cover
Contact Name
Kamirsyah Wahyu
Contact Email
kwahyu@uinmataram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbeta@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Beta: Jurnal Tadris Matematika
ISSN : 20855893     EISSN : 25410458     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Bετα: Jurnal Tadris Matematika (p-ISSN: 2085-5893 | e-ISSN: 2541-0458) is scientific, peer-reviewed, and open access journal published by Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) half-yearly on May and November. It has been indexed in SINTA 2 (Accredited Journal, Decree No.21/E/KPT/2018) by Director General of Strengthening Research and Development, Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia in 2018. The indexing status will be active until 2020.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
A comprehensive analysis of mathematical resilience in elementary school students: A gender and learning style perspective Siagian, Muhammad Daut; Ade Evi Fatimah; Agung Prasetyo Abadi; Sutirna; Siregar, Rosliana
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.683

Abstract

[English]: This study investigates the relationship between students' mathematical resilience and their learning styles and gender. Employing a non-experimental comparative design and survey methodology, the study utilized mathematical resilience and learning style questionnaires as data collection instruments. The study's sample consisted of 62 fifth-grade elementary school students from Stabat City, North Sumatra Province. Sampling was conducted using the probability proportional sampling technique, resulting in 32 female and 30 male students. Data analysis employed a two-way ANOVA test to examine the impact of two independent variables (learning style and gender) on the dependent variable (mathematical resilience). The findings revealed that the visual learning style was the predominant learning style among students. Furthermore, the study demonstrated a significant correlation between learning styles and mathematical resilience, suggesting that variations in learning styles significantly influence mathematical resilience. In contrast, gender was found to have no discernible impact on mathematical resilience. Additionally, the analysis indicated no interaction between learning style and gender in influencing mathematical resilience. These findings imply that learning styles independently influence mathematical resilience, without any moderating effect of gender. The implications of this study suggest that when developing teaching strategies to enhance mathematical resilience, it is advisable to prioritize individual learning styles rather than differentiating based on gender. [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menguji resiliensi matematis siswa dalam kaitannya dengan gaya belajar dan jenis kelamin mereka. Dengan menggunakan desain komparatif non-eksperimental dan metodologi survei, penelitian ini menggunakan kuesioner resiliensi matematis dan gaya belajar sebagai instrumen pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri dari 62 siswa sekolah dasar kelas lima dari Kota Stabat, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik probability proportional sampling, menghasilkan 32 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua arah untuk menguji dampak dari dua variabel independen (gaya belajar dan jenis kelamin) terhadap variabel dependen (resiliensi matematis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa gaya belajar visual adalah gaya belajar yang paling umum (dominan) di antara siswa. Lebih jauh lagi, gaya belajar menunjukkan dampak yang signifikan pada resiliensi matematis, yang menunjukkan bahwa variasi dalam gaya belajar memberikan kontribusi secara substansial pada tingkat resiliensi matematis. Sebaliknya, tidak ditemukan pengaruh jenis kelamin pada resiliensi matematis. Selain itu, analisis menunjukkan tidak adanya interaksi antara gaya belajar dan jenis kelamin dalam mempengaruhi resiliensi matematis. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar secara mandiri mempengaruhi resiliensi matematis, tanpa moderasi apa pun oleh jenis kelamin. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketika mempertimbangkan strategi pengajaran untuk meningkatkan resiliensi matematis, penekanan dapat diberikan pada gaya belajar individu tanpa perlu membedakan berdasarkan jenis kelamin.  
Didactical design of the proportionality concept based on anthropological theory of the didactic Yugni Maudy, Septiani; Ruli, Redo Martila
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.690

Abstract

[English]: This study aims to develop a didactic design grounded in the Anthropological Theory of the Didactic (ATD), with a focus on mathematical praxeology, to enhance students’ understanding of proportionality. The study uses the Didactical Design Research (DDR) methodology, which consists of three primary stages: retrospective analysis, metadidactical analysis, and prospective didactical situation analysis. Classroom observations, teacher and student interviews, and the examination of diagnostic tasks completed by thirty seventh-grade students at a junior high school in West Java, Indonesia, were used to gather data. The findings, which are interpreted using the Brousseau's framework, classify learning obstacles into three categories: (1) Ontogenic obstacles, which are associated with students' developmental readiness and prior knowledge; (2) Epistemological obstacles, which include misusing additive reasoning in multiplicative contexts and misinterpreting unit rates; and (3) Didactic obstacles, which are caused by unfamiliar task structures, implicit information, and insufficient instructional representations. The study has developed five learning tasks based on the praxeological framework, which included task, technique, technology, and theory. Despite not yet being used in classrooms, the didactic design's development is supported by both theoretical and empirical evidence. This study offers a different strategy for teachers dealing with proportionality learning obstacles and helps create more meaningful and contextually relevant math instruction. It also creates opportunities for further study to examine how the suggested design is implemented and how it affects students' mathematical thinking. [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktik berbasis Teori Antropologi Didaktik (ATD) dengan fokus pada praksiologi matematika untuk membantu siswa agar lebih memahami konsep proporsionalitas. Metode yang digunakan adalah Didactical Design Research (DDR), yang terdiri dari tiga tahap utama: analisis retrospektif, analisis metadidaktik, dan analisis situasi didaktik prospektif. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis tugas diagnostik yang dikerjakan oleh 30 siswa kelas VII di sebuah SMP di Jawa Barat. Menggunakan kerangka Brousseau hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan belajar siswa terbagi menjadi tiga jenis: (1) hambatan ontogenik, yaitu terkait kesiapan dan pengetahuan awal siswa; (2) hambatan epistemologis, seperti penggunaan penalaran aditif yang salah dalam konteks yang seharusnya menggunakan penalaran multiplikatif, serta kesalahan dalam memahami laju satuan; dan (3) hambatan didaktik, yang muncul karena struktur tugas yang asing, informasi yang tidak jelas, serta kurangnya representasi yang memadai dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang lima tugas pembelajaran melalui pendekatan praksiologi. Studi ini memberikan alternatif strategi bagi guru untuk mengatasi kesulitan belajar proporsionalitas dan mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan relevan dengan konteks siswa. Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait penerapan desain ini dan dampaknya terhadap cara berpikir matematika siswa.
Implementation of project-based learning and problem-based learning in mathematics course with students' anxiety: Is it effective? Pramesti, Getut; Salsabila, Nabila Shafa
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.692

Abstract

[English]: Mathematics anxiety often interferes with students’ engagement and achievement, leading to reduced self-confidence and the potential withdrawal from the learning process. Project-Based Learning (PjBL), which emphasizes hands-on, collaborative experiences, is a promising approach for addressing this issue. Meanwhile, problem-solving skills are essential for future learning and Problem-Based Learning (PBL) offers an effective approach to fostering these higher-order thinking skills. This study investigates the effectiveness of PjBL and PBL in enhancing the cognitive performance of students suffering from mathematics anxiety. The study employs quantitative approach with cluster random sampling by targeting 9th-grade students in Banyuasin, East Java, Indonesia. Data were collected through documentation, questionnaires, and achievement tests on spatial geometry, alongside measures of mathematics anxiety. The data was analysed using a one-way covariance (ANCOVA) analysis, treating anxiety as a covariate variable. The findings indicate that both PjBL and PBL significantly enhance students’ learning outcomes despite of their mathematics anxiety (p-value < 0.050). Both approaches promote collaborative learning, peer tutoring, and active student interaction, which foster improved communication skills, reduce anxiety, and deepen mastery of the subject. [Bahasa]: Kecemasan terhadap matematika sering kali mengganggu keterlibatan dan pencapaian siswa, yang menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan kemungkinan menarik diri dari proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL), yang menekankan pada pengalaman aktif serta kolaboratif, merupakan solusi yang menjanjikan untuk masalah tersebut.  Sementara itu, kemampuan pemecahan masalah menjadi krusial pada pembelajaran di masa mendatang dan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat menjadi pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut. Penelitian ini menguji keefektifan PjBL dan PBL dalam meningkatkan domain kognitif siswa yang mengalami kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel secara acak kluster yang menargetkan siswa kelas 9 di Banyuasin, Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, angket, dan tes hasil belajar pada materi geometri spasial, bersama dengan pengukuran terhadap kecemasan matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis kovariat satu arah, dengan kecemasan sebagai variabel kovariat. Hasil temuan mengindikasikan bahwa PjBL dan PBL meningkatkan hasil belajar siswa dengan kecemasan matematika secara signifikan (p-value < 0.050). Kedua pendekatan tersebut mempromosikan pembelajaran kolaboratif, tutor sebaya, dan interaksi aktif siswa, yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, mengurangi kecemasan, serta memperdalam penguasaan materi pembelajaran.
The relationship between mathematical literacy and the realistic mathematic education approach: A systematic literature review A'la, Nurul; Cut Morina, Zubainur; Elizar, Elizar
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.696

Abstract

[English]: This systematic literature review (SLR) explores the relationship between mathematical literacy and the Realistic Mathematics Education (RME) approach, which emphasizes the use of real-world contexts in mathematics instruction. This review was conducted following the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines to ensure transparency and rigor in the selection, analysis, and synthesis of relevant studies. The review examines studies published between 2019 and 2024, focusing on trends, research methodologies, and the effectiveness of RME in enhancing students' mathematical literacy. The evidence suggests a potential relationship between the implementation of RME and students tendencies to demonstrate a better grasp of mathematical concepts, as well as a stronger inclination toward solving problems in context-based settings. These findings, while drawn from limited and non-randomized studies, suggest that RME may be associated with more meaningful student engagement in mathematics.The review also identifies the research instruments frequently used in RME-related studies and highlights the importance of contextualized learning in promoting mathematical literacy. Despite challenges, such as the need for more innovative, contextually relevant learning designs and the adaptation of RME across various educational settings, the approach has proven to be an effective strategy for advancing students' mathematical literacy, critical thinking, and problem-solving abilities. These findings contribute to the growing body of research that advocates for context-driven approaches in mathematics education.  [Bahasa]: Tinjauan literatur sistematis (SLR) ini mengeksplorasi hubungan antara literasi matematika dan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME), yang menekankan penggunaan konteks dunia nyata dalam pengajaran matematika. Kajian ini mengkaji studi yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024, dengan fokus pada tren, metodologi penelitian, dan efektivitas RME dalam meningkatkan literasi matematika siswa. Temuan menunjukkan bahwa RME secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep matematika dan memperkuat keterampilan pemecahan masalah mereka dengan menggabungkan pengalaman belajar berbasis konteks yang praktis. Tinjauan ini juga mengidentifikasi instrumen penelitian yang sering digunakan dalam penelitian terkait RME dan menyoroti pentingnya pembelajaran kontekstual dalam mempromosikan literasi matematika. Terlepas dari tantangan yang ada, seperti kebutuhan akan desain pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan secara kontekstual serta adaptasi RME di berbagai lingkungan pendidikan, pendekatan ini telah terbukti menjadi strategi yang efektif untuk memajukan literasi matematika siswa, berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah. Temuan-temuan ini berkontribusi pada penelitian yang terus berkembang yang mendukung pendekatan berbasis konteks dalam pendidikan matematika.
Needs analysis for electronic teaching materials based on the merdeka learning pathway to enhance students' mathematical creative thinking skills Jumrah, Jumrah; Sukmawati, Sukmawati; Nasrun, Nasrun
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.709

Abstract

[English]: This research aims to analyze the needs and characteristics of electronic teaching materials based on the Merdeka Learning Pathway that are relevant to student conditions and capable of addressing challenges in mathematics learning. The study focuses on the analysis stage within the ADDIE development model. Data collection techniques included interviews and questionnaires, structured based on curriculum analysis, student characteristics analysis, and learning objectives analysis within the ADDIE development model. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods to identify the needs and characteristics of the teaching materials. Findings indicate a significant gap in students' mathematical creative thinking skills. Although teachers acknowledge the role of technology, existing electronic teaching materials are insufficient in promoting creativity and independent learning. Students also expressed a need for electronic learning resources that are flexible, interactive, and contextual. Specifically, most students experienced difficulties in independent learning without systematically structured teaching materials. Therefore, the development of adaptive electronic teaching materials, integrated with interactive elements (e.g., animations, simulations), contextual problems, and exploratory activities based on the Merdeka Learning Pathway, is highly recommended to bridge this gap, support differentiated learning, and enhance students' mathematical creative thinking skills. [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan karakteristik bahan ajar elektronik berbasis alur merdeka yang relevan dengan kondisi siswa dan mampu menjawab tantangan pembelajaran matematika. Penelitian ini berfokus pada tahap analysis dalam model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan angket yang disusun berdasarkan hasil analisis kurikulum, analisis karakteristik siswa dan analisis tujuan pembelajaran dalam model pengembangan ADDIE. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan serta karakteristik bahan ajar. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam keterampilan berpikir kreatif matematis siswa. Meskipun guru mengakui peran teknologi, bahan ajar elektronik yang ada belum cukup dalam mendorong kreativitas dan kemandirian belajar. Siswa juga menyatakan kebutuhan akan sumber belajar elektronik yang fleksibel, interaktif, dan kontekstual. Secara khusus, mayoritas siswa mengalami kesulitan belajar mandiri tanpa bahan ajar yang terstruktur secara sistematis. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar elektronik adaptif, yang terintegrasi dengan elemen interaktif (misalnya, animasi, simulasi), masalah kontekstual, dan aktivitas eksploratif berbasis Alur Merdeka, sangat direkomendasikan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi, serta meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis siswa.
Bridging knowledge and practice: Prospective mathematics teachers’ analysis of student worksheet Sulastri , Rini; Johar, Rahmah; Munzir, Said
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 2 (2025): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i2.689

Abstract

[English]: Understanding students' difficulties in solving mathematics problems is crucial for effective teaching. This study aims to determine the ability of prospective mathematics teachers to analyze students' work in solving PISA problems and identify the types of assistance recommended to overcome students' difficulties. Using a descriptive qualitative design within a case study framework, the research subjects consisted of two prospective mathematics teachers from a university in Aceh, who had good knowledge in answering PISA problems. Data was collected through written tests, interview, and documentation of analysis results for student answers. This study was conducted in two stages: (1) the subjects analyzed, assessed, and recommended assistance for students' work, and (2) the researcher evaluated the results of the analysis and the appropriateness of the assistance proposed by the subjects. The findings indicate that varying Pedagogical Content Knowledge (PCK) abilities of teachers can affect the accuracy of the analysis and the effectiveness of the recommended assistance. Subjects with high PCK can analyze students' work and suggest assistance appropriately. In contrast, subjects with low PCK only analyze and provide suggestions to overcome students' difficulties in general. This study emphasizes the importance of integrating content knowledge and pedagogy in preparing prospective teachers. [Bahasa]: Memahami kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika sangat penting untuk pengajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan calon guru matematika dalam menganalisis hasil kerja siswa dalam menyelesaikan soal-soal PISA, dan mengidentifikasi jenis bantuan yang disarankan untuk mengatasi kesulitan siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis case study, subjek penelitian terdiri dari dua orang calon guru matematika dari salah satu universitas di Aceh, yang memiliki pengetahuan yang baik dalam menjawab soal-soal PISA. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi hasil analisis untuk jawaban siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap: (1) subjek menganalisis, menilai, dan merekomendasikan bantuan untuk hasil kerja siswa; dan (2) peneliti mengevaluasi hasil analisis dan kesesuaian bantuan yang diusulkan subjek. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru yang bervariasi dapat mempengaruhi ketepatan analisis dan efektivitas bantuan yang direkomendasikan. Subjek dengan PCK yang tinggi dapat menganalisis hasil kerja siswa dan menyarankan bantuan dengan tepat. Sebaliknya, Subjek dengan PCK yang rendah hanya menganalisis dan memberikan saran untuk mengatasi kesulitan siswa secara umum. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pengetahuan konten dan pedagogi dalam mempersiapan calon guru.