cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
ANALISIS DAMPAK PROGRAM SIMPANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (PSKS) TERHADAP MASYARAKAT MISKIN DI KELURAHAN BANGUNSARI, KECAMATAN DOLOPO, KABUPATEN MADIUN 2014 Chandra Hakim
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.489 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1086

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada program dana bantuan Program SimpananKeluarga Sejahtera (PSKS) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo,Kabupaten Madiun. Program ini merupakan program pengurangan kemiskinan dari Pemerintah Pusat sesuai amanat UUD 45 dan Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, evaluasi, dampakpenyaluran bantuan, dan hambatan beserta faktor pendukung dilaksanakannyaprogram PSKS di Kelurahan Bangunsari. Perolehan data pada penelitian inimelalui teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi(berupa data kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pelaksanaan terbagiatas 4 tahap yaitu, persiapan pelaksanaan, pendataan sasaran penerima,penyebaran undangan penerima dan pengambilan dana bantuan. Evaluasidilaksanakannya program ini di Kelurahan Bangunsari terdapat 2 hal yaitu1)ketidaktepatan sasaran penerima bantuan dan 2) keefektifan program ini terkaitdengan upaya pengurangan kemiskinan. Dampak dilaksakannya program PSKSini yaitu (1) dampak jangka pendek terkai tmanfaat program ini terhadap efekkenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan kebutuhan bahan-bahan pokok dan(2) dampak jangka panjang terkait lemahnya efek kemampuan program ini dalamupaya pengurangan kemiskinan. Selain itu, ada 2 dampak lain yaitu, (1) dampakpositif terkait dengan manfaat program bantuan dana ini sebagai pemenuhankebutuhan mendesak masyarakat karena naiknya harga BBM yang diikuti olehkenaikan harga bahan pokok. dan (2) dampak negative terkait dengan munculnyasifat ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah yang memunculkankecemburuan social terhadap penerima bantuan. Hambatan dilaksanakannyaprogram ini adalah permasalahan tepat dan tidak tepatnya program dan faktorpendukungnya adalah kooperatif semua komponen masyarakat dan pemerintahKelurahan (juga Kecamatan, Polsek dan Koramil).
PERANAN PEMUDA KARANG TARUNA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PANCASILA SILA KELIMA DI RT.07 RW.03 DUSUN SEGULUNG, DESA SEGULUNG, KECAMATAN DAGANGAN, KABUPATEN MADIUN TAHUN 2015 Toni Susanto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.247 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1098

Abstract

Padakarang taruna terdapat satu program kerja yang ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama pada desa atau kelurahan yang di tempati. Hal ini sesuai dengan amalan Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna Pancasila dan karang taruna serta peranan pemuda karang taruna dalam mengimplementaikan pancasila sila kelima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segulung, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan triangulasi teknik.Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pancasila sila kelima adalah mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukannya demi terwujudnya kesejahteraan umum. Organisasi di masyarakat yang berperan mengajak masyarakat aktif mewujudkan kesejahteraan umum adalah karana taruna. Karang taruna tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggungjawab sosial untuk terus berusaha menanganinya. Peranan pemuda karang taruna dalam mengimplementaikan pancasila sila kelima ada tiga macam kegiatan.Kegiatan yang dilakukan yaitu, sinoman, kerja bakti dan kepanitian hari kemerdekaan dan hari besar keagamaan
EFEKTIVITAS PERAN DAN KEDUDUKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM UPAYA PEMBANGUNAN DESA (STUDI KASUS DI DESA PULOSARI, KECAMATAN JAMBON, KABUPATEN PONOROGO) MASA JABATAN 2012 – 2017 Pono Pono; Pryo Sularso; Indriyana Dwi Mustikarini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.408 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i2.1645

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peran dan kedudukan Badan Permusyawaratan Desa dalam pembangunan di Desa Pulosari Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo masa jabatan 2012-2017 yang meliputi perencanaan, pelaksanaan serta hasilnya yang sesuai dengan fungsi dan peran daripada Badan Permusyawaratan Desa itu sendiri Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu memusatkan perhatian pada masalah aktual fungsi dan peran Badan Permusyawaratan Desa dalam pembangunan desa. Perolehan data pada penelitian ini melalui tehnik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan metode pengelolaan data dengan menganalisis data yang diperoleh dari lapangan berupa hasil observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga mendapat temuan baru yang berupa simpulan dari peran dan kedudukan Badan Permusyawaratan Desa dalam pembangunan desa. Data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Data yang dianalisis yaitu data tentang perencanaan, dan pelaksanaan peran dan kedudukan Badan Permusyawaratan Desa. BPD Desa Pulosari sudah menjalankan peran dan kedudukanya dengan baik dalam pembanguan desa, yaitu bisa dilihat dari keefektivan BPD yang selalu memberikan masukan dan ide-ide dalam upaya pembangunan desa serta melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik. Ini terbukti dari sudah terealisasinya program-program pembangunan yang sudah di selesaikan dengan sesuai rencana. Semua pembangunan itu dilaksanakan secara bertahap karena adanya kendala keterbatasan dana. Namun pada akhirnya masalah keterbatasan dana itu bisa diminimalisir dan bantuan-bantuan yang diperoleh desa seperti bantuan dana dari kabupaten, PNPM Mandiri, dan swadaya dari masyarakat. Jadi bisa disimpulkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa dalam hal ini yang dipimpin oleh Drs. Mansur dengan masa jabatan 2012-2017 bisa dikatakan telah menjalankan fungsi dan perannya dalam pembangunan dengan cukup baik dan telah meningkatkan pembangunan di Desa Pulosari. 
REVITALISASI PANCASILA DAN BELA NEGARA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL Satrio Budiwibowo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.961 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1083

Abstract

Pancasila sering dilihat sebagai idiologi yang berhadapan dengan ―ideologi global,‖ seperti kapitalisme dan liberalisme. Pancasila yang dibangun adalah untuk kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Disisi lain kita hidup dalam globalisasi yang sarat dengan hukum dan kaidah kapitalisme, pasar bebas dan terbuka. Kita harus tetap kokoh dan kuat pada pendirian, bahwa semuanya itu tetap kita abdikan untuk kesejahteraan bersama, untuk keadilan sosial. Bangsa yang cerdas dalam era globalisasi, bukan bangsa yang terus mengeluh, menyerah, dan marah, tetapi bangsa yang mampu mengalirkan sumber-sumber kesejahteraan yang tersedia di arena global itu. Teknologi, modal, atau informasi, semua kita gunakan dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan kita. Jangan mau jadi orang yang kalah. Mari kita menjadi pemenang dalam globalisasi ini. Pendahuluan Globalisasi merupakan era perubahan-perubahan yang cepat yang mengandung hal-hal yang positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus pandai-pandai menangkap dan memanfaatkan peluang dari segi-segi positifnya dan tetap berdiri pada nilai-nilai yang telah diikrarkan, dibela, dan dijunjung tinggi. Menghadapi globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional. Lebih dari itu, harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasilais yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik IndonesiaSetiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaiknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar.Multikulturalisme adalah sistem keyakinan dan perilaku yang mengakui dan menghormati kehadiran semua kelompok yang beragam dalam suatu organisasi atau masyarakat, mengakui sosial-budaya mereka yang berbeda, dan mendorong dan memungkinkan kontribusi melanjutkan mereka dalam konteks budaya inklusif yang memberdayakan semua dalam organisasi atau masyarakat. Pembelajaran multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, dan kelas (Sleeter and Grant, 1988).
PENGGUNAAN PENDEKATAN KUIS TIM UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB INDIVIDU DALAM KELOMPOK BELAJAR PADA SISWA KELAS 8A SMP N 1 SUKOMORO KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Siwignyo Siwignyo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.695 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v3i2.1258

Abstract

Pengembangan diri melalui pembelajaran aktif dengan penggunaan pendekatan Kuis tim ini lebih memusatkan pada keragaman kegiatan siswa dalam kelompok belajar yang dinamis, mulai dari pemahaman konsep materi pembelajaran, membuat pertanyaan merancang kegiatan kelompok, pembagian tugas anggota kelompok, merencanakan presentasi sampai pada pemberian penghargaan berupa score dan penobatan kelompok terbaik pada setiap sesi. Oleh sebab itu , penggunaan model pembelajaran aktif dengan pendekatan kuis tim ini diharapkan dapat mengatasi masalah masalah pengembangan diri ,utamanya masalah tanggung jawab siswa dalam hubungannya dengan kelompok belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab individu dalam penyelesaian tugas – tugas belajarnya secara kelompok , dalam rangka proses pengembangan diri.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 8A SMP Negeri 1 Sukomoro Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian Tindakan Kelas ini dirancang dalam 2 Siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Rencana tindakan beserta instrumen penelitian ( SAP, bahan ajar,lembar observasi,dan angket ) disiapkan oleh peneliti. Dalam pelaksanaan tindakan di kelas peneliti bertindak sebagai guru pembimbing sekaligus pengamat. Hasil tindakan dalam suatu siklus yang berupa keaktifan siswa, serta kemajuan – kemajuan aspek kepribadian dan pengembangan diri siswa, dievaluasi sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan tindakan dalam siklus berikutnya. Materi yang digunakan sebagai obyek penelitian adalah model pembelajaran aktif kuis tim dan implementasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif dengan pendekatan Kuis Tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Peningkatan tanggungjawab tersebut dapat diketahui dari makin aktifnya siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompok, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam presentasi kelompok, semangat bersaing secara sehat dalam kelompok dan membangun kekompakan kelompok. Model pembelajaran melalui pendekatan ini mendapat respon positif dari seluruh siswa dengan idikator hasil analisa angket pada akhir sesi, dan meningkatnya penyelesaian tugas-tugas dan unjuk kerja.
KONFIGURASI REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN SIKAP DAN PERILAKU YANG BERKARAKTER BANGSA Hassan Suryono
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v1i1.443

Abstract

Dewasa ini sangat dibutuhkan sebuah momentum kebangkitan bangsa melalui perubahan sikap dan perilaku yang sesuai dengan karakter bangsa. Munculnya fenomena dan fakta masih adanya demonstrasi yang anarkhis, tidak patuh pada aturan hukum, pembobolan bank, penipuan lewat telepon, perkelahian pelajar, pejabat yang korup adalah cerminan perilaku bangsa ini yang bertentangan  dengan nilai-nilai agama dan Pancasila. Tentu saja keprihatinan akan kondisi tersebut akan mengarah pada disintegrasi bangsa. Menyadari kondisi karakter  anak bangsa yang semacam itu, pemerintah mengambil inisiatif untuk mengutamakan pembangunan karakter bangsa. Karakter yang dibangun tentu tidak hanya karakter yang berbasis kemuliaan diri semata, tetapi juga kemuliaan sebagai bangsa secara bersamaan. Pendidikan karakter yang kita harapkan salah satunya adalah menghasilkan anak bangsa dimana ucapan, sikap dan perilakunya mencerminkan karakter yang baik yaitu cerdas, jujur, bertanggungjawab, peduli, kreatif, sehat dan bersih. Proses pendidikan karakter tentu harus melibatkan berbagai elemen yang ada, mulai dari guru/dosen sebagai tenaga pendidik, siswa/ mahasiswa, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat. Strategi pembelajarannya dapat melalui keteladanan dan pembiasaan.
Peran Program Adiwiyata Mandiri dalam Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Peserta Didik Septi Rotari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.801 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1177

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan program adiwiyata mandiri di sekolah dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis implementasi program adiwiyata mandiri meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis kepedulian lingkungan peserta didik, mendeskripsikan kendala dan upaya implementasi program adiwiyata mandiri dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, cara meningkatkan kepedulian dengan mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan penghijauan tanaman, melakukan pemilahan sampah, pengomposan dan memanfaatkan penggunaan lahan, pengimplementasian dilihat dari materi, motode, media, sumber dan penilaian yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, pembiasaan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap lingkungan kelas seperti menjaga kebersihan kelas pada saat proses pembelajaran serta merawat taman kelas.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan program adiwiyata mandiri di sekolah dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis implementasi program adiwiyata mandiri meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis kepedulian lingkungan peserta didik, mendeskripsikan kendala dan upaya implementasi program adiwiyata mandiri dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, cara meningkatkan kepedulian dengan mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan penghijauan tanaman, melakukan pemilahan sampah, pengomposan dan memanfaatkan penggunaan lahan, pengimplementasian dilihat dari materi, motode, media, sumber dan penilaian yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, pembiasaan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap lingkungan kelas seperti menjaga kebersihan kelas pada saat proses pembelajaran serta merawat taman kelas.Kata Kunci: Program Adiwiyata Mandiri, Kepedulian Lingkungan
MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Soenarjo Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.529 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v1i2.1103

Abstract

Era reformasi dan demokrasi kini tengah melanda kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara, namun belum juga menemukan format pada kedewasaan demokrasi atau masyarakatyang demokratis, bahkan seringkali muncul sikap dan perilaku yang menyimpang dari normatatanan masyarakat demokratis. Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagaiupaya diantaranya melalaui pendidikan kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang demokratis,berkeadaban, cerdas, bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranyaKeberhasilan demokrasi ditunjukkan oleh sejauh mana demokrasi sebagai prinsip hidup bersamaantar warga negara dan antara warga negara dengan negara dijalankan dan disepakati.Menjadi demokratis diperlukan norma sebagai rujukan tatanan masyarakat yang demokratis.Diantaranya kesadaran akan pluralisme, musyawarah, kebebasan nurani,persamaan hak dankewajiban, kejujuran dalam pemufakatan
STRATEGI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL YOGYAKARTA DALAM PEMBIASAAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN PADA PESERTA DIDIK Lisa Retnasari; Suharno Suharno
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.94 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) proses, (2) strategi, (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas ketua yayasan, kepala sekolah, guru mata pelajaran, pembina asrama, dan pembina ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Keabsahan data diperoleh dengan teknik trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data induktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) proses pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilakukan secara menyeluruh (holistic), melalui proses kegiatan pembelajaran, kultur sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan bermasyarakat; (2) strategi pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilaksanakan melalui pemberian nasihat, pembiasaan akhlak yang baik, adanya penghargaan dan sanksi, serta keteladanan guru (ustaz/ustazah); dan (3) faktor pendukung pembiasaan karakter kewarganegaran  terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa tata tertib dan kultur sekolah, dukungan dan kerja sama yang baik antarseluruh warga sekolah, dan dukungan orang tua, serta faktor eksternal berupa dukungan dan kerja sama antar pihak sekolah dan masyarakat. Faktor penghambat terdiri atas minimnya sarana dan prasarana, jumlah proporsi yang tidak seimbang antara jumlah pembina dan peserta didik, pembiayaan, dan karakter peserta didik dengan latar belakang keluarga yang berbeda.
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL SOLO-KERTOSONOTERHADAP HAK EKONOMI MASYARAKAT DESA KASREMAN KECAMATAN GENENG KABUPATEN NGAWI Uswatun Khasanah; Nurhadji Nugraha; Wawan Kokotiasa
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.016 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i2.1644

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Solo-Kertosono terhadap hak ekonomi masyarakat Desa Kasreman Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Kasreman Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol Solo-Kertosono mengakibatkan dampak positif dan negatif. Dampak positif yaitu membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membuka usaha sekitar pembangunan jalan tol, sedangkan dampak negatifnya pembangunan jalan tol menyebabkan pendapatan petani menurun karena lahan pertanian berkurang, tidak dapat mengurangi jumlah pengangguran di Desa Kasreman karena tidak adanya pelibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut.Pembangunan jalan tol Solo-Kertosono merupakan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan karena pembangunan tersebut mengakibatkan berkurangnya lahan yang masih produktif sekitar 12 Ha, menyebabkan hilangnya saluran irigasi sawah, hilangnya akses jalan menuju sawah seberang serta meningkatnya polusi udara karena banyaknya kendaraan besar bermuatan material.

Page 2 of 13 | Total Record : 122