juga telah menjadi kelompok yang memiliki nilai, norma dan pandangan hidup yang khas. itu lah subkultur kiyai dan jawara.Kata Kunci: Kiyai, Jawara, Kitab Kuning, Ilmu Kanuragan, Bandit Sosial.
KONSEP KEADILAN DALAM AL-QUR'AN Saeful Anwar
Al Qalam Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.632 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i93.451

Abstract

Makalah ini mengkaji tiga aspek konsep keadilan Al-Qur'an, yaitu pengertian, posisi dan refleksinya dalam kultur keilmuan islami,. dengan asumsi dasar bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam bahasa arab sebagai rahmat bagi segenap alam sampai akhir zaman. Karena itu ia harus dipahami berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunnah, akal sehat serta temuan-temuan empirik manusia serta kaidah-kaidah bahasa arab sendiri. Metode yang dipakai adalah metode tafsir Maudu'i (tematik) dengan alat bantu ilmu bahasa, teologi, filsafat, hukum dan psikologi.Hasil kajian menyimpulkan bahwa ada sedikitnya dua kata dalam Al-Qur'an yang mengandung arti "keadilan", yaitu kata 'adl dan qist. Keduanya dipakai dalam arti dan konteks yang sama kecuali pada beberapa tempat. Esensi keadilan clalam konsep Al-Qur'an aclalah memperlakukan sesuatu sesuai dengan kualitasnya sendiri, yang dalam dimensi sosial adalah menyamakan, menyebandingkan, menyejajarkan dan menyeimbangkan dua objek atau lebih yang sama/ sebanding/ sejajar/ seimbang, clan membedakan dua objek atau lebih yang memang berbeda. Keadilan objektif ini merupakan asas fundamental dalam keseluruhan sistem Islam, dan telah terefleksikan secara luas dalam kultur keibman islami.Kata Kunci: Tafsir Maudu'i, 'adl, qist, dan al-Qur'an
KONSEP PENDIDIKAN UKHUWAH: ANALISA AYAT-AYAT UKHUWAH DALAM AL-QUR’AN Ikhwan Hadiyyin
Al Qalam Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.876 KB) | DOI: 10.32678/al qalam.v34i1.793

Abstract

The people of Islam in Indonesia at this time split by various problems that arise. For example in a society still found cases conflict and enmities between them. This phenomenon describes that Indonesian society still weak in having the attitude ukhuwah (fraternity), tolerance and equality. Which means, social values written in the Qur’an have not been actualized by Indonesian people whose greatest number of Muslim inhabitant in the world. The research attempt to analyze meaning of the verses ukhuwah in surah Al-Hujurat verse 9-13, surah Ali Imran verse 103, and surah Al-Hasyer verse 8-9 with refer to Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Maraghi, Fi Dzilaal al Qur’an, Tafsir Al Furqon and Tafsir Al Azhar. Furthermore, the results of the analysis of the study will be developed into the concept of ukhuwah education that can be applied to Indonesian Muslim society. This research utilize literature qualitative approach which discuss around ukhuwah problems there are in the Qur’an, especially in surah Al Hujurat verse 9-13, surah Ali Imran verse 103, and surah Al Hasyer verse 8-9. The result can be showed that education of ukhuwah according to the interpreters is the Islamic Fraternity. Ukhuwah is branch of faith, while the split is branch of heathenism (Qur’an surah Al Hujurat: 9-13). Ukhuwah sourced of faith and Islam law (syari’ah) as well as Rasulullah SAW manners. The principles are hold fast to the Rope of Allah, engagement, way and His religion (Qur’an surah Ali Imran: 103). It was shown by fraternity between the Anshar very protect the Muhajirin on the Rasulullah (Qur’an surah Al Hasyer: 8-9). While from the development of the verses ukhuwah compiled the Concept of Ukhuwah Education that can be set to the Indonesia Muslim society.Keywords: Brotherhood (Ukhuwah), The Verses of Qur’an, Educational Concept.
PENGELUARAN KONSUMSI Baihaqi, Wazin
ALQALAM Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.691 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i96.650

Abstract

Berbeda dengan ekonomi sekuler yang bersandar pada positivisme yang bebas nilai, ekonomi Islam justru bersandar pada serangkaian aturan etik yang terdapat dalam Al Qur'an. Tetapi ekonomi Islam bukan semata-mata ekonomi normatif. Perangkat hukum melalui ijma dan qiyas mampu menterjemahkan konsep ekonomi dalam Al Quran ke dalam bentuk yang lebih operasional. Dengan demikian konsep ekonomi yang lebih operasional ini pun tidak melepaskan diri dari pengamatan-pengamatan objektif sesuai jaman.Selain mengatur aspek-aspek produksi dan sirkulasi, ekonomi Islam pun mengatur aspek-aspek konsumsi. Khusus mengenai pengeluaran konsumsi, Islam melarang perbuatan mubazir (boros) dan bakhil (kikir) serta menganjurkan pengeluaran komumsi yang pertengahan dan sederhana. Anjuran dan larangan tentang pengeluaran komsumsi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan setiap manusia secara individual tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat secara lebih luas, seperti pada proses produksi, tersedianya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.Rangsang kognitif mempengaruhi pembentukan sikap dan perilaku. Artinya setiap pengetahuan yang dimiliki dan kemudian dipahami individu akan berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilakunya. Karena itu agar terhindar dan perbuatan mubazir dan bakhil, maka setiap muslim perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mkup tentang pengeluaran konsumsi menurut etika ekonomi Islam.Kata kunci: Konsumsi, Etika, Ekonomi, Islam
OPTIMALISASI DAN PERAN LINGUISTIK DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI INDONESIA Achmad Satori Ismail
Al Qalam Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.076 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i95.463

Abstract

Untuk mengembangkan pel,qjaran bahasa Arab di Indonesia pada saat ini perlu dilakukan berbagai upaya. Di antara upaya yang perlu dilakukan tersebut adalah dengan mengoptimalkan peran linguistik, terutama linguistik terapan, dalam pengajaran bahasa Arab. Hal ini mengingat bahwa pada dasarnya proses pengajaran bahasa menuntut pengetahuan tentang prinsip-prinsip bahasa yang dipelajari. Tanpa bantuan teori-teori linguistik, guru bahasa Arab akan menemukan kesulitan dalam memberikan deskripsi yang akurat tentang bahasa dan situasi penggunnya. Untuk itulah teori-teori linguistik umum, sosio-linguistik, dan psiko-linguistik perlu mendapatkan perhatian dalam proses pengajaran bahasa Arab. Pemanfaatan linguistik dalam pengajaran bahasa Arab setidaknya dapat dilakukan dalam proses memilih bahan pelajaran, menentukan tahapan pengajaran, proses penyampaian materi pengajaran, dan pelaksanaan evaluasi pengajaran bahasa.Kata Kunci: Linguistik, Pengajaran Bahasa Arab, Error Analysis
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ISLAMI MENURUT GURU AGAMA DI PANDEGLANG H.M. Hudori
Al Qalam Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.258 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i94.1011

Abstract

Penelitian ini di desain untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pengembangan, taktik dan pengelolaannya Daerah Tujuan Obyek Wisata yang Islami. Hasil data empirik dengan mengacu beberapa landasan teori secara opersional, menunjukan bahwa langkah kunci strategi pengembangan serta taktik dan pengelolaan Daerah Tujuan Obyek Wisata secara Islami adalah berpegang kepada hasil analisis dan kajian lingkungan secara mendalam dan komperehensif.Hasil kajian lingkungan itu akan menjamin tercapainya pengembangan perusahaan secara baik dengan segala kekuatan dan peluang yang dimiliki dan kelemahan tantangan yang dihadapinya, maka di dalam strateginya boleh dilakukan dengan strategi Horizontal dengan segala taktiknya maupun dengan strategi Defensif.Sedang pengembangannya akan sangat dipengaruhi oleh kehandalan sang manajer yang memiliki kemampuan dan kemahiran dalam mendayagunakan lingkungan dengan segala koordinasinya.Kata Kunci: Strategi, Wisata Islami, Manajemen, Guru Agama
EFFECTIVE SCHOOL MODEL; MALAYSIAN PERSPECTIVE MUHAMMAD FAIZAL A GHANI; SAEDAH SIRAJ
Al Qalam Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.712 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v27i1.587

Abstract

The excellence education has become the primary concern for achievement to compete in this global village. Since the technological and vocational higher education became one of the essential elements in the educational road map, students are expected to be more skillful than the one of regular university. This stutfy reviews the development of effective learning systems and examines the relationship between employability and effective learning systems from students' perception. The results found that the model indicates a highly acceptable fit between the model and data. Also, there exists significant direct effect between employability and effective learning systems. Key words: school model, malaysian.
HAM DAN AKTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Samsul Bahri
Al Qalam Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.235 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v35i2.388

Abstract

This study proves that the world of Islam, both theologically and empirically has pioneered and contributed on the concept of human rights, even the rights and freedom of human rights in the Kairo show how Islam is loaded with human rights values. The empirical facts are charter Madina and Cairo declaration that proves the presence of Islam is the concept of human liberation from all forms of oppression of human rights. This study also found that the actualization of human rights values in Islamic education has not been fully implemented, it is proved by their model of teaching style bank that many emasculate the potential creativity of learners that lead to the teaching of feudal authoritarianism in which learners like tabula rasa, white paper empty that must be filled, by him, this study provides a solution to the problems facing the teaching model of choice for teachers because the model is able to build human rights values on the participants. With these models, Islamic education can inflate the values of democracy, solidarity, tolerance, justice, creativity in learning, so that learners can be of generations of good quality scientific, moral and spiritual.
PENGARUH POLA PEMAHAN ETIKA KERJA ISLAM TERHADAP TINGKAH LAKU KEWIRAUSAHAAN Natsir, Nanat Fatah
ALQALAM Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.113 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v17i86.667

Abstract

Pengaruh Pola Pemahan Etika Kerja Islam terhadap Tingkah Laku Kewirausahaan
HUKUM ISLAM DAN MASALAHNYA DI INDONESIA Mohammad Daud Ali
Al Qalam Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.024 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v13i66.485

Abstract

Hukum Islam dan Masalahnya di Indonesia

Page 8 of 58 | Total Record : 571


Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue