Gulawentah:Jurnal Studi Sosial
gulawentah: Jurnal Studi Sosial with regitered number ISSN : 2528-6893 (print) , e-ISSN : 2528-6871 is scientific journals which publish articles from the fields social science and social science education.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 2 (2023)"
:
10 Documents
clear
Hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku prososial pada relawan bencana alam
Firdaus, Mu'minatus Fitriati;
Dewi, Mahargyantari Purwani;
Tambunan, Siti Marliah
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.17833
Kerentanan dan kerusakan pasca bencana alam mengakibatkan perubahan sosial dan kerugian baik fisik maupun psikis. Bantuan yang cepat dan tepat oleh relawan bencana alam pada korban bencana alam merupakan hal yang krusial, tindakan tersebut dapat didukung dengan memanfaatkan penggunaan media sosial untuk berinteraksi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan penggunaan media sosial dan perilaku prososial pada relawan bencana alam. Penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif yang dianalisa melalui pearson moment correlation dengan bantuan SPSS. Sampel pada penelitian ini berjumlah 195 responden yang memenuhi kriteria dan telah mengisi kuesioner dalam google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara penggunaan media sosial dan perilaku prososial pada relawan bencana alam dengan koefisien kolerasi sebesar 0.152.
Profesionalisme guru dalam kerangka pembelajaran abad 21
Yusro, Andista Candra;
Kuswandi, Dedi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18559
Profesioalisme guru menjadi salah satu faktor krusial dalam kerangka sistem pendidikan nasional Indonesia. Guru menjadi pioner dalam menciptakan lingkungan belajar dan pengelamanan belajar yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, karaterisik siswa dan karateristik konten materi pembelajaran. Untuk mengetahui bagaimana profesioanlisme guru ini dibentuk dalam kerangka pembelajaran abad 21 dilakukan kajian kepustakaan ini. Kajian kepustakaan ini dilakukan dengan mengkaji artikel ilmiah, buku dan sumber referensi lain yang mendukung dengan teknik analisis deduktif dan interpretatif. Pendekatan yang lebih holistik dan memberdayakan kedepan perlu untuk menghargai guru sebagai intelektual dan mendorong pertumbuhan profesional mereka yang berkelanjutan. Penguasan teknologi informasi perlu menjadi keterampilan yang mendukung guru dalam mendesain pengalaman belajar dan lingkungan belajar sesuai karakteristik pembelajaran abab 21. Paradigma guru sebagai penyampai pengetahuan, perlu di tambahkan dengan guru sebagai ahli dalam merancang pengalaman intelektual pebelajar. Guru senantiasa mengembangkan profesionalisme dengan melakukan upgrading dengan cara pembelajaran mandiri dan mengikuti pelatihan profesional.
Motif Calon Legislatif Dalam Menentukan Partai Politik Pilihannya: Calon Legislatif Partai Politik Non-Parlemen
Yuri, Bobby J;
Valentina, Tengku Rika;
Asrinaldi, Asrinaldi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.19083
Penelitian ini membahas mengenai motif dari calon legislatif dalam pencalonannya di Pemilu Tahun 2024. Masih banyak ditemukan calon legislatif yang maju dari partai politik non-parlemen yang secara historis tidak dapat meraih suara yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan apa motif yang mendasari calon legislatif memilih partai politiknya. Ada tiga indikator dalam menentukan keputusan menurut Verba dan Schlozman yakni 1) sumber daya, 2) keterlibatan, dan 3) mobilisasi. Peneliti mewawancarai secara mendalam calon legislatif yang bertahan di partai politik lamanya. Ditemukan bahwa para calon legislatif ini tidak memiliki pilihan lain untuk pindah partai. Kondisi ini dipengaruhi dengan kaderisasi partai politik yang buruk.
Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Kenakalan Remaja di Kota Bandung
Januri, Tasya Suci;
Sardin, Sardin;
Utami, Nindita Fajria
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.15195
AbstrakTerdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan terjadi perilaku menyimpang pada remaja. Di antaranya ialah faktor keluarga. Keharmonisan keluarga tentu dapat menjadi salah satu faktor yang membuat remaja melakukan penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keharmonisan keluarga terhadap kenakalan remaja di Kota Bandung. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu remaja yang berdomisi di Kota Bandung dengan rentang usia 15-20 tahun sebanyak 105 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dengan menyebarkan kuisioner. Alat analisis yang digunakan ialah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hipotesis dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh signifikan antara keharmonisan keluarga terhadap kenakalan remaja di Kota Bandung. Sedangkan hasil dari penelitian ini menunjukkan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan yang linear antara kedua variabel, 2)  terdapat pengaruh antara keharmonisan keluarga terhadap kenakalan remaja yang terjadi di Kota Bandung 3) pengaruh dari keharmonisan keluarga terhadap kenakalan remaja di Kota Bandung sebesar 21,5%.Kata kunci: keharmonisan kelurga; kenakalan remaja; Kota Bandung The Effect of Family Harmony on Juvenile Delinquency in Bandung CityAbstractThere are various factors that cause deviant behavior in adolescents. Among these are family factors. Family harmony can certainly be one of the factors that make teenagers commit deviations. This study aims to determine the effect of family harmony on juvenile delinquency in the city of Bandung. This type of research is quantitative research with sampling techniques using Purposive Sampling, namely adolescents domiciled in the city of Bandung with an age range of 15-20 years as many as 105 respondents. The data collection method used is to distribute questionnaires. The analysis tool used is multiple linear regression analysis using the help of the SPSS version 27 application. The hypothesis of this study is that there is a significant influence between family harmony and juvenile delinquency in the city of Bandung. While the results of this study show the results of this study show that 1) there is a linear relationship between the two variables, 2) there is an influence between family harmony on juvenile delinquency that occurs in the city of Bandung 3) the influence of family harmony on juvenile delinquency in the city of Bandung by 21.5%.Keywords: family harmony; juvenile delinquency; Bandung CityÂ
Transformasi perilaku sosial komunitas street punk: perspektif teori strukturasi dalam model rehabilitasi sosial Dinsospermasdes Kabupaten Jepara
Arisqi, Aliffia Yuli;
Hidayat, Medhy Aginta
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18014
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis teori strukturasi terhadap model rehabilitasi yang diberikan oleh (Dinsospermasdes) dalam perubahan perilaku sosial yang terjadi pada Komunitas Street Punk Jepara. Komunitas Street Punk Jepara ini merupakan salah satu Komunitas punk terbesar di Kabupaten Jepara yang mendapat model rehabilitasi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa khusunya dalam tim Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS). Dengan adanya bentuk model rehabilitasi yang diberikan membuat proses perubahan perilaku sosial terjadi pada Komunitas Street Punk Jepara. Metode pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi sata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Peneliti ini menggunakan teori strukturasi oleh Anthony Ginddens, dengan hasil dari penelitiannya adalah Model Rehabilitasi lanjutan yaitu dengan peran agen sebagai perilaku sosial, dan peran struktur adalah fasilitasi agensi dalam suatu tindakan yang telah dilakukan.
Representasi Identitas Ibu Haji Melalui Modal Sosial dan Kapital Smbolik di Kabupaten Bangkalan dan Sampang
Amelia, Putri;
Hidayat, Medhy Aginta
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18080
Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena representasi identitas ibu haji melalui modal sosial dan kapital simbolik di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Madura. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Pada penilitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan fenomena haji di Madura, belum banyak atau bahkan tidak ada sama sekali yang membahas secara spesifik terkait bagaimana haji perempuan merepresentasikan identitas mereka ditengah kehidupan sosial dan budaya etnis Madura.  Madura merupakan daerah dengan penganut agama Islam dengan ketaatan yang melekat menjadi jati diri. Dalam masyarakat Madura, ibadah haji dianggap sebagai ritus yang sangat penting dan menjadi cita-cita masyarakat untuk bisa melakukannya. Selain mendapat gelar haji dan penghargaan, mereka juga mendapatkan kepercayaan dan penghormatan dari masyarakat. Memiliki gelar ebhu ajjhi memberikan dampak terhadap perubahan status sosial ibu haji. Hal ini disebabkan oleh adanya modal sosial dan kapital simbolik yang dimiliki. Mereka yang sudah melaksanakan ibadah haji merepresentasikan identitas mereka dan pengalaman haji mereka kepada orang lain. Hal tersebut untuk menunjukkan penghormatan terhadap nilai- nilai dan norma agama yang terkait dengan ibadah haji. Representasi identitas ebhu Ajjhi di Bangkalan dan Sampang mencerminkan adanya hubungan yang erat antara modal sosial dan kapital simbolik, yang saling mempengaruhi dan membentuk citra diri sebagai ibu haji.
Pengelolaan Kawasan Wisata Sejarah Monumen Kresek Pasca Pandemi COVID-19 Sebagai Sumber Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa
Aprillia, Tiswa;
Hartono, Yudi;
Huda, Khoirul
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.18272
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relevansi strategi pembelajaran dosen dengan memanfaatkan sumber pembelajaran di luar kelas berupa pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek pasca pandemi COVID-19 untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian kualitatif studi kasus. Tempat penelitian di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktit model Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek melibatkan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata “Mekar†atau menerapkan Community Based Tourism (CBT). Sejak pandemi COVID-19, pengelolaan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek diambilalih oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Madiun, sementara pengelolaan sehari-hari di lapangan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Pemerintah Desa Kresek juga terlibat dalam pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Kresek. Warga terlibat berdasarkan penugasaan dari pihak-pihak tersebut seperti sebagai pemandu wisata. Strategi pembelajaran dosen dengan memanfaatkan sumber belajar di luar kelas yakni Pengelolaan Kawasan Wisata Sejarah Monumen Kresek Kabupaten Madiun pasca pandemi relevan dengan situasi dan kondisi mahasiswa pasca pandemi yang merupakan upaya meningkatkan motivasi belajar secara eksternal (ekstrinsik). Motivasi mahasiswa pendidikan sejarah cenderung meningkat dilihat dari respon mahasiswa terhadap pembelajaran yang dilakukan dosen menjadikan mahasiswa tertarik dan terkesan sehingga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Pariwisata Geopark Silokek di Kabupaten Sijunjung
Ningsih, Dina Gustia;
Putera, Roni Ekha;
Yoserizal, Yoserizal
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.15861
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang meliputi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sijunjung (Bappeda) dengan LPPM Unand, BCA, serta Pokdarwis Nagari Silokek dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam mengelola pariwisata geopark silokek sehingga dapat dikenal dan menjadi wisata unggulan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Geopark Silokek berhasil meraih penghargaan sebagai geopark nasional pada tahun 2018. Sehingga Geopark Silokek dilirik oleh berbagai pihak dan memudahkan menjalin kolaborasi pengelolaan pariwisata Geopark Silokek. Hal yang utama dilakukan tentunya dalam pengembangan SDM yang ada di Nagari Silokek dan juga pengelolaan infrastruktur yang ada di objek wisata Nagari Silokek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi sumber. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Crish Ansell dan Alison Gash. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dalam pengelolaan pariwisata geopark silokek di Kabupaten Sijunjung dilakukan cukup baik seperti sebuah alur proses yaitu pada kondisi awal ada ketidakseimbangan sumber daya. Kemudian Pemerintah melakukan kolaborasi dalam Perencanaan penyusunan dokumen Master Plan Geopark Silokek antara Bappeda dengan LPPM Unand. Kemudian bentuk dari kepemimpinan yang fasilitatif berupaya menjalin kerjasama melalui surat perjanjian kerjasama dengan berbagai pihak yaitu BCA, dan juga himbauan untuk berkolaborasi kepada Dinas yang ada di Sijunjung dalam penelitian ini yaitu Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta juga menjalin kolaborasi dengan Pokdarwis Nagari Silokek. Dalam desain lembaga tersebut semua elemen ikut berpartisipasi. Proses kolaborasi berjalan dengan baik dan memperoleh hasil sementara dengan terbinanya kelompok sadar wisata dan meningkatnya jumlah kunjungan wisata serta indahnya kawasan wisata Geopark Silokek dan menerima berbagai penghargaan dari nasional. Namun masih terdapat kekurangan dimana masyarakat tidak dilibatkan dalam penetapan kebijakan dan dari segi pokdarwis perlu dibina sampai benar-benar mandiri.
Ritual tradisi berias dalam proses perkawinan etnis melayu Desa Makrampai Kabupaten Sambas
Tawara, Lisa;
Bahari, Yohanes;
Wiyono, Hadi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.17840
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rangkaian prosesi awal, inti, akhir dan nilai-nilai ritual tradisi berias dalam proses perkawinan Etnis Melayu di Desa Makrampai Kabupaten Sambas. Ritual tradisi berias merupakan tradisi mencukur bulu-bulu halus disekitar wajah, yang memiliki tujuan dapat membuat kesan atau efek calon pengantin menjadi lebih berseri dan dipercayai dapat menghilangkan segala hal-hal buruk calon pengantin dengan jatuhnya bulu-bulu yang dicukur. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan analisis yang termuat dalam penelitian ini menggunakan tujuh orang informan yakni dua orang informan inti dan lima orang informan pendukung. Temuan penelitian ini menunjukkan prosesi awal meliputi penentuan waktu pelaksanaan; persiapan alat dan bahan; dan pembacaan pantan (mantra). Prosesi inti meliputi mengillingkan telur; mengambil sari kelapa; dan mengelilingkan dulangan. Prosesi akhir meliputi Pencukuran; berdoa; dan pemakaian prodak yang sudah di doakan. Selain itu, dalam ritual tradisi berias memiliki nilai-nilai yang disertakan dalam tradisi tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan sosial bagi masyarakat.
Pengaruh pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP Kabupaten Lombok Barat
Husni, H;
Fahrurrozi, F;
Maujud, Fathul
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i2.19140
Pengaruh pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP Kabupaten Lombok Barat H Husni, F Fahrurrozi, Fathul Maujud1Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Mataram, IndonesiaEmail:  210403008.mhs@uinmataram.ac.id*; fahrurrozi@uinmataram.ac.id; fathulmaujud@uinmataram.ac.id Naskah diterima: 23/09/2023; Revisi: 02/10/2023; Disetujui: 13/10/2023AbstrakPendidikan guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Guru penggerak merupakan pemimpin pembelajaran dalam merdeka belajar. Sebagai leader guru penggerak harus memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang handal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pembelajaran di kelas, kepala sekolah atau pengawas.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat . Metode yang di gunakan adalah kuantitatif , dengan jumlah populasi sebanyak 30. Waktu penelitian bulan Maret sampai dengan Desember 2022. Variabel bebasnya adalah pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan, sedangkan variabel terikatnya adalah kompetensi manajerial. Instrumen pengumpulan data adalah angket. Teknik  pengujian hipotesis berupa uji regresi linier berganda Hasil analisis data membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan : (1) pendidikan guru penggerak terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat dengan nilai signifikansi sebesar 2,904 lebih besar dari t tabel yaitu 2,052, (2) kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat dengan nilai signifikansi sebesar 2,838 lebih besar dari t tabel yaitu 2,052, dan (3) secara signifikan dan simultan antara pendidikan guru penggerak dan kompetensi kepemimpinan terhadap kompetensi manajerial guru penggerak SMP di Kabupaten Lombok Barat dengan nilai signifikansi sebesar 452,428 lebih besar dari F tabel yaitu 3,350.